11. Ketahuan Curang

Basa basi diantara kedua pria pebisnis itu terlihat hangat. Mereka menggunakan bahasa Inggris seadanya karena tuan Kasparov terlihat tidak begitu fasih dalam berbahasa Inggris.

Khadijah tidak memperlihatkan dirinya yang juga mengusai bahasa Jerman karena ingin belajar situasi.

"Silahkan duduk dan silahkan pesan menu makanan untuk anda dan istri anda tuan Revan...!" ucap tuan Kasparov sambil tersenyum ramah.

"Terimakasih tuan," ucap Revan.

Pelayan yang sedari tadi masih stay dekat dengan meja makan tamu segera mendekati Khadijah yang memilih menu makanan untuk dia dan suaminya karena dia sudah tahu selera Revan.

Sementara itu tuan Garry Kasparov memperkenalkan penerjemahnya yaitu tuan Ven. Revan menyalami tuan Ven dan mengucapkan beberapa patah kata dalam bahasa Indonesia.

"Tuan Ven adalah penerjemah saya dan dia mengusai beberapa bahasa di dunia dan selalu mendampingi saya setiap kali kami menjalin hubungan bisnis dengan negara tertentu seperti Indonesia, Cina, Rusia, Turki, Itali, Perancis dan lainnya," jelas tuan Kasparov.

"Berarti tuan Ven asli dari Jerman?" tanya Revan.

"Blasteran," ucap tuan Ven menyebutkan asal kedua orangtuanya yang juga berasal dari negara yang berbeda terutama kakek dan neneknya.

Tidak lama hidangan mereka disajikan oleh pramusaji. Khadijah memastikan makanan milik suami sudah lengkap atau belum. gadis ini benar-benar sangat teliti dengan urusan makanan suaminya.

"Suami. Apakah kita makan dulu atau ngobrol dulu dengan mereka?" tanya Khadijah yang enggan memanggil nama suaminya di depan orang lain.

"Terserah tuan rumahnya, sayang..!" ucap Revan berusaha mesra pada Khadijah.

"Silahkan dimakan dulu makanannya setelah itu kita baru bahas bisnis...!" pinta tuan Kasparov.

Tuan Ven menerjemahkan semuanya setiap kali bosnya itu bicara kepada Revan. Dalam beberapa menit mereka tampak asyik bicara hal-hal yang tidak begitu penting.

Sementara nyonya Eliot memperhatikan bagaimana cara Khadijah makan dengan tidak menyingkirkan cadarnya.

"Aku ingin sekali melihat wajahmu, nona Khadijah," pinta nyonya Eliot.

Saat Khadijah hendak menjawabnya langsung, tuan Ven buru-buru menerjemahkannya sehingga Khadijah kembali terdiam.

"Bilang padanya...! Aku terlalu cantik dan aku begitu takut suaminya nanti terpesona melihat wajahku," iseng Khadijah yang ingin mengetes bagaimana tuan Ven menerjemahkan ucapannya dalam bahasa Jerman untuk majikannya.

"Gadis ini mengatakan kalau wajahnya terlalu jelek hingga dia sangat minder pada anda yang terlalu cantik nyonya," ucap tuan Ven membuat Khadijah begitu murka.

"Astaghfirullah halaziiim. Sepertinya tuan Ven membalikkan ucapanku. Dasar pria licik...!" maki Khadijah yang mulai waspada pada tuan Ven yang mungkin mau mengambil keuntungan dari pertemuan bisnis ini.

"Kasihan sekali. Padahal kalau dilihat dari matanya, gadis ini sangat cantik," ucap nyonya Eliot.

"Kalau dia cantik, mana mungkin dia akan menutupi wajahnya," balas tuan Ven.

Khadijah menyalakan perekam untuk merekam semua obrolan mereka malam ini.

Usai makan malam, pelayan datang memindahkan semua piring kotor dan menggantinya dengan makanan penutup. Obrolan bisnis di mulai.

Awalnya Khadijah ingin ngobrol dengan nyonya Eliot namun melihat tuan Ven yang ingin mengambil kesempatan untuk mencurangi suaminya dalam pembagian hasil kedua perusahaan itu, iapun menajamkan pendengarannya sambil bicara dengan nyonya Eliot yang hanya bisa bicara bahasa inggris seadanya.

"Begini tuan Revan, saya ingin keuntungan kita di bagi 70 persen buat tuan Revan dan sisanya untuk saya jika dalam waktu tiga bulan nanti keuntungan perusahaan melebihi angka yang signifikan dari perkiraan awal," ucap tuan Kasparov.

Rupanya tuan Ven menerjemahkannya berbeda dengan ucapannya tuannya.

"Kata tuan Kasparov kalau keuntungan bisnis ini lancar hasilnya dibagi dua," ucap tuan Ven memancing amarahnya Khadijah.

