Revan ternyata salah. Justru dialah yang tertembak hingga darahnya ciprat ke baju Khadijah yang membuat Khadijah syok.
Tembakan itu yang seharusnya dihadiahkan untuk dirinya ternyata salah sasaran saat penjahat melepaskan tembakannya, Khadijah mendadak menunduk untuk mengikat tali sepatunya yang terlepas dan peluru itu mengenai lengan Revan.
"Revan. Kamu yang tertembak, bukan aku...!" pekik Khadijah.
Revan merasa tangan kirinya terasa berat dan kebas yang membuatnya menepikan mobilnya dengan cepat. Khadijah melihat di sekelilingnya sambil menekan klakson mobil ke arah pos jaga perumahan komplek tempat tinggal mereka.
Beberapa orang sekuriti menghampiri mobilnya Revan dan Revan memegangi lengannya yang berdarah dibantu oleh Khadijah.
"Bersabarlah Revan..! Kita akan ke rumah sakit," ucap Khadijah seraya mencari kotak p3k di dalam mobil untuk mendapatkan perban kasa agar bisa mengikat lengan Revan untuk menghentikan pendarahan.
Wajah Revan terlihat makin pucat. Khadijah berhasil menghentikan darah di lengan Revan. Satpam komplek melihat keadaan Revan yang berdarah cukup kaget karena jendela mobil Revan terbuka memudahkan mereka bisa melihat ke dalam.
"Apa yang terjadi nona?" tanya salah satu sekuriti itu pada Khadijah.
"Tolong periksa cctv pos kalian karena ada yang menembak suami saya. Bisa jadi mobil pelaku masih ada di dalam komplek ini. Tahan semua mobil yang keluar dan periksa secara acak karena mereka sedang membawa senjata tajam..!" titah Khadijah membuat satpam merasa bingung.
"Emang ada yang berani menembak mobil tuan Revan siang-siang begini?" tanya sekuriti itu ngeyel membuat Khadijah berang.
"Apakah jangan-jangan kalian berkerja sama dengan komplotan penjahat yang ingin membunuh suamiku?" sarkas Khadijah.
Saat mereka sedang berdebat, mobil penjahat berhasil lolos keluar dari komplek perumahan elit itu. Khadijah yang mempunyai firasat kuat akan sesuatu, mengarahkan sekuriti untuk menahan mobil berwarna hitam itu.
"Tahan mobil itu....! Sepertinya itu mobil penjahat," titah Khadijah membuat satpam buru-buru mengejar mobil itu namun sang penjahat menambah kecepatan laju mobilnya.
Kecurigaan Khadijah makin kuat saat melihat penjahat itu kabur. Khadijah kembali fokus pada suaminya. Ia meminta Revan untuk pindah tempat duduk dan mengambil alih untuk menyetir mobil menuju rumah sakit.
"Nona. Mobil penjahat itu berhasil kabur," lapor sang satpam.
"Kalau begitu lapor polisi...!" titah Khadijah sambil menyebutkan nomor plat mobil sang penjahat pada sekuriti.
"Baik nona."
Khadijah menjalankan mobilnya menuju rumah sakit. Sambil berkata seperti itu, ia melirik Revan yang sedang memejamkan matanya menahan nyeri.
"Sabar ya sayang. Sebentar lagi kita akan tiba di rumah sakit," ucap Khadijah berusaha tenang.
"Hmm!" deheman itu terasa lebih dingin dengan wajah Revan yang kembali datar saat ini.
"Apakah benar, aku adalah gadis pembawa sial?" Khadijah mulai kuatir dengan dirinya sendiri karena kemesraan yang baru saja ia rasakan harus pupus dengan penembakan entah dari siapa.
Khadijah buru-buru istighfar. Ia menjadi berprasangka buruk pada Allah. Padahal kata Allah," Aku bergantung pada prasangka hambaKu."
"Jika hambaKu berprasangka baik maka aku akan baik padanya demikian sebaliknya." Begitulah tafsir dari hadist Rosulullah yang dikutip dari Al-Qur'an.
...----------------...
Revan segera menjalani operasi pengangkatan proyektil yang ada di bahu kirinya. Khadijah sedang menunggu di ruang tunggu Keluarga pasien.
Ia segera menghubungi asisten Gavin untuk mencari tahu apa yang terjadi di depan rumahnya dengan mengizinkan Gavin membuka akses cctv di depan pagar rumahnya.
"Astaghfirullah...! Siapa yang melakukan ini pada bos? Apakah ini berhubungan dengan persaingan bisnis?" tebak asisten Gavin saat melihat foto Revan dengan lengan tertembak yang dikirim oleh Khadijah.
Gavin melakukan tinjauan ulang di lokasi penembakan itu terjadi karena mobil pelaku tidak tertangkap oleh cctv.
Banyak parkiran mobil di pinggir jalan sepanjang perumahan mewah itu membuat asisten Gavin sulit mendapatkan mobil mana yang menjadi milik pelaku.
"Apakah aku harus lapor polisi saja? Bagaimana kalau terendus media? Itu malah menjadi makin ribet urusannya. Sudahlah...! nanti saja diskusikan lagi dengan si bos," lirih asisten Gavin kembali ke mobilnya menuju rumah sakit.
