18. Gemas

Setibanya di mansion, Revan sedang mencari Khadijah. Gadis ini nampak menyusun bunga yang ia beli di balkon kamarnya. Ia memasang rumput sintetis di atas lantai agar terkesan seperti taman.

Bahkan ia merangkai meja kecil yang baru ia beli melalui aplikasi belanja on line sebagai kepentingan shooting vlog miliknya saat ia bisa bersantai sambil makan di tempat itu.

Revan memeriksa di ruang ganti dan kamar mandi ternyata tidak ada Khadijah. Beruntunglah gorden kamarnya terbuka sehingga bisa melihat istrinya sedang berkutat dengan menghias balkon kamar mereka penuh dengan bunga cantik.

Dan Khadijah mengenakan pakaian minim agar mudah bergerak. Namun sebelumnya ia sudah menutup balkon dengan tirai agar tidak terlihat oleh tetangga samping rumah mereka. Wajah Khadijah tampak muram.

Melihat itu, Revan makin merasa bersalah. Ia mengucapkan salam, sesuatu yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya setiap kali pulang dan berangkat kerja.

"Assalamualaikum Khadijah..!" sapa Revan gugup melihat paha mulus Khadijah yang mengenakan celana pendek sepaha.

Deggg...

Deggggg...

"Apa orang ini baru mualaf? Sejak kapan dia kenal kata salam? Biasanya langsung ngeloyor masuk. Pasang wajah datar. Sedingin kulkas tujuh pintu," batin Khadijah menertawakan suaminya dalam hatinya.

Khadijah tampak diam dan tidak menganggap suaminya hadir di situ. Revan mengulangi salamnya dengan suara lebih keras dan lagi-lagi Khadijah cuek.

"Menjawab salam itu hukumnya wajib lho...! apa lagi sama suami," ucap Revan.

"Cih...! Sejak kapan dia beralih profesi jadi ulama kilat?" decih Khadijah membatin.

"Waalaikumuslam," batin Khadijah sambil terus menyusun bunga-bunga yang ia belanja kemarin.

"Bunga cantik. Secantik istriku. Malah lebih cantik istriku," goda Revan.

Khadijah sempat menghentikan kegiatannya mendengar pujian suaminya. Namun ia ingin mogok bicara dan memasang ekspresi datar.

Khadijah berkacak pinggang melihat hasil kreasinya hari ini sangat memuaskan. Ia mengambil ponselnya dan mengambil gambar untuk ia pasang di IG miliknya.

Revan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Rasanya saat ini dia seperti pria playboy yang lagi meluluhkan hati wanita yang digilainya.

"Khadijah. Bicaralah padaku...! jangan diam seperti ini. Aku tidak suka. Itu bukan diri kamu yang aku kenal. Di mana Khadijah-ku yang selalu ceria menyambutku dengan senyumnya yang menyejukkan jiwaku?" gumam Revan terlihat jujur bercampur frustrasi.

Khadijah menahan air matanya agar tidak mudah terbit. Darahnya terasa mendidih mengingat kembali penghinaan Elmira padanya.

"Kenapa diam saja saat wanita itu menghinaku? Apakah kamu masih mencintainya? Cinta kalian belum tuntas, bukan? Kenapa tidak kembali padanya? Oh, iya kamu mau bercerai dariku.

Ayo....! Kita bercerai...! Aku kuat mendapatkan hinaan darimu. Tapi aku tidak sanggup mantan kekasih suamiku menghinaku di depan suamiku sendiri," geram Khadijah.

"Ayolah Khadijah...! Dia hanya bagian masa lalu. Kamu adalah masa depanku. Jangan percaya apapun yang dikatakan padanya...!

Aku minta maaf karena tidak membelamu tadi. Kamu tahukan aku masih sakit. Jadi, aku tidak bisa bicara banyak padanya," jelas Revan.

"Alasan."

"Baiklah. Aku minta maaf. Tolong maafkan aku Khadijah....!" pekik Revan karena tidak sanggup melihat Khadijah marah padanya.

Khadijah masuk ke dalam kamarnya karena saat ini baju kaosnya basah hingga tercetak dada sekang miliknya begitu menggoda iman Revan yang lagi-lagi membangunkan adik kecilnya spontan bereaksi.

Melihat Khadijah yang mendiaminya membuat kesabaran Revan tidak bisa ditolerir. Revan menarik lengan Khadijah dengan kasar hingga berbalik membentur dadanya. Dengan secepat kilat, bibir mungil itu menjadi santapannya kini.

Revan memagut lebih dalam bahkan memaksa masuk ke dalam rongga mulut Khadijah yang berusaha menolak namun tengkuknya ditekan kuat oleh Revan sambil mencubit bokong montok Khadijah membuat gadis ini reflek membuka mulutnya. Revan menghisap kuat lidah istrinya.