Khadijah tidak tahan lagi dengan ulah tuan Ven yang menambahkan dan mengurangi beberapa persyaratan yang tidak sesuai yang disampaikan oleh tuan Kasparov pada suaminya dalam investasi itu.

Revan hanya mengangguk dan saling berbincang dengan asisten Gavin.

"Kalau tuan Revan sudah setuju, silahkan ditandatangani surat persetujuannya yang sudah kami buat," ucap tuan Ven mewakili tuan Kasparov seraya menyerahkan beberapa berkas yang perlu ditandatangani oleh Revan.

"Tunggu suamiku...! Jangan menandatangani apapun karena tuan Ven ini sedang memanipulasi kalian berdua," cegah Revan.

Revan menatap wajah cantik istrinya dengan perasaan tidak suka.

"Tahu apa kamu dengan urusan bisnisku. Aku mengajakmu ke sini bukan ikut campur urusan pekerjaanku," datar Revan pada Khadijah yang masih setia dengan kesabarannya.

Wanita cantik ini langsung menegur tuan Ven yang pucat saat mengetahui Khadijah bisa bahasa Jerman.

"Hei kau...! Jangan harap kau bisa menipu suamiku dengan terjemahanmu yang asal jadi. Kau manfaatkan ketidaktahuan suamiku agar kamu mengambil keuntungan 20 persen dari hasil yang didapatkan perusahaan suamiku bukan?" sergah Khadijah.

Tuan Kasparov dan istrinya ikut bengong melihat Khadijah yang sangat fasih dengan bahasa mereka.

"Apa katamu nyonya Khadijah? Jadi penerjemah ku ini menipu kami berdua?" tegas tuan Kasparov.

"Benar tuan. Dia ingin mengambil keuntungan yang tadi tuan menyebutkan keuntungan 70 persen untuk suamiku malah dia bilang 50 persen atau bagi hasil antara kedua perusahaan ini," ucap Khadijah.

"Maaf nyonya Khadijah. Pasti anda salah dengar? Tidak seperti itu yang saya katakan tadi," bantah tuan Ven.

"Saya sudah merekam ucapan anda. Dan saya bisa meminta teman saya yang orang Jerman yang juga bisa bahasa Indonesia untuk mentranslate ulang ucapanmu dari bahasa Jerman ke bahasa Indonesia," ancam Khadijah.

"Begini saja nona Khadijah. Tolong baca berkas perjanjian bisnis kedua perusahaan kami yang kebetulan tuan Ven yang membuatnya dalam bahasa Indonesia. Apakah sama yang aku katakan pada suamimu atau tidak?" ucap tuan Kasparov membuat tuan Ven keringat dingin karena kecurangannya ketahuan oleh istrinya Revan.

Khadijah membaca setiap poin yang tercantum dalam perjanjian kerjasama kedua perusahaan itu.

"Benar tuan Kasparov. Tuan Ven sudah berniat jahat dari awal. Lihatlah angka ini...! walaupun anda tidak mengerti bahasa Indonesia, setidaknya anda bisa baca angka ini yang tidak bisa berbohong bukan? Di sini tertera bagi hasil yaitu 50 persen," ucap Khadijah menunjukkan angka itu pada tuan Kasparov yang juga diikuti oleh istrinya nyonya Eliot yang melihat angka yang tertera di dalam surat perjanjian kerjasama kedua perusahaan itu.

"Tuan Ven...! Apa yang kau lakukan kepadaku? Jadi selama ini kamu mengambil keuntungan dari setiap perjanjian kerjasama antara perusahaanku dengan perusahaan negara manapun di mana aku selalu menanam saham pada perusahaan asing?" tegur tuan Kasparov membuat tuan Ven rasanya ingin pingsan.

"Pecat saja dia sayang...! Mungkin sekarang Tuhan sudah mengungkapkan kelicikan tuan Ven melalui nona Khadijah," pinta nyonya Eliot.

"Tuan, nyonya..! Jangan lakukan itu padaku..! Aku mohon maaf. Aku...-"

"Kamu dipecat dan segera pergi dari sini...!" bentak tuan Kasparov dengan wajah kelam.

Revan dan asisten Gavin hanya menatap bengong bagaimana Khadijah berperan menyelamatkan perusahaannya. Mendengar Khadijah bisa bicara bahasa Jerman dengan cengkok khas Jerman itu membuat Revan hampir tidak percaya ternyata Khadijah sangat cerdas.

"Astaga....! Ternyata diam-diam istriku banyak menyimpan misteri tentang hidupnya. Apakah ada lagi kelebihannya yang lain selain mengusai bahasa Jerman," batin Revan yang diam-diam mengakui kehebatan Khadijah.

"Suamiku. Jangan tandatangani apapun karena berkas perjanjian kerjasama perusahaan kalian tidak sesuai dengan ucapan yang disampaikan oleh tuan Kasparov.

Entar mereka akan buat ulang secepatnya. Dan tuan Kasparov akan meminta aku yang merubah semuanya isi perjanjiannya kedua perusahaan kalian," ucap Khadijah.

