Malam itu Evan dan sang ayah mertua benar-benar tengah menikmati malam sambil mengobrol bersama. Sedangkan Rania, ia pun menyucikan dirinya dan ia pun sudah mulai melaksanakan sholat isya. Setelah mandi dan suci dari haidnya. Rania segera melaksanakan sholat isya sebelum dirinya beranjak tidur.
Setelah ia melaksanakan sholat isya, Rania mendengar suara bahagia suami dan ayahnya dari luar, ia melihat ke luar jendela sang suami yang sedang mengobrol asik dengan ayahnya. Gadis itu tersenyum dan tidak ingin mengganggu obrolan suami dan ayahnya.
Rania menyisir rambutnya sambil membayangkan bagaimana jadinya jika Evan sudah tahu bahwa dirinya sudah suci.
Rania senyum-senyum sendiri mengingat bagaimana nanti reaksi sang suami saat tahu jika mereka sudah tidak ada jarak lagi.
Tiba-tiba sang ibu datang ke kamar Rania untuk melihat apakah sang cucu sudah tidur. Bu Aisha melihat putrinya dengan rambut yang basah.
"Rania, malam-malam begini kamu mandi?" tanya sang ibu.
Rania tersenyum malu-malu sambil terus menyisir rambutnya.
"Iya, Bu. Rania mandi wajib karena baru suci dari haid," jawabnya sembari tersenyum.
"Oh kamu baru saja selesai? Waaahhhh suamimu pasti seneng tuh!" ucap sang ibu sambil ikut tersenyum senang.
"Hmm!"
"Apa suamimu sudah tahu?" tanya bu Aisah.
"Belum,"
"Ya sudah, ajak suamimu masuk. Ini sudah jam 11 loh. Kalian harus istirahat!"
"Tapi dia masih bersama ayah. Sepertinya mereka masih asik mengobrol. Rania tak enak jika mengganggu mereka. Biarkan saja sampai mereka selesai," ucap Rania sambil meletakkan sisir di atas meja rias. Setelah itu ia kembali duduk di samping Junior yang sudah tertidur pulas.
Sang ibu melihat penampilan putrinya yang sangat biasa. Bahkan terkesan tidak menarik perhatian. Rania hanya memakai kaos oblong dengan celana sebatas lutut.
"Ran!"
"Iya, Bu!"
"Kalau ibu boleh memberi saran, sebaiknya kamu ganti bajumu dengan yang lain. Masa baju seperti itu kamu pakai terus saat bersama suamimu nanti. Ya sekali-kali pakai baju tidur yang terusan itu. Biar kelihatan perempuan dikit!" ucap bu Aisah.
"Aduhhh! Rania nggak nyaman pakai baju gituan, Bu. Kayak nggak enak aja dipakainya. Kayak angin tuh gampang masuk ke badan!"
Bu Aisha tertawa mendengar jawaban dari sang anak.
"Kamu itu ada-ada saja, justru para suami senang lihat istri tidur pakai baju seperti itu. Bukankah tugas utama seorang istri adalah menyenangkan suami di atas ranjang," terang sang ibu.
"Ya iya sih, Bu. Tapi Rania beneran nggak suka pakai baju gituan. Kalau disuruh milih mending tidur nggak pakai baju daripada harus pakai. Kayak gatal dan nggak nyaman, Bu. Pernah nyoba pakai baju punya mbak Rina. Eh mbak Rina ketawa karena Rania salah masukkan bajunya. Lubang tangan masuk ke lubang kepala, ngekek tuh mbak Rina,"
Bu Aisha pun tertawa mendengar pengakuan lucu putrinya.
Tak terasa obrolan Evan dan pak Handoko membuat Evan mengantuk dan akhirnya pria itu tertidur di ruang tamu bersama ayah mertuanya. Sementara itu bu Aisah dan Rania tidur di kamar mereka.
Sampai akhirnya di subuh hari yang dingin. Rania terbangun karena suara azan subuh yang berkumandang. Gadis itu melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 4 pagi dan ia melihat sang suami tertidur di ruang tamu bersama ayahnya.
Rania tersenyum dan ia pun membiarkan suaminya tidur. Sementara dirinya melanjutkan dengan pergi ke kamar mandi untuk segera mengambil air wudhu.
Setelah itu, Rania lalu melaksanakan sholat subuh sendiri di kamarnya. Di saat yang bersamaan, tiba-tiba Evan terbangun dan melihat jika waktu sudah subuh. Ia pun berniat untuk pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil sekaligus mengambil wudhu.
Namun, sejenak ia melewati kamar Rania saat dirinya pergi ke kamar mandi. Evan menyempatkan diri untuk melihat bagaimana keadaan putra dan istrinya di dalam kamar.
Perlahan, Evan membuka gagang pintu kamar dan ia melihat Junior yang sedang tidur sendirian di atas ranjang.
"Junior tidur sendirian! Di mana mamanya?" pikir Evan dengan kedua bola matanya berkeliling mencari keberadaan sang istri.
Siapa sangka, kedua matanya melihat Rania yang sedang melaksanakan sholat subuh sendiri. Evan mengucek matanya berkali-kali tak percaya jika Rania ternyata sudah melaksanakan sholat subuh. Itu artinya sang istri sudah suci dari masa haidnya.
"Rania sudah sholat? Ini beneran ya Allah, Alhamdulillah akhirnya aku bisa buka puasa. Tapi kenapa dia tidak bilang kalau sudah selesai? Hmmm ... sepertinya dia maunya diam-diam. Oke, aku pun juga akan diam-diam memberikan kejutan untukmu, Sayang tunggu saja!"
Setelah mengetahui jika istrinya sudah suci. Evan pun segera memberikan sebuah kejutan yang pastinya tidak akan pernah Rania sangka.
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Yuli Yuli
wah ketunda LG tu smlm
2024-03-05
0
re
Langsung senang banget
2024-02-11
0
Bzaa
😆😆😆
2023-12-16
0