12. Tak Tersentuh

Peran Khadijah yang sudah menyelamatkan bisnis perusahaan suaminya melalui kerjasama antara Revan dan tuan Kasparov tidak serta merta menggugah hatinya Revan. Pria tampan ini menganggap peran istrinya biasa saja.

Padahal tuan Kasparov dan istrinya tidak henti-hentinya berterimakasih pada Khadijah yang menjadi pahlawan untuk mereka.

Sampai kedua pasangan itu kembali ke tempat mereka masing-masing, Revan terlihat sibuk dengan ponselnya begitu pula dengan Khadijah.

Asisten Gavin yang lebih dulu membuka suara agar mengusir kesenyapan antara mereka bertiga yang ada di dalam mobil.

"Nona. Apakah nona pernah tinggal di Jerman?" tanya asisten Gavin.

"Tidak perlu tinggal di sana hanya untuk mengusai bahasa Jerman. Aku memang suka belajar bahasa apa saja termasuk bahasa kalbu," canda Khadijah yang tidak menanggapi serius pertanyaan asisten Gavin.

"Bahasa kalbu siapa yang sudah nona pelajari?" tanya asisten Gavin.

"Tentu saja suamiku. Aku hanya punya dia. Aku harus tahu apa yang dia inginkan atau tidak. Dengan begitu aku bisa menyentuh hatinya," ucap Khadijah sambil menatap Revan yang tidak peduli pada obrolan keduanya.

"Semoga saja si bos merayakan keberhasilan nona dengan mengajak nona bulan madu," canda asisten Gavin membuat Revan menatap tajam wajah asistennya yang sedang menyetir itu melalui spion dalam.

"Apakah kamu bisa diam dan fokus pada jalanan?" geram Revan yang sudah terlihat lelah karena mereka pulang cukup larut malam.

"Sorry bos...!" asisten Gavin menutup mulutnya dan menambah kecepatan mobilnya menuju kediamannya Revan dan Khadijah.

Khadijah menatap Revan yang langsung membuang muka melihat arah luar jendela. Ingin rasanya ia menegur suaminya namun karena masih ada asisten Gavin membuat ia mengurungkan niatnya.

Tiba di mansion, seperti biasa Khadijah sudah meminta google untuk membuka pintu gerbang, menyalakan lampu taman dan juga lampu yang ada di dalam rumah bahkan kunci pintu utama juga menggunakan perintah google.

Turun dari mobil dan Revan langsung masuk ke dalam rumah. Asisten Gavin pamit pada Khadijah yang berdiri sebentar hingga pintu gerbang kembali tertutup rapat.

"Orang itu kenapa? Bukankah semuanya sudah baik-baik saja? Apa yang membuat dia masih marah? dasar tidak jelas," gerutu Khadijah melepaskan sepatu heels nya dan mengenakan sendal santai yang berbulu di dalam rumah.

Khadijah ke dapur membuat segelas susu hangat untuk mereka berdua yang selalu minum susu sebelum tidur. Setibanya di kamar, Revan sudah menggantikan baju formalnya dengan piyama tidur.

"Mau minum susunya?" tawar Khadijah dan Revan meraih gelas susu itu dan meminumnya hingga tandas.

Khadijah masuk ke kamar mandi dengan membawa baju tidurnya. Ia kemudian bersuci karena belum menunaikan sholat isya. Revan keluar kamar untuk merokok sebentar di balkon kamarnya.

Revan kembali ke kamarnya setelah melihat Khadijah sudah selesai sholat dan membaca Alqur'an. Khadijah merebahkan tubuhnya di kasur empuk itu.

Di pembaringan itu sudah ada bantal guling sebagai pembatas mereka. Walaupun Revan kadang-kadang mengambil tempat Khadijah dan tak sengaja memeluk pinggang Khadijah bila sudah tidak sadar.

"Terimakasih sudah menolongku malam ini...!" ucap Revan tanpa ingin melihat wajah cantik Khadijah.

Ia memang tidak kuat menatap lama manik hitam nan indah milik Khadijah. Dengan cara menghindari kontak mata, Revan merasa terselamatkan dari godaan untuk menenangkan adik kecilnya yang tidak tahu diri.

"Dengan senang hati suamiku," jawab Khadijah penuh binar.

"Ingatlah. Kebaikanmu malam ini bukan berarti membuat aku tersentuh untuk jatuh cinta padamu," ketus Revan lagi.

