19. Salah Sasaran

Revan ternyata salah. Justru dialah yang tertembak hingga darahnya ciprat ke baju Khadijah yang membuat Khadijah syok.

Tembakan itu yang seharusnya dihadiahkan untuk dirinya ternyata salah sasaran saat penjahat melepaskan tembakannya, Khadijah mendadak menunduk untuk mengikat tali sepatunya yang terlepas dan peluru itu mengenai lengan Revan.

"Revan. Kamu yang tertembak, bukan aku...!" pekik Khadijah.

Revan merasa tangan kirinya terasa berat dan kebas yang membuatnya menepikan mobilnya dengan cepat. Khadijah melihat di sekelilingnya sambil menekan klakson mobil ke arah pos jaga perumahan komplek tempat tinggal mereka.

Beberapa orang sekuriti menghampiri mobilnya Revan dan Revan memegangi lengannya yang berdarah dibantu oleh Khadijah.

"Bersabarlah Revan..! Kita akan ke rumah sakit," ucap Khadijah seraya mencari kotak p3k di dalam mobil untuk mendapatkan perban kasa agar bisa mengikat lengan Revan untuk menghentikan pendarahan.

Wajah Revan terlihat makin pucat. Khadijah berhasil menghentikan darah di lengan Revan. Satpam komplek melihat keadaan Revan yang berdarah cukup kaget karena jendela mobil Revan terbuka memudahkan mereka bisa melihat ke dalam.

"Apa yang terjadi nona?" tanya salah satu sekuriti itu pada Khadijah.

"Tolong periksa cctv pos kalian karena ada yang menembak suami saya. Bisa jadi mobil pelaku masih ada di dalam komplek ini. Tahan semua mobil yang keluar dan periksa secara acak karena mereka sedang membawa senjata tajam..!" titah Khadijah membuat satpam merasa bingung.

"Emang ada yang berani menembak mobil tuan Revan siang-siang begini?" tanya sekuriti itu ngeyel membuat Khadijah berang.

"Apakah jangan-jangan kalian berkerja sama dengan komplotan penjahat yang ingin membunuh suamiku?" sarkas Khadijah.

Saat mereka sedang berdebat, mobil penjahat berhasil lolos keluar dari komplek perumahan elit itu. Khadijah yang mempunyai firasat kuat akan sesuatu, mengarahkan sekuriti untuk menahan mobil berwarna hitam itu.

"Tahan mobil itu....! Sepertinya itu mobil penjahat," titah Khadijah membuat satpam buru-buru mengejar mobil itu namun sang penjahat menambah kecepatan laju mobilnya.

Kecurigaan Khadijah makin kuat saat melihat penjahat itu kabur. Khadijah kembali fokus pada suaminya. Ia meminta Revan untuk pindah tempat duduk dan mengambil alih untuk menyetir mobil menuju rumah sakit.

"Nona. Mobil penjahat itu berhasil kabur," lapor sang satpam.

"Kalau begitu lapor polisi...!" titah Khadijah sambil menyebutkan nomor plat mobil sang penjahat pada sekuriti.

"Baik nona."

Khadijah menjalankan mobilnya menuju rumah sakit. Sambil berkata seperti itu, ia melirik Revan yang sedang memejamkan matanya menahan nyeri.

"Sabar ya sayang. Sebentar lagi kita akan tiba di rumah sakit," ucap Khadijah berusaha tenang.

"Hmm!" deheman itu terasa lebih dingin dengan wajah Revan yang kembali datar saat ini.

"Apakah benar, aku adalah gadis pembawa sial?" Khadijah mulai kuatir dengan dirinya sendiri karena kemesraan yang baru saja ia rasakan harus pupus dengan penembakan entah dari siapa.

Khadijah buru-buru istighfar. Ia menjadi berprasangka buruk pada Allah. Padahal kata Allah," Aku bergantung pada prasangka hambaKu."

 "Jika hambaKu berprasangka baik maka aku akan baik padanya demikian sebaliknya." Begitulah tafsir dari hadist Rosulullah yang dikutip dari Al-Qur'an.

...----------------...

Revan segera menjalani operasi pengangkatan proyektil yang ada di bahu kirinya. Khadijah sedang menunggu di ruang tunggu Keluarga pasien.

Ia segera menghubungi asisten Gavin untuk mencari tahu apa yang terjadi di depan rumahnya dengan mengizinkan Gavin membuka akses cctv di depan pagar rumahnya.

"Astaghfirullah...! Siapa yang melakukan ini pada bos? Apakah ini berhubungan dengan persaingan bisnis?" tebak asisten Gavin saat melihat foto Revan dengan lengan tertembak yang dikirim oleh Khadijah.

Gavin melakukan tinjauan ulang di lokasi penembakan itu terjadi karena mobil pelaku tidak tertangkap oleh cctv.