Dokter menemui Khadijah setelah operasi Revan selesai. Khadijah menunggu penjelasan dokter dengan gugup.
"Bagaimana dengan keadaan suami saya dokter? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Khadijah.
"Alhamdulillah. Peluru itu meleset tidak mengenai pembuluh arterinya. Lengannya tuan Revan akan cepat pulih," ucap dokter Carla.
"Alhamdulillah. Terimakasih dokter. Kapan aku bisa bertemu dengan suamiku?"
"Sebentar lagi. Tunggu saja karena tuan Revan masih di ruang observasi."
Sementara di tempat lain, Elmira begitu marah besar ketika mengetahui kalau anak buahnya salah sasaran. Bukannya menembak Khadijah, malah Revan yang kena getahnya.
"Bagaimana bisa kalian menembak, Revan? Bukankah aku sudah mengatakan selalu berhati-hati!" bentak Elmira.
"Maafkan kami, nona...! Awalnya kami sudah melihat wanita itu duduk di sebelah tuan Revan melalui drone di halaman rumahnya yang kami kirim.
Saat kami mengarahkan pistol untuk menembak wanita itu, ternyata wanita itu tiba-tiba menunduk bertepatan dengan saya yang sudah membidikkan tembakan ke arah mereka.
Peluru itu akhirnya menembus lengan tuan Revan," papar anak buahnya Elmira.
"Beruntung sekali wanita itu terlepas dari maut. Baiklah. Kali ini kamu bisa selamat. Lain kali aku sendiri yang akan menghabisi mu. Aku akan merusak wajah cantikmu itu agar Revan menceraikanmu setelah wajahmu berubah seperti monster," geram Elmira.
"Bos. Bagaimana dengan bayaran untuk kami, bos?" tanya anak buahnya.
"Karena kalian tidak berhasil menembak wanita itu, maka upah kalian hanya separuh. Aku tidak akan membayar kalian sesuai perjanjian karena misi kalian gagal," ucap Elmira seraya menyerahkan amplop yang hanya berisi 250 juta.
"Dasar ja**ng...! Jangan coba-coba bermain-main dengan kami...! Beri uangnya atau kepalamu kami ledakkan dengan pistol ini...!" ancam anak buahnya Elmira.
Elmira yang sudah mempersiapkan segala kemungkinan yang terburuk, mengangkat tangannya memberi isyarat kepada pengawalnya untuk menghabisi anak buahnya yang berani mengkhianati dan mengancam balik dirinya.
Dorrr.....
Dorrrr....
Dorrr...
Tiga orang anak buahnya langsung terkapar dengan darah berceceran yang keluar dari kepala mereka. Elmira menendang tubuh anak buahnya yang tadi mengancamnya dengan pistol.
"Kalian kira kalian lebih pintar dariku? Dasar sampah...! Semoga mayat kalian membusuk di sini," ucap Elmira melangkahi mayat itu dan kembali ke mobilnya karena mereka sedang berada di tempat sepi di bangunan tua yang tak terurus.
Di rumah sakit Khadijah begitu takut mendekati Revan yang mungkin akan marah padanya. Revan menatapnya dalam lalu tersenyum pada wanitanya.
"Kenapa berdiri jauh dariku? Ke sinilah..!" pinta Revan mengangkat salah satu tangannya hendak memeluk Khadijah.
Khadijah menghamburkan tubuhnya ke dada Revan. Ia menangis tersedu-sedu di dalam pelukan suaminya.
"Syukurlah. Bukan kamu yang tertembak. Aku jadi repot kalau kamu yang tertembak nantinya dan berbaring di rumah sakit," ucap Revan.
"Lho...! Emang kenapa? Tanya Khadijah bingung.
"Karena google lebih menuruti perkataanmu daripada aku," canda Revan.
Khadijah tersenyum mendengar candaan suaminya.
"Augghtt....!" jerit Revan membuat Khadijah kembali panik.
"Ada apa sayang..?!" tanya Khadijah ikut ngilu mendengar jeritan kesakitan suaminya.
"Obat bius-nya sudah hilang. Jadinya, lukanya terasa nyeri lagi," keluh Revan.
"Biar aku panggilkan dokter..!" ucap Khadijah seraya ingin memencet tombol nurse call namun dicegah oleh Revan.
"Tidak usah sayang...! Cium aku saja, sayang! sebagai pengganti obat bius," pinta Revan manja.
"Hahh...?!" Khadijah hanya bisa tercengang mendengar permintaan konyol Revan yang berubah menjadi manja padanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Wirda Lubis
lanjut
2024-01-08
0
jhon teyeng
mmg cinta bs membuat org jd gila dan bertindak diluar nalar
2023-12-14
1
꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂
cit dasar Elmira iblis ...kerana serakah oleh nafsu ingin memiliki Revan sanggup melakukan kejahatan dgn berniat utk membunuh Khadijah...
harap Gavin dan Revan cpt menemui pelakunya... dan dibawa ke jalur hukum.
2023-11-23
3