Revan memasukkan tangannya ke punggung Khadijah sambil melepaskan pengait bera itu dengan cepat. Tangan kekar itu sudah menggerayangi dada sekang itu dengan gemas.

Tubuh Khadijah seakan tersengat beberapa ribuan voltase listrik hingga menegang parah. Tubuh mungil itu di giring ke kasur empuk tanpa melepaskan pagutannya. Makin Khadijah berontak, makin dalam Revan memagut bahkan menghisap lidahnya kuat.

Revan menghempaskan tubuhnya Khadijah lalu menindih tubuh gadis itu dengan kuat. Revan melepaskan pagutannya dan beralih menelusuri leher Khadijah yang seketika melenguh.

"Revan. Aku masih haid," lirih Khadijah sambil merapatkan kakinya.

"Aku tahu, sayang. Hanya bagian bawahmu yang haid bukan bagian atas-kan?" serak Revan menyesap salah satu benda kenyal itu.

Khadijah pasrah dan menikmati setiap sentuhan suaminya. Amarahnya seakan terhapus sudah dengan sentuhan yang itu. Sentuhan yang selama ini ia harapkan dari suaminya.

...----------------...

Puas bercumbu dengan Khadijah agar istrinya memaafkannya, Revan masuk ke kamar mandi berniat berendam dengan air dingin untuk mendinginkan miliknya yang belum berhasil masuk gawang.

Sebenarnya ia bisa saja meminta Khadijah memanjakan miliknya dengan mulut gadis itu. Tapi, ia tidak ingin merusak suasana hati Khadijah yang akan menganggapnya hanya sebagai pelampiasan.

Khadijah masih berbaring dengan tubuh setengah telanjang ditutupi oleh selimut. Ia baru tahu kelemahan Revan yang tidak bisa dicuekin olehnya.

"Alhamdulillah. Ternyata ada manfaatnya juga kedatangan Mak lampir itu." Khadijah senyum-senyum sendiri.

Sementara Revan masih membayangi setengah tubuh telanjangnya Khadijah yang membuat jaringan otaknya mulai eror.

Revan juga senyum-senyum sendiri di kamar mandi karena ia bisa merasakan bibir kenyal Khadijah dan dada sekang yang membuatnya menginginkannya lagi.

"Suami...! Aku boleh masuk tidak?" tanya Khadijah dari balik pintu.

"Masuk saja...! Aku sudah selesai," ucap Revan tanpa berniat membuka pintu. Khadijah mendorong pintu itu perlahan dan melihat Revan sudah mengenakan handuk yang melilit pinggangnya hingga memperlihatkan otot dada kekar itu hampir membuatnya mimisan.

"Dandan yang cantik...! Aku ingin mengajakmu jalan-jalan." Mengecup bibir kenyal Khadijah tanpa sungkan.

"Ok." Khadijah buru-buru mandi dan Revan berpakaian di dalam kamar ganti.

"Kalau menghibur istri yang lagi ngambek, ajak dia belanja. Beli perhiasan, dengan begitu amarahnya akan berkurang 80 persen." Revan mengenang lagi ucapan ayahnya saat dia menanyakan bagaimana menghibur wanita yang sedang ngambek. Dan sekarang ia ingin membuktikan perkataan ayahnya itu pada Khadijah.

Dua puluh menit berlalu, Khadijah sudah rapi dengan gamisnya berwarna coklat muda. Revan tersenyum melihat penampilan Khadijah yang selalu memukau walaupun berpakaian syar'i.

"Jangan dulu mengenakan cadarmu sampai kita bertemu dengan banyak orang...!" Merangkul pinggang Khadijah untuk turun ke lantai satu.

"Baik suamiku." Binar Khadijah menuruni tangga satu demi satu selaras dengan langkah suaminya.

Mobil yang digunakan Revan bukan mobil yang sama saat ia balik dari perusahaan. Ia menggunakan mobil sedan mini Cooper keluaran terbaru berwana kuning.

"Kapan kamu sholat lagi?" tanya Revan untuk mengetahui kapan berakhirnya masa menstruasi Khadijah. Hanya saja kalimatnya terdengar diplomasi.

"Tiga hari lagi. Emang kenapa?" tanya Khadijah saat mobil mereka keluar dari pintu gerbang.

"Karena aku ingin mengajakmu bulan ma...-"

Dorrr...dorr..

"Khadijahhhhh......!" pekik Revan saat melihat Khadijah tertembak.