Banyak parkiran mobil di pinggir jalan sepanjang perumahan mewah itu membuat asisten Gavin sulit mendapatkan mobil mana yang menjadi milik pelaku.

"Apakah aku harus lapor polisi saja? Bagaimana kalau terendus media? Itu malah menjadi makin ribet urusannya. Sudahlah...! nanti saja diskusikan lagi dengan si bos," lirih asisten Gavin kembali ke mobilnya menuju rumah sakit.

Dokter menemui Khadijah setelah operasi Revan selesai. Khadijah menunggu penjelasan dokter dengan gugup.

"Bagaimana dengan keadaan suami saya dokter? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Khadijah.

"Alhamdulillah. Peluru itu meleset tidak mengenai pembuluh arterinya. Lengannya tuan Revan akan cepat pulih," ucap dokter Carla.

"Alhamdulillah. Terimakasih dokter. Kapan aku bisa bertemu dengan suamiku?"

"Sebentar lagi. Tunggu saja karena tuan Revan masih di ruang observasi."

Sementara di tempat lain, Elmira begitu marah besar ketika mengetahui kalau anak buahnya salah sasaran. Bukannya menembak Khadijah, malah Revan yang kena getahnya.

"Bagaimana bisa kalian menembak, Revan? Bukankah aku sudah mengatakan selalu berhati-hati!" bentak Elmira.

"Maafkan kami, nona...! Awalnya kami sudah melihat wanita itu duduk di sebelah tuan Revan melalui drone di halaman rumahnya yang kami kirim.

Saat kami mengarahkan pistol untuk menembak wanita itu, ternyata wanita itu tiba-tiba menunduk bertepatan dengan saya yang sudah membidikkan tembakan ke arah mereka.

Peluru itu akhirnya menembus lengan tuan Revan," papar anak buahnya Elmira.

"Beruntung sekali wanita itu terlepas dari maut. Baiklah. Kali ini kamu bisa selamat. Lain kali aku sendiri yang akan menghabisi mu. Aku akan merusak wajah cantikmu itu agar Revan menceraikanmu setelah wajahmu berubah seperti monster," geram Elmira.

"Bos. Bagaimana dengan bayaran untuk kami, bos?" tanya anak buahnya.

"Karena kalian tidak berhasil menembak wanita itu, maka upah kalian hanya separuh. Aku tidak akan membayar kalian sesuai perjanjian karena misi kalian gagal," ucap Elmira seraya menyerahkan amplop yang hanya berisi 250 juta.

"Dasar ja**ng...! Jangan coba-coba bermain-main dengan kami...! Beri uangnya atau kepalamu kami ledakkan dengan pistol ini...!" ancam anak buahnya Elmira.

Elmira yang sudah mempersiapkan segala kemungkinan yang terburuk, mengangkat tangannya memberi isyarat kepada pengawalnya untuk menghabisi anak buahnya yang berani mengkhianati dan mengancam balik dirinya.

Dorrr.....

Dorrrr....

Dorrr...

Tiga orang anak buahnya langsung terkapar dengan darah berceceran yang keluar dari kepala mereka. Elmira menendang tubuh anak buahnya yang tadi mengancamnya dengan pistol.

"Kalian kira kalian lebih pintar dariku? Dasar sampah...! Semoga mayat kalian membusuk di sini," ucap Elmira melangkahi mayat itu dan kembali ke mobilnya karena mereka sedang berada di tempat sepi di bangunan tua yang tak terurus.

Di rumah sakit Khadijah begitu takut mendekati Revan yang mungkin akan marah padanya. Revan menatapnya dalam lalu tersenyum pada wanitanya.

"Kenapa berdiri jauh dariku? Ke sinilah..!" pinta Revan mengangkat salah satu tangannya hendak memeluk Khadijah.

Khadijah menghamburkan tubuhnya ke dada Revan. Ia menangis tersedu-sedu di dalam pelukan suaminya.

"Syukurlah. Bukan kamu yang tertembak. Aku jadi repot kalau kamu yang tertembak nantinya dan berbaring di rumah sakit," ucap Revan.

"Lho...! Emang kenapa? Tanya Khadijah bingung.

"Karena google lebih menuruti perkataanmu daripada aku," canda Revan.

Khadijah tersenyum mendengar candaan suaminya.

"Augghtt....!" jerit Revan membuat Khadijah kembali panik.

"Ada apa sayang..?!" tanya Khadijah ikut ngilu mendengar jeritan kesakitan suaminya.

"Obat bius-nya sudah hilang. Jadinya, lukanya terasa nyeri lagi," keluh Revan.

"Biar aku panggilkan dokter..!" ucap Khadijah seraya ingin memencet tombol nurse call namun dicegah oleh Revan.

"Tidak usah sayang...! Cium aku saja, sayang! sebagai pengganti obat bius," pinta Revan manja.

