Alhamdulillah

Melihat ayah mertuanya tertawa, Evan pun menjadi malu. Ia pun mengalihkannya dengan menyeruput kopi yang sudah disediakan oleh sang ibu mertua.

Pak Handoko pun ikut menyeruput kopi bersama sang menantu. Ditemani suara hewan-hewan kecil yang berbunyi khas di daerah pegunungan. Membuat suasana kian adem dan sesekali Evan memeluk tubuhnya sendiri karena udara semakin membuat mantan duda itu kedinginan.

"Di sini dingin sekali ya, Yah! Kalau saya tinggal di sini mungkin saya tidak mau keluar kamar, saya tidak terlalu tahan dengan udara dingin. Pasti gampang masuk angin!" ucap Evan sambil tertawa kecil.

Pak Handoko tersenyum sambil menyalakan sebatang rokok tembakau gelintir. "Iya, di sini kalau malam sangat dingin. Apalagi pas musim bediding, malam hari kayak berada di dalam kulkas. Tidur dengan selimut berlapis nggak mempan." jawab pak Handoko.

"Waduh, kalau seperti itu ceritanya bisa-bisa anak saya banyak sekali, Yah! Bakal tiap tahun lahiran! Ya gara-gara udaranya itu. Paling enak kan cuma itu ... !" ucap Evan sambil cengar-cengir.

Mendengar ucapan dari sang menantu, pak Handoko tertawa dan ia pun mengiyakan ucapan sang menantu.

"Kamu benar, rata-rata penduduk sini anaknya banyak, minimal satu keluarga 2 anak. Paling banyak ada yang 10, 11, bahkan satu lusin pun ada!" sahut pak Handoko.

"Tapi kenapa ayah anaknya cuma 2? Harusnya bisa 10, 11 atau mungkin 15 anak, biar rame Yah!" seloroh Evan yang tentunya membuat kedua pria itu tertawa.

"Ayah sih maunya gitu, banyak anak biar ramai. Tapi, ibumu tidak bisa punya anak banyak, karena ada masalah dengan kandungannya. Setelah melahirkan putri kembar kami, kandungan ibumu bermasalah dan dokter menyarankan agar ibu tidak hamil lagi. Itulah kenapa kami cuma memiliki 2 anak saja. Itupun kamu yang menikahi kedua putriku. Kamu sudah memenangkan kedua putri kami!" ucap pak Handoko.

"Entahlah, Yah. Kedua putri ayah itu memiliki kelebihan tersendiri. Rina yang lembut dan Rania yang lebih ke cowok. Heran juga saya dengan putri ayah yang satu itu. Dari gaya, baju sampai omongannya pun sama kek cowok. Dari jaman sekolah sampai sekarang sifatnya masih seperti itu. Bahkan saat dandan saya kalah macho loh sama dia," ucap Evan sambil mengingat bagaimana kisah masa lalunya bersama sang istri saat di sekolah.

"Iya, begitulah putriku yang satu itu. Ayah juga tidak mengerti kenapa dia bisa sangat berbeda sekali dengan kakaknya yang feminim dan kalem. Tapi meskipun seperti itu, Rania itu gadis yang sangat penyayang. Jika kakaknya ada yang ganggu, tuh adeknya yang maju nantangin siapa saja yang berani ganggu kakaknya. Dia sangat menyayangi almarhum kakaknya. Tahu nggak kamu, saat Rina menikah denganmu dan kamu boyong pulang ke kota. Semalaman suntuk Rania nangisin kakaknya. Matanya sampai bengkak, dia sangat sedih saat ditinggal Rina menikah denganmu." ungkap sang ayah mertua yang akhirnya membuat Evan semakin yakin untuk membahagiakan sang istri.

"Iya, Yah. Saya sudah sangat bersalah memisahkan Rania dengan Rina. Mereka berdua saling menyayangi. Saya berjanji kepada ayah. Saya tidak akan pernah membuat putri ayah menangis. Rania akan hidup bahagia bersama saya, Junior dan tentunya calon anak kami nanti," ucap Evan.

"Iya iya, aku berharap kalian berdua secepatnya mendapatkan momongan. Biar Junior ada temannya dan cucu ayah bertambah banyak." ucap pria paruh baya itu.

Mendengar ucapan dari sang ayah mertua. Evan pun cuma bisa tersenyum kecewa. "Tapi, sayangnya untuk sekarang saya harus bersabar dulu menunggu putri ayah. Padahal malam ini dingin banget loh, Yah!"

Pak Handoko bukannya kasihan, pria itu justru tertawa. Alhasil Evan pun ikut tertawa bersama.

Kedua pria itu tertawa lepas di ruang depan. Sehingga membuat Rania yang sedang tidur dengan Junior menjadi terbangun. Rania pun melihat sang anak sudah tertidur pulas. Rania tersenyum dan menyelimuti tubuh Junior agar tidak kedinginan. Karena udara malam itu benar-benar sangat dingin.

Setelah memberikan selimut untuk Junior. Ia pun beranjak pergi ke kamar mandi. Di saat ia membuka pakaian dalamnya, Rania tersenyum lantaran ia benar-benar sudah bersih. Tidak ada lagi bekas darah yang bewarna kekuning-kuningan. Di sana tampak bersih dan tidak bernoda.

"Alhamdulillah akhirnya aku bisa mandi wajib!" ucap gadis itu yang saat itu juga segera melakukan mandi wajib setelah haid.

Ia tidak peduli jika malam itu udara sangat dingin. Karena memang sudah tidak ada darah yang keluar lagi. Rania pun segera menyucikan dirinya.

BERSAMBUNG

Terpopuler

Comments

Yuli Yuli

Yuli Yuli

Evan SM mrtua kok g ada malunya crta kyak GT, Evan tu Uda mau dsediain duren mau dblah durenya💪💪🥰🥰

2024-03-05

0

Bzaa

Bzaa

sebentar lgi waktu nya berbuka puasa 😆

2023-12-16

0

Rahmi Miraie

Rahmi Miraie

betapa bahagianya evan kalau tau rania udah bersih lsg semangat 45dia😂

2023-11-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!