Terpopuler

Comments

Wirda Lubis

Wirda Lubis

khadijah kena tembak

2024-01-08

0

jhon teyeng

jhon teyeng

wah ternyata wanita ini yg bikin semua jd mati

2023-12-14

1

Sukhana Ana Lestari

Sukhana Ana Lestari

Manusia luknut jongosnya si Kunti.. Mudah"an Khadijah gpp.. paling tdk klw terkena tembakan meleset.. Dan Revan segera mengusut tuntas asal tembakan tersebut.. semoga Ukhti Khadijah selamat..

2023-11-23

3

lihat semua
Episodes
1 1. Gawat...!
2 2. Mencoba Melunak
3 3. Gadis Pembawa Sial
4 4. Menantang
5 5. Sentuhan Lembut
6 6. Untung Suami Ya Allah...!
7 7. Kehebatan Khadijah
8 8. Persyaratan Gila
9 9. Berusaha Terima
10 10. Ajakan Makan Malam
11 11. Ketahuan Curang
12 12. Tak Tersentuh
13 13. Pertemuan Dengan Mantan Pujaan
14 14. Telat Pulang
15 15. Bergetar Hatiku
16 16. Wanita masa Lalu
17 17. Dia Milikku...!
18 18. Gemas
19 19. Salah Sasaran
20 20. Godaan Yang Tidak Tepat
21 21. Rahasia Sebenarnya
22 22. Makin Cinta
23 23. Aku Mencintaimu...!
24 24. Mengerikan
25 25. Tidak Sabar
26 26. Penuh Cinta
27 27. Dikerjain
28 28. Tetap Seperti Ini
29 29. Dilindungi
30 30. Selalu Saja Ada Gangguan
31 31. Ternyata Primadona
32 32. Makin Dendam
33 33. Tak Bisa Ditembus
34 34. Cukup Sampai Disini...!
35 35. Tidak Semudah Itu
36 36. Tes Hamil...
37 37. Hamil
38 38. Menolak
39 39. Hadiah
40 40. Menapa Menangis...?
41 41. Teror
42 42. Hampir Saja
43 43. Menculik
44 44. Syok Berat
45 45. Petunjuk
46 46. Penyelamatan
47 47. Terperangkap
48 48. Pelukan Kerinduan
49 49. Keputusan Sulit
50 50. Merindukan Rumah
51 51. Rutinitas Khadija
52 52. Gugup
53 53. Keisengan Revan
54 54. Manjur
55 55. Sang Pelakor
56 56. Ketegangan
57 57. Malam Sunyi
58 58. Kesempatan Kedua
59 59. Membuang Sial
60 60. Tewas
61 61. Akhirnya Bahagia
Episodes

Updated 61 Episodes

1
1. Gawat...!
2
2. Mencoba Melunak
3
3. Gadis Pembawa Sial
4
4. Menantang
5
5. Sentuhan Lembut
6
6. Untung Suami Ya Allah...!
7
7. Kehebatan Khadijah
8
8. Persyaratan Gila
9
9. Berusaha Terima
10
10. Ajakan Makan Malam
11
11. Ketahuan Curang
12
12. Tak Tersentuh
13
13. Pertemuan Dengan Mantan Pujaan
14
14. Telat Pulang
15
15. Bergetar Hatiku
16
16. Wanita masa Lalu
17
17. Dia Milikku...!
18
18. Gemas
19
19. Salah Sasaran
20
20. Godaan Yang Tidak Tepat
21
21. Rahasia Sebenarnya
22
22. Makin Cinta
23
23. Aku Mencintaimu...!
24
24. Mengerikan
25
25. Tidak Sabar
26
26. Penuh Cinta
27
27. Dikerjain
28
28. Tetap Seperti Ini
29
29. Dilindungi
30
30. Selalu Saja Ada Gangguan
31
31. Ternyata Primadona
32
32. Makin Dendam
33
33. Tak Bisa Ditembus
34
34. Cukup Sampai Disini...!
35
35. Tidak Semudah Itu
36
36. Tes Hamil...
37
37. Hamil
38
38. Menolak
39
39. Hadiah
40
40. Menapa Menangis...?
41
41. Teror
42
42. Hampir Saja
43
43. Menculik
44
44. Syok Berat
45
45. Petunjuk
46
46. Penyelamatan
47
47. Terperangkap
48
48. Pelukan Kerinduan
49
49. Keputusan Sulit
50
50. Merindukan Rumah
51
51. Rutinitas Khadija
52
52. Gugup
53
53. Keisengan Revan
54
54. Manjur
55
55. Sang Pelakor
56
56. Ketegangan
57
57. Malam Sunyi
58
58. Kesempatan Kedua
59
59. Membuang Sial
60
60. Tewas
61
61. Akhirnya Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!