8. Persyaratan Gila

Tujuh hari sudah masa berkabung keluarga Revan berakhir. Kini saatnya pengacara perusahaan bernama tuan Indrawan membacakan wasiat terakhir yang sudah ditulis oleh tuan Alviano satu tahun sebelumnya.

Di ruang kerjanya mendiang tuan Alviano, pertemuan itu berlangsung. Sudah ada Revan dan kakak angkatnya Andika yang memang bertahan di Jakarta hingga ada keputusan pembacaan surat wasiat itu.

Ada juga asisten pribadinya yaitu Gavin yang tidak lain saudara sepupunya Revan.

"Kami sudah ada di sini semua. Sekarang segera bacakan surat wasiatnya..!" pinta Revan.

"Mohon maaf tuan Revan...! Masih ada orang yang harus ada di sini," ucap tuan Indrawan.

"Siapa lagi?" tanya Revan mengernyitkan dahinya.

"Khadijah. Karena dalam surat wasiat ini ada nama gadis yang bernama Khadijah. Karena namanya ada di sini sebagai syarat penyerahan warisan untukmu, tuan Revan.

"Astaghfirullah...! Kenapa tidak bilang dari awal kalau butuh istri saya juga," ucap Revan kesal.

"Bukankah terjadinya pernikahan tuan Revan dan gadis itu karena warisan ini?" cibir tuan Indrawan.

Revan mendengus kesal. Harusnya ia sudah mendengar semua isi wasiat ayahnya, namun lagi-lagi Khadijah menjadi penghalang baginya.

"Apakah jangan-jangan warisan itu atas nama Khadijah bukan aku? Oh my God...! Jangan sampai itu terjadi," gugup Revan.

"Biar saya saja yang menjemputnya, tuan!" ucap asisten Gavin.

"Jangan...! Biar saja dia naik ojol supaya waktu kita tidak terbuang percuma," ucap Revan seraya menghubungi istrinya.

Khadijah sedang membuat konten. Resep kue yang ia buat saat ini hasil kreasinya sendiri. Ia lantas mengeluarkan kue itu dari oven dan meletakkannya di atas piring.

Baru saja ia ingin menghias kuenya dengan banyak toping, ponselnya berdering dan Khadijah segera mengangkatnya.

"Sayang...! Apakah kamu bisa ke perusahaanku dengan ojek? Aku sudah memesan ojek untukmu. Segera datang sekarang ya...! Tidak pakai lama," pinta Revan yang langsung mengakhiri pembicaraan mereka tanpa menunggu jawaban dari Khadijah.

"Cih...! Apakah kepalanya terbentur sesuatu? Tiba-tiba panggil sayang? Apakah jangan-jangan dia ada maunya lagi? Kenapa aku di undang ke perusahaannya?" tanya Khadijah sambil menatap ponselnya seakan ponsel itu adalah suaminya.

Khadijah melepaskan apron lalu ke kamarnya mengambil tas tanpa dandan dan ganti baju karena bajunya sendiri sudah bagus karena sedang membuat konten jadi harus berpenampilan menarik walaupun bagian wajahnya di cut agar netizen tidak mengetahui identitasnya.

Bunyi bel rumah terdengar nyaring. Khadijah meminta google untuk membuka pintu pagar itu agar ojol bisa masuk sampai halaman mansion.

Ojol terkagum-kagum melihat mansion mewah itu. Ia sampai melongo saking terkesima nya. Dan ojol itu seorang perempuan. Khadijah merasa bersyukur karena ojolnya perempuan. Dengan begitu ia tidak kuatir.

"Buset...! Kapan gue punya rumah kayak gini ya? Ah...! Tunggu di surga ajalah..! Boro-boro mikirin rumah bagus, bisa makan saja sudah syukur," ujar ojol itu monolog.

"Assalamualaikum...!" sapa Khadijah pada ojol itu.

"Waalaikumuslam...! Masya Allah..! Anggun pisan eay..!" puji ojol itu pada Khadijah yang terlihat sangat cantik dan elegan walaupun mengenakan cadar.

"Kita berangkat sekarang neng?" tanya ojol itu menyerahkan helm sejuta umat pada Khadijah yang mengambilnya dan mengenakan di kepalanya.

"Masa besok, mbak," canda Khadijah.

"Pegangan ya neng! Awas jatuh. Kita ngebut nih," ucap ojol yang bergaya tomboy itu.

Motor matic itu melesat dengan cepat menuju perusahaannya Revan sekaligus perusahaan mendiang mertuanya. Setibanya di perusahaan, Khadijah memberikan tip untuk ojol itu lebih dari ongkos ojol itu sendiri.

"Mbak.. ongkosnya sudah dibayar kok," tolak si ojol.

