Ketidaksukaan Revan dengan kedatangan Elmira membuatnya ingin membentak gadis itu saat ini namun sakit yang dialaminya membuat imun tubuhnya menurun.
Tenaganya tidak cukup kuat untuk menyeret wanita di depannya ini keluar dari ruangannya. Menyuruh sekuriti hanya menciptakan polemik yang akan membuat reputasinya buruk di perusahaannya sendiri.
Revan menjadi sangat berhati-hati terhadap orang luar walaupun sebelumnya ia sangat mencintai gadis yang ada di hadapannya ini. Namun sekarang hatinya menjadi dingin bahkan kecantikan Elmira tidak mampu lagi memikat hatinya.
"Aku akan menetap di Indonesia tidak lagi di London karena kamu juga tidak lagi memikirkan aku pasca menikah dengan wanita itu. Siapa namanya?" tanya Elmira slengean makin membuat wajah Revan memerah.
Cek... lek...
Khadijah membuka pintu ruang kerja suaminya sambil mengucapkan salam. Revan terkesiap segera berdiri menatap wajah istrinya yang tertutup cadar itu. Khadijah melirik Elmira yang dikira adalah karyawan suaminya.
"Assalamualaikum mbak ...!" sapa Khadijah ramah.
Elmira menatap Khadijah dari ujung kaki hingga ujung kepala namun belum paham siapa wanita dihadapannya ini.
Untuk menciptakan kesan romantis, Revan pura-pura terlihat antusias menyambut kedatangan Khadijah.
"Sayang. Kenapa tidak kabari aku kalau kamu mau ke perusahaan?" tanya Revan seraya mengecup kening istrinya saat Khadijah menyalami tangannya.
"Aku tidak ingin menganggu mu, suamiku karena kamu masih sakit. Aku bawakan makan siang yang hangat dan lezat tentunya," ucap Khadijah tulus tanpa drama seperti dilakukan oleh suaminya padanya.
"Oh ini istrinya? Namanya dan orangnya sama-sama kampungan," lirih Elmira dengan bahasa inggris dan wanita ini mengira Khadijah tidak mengerti.
Deggggg...
Khadijah menatap wajah Revan yang tidak merespon sama sekali pada Elmira yang mengatainya kampungan. Tumbuh keisengan gadis bercadar ini yang sudah mulai curiga pada Elmira.
"Suamiku. Apakah mbak ini karyawan lama? Hingga dia bebas menghina istri pemilik perusahaan ini?" tanya Khadijah dengan bahasa inggris membuat Elmira terhenyak.
Bukan hanya memberi pelajaran pada Elmira secara verbal, bahkan menanggalkan cadarnya dan memperlihatkan kecantikannya yang luar biasa pada Elmira yang makin ketar-ketir.
Elmira seakan tertampar melihat wajah cantik Khadijah jauh beberapa kali lipat dari dirinya. Namun keangkuhannya membuatnya tidak mengakui rivalnya lebih cantik daripada dirinya.
Revan agak enggan memberikan penjelasan karena pada akhirnya Khadijah pasti akan tahu siapa Elmira.
"Apakah jangan-jangan kamu adalah mantan pacar suamiku? Datang ke sini berharap untuk bisa CLBK dan menjadi pelakor?" cibir Khadijah.
Elmira menarik sudut bibirnya sambil membelo jengah mendengar cibiran Khadijah.
"Baiklah suamiku. Mungkin urusan kalian belum selesai. Silahkan dilanjutkan. Aku pamit pulang. Tolong dihabiskan makan siangnya dan jangan lupa minum obatnya, suami. Assalamualaikum." Meninggalkan ruang kerjanya Revan dan pulang sambil beristighfar.
Khadijah begitu marah karena suaminya diam saja saat dirinya dihina oleh mantan kekasih suaminya itu.
"Kamu boleh menghina dan memakiku sepuas hatimu, namun jangan ijinkan orang lain menghinaku di depanmu," batin Khadijah menahan tangisnya.
Revan menghubungi asisten Gavin yang langsung mendatangi ruangannya. Gavin menatap wajah cantik Elmira yang tadi mengaku sebagai relasi bisnisnya Revan.
"Ada apa bos?" tanya asisten Gavin.
"Seret wanita ini keluar dari sini dan pastikan dia tidak kembali lagi ke perusahaan ini dan mencoba menemui aku di manapun," datar Revan kembali masuk ke kamar pribadinya.
"Silahkan ikut saya nona kalau tidak mau saya kasari....!" membuka pintu itu lebar dan Elmira keluar sambil menghentakkan kakinya kesal.
"Sialan ..! Kenapa Revan bisa berubah 180 derajat padaku sejak menikah dengan gadis kampungan itu." Turun dari lift dengan memasang wajah angkuh.
Rupanya di bawah parkiran sana, Khadijah belum pulang. Ia menunggu Elmira untuk memberi pelajaran kepada wanita yang mencoba menggoda suaminya.
"Kau lihat saja siapa aku sebenarnya. Dasar pelakor...!" Khadijah melihat mobil Elmira mulai bergerak meninggalkan perusahaan Revan dan la langsung menguntit mobil wanita itu.
Elmira yang tidak tahu ada yang menguntitnya menjalankan mobilnya dengan kecepatan stabil. Sambil menyetir Ia menghubungi anak buahnya untuk menghabisi Khadijah.