"Revan. Cukup terimakasih saja. Tidak usah ada embel-embel yang lain. Emang kamu nggak enak ya? Kalau itu mulut senang banget nyakitin hati orang? Kalau kamu tidak mencintaiku juga tidak apa.

Tapi, ingat ya Revan...! suatu hari nanti jangan pernah menyesali dengan setiap kecamanmu padaku," balas Khadijah lalu membalikkan tubuhnya.

"Jika kamu merasa bisa bahasa Jerman, kenapa tidak mengaku dari awal. Kenapa sok-sokan pura-pura tidak tahu apapun," ucap Revan.

"Ooh...jadi itu masalahnya? Jadi kamu merasa tertipu olehku?" tanya Khadijah.

"Setidaknya kita tidak perlu menyaksikan drama kebohongannya tuan Ven tadi jika kamu sudah anti spasi duluan. Kau bahkan membuatku terlihat malu di depan relasi bisnisku. Kamu mau pamer pada mereka atau pada aku dan Gavin kalau kamu memang hebat?"

"Emangnya selama ini kamu pernah tanya aku? Bagaimana kehidupanku? pendidikanku dan apapun yang mengenai diriku?

Pernah tidak kamu tanyakan itu? Jika tidak sebagai istrimu setidaknya perlakukan aku seperti temanmu bukan musuhmu," sarkas Khadijah.

Revan kembali terbungkam. Ia kebingungan sendiri karena tidak tahu lagi bicara apa pada Khadijah. Rasanya asyik sendiri jika bisa membuat istrinya itu marah. Khadijah yang sudah merasa lelah akhirnya memilih tidur.

Revan sibuk mengoceh namun gadis ini sudah masuk ke alam mimpinya.

"Khadijah. Aku bicara padamu. Kamu dengar tidak, hah...?" bentak Revan. Namun tubuh Khadijah tidak bergerak lagi.

Revan mendekati Khadijah sambil menyentuh pundak Khadijah dengan sedikit mengguncangkan tubuh mungil itu namun Khadijah sudah mendengkur halus.

"Sial...! Aku malah ditinggal tidur," geram Revan.

Revan akhirnya tidur juga karena ia juga memang sudah mengantuk. Sekitar pukul tiga pagi, Khadijah kembali bangun. Ia menunaikan sholat tahajud dan kembali mengaji. Setelah itu ia menyusun ulang surat perjanjian kontrak kerjasama kedua perusahaan tersebut karena berkas perjanjian itu dipegang olehnya.

Satu dalam bahasa Indonesia dan yang satu lagi dalam bahasa Jerman. Bahkan Khadijah merevisi isi perjanjian itu dengan bahasa yang lebih simpel dan mudah dipahami oleh kedua belah pihak.

Pagi harinya, Revan sudah rapi dan menghampiri meja makan untuk sarapan. Khadijah meletakkan ransum makan siang untuk Revan dan asisten Gavin di atas meja. Khadijah menemani suaminya sarapan pagi yang ringan.

"Aku sudah menyelesaikan berkas perjanjian bisnis kedua perusahaan kalian. Aku sudah mengirim ke email kamu, asisten Gavin dan tuan Kasparov. Entar tolong dipelajari lagi sebelum di print dan di tandatangani."

"Kapan kamu melakukannya?" tanya Revan seraya membuka email-nya dan memeriksa pesan masuk dari Khadijah.

"Semalam. Usai sholat tahajud sambil menunggu azan subuh," ucap Khadijah.

Revan meneliti setiap kalimat yang tertera di dalam isi perjanjian itu. Bahasa Khadijah sangat elegan dan profesional. Revan begitu kagum dengan kejeniusan Khadijah.

Namun sayang, ia tidak memperlihatkan rasa kagum itu melalui pujian pada sang istri. Wajahnya kembali datar. Ia meneguk kopi lalu air putih.

"Terimakasih. Sudah banyak membantuku," datar Revan tanpa senyum.

"Sama-sama Revan. Jika ada masalah sampaikan saja. Aku senang membantumu," ucap Khadijah.

"Tapi tidak ada imbalannya untuk itu dan jangan berharap lebih dariku apalagi cinta," ucap Revan terus mengingatkan Khadijah dengan membangun benteng kokoh antara mereka berdua.

"Tenang saja Revan...! Jangan terlalu menekan ku karena Allah punya cara sendiri untuk membuatmu mencintaiku...!" balas Khadijah seraya mengambil tangan Revan itu untuk ia salim.

Glekkk....