"Iya saya tahu. Tapi ini buat kamu mbak. Saya butuh doa tulus kamu. Doain saya ya mbak...!" pinta Khadijah begitu ramah.

"Terimakasih neng...! Terimakasih..!" ucap ojol itu sambil manggut-manggut dan cengengesan.

Khadijah masuk ke dalam lobi perusahaan di mana Revan sudah menunggunya.

"Masya Allah. Tanpa dimintapun, saya dengan senang hati akan mendoakan neng. Barakallah ya neng. Siapa lagi suaminya? Beruntung banget dapet bini seperti itu. Pasti wajahnya cantik seperti bidadari seperti hatinya. Aku yakin itu." Melanjutkan perjalanannya.

Beberapa karyawan yang belum mengetahui pernikahan rahasia Khadijah dan Revan sempat bertanya-tanya tentang Khadijah saat melihat gadis itu digandeng Revan begitu mesranya.

Walaupun ada segelintir karyawan yang sudah pernah melihat Khadijah di pemakaman beberapa hari lalu saat jenazah kedua orangtuanya Revan dikebumikan.

Revan menautkan jemarinya pada jemari Khadijah dan membawa gadis itu masuk ke dalam lift yang sudah terbuka pintunya.Ketika di dalam lift Khadijah masih melihat tautan jemari mereka. Darahnya berdesir dan jantungnya seakan saat ini sedang melompat kegirangan.

"Ya Allah. Mimpi apa aku semalam? Kenapa suamiku tiba-tiba berubah? Apakah ada masalah? Ah, pasti ada yang tidak beres ini," tebak Khadijah yang ragu akan kebaikan Revan padanya yang begitu mendadak.

"Apa kamu tidak suka aku menggenggam tanganmu, hmm?" tanya Revan makin mengeratkan tautan jemarinya pada Khadijah.

Khadijah mengusap keningnya Revan dengan tangan dinginnya.

"Suhunya normal kok. Kirain demam tinggi," batin Khadijah tersenyum simpul.

"Kamu genggam tanganku seperti kita mau nyebrang jalan aja. Terlalu kencang tahu. Yang mesra dikit apa?" gerutu Khadijah membuat Revan merasa tergelitik.

Kadang tingkah Khadijah terlihat sangat dewasa tapi spontanitas nya terlihat kekanak-kanakan. Sulit sekali ditebak prilakunya Khadijah menurut Revan.

"Jangan terlalu GR. Aku sedang bersandiwara. Jawabannya nanti kamu akan tahu sendiri," ucap Revan.

Keduanya sudah berada di depan ruang kerjanya tuan Alviano.

"Jawaban apa?" tanya Khadijah bingung.

"Ada di dalam sana." Revan mendorong pintu itu dan Khadijah melihat ketiga pria tampan berada di ruangan itu menatapnya penuh kagum dengan penampilan Khadijah ala super model pakaian syar'i.

Terlihat sangat modis dan tidak kampungan. Bahkan Khadijah mengenakan sepatu boots fashion untuk melengkapi penampilannya.

"Assalamualaikum..!" Khadijah memberikan salam sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.

"Waalaikumuslam. Silahkan duduk nona Khadijah...! Perkenalkan saya Indra. Pengacara perusahaan ini," ucap tuan Indrawan yang usianya terpaut 5 tahun dengan Revan.

Khadijah duduk di sebelah suaminya. Tuan Indrawan mulai membacakan isi wasiat tuan Alviano.

"Assalamualaikum putraku Revalino Alviano Darmawan. Aku menyerahkan perusahaanku dan seluruh asetku yang ada di dalam surat wasiat ini untukmu jika kamu bersedia menikahi Khadijah.

Jika kamu sudah menikah dengannya, harta warisan ayah berserta perusahaan ayah bisa kamu kuasai sepenuhnya saat Khadijah melahirkan cucu pertama ayah dan ibu."

Pak Indrawan sengaja menjedah kalimatnya untuk melihat ekspresi wajah Revan yang sangat tidak menyukai isi wasiat itu.

"Sialan...! Kenapa ayah tega memberiku persyaratan gila seperti itu?" umpat Revan membatin.

Tuan Indrawan melanjutkan membaca lagi isi surat wasiat itu.

"Jika putraku Revan tidak menyetujuinya, maka semua harta warisan dan apapun yang aku miliki akan aku hibahkan kepada putra angkatku Andika Bagaskara.

Dan apabila putraku Revan menyetujuinya, maka resort yang ada di Denpasar Bali aku hibahkan kepada putra angkatku Andika.

Jika Khadijah mengeluhkan ketidaknyamanannya selama mengarungi rumah tangga dengan putraku Revan, Khadijah boleh mengajukan gugatan perceraian dan Khadijah tidak mendapatkan apapun dari putraku Revan.