"Eko ..! ada kerjaan untuk kalian...! Aku akan bayar kalian dua kali lipat dari sebelumnya. Habisi istri dari kekasihku Revan seperti kalian menghabisi nyawa kedua orangtuanya kekasihku itu di jalan tol beberapa bulan yang lalu...!" titah Elmira yang merupakan otak dari kecelakaan lalulintas yang menimpa kedua orangtuanya Revan.
"Baik bos. Kami butuh foto gadis itu agar mudah membunuhnya," ucap anak buahnya Elmira.
"Duh...! Gimana cara dapetin fotonya Khadijah? Mana gadis itu bercadar lagi. Atau begini saja, aku akan meminta...hmmm...! kenapa aku tidak menyuruh anak buahku menembak Khadijah saat gadis itu keluar dari rumahnya, Revan. Ide yang bagus.
Wah...! Ternyata otakku masih encer untuk menyingkirkan orang-orang yang menghalangi jalanku," ucap wanita ini yang tega membunuh kedua orangtua angkatnya demi mendapatkan harta warisan kedua orangtua angkatnya untuk membalas dendam pada kedua orangtuanya Revan yang menghalangi hubungannya dengan Revan.
Sreeeettt...!
Bunyi rem mendadak yang dilakukan oleh Elmira saat mobil Khadijah tiba-tiba menikung jalannya dan kini menghadang mobilnya.
"Sialan....! Siapa dia, berani-beraninya menghadang mobilku," maki Elmira lalu turun dari mobil.
Ia menengok kanan kiri tampak sepi. Ia kembali menatap ke arah mobil itu dan menghampiri si pemilik mobil.
Tok....tok...!"
Khadijah menurunkan kaca jendelanya dan melihat wajah Elmira yang cukup kaget melihatnya.
"Kau....!" sentak Elmira.
Khadijah membuka pintu mobilnya kasar hingga tubuh Elmira terdorong hampir jatuh.
"Sialan....!" maki Elmira.
"Kau yang sialan...!" balas Khadijah.
"Jangan terlalu percaya diri seakan kau wanita yang bisa membuat kekasihku mencintaimu," remeh Elmira.
"Jangan terlalu banyak mengumpat...! status apapun yang kamu sematkan kepada suamiku, dia tetap milikku. Sampai kapanpun dia milikku. Jadi, menjauh lah dari hidup kami..!" ucap Khadijah mengingatkan Elmira yang masih saja angkuh.
"Cih....dia adalah barang bekasku yang kamu pulung. Kami sering tidur bersama dan menghabiskan waktu bersama hingga puas. Dasar pemulung...!" cibir Elmira pada Khadijah.
Khadijah tertawa getir." Siapa yang barang bekas di sini? Kau bangga sekali menjadi pemuas suamiku namun tidak dinikahinya. Aku tidak memulung apapun dari wanita liar sepertimu.
Terlihat berkelas tak tahunya barang bekas. Ingatlah satu hal, kalau pria itu tidak terlihat bekasnya dan kau...! Dibilang gadis sudah tak perawan. Di bilang janda, kapan nikahnya? Menyedihkan. Ku peringatkan sekali lagi jangan coba-coba mendekati milikku atau aku akan ....-"
"Apaaa ...?" teriak Elmira di depan wajah Khadijah membuat Khadijah naik pitam.
Plakkk....!" tamparan keras dari tangan mungil Khadijah meninggalkan bekas merah di pipinya Elmira yang syok.
"Augghtt....! Sakit berengsek....!" maki Elmira.
"Itu yang aku maksudkan. Aku tambahin blus on-nya biar makin merah. Mau lagi....?" tertawa jahat lalu masuk ke dalam mobilnya meninggalkan Elmira yang meringis kesakitan.
Elmira membuka sepatunya melempar ke arah mobil Khadijah namun tidak kena. Khadijah mengeluarkan tangannya dengan menunjukkan jari tengahnya sebagai bentuk makian pada Elmira yang makin berang dalam keadaan mobilnya melaju.
"Uhhhh...!" menggerutu geram.
"Terlihat sholehah ternyata tidak lebih seorang gadis bar-bar. Tunggu saja pembalasanku, Khadijah ...!" maki Elmira kembali lagi ke mobilnya dengan dada naik turun dan nafas memburu tak karuan.
Ia melampiaskan kemarahannya dengan memukul setir berulang kali lalu berkaca pada kaca mobil melihat pipinya yang berubah lebam.
"Kenapa lama-lama menjadi lebam. Tangan wanita itu terbuat dari apa hingga pipiku jadi lebam seperti ini?" meringis kesakitan.
Sementara itu, Khadijah bukan merasa puas sudah menghajar Elmira dan mengatai wanita itu habis-habisan, ia malah menangis sepanjang jalan karena perkataan Elmira padanya.
"Kenapa aku harus menikah dengan penjahat kelamin," kesal Khadijah.
Sementara di perusahaan Revan merasa sangat gelisah bukan karena sakitnya tapi dia merasa sudah membuat kesalahan pada Khadijah. Revan akhirnya memilih pulang karena tidak tenang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
jhon teyeng
🙄😵💫🙃🤪🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣tambahan sedikit energy positive jd ada
2023-12-14
1
daroe
penyesalan dimulai
2023-11-22
2
꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂
ternyata pelakor luknut itu yg mencelakai ortu Revan... wow keren Khadijah jgn diberi peluang pd pelakor yg ingin masuk ke dlm mahligai rumahtangga kalian.
2023-11-22
4