Terpopuler

Comments

jhon teyeng

jhon teyeng

karakter wanita yg mirip dg🤔

2023-12-14

1

Lovita BM

Lovita BM

tapi Revan ada plusnya ,selau mengatakan istri didepan semua orang ,walau dirumah diajak gelud terus

2023-11-28

2

Lovita BM

Lovita BM

pura² main hp ,padal Revan masih terheran-heran dg istrinya

2023-11-28

2

lihat semua
Episodes
1 1. Gawat...!
2 2. Mencoba Melunak
3 3. Gadis Pembawa Sial
4 4. Menantang
5 5. Sentuhan Lembut
6 6. Untung Suami Ya Allah...!
7 7. Kehebatan Khadijah
8 8. Persyaratan Gila
9 9. Berusaha Terima
10 10. Ajakan Makan Malam
11 11. Ketahuan Curang
12 12. Tak Tersentuh
13 13. Pertemuan Dengan Mantan Pujaan
14 14. Telat Pulang
15 15. Bergetar Hatiku
16 16. Wanita masa Lalu
17 17. Dia Milikku...!
18 18. Gemas
19 19. Salah Sasaran
20 20. Godaan Yang Tidak Tepat
21 21. Rahasia Sebenarnya
22 22. Makin Cinta
23 23. Aku Mencintaimu...!
24 24. Mengerikan
25 25. Tidak Sabar
26 26. Penuh Cinta
27 27. Dikerjain
28 28. Tetap Seperti Ini
29 29. Dilindungi
30 30. Selalu Saja Ada Gangguan
31 31. Ternyata Primadona
32 32. Makin Dendam
33 33. Tak Bisa Ditembus
34 34. Cukup Sampai Disini...!
35 35. Tidak Semudah Itu
36 36. Tes Hamil...
37 37. Hamil
38 38. Menolak
39 39. Hadiah
40 40. Menapa Menangis...?
41 41. Teror
42 42. Hampir Saja
43 43. Menculik
44 44. Syok Berat
45 45. Petunjuk
46 46. Penyelamatan
47 47. Terperangkap
48 48. Pelukan Kerinduan
49 49. Keputusan Sulit
50 50. Merindukan Rumah
51 51. Rutinitas Khadija
52 52. Gugup
53 53. Keisengan Revan
54 54. Manjur
55 55. Sang Pelakor
56 56. Ketegangan
57 57. Malam Sunyi
58 58. Kesempatan Kedua
59 59. Membuang Sial
60 60. Tewas
61 61. Akhirnya Bahagia
Episodes

Updated 61 Episodes

1
1. Gawat...!
2
2. Mencoba Melunak
3
3. Gadis Pembawa Sial
4
4. Menantang
5
5. Sentuhan Lembut
6
6. Untung Suami Ya Allah...!
7
7. Kehebatan Khadijah
8
8. Persyaratan Gila
9
9. Berusaha Terima
10
10. Ajakan Makan Malam
11
11. Ketahuan Curang
12
12. Tak Tersentuh
13
13. Pertemuan Dengan Mantan Pujaan
14
14. Telat Pulang
15
15. Bergetar Hatiku
16
16. Wanita masa Lalu
17
17. Dia Milikku...!
18
18. Gemas
19
19. Salah Sasaran
20
20. Godaan Yang Tidak Tepat
21
21. Rahasia Sebenarnya
22
22. Makin Cinta
23
23. Aku Mencintaimu...!
24
24. Mengerikan
25
25. Tidak Sabar
26
26. Penuh Cinta
27
27. Dikerjain
28
28. Tetap Seperti Ini
29
29. Dilindungi
30
30. Selalu Saja Ada Gangguan
31
31. Ternyata Primadona
32
32. Makin Dendam
33
33. Tak Bisa Ditembus
34
34. Cukup Sampai Disini...!
35
35. Tidak Semudah Itu
36
36. Tes Hamil...
37
37. Hamil
38
38. Menolak
39
39. Hadiah
40
40. Menapa Menangis...?
41
41. Teror
42
42. Hampir Saja
43
43. Menculik
44
44. Syok Berat
45
45. Petunjuk
46
46. Penyelamatan
47
47. Terperangkap
48
48. Pelukan Kerinduan
49
49. Keputusan Sulit
50
50. Merindukan Rumah
51
51. Rutinitas Khadija
52
52. Gugup
53
53. Keisengan Revan
54
54. Manjur
55
55. Sang Pelakor
56
56. Ketegangan
57
57. Malam Sunyi
58
58. Kesempatan Kedua
59
59. Membuang Sial
60
60. Tewas
61
61. Akhirnya Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!