"Hahh...?!" Khadijah hanya bisa tercengang mendengar permintaan konyol Revan yang berubah menjadi manja padanya.

Terpopuler

Comments

Wirda Lubis

Wirda Lubis

lanjut

2024-01-08

0

jhon teyeng

jhon teyeng

mmg cinta bs membuat org jd gila dan bertindak diluar nalar

2023-12-14

1

꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂

꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂

cit dasar Elmira iblis ...kerana serakah oleh nafsu ingin memiliki Revan sanggup melakukan kejahatan dgn berniat utk membunuh Khadijah...
harap Gavin dan Revan cpt menemui pelakunya... dan dibawa ke jalur hukum.

2023-11-23

3

lihat semua
Episodes
1 1. Gawat...!
2 2. Mencoba Melunak
3 3. Gadis Pembawa Sial
4 4. Menantang
5 5. Sentuhan Lembut
6 6. Untung Suami Ya Allah...!
7 7. Kehebatan Khadijah
8 8. Persyaratan Gila
9 9. Berusaha Terima
10 10. Ajakan Makan Malam
11 11. Ketahuan Curang
12 12. Tak Tersentuh
13 13. Pertemuan Dengan Mantan Pujaan
14 14. Telat Pulang
15 15. Bergetar Hatiku
16 16. Wanita masa Lalu
17 17. Dia Milikku...!
18 18. Gemas
19 19. Salah Sasaran
20 20. Godaan Yang Tidak Tepat
21 21. Rahasia Sebenarnya
22 22. Makin Cinta
23 23. Aku Mencintaimu...!
24 24. Mengerikan
25 25. Tidak Sabar
26 26. Penuh Cinta
27 27. Dikerjain
28 28. Tetap Seperti Ini
29 29. Dilindungi
30 30. Selalu Saja Ada Gangguan
31 31. Ternyata Primadona
32 32. Makin Dendam
33 33. Tak Bisa Ditembus
34 34. Cukup Sampai Disini...!
35 35. Tidak Semudah Itu
36 36. Tes Hamil...
37 37. Hamil
38 38. Menolak
39 39. Hadiah
40 40. Menapa Menangis...?
41 41. Teror
42 42. Hampir Saja
43 43. Menculik
44 44. Syok Berat
45 45. Petunjuk
46 46. Penyelamatan
47 47. Terperangkap
48 48. Pelukan Kerinduan
49 49. Keputusan Sulit
50 50. Merindukan Rumah
51 51. Rutinitas Khadija
52 52. Gugup
53 53. Keisengan Revan
54 54. Manjur
55 55. Sang Pelakor
56 56. Ketegangan
57 57. Malam Sunyi
58 58. Kesempatan Kedua
59 59. Membuang Sial
60 60. Tewas
61 61. Akhirnya Bahagia
Episodes

Updated 61 Episodes

1
1. Gawat...!
2
2. Mencoba Melunak
3
3. Gadis Pembawa Sial
4
4. Menantang
5
5. Sentuhan Lembut
6
6. Untung Suami Ya Allah...!
7
7. Kehebatan Khadijah
8
8. Persyaratan Gila
9
9. Berusaha Terima
10
10. Ajakan Makan Malam
11
11. Ketahuan Curang
12
12. Tak Tersentuh
13
13. Pertemuan Dengan Mantan Pujaan
14
14. Telat Pulang
15
15. Bergetar Hatiku
16
16. Wanita masa Lalu
17
17. Dia Milikku...!
18
18. Gemas
19
19. Salah Sasaran
20
20. Godaan Yang Tidak Tepat
21
21. Rahasia Sebenarnya
22
22. Makin Cinta
23
23. Aku Mencintaimu...!
24
24. Mengerikan
25
25. Tidak Sabar
26
26. Penuh Cinta
27
27. Dikerjain
28
28. Tetap Seperti Ini
29
29. Dilindungi
30
30. Selalu Saja Ada Gangguan
31
31. Ternyata Primadona
32
32. Makin Dendam
33
33. Tak Bisa Ditembus
34
34. Cukup Sampai Disini...!
35
35. Tidak Semudah Itu
36
36. Tes Hamil...
37
37. Hamil
38
38. Menolak
39
39. Hadiah
40
40. Menapa Menangis...?
41
41. Teror
42
42. Hampir Saja
43
43. Menculik
44
44. Syok Berat
45
45. Petunjuk
46
46. Penyelamatan
47
47. Terperangkap
48
48. Pelukan Kerinduan
49
49. Keputusan Sulit
50
50. Merindukan Rumah
51
51. Rutinitas Khadija
52
52. Gugup
53
53. Keisengan Revan
54
54. Manjur
55
55. Sang Pelakor
56
56. Ketegangan
57
57. Malam Sunyi
58
58. Kesempatan Kedua
59
59. Membuang Sial
60
60. Tewas
61
61. Akhirnya Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!