Asisten Gavin tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Khadijah. Ia langsung tepuk tangan yang diikuti oleh tuan Kasparov dan nyonya Eliot namun tidak dengan Revan yang tetap menyembunyikan rasa kagumnya pada sang istri.

Terpopuler

Comments

Wirda Lubis

Wirda Lubis

lanjut

2024-01-08

0

jhon teyeng

jhon teyeng

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mestinya lempar aja pake sepatu biar sadar diri, beda lengkuas ama kunir aja paling revan jg gak tau

2023-12-14

1

Lovita BM

Lovita BM

emang boleh secengo itu Revan ,
emang boleh 🙄

2023-11-28

2

lihat semua
Episodes
1 1. Gawat...!
2 2. Mencoba Melunak
3 3. Gadis Pembawa Sial
4 4. Menantang
5 5. Sentuhan Lembut
6 6. Untung Suami Ya Allah...!
7 7. Kehebatan Khadijah
8 8. Persyaratan Gila
9 9. Berusaha Terima
10 10. Ajakan Makan Malam
11 11. Ketahuan Curang
12 12. Tak Tersentuh
13 13. Pertemuan Dengan Mantan Pujaan
14 14. Telat Pulang
15 15. Bergetar Hatiku
16 16. Wanita masa Lalu
17 17. Dia Milikku...!
18 18. Gemas
19 19. Salah Sasaran
20 20. Godaan Yang Tidak Tepat
21 21. Rahasia Sebenarnya
22 22. Makin Cinta
23 23. Aku Mencintaimu...!
24 24. Mengerikan
25 25. Tidak Sabar
26 26. Penuh Cinta
27 27. Dikerjain
28 28. Tetap Seperti Ini
29 29. Dilindungi
30 30. Selalu Saja Ada Gangguan
31 31. Ternyata Primadona
32 32. Makin Dendam
33 33. Tak Bisa Ditembus
34 34. Cukup Sampai Disini...!
35 35. Tidak Semudah Itu
36 36. Tes Hamil...
37 37. Hamil
38 38. Menolak
39 39. Hadiah
40 40. Menapa Menangis...?
41 41. Teror
42 42. Hampir Saja
43 43. Menculik
44 44. Syok Berat
45 45. Petunjuk
46 46. Penyelamatan
47 47. Terperangkap
48 48. Pelukan Kerinduan
49 49. Keputusan Sulit
50 50. Merindukan Rumah
51 51. Rutinitas Khadija
52 52. Gugup
53 53. Keisengan Revan
54 54. Manjur
55 55. Sang Pelakor
56 56. Ketegangan
57 57. Malam Sunyi
58 58. Kesempatan Kedua
59 59. Membuang Sial
60 60. Tewas
61 61. Akhirnya Bahagia
Episodes

Updated 61 Episodes

1
1. Gawat...!
2
2. Mencoba Melunak
3
3. Gadis Pembawa Sial
4
4. Menantang
5
5. Sentuhan Lembut
6
6. Untung Suami Ya Allah...!
7
7. Kehebatan Khadijah
8
8. Persyaratan Gila
9
9. Berusaha Terima
10
10. Ajakan Makan Malam
11
11. Ketahuan Curang
12
12. Tak Tersentuh
13
13. Pertemuan Dengan Mantan Pujaan
14
14. Telat Pulang
15
15. Bergetar Hatiku
16
16. Wanita masa Lalu
17
17. Dia Milikku...!
18
18. Gemas
19
19. Salah Sasaran
20
20. Godaan Yang Tidak Tepat
21
21. Rahasia Sebenarnya
22
22. Makin Cinta
23
23. Aku Mencintaimu...!
24
24. Mengerikan
25
25. Tidak Sabar
26
26. Penuh Cinta
27
27. Dikerjain
28
28. Tetap Seperti Ini
29
29. Dilindungi
30
30. Selalu Saja Ada Gangguan
31
31. Ternyata Primadona
32
32. Makin Dendam
33
33. Tak Bisa Ditembus
34
34. Cukup Sampai Disini...!
35
35. Tidak Semudah Itu
36
36. Tes Hamil...
37
37. Hamil
38
38. Menolak
39
39. Hadiah
40
40. Menapa Menangis...?
41
41. Teror
42
42. Hampir Saja
43
43. Menculik
44
44. Syok Berat
45
45. Petunjuk
46
46. Penyelamatan
47
47. Terperangkap
48
48. Pelukan Kerinduan
49
49. Keputusan Sulit
50
50. Merindukan Rumah
51
51. Rutinitas Khadija
52
52. Gugup
53
53. Keisengan Revan
54
54. Manjur
55
55. Sang Pelakor
56
56. Ketegangan
57
57. Malam Sunyi
58
58. Kesempatan Kedua
59
59. Membuang Sial
60
60. Tewas
61
61. Akhirnya Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!