Demikian surat wasiat ini aku buat dalam keadaan sadar dan sehat tanpa paksaan oleh pihak manapun. Tertanda, Alviano Attala putra Darmawan."

Visual Khadijah

Visual Revan

Terpopuler

Comments

Wirda Lubis

Wirda Lubis

ganteng dan cantik

2024-01-07

0

jhon teyeng

jhon teyeng

jgn mau diajak bercinta ya khadijjah biar saja revo miskin jiwa, harta dan mental

2023-12-14

1

Far~ hidayu❤️😘🇵🇸

Far~ hidayu❤️😘🇵🇸

kakak author libur hari ini..

2023-11-17

3

lihat semua
Episodes
1 1. Gawat...!
2 2. Mencoba Melunak
3 3. Gadis Pembawa Sial
4 4. Menantang
5 5. Sentuhan Lembut
6 6. Untung Suami Ya Allah...!
7 7. Kehebatan Khadijah
8 8. Persyaratan Gila
9 9. Berusaha Terima
10 10. Ajakan Makan Malam
11 11. Ketahuan Curang
12 12. Tak Tersentuh
13 13. Pertemuan Dengan Mantan Pujaan
14 14. Telat Pulang
15 15. Bergetar Hatiku
16 16. Wanita masa Lalu
17 17. Dia Milikku...!
18 18. Gemas
19 19. Salah Sasaran
20 20. Godaan Yang Tidak Tepat
21 21. Rahasia Sebenarnya
22 22. Makin Cinta
23 23. Aku Mencintaimu...!
24 24. Mengerikan
25 25. Tidak Sabar
26 26. Penuh Cinta
27 27. Dikerjain
28 28. Tetap Seperti Ini
29 29. Dilindungi
30 30. Selalu Saja Ada Gangguan
31 31. Ternyata Primadona
32 32. Makin Dendam
33 33. Tak Bisa Ditembus
34 34. Cukup Sampai Disini...!
35 35. Tidak Semudah Itu
36 36. Tes Hamil...
37 37. Hamil
38 38. Menolak
39 39. Hadiah
40 40. Menapa Menangis...?
41 41. Teror
42 42. Hampir Saja
43 43. Menculik
44 44. Syok Berat
45 45. Petunjuk
46 46. Penyelamatan
47 47. Terperangkap
48 48. Pelukan Kerinduan
49 49. Keputusan Sulit
50 50. Merindukan Rumah
51 51. Rutinitas Khadija
52 52. Gugup
53 53. Keisengan Revan
54 54. Manjur
55 55. Sang Pelakor
56 56. Ketegangan
57 57. Malam Sunyi
58 58. Kesempatan Kedua
59 59. Membuang Sial
60 60. Tewas
61 61. Akhirnya Bahagia
Episodes

Updated 61 Episodes

1
1. Gawat...!
2
2. Mencoba Melunak
3
3. Gadis Pembawa Sial
4
4. Menantang
5
5. Sentuhan Lembut
6
6. Untung Suami Ya Allah...!
7
7. Kehebatan Khadijah
8
8. Persyaratan Gila
9
9. Berusaha Terima
10
10. Ajakan Makan Malam
11
11. Ketahuan Curang
12
12. Tak Tersentuh
13
13. Pertemuan Dengan Mantan Pujaan
14
14. Telat Pulang
15
15. Bergetar Hatiku
16
16. Wanita masa Lalu
17
17. Dia Milikku...!
18
18. Gemas
19
19. Salah Sasaran
20
20. Godaan Yang Tidak Tepat
21
21. Rahasia Sebenarnya
22
22. Makin Cinta
23
23. Aku Mencintaimu...!
24
24. Mengerikan
25
25. Tidak Sabar
26
26. Penuh Cinta
27
27. Dikerjain
28
28. Tetap Seperti Ini
29
29. Dilindungi
30
30. Selalu Saja Ada Gangguan
31
31. Ternyata Primadona
32
32. Makin Dendam
33
33. Tak Bisa Ditembus
34
34. Cukup Sampai Disini...!
35
35. Tidak Semudah Itu
36
36. Tes Hamil...
37
37. Hamil
38
38. Menolak
39
39. Hadiah
40
40. Menapa Menangis...?
41
41. Teror
42
42. Hampir Saja
43
43. Menculik
44
44. Syok Berat
45
45. Petunjuk
46
46. Penyelamatan
47
47. Terperangkap
48
48. Pelukan Kerinduan
49
49. Keputusan Sulit
50
50. Merindukan Rumah
51
51. Rutinitas Khadija
52
52. Gugup
53
53. Keisengan Revan
54
54. Manjur
55
55. Sang Pelakor
56
56. Ketegangan
57
57. Malam Sunyi
58
58. Kesempatan Kedua
59
59. Membuang Sial
60
60. Tewas
61
61. Akhirnya Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!