Xiao Hua kebingungan sendiri saat tak menjumpai siapa pun di dalam hutan. Tempat ini sangat sepi, bahkan suara auman monster juga tak lagi terdengar lagi. Ada apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi?
"Mereka pergi ke mana?" gumam Xiao Hua sambil melihat ke sana kemari. Berharap bisa melihat seseorang, nyatanya nihil. "Apa mungkin mereka telah berhasil mengumpulkan lima ruh binatang suci dan sudah kembali ke aula istana langit? Tapi kenapa cepat sekali?"
Enggan menyerah begitu saja, Xiao Hua memutuskan untuk lanjut mencari ke dalam hutan. Siapa tahu peri-peri yang lain masih ada di sana. Secara, tadi kan dia terluka setelah diserang oleh Lu Xianzi. Wajar jika ketinggalan gerakan.
(Eh, baru ingat. Iblis yang tadi menolongku namanya siapa ya? Dan kenapa juga dia bisa ada di sini? Memangnya mereka tidak takut tertangkap oleh paman penjaga istana langit?)
"Bai He Hua!"
Karena berjalan sambil melamun, Xiao Hua hampir jatuh terjungkal karena kaget saat seseorang memanggilnya. Segera dia berhenti melangkah kemudian berbalik menghadap ke sumber suara.
"Lu Xianzi?" gumam Xiao Hua sembari menelan ludah. "Mau apalagi dia? Jangan-jangan mau menyakitiku lagi seperti tadi. Ini tidak baik. Sepertinya aku harus segera melarikan diri darinya."
Merasa bersalah telah menyerang Xiao Hua demi merebut ruh binatang suci, Xianzi meminta ijin pada penjaga istana langit untuk ikut membantu mencari keberadaan peri tersebut. Namun ketika sampai di tempat terakhir mereka bertemu, Xianzi tidak menemukan siapa pun di sana. Khawatir diculik iblis, dia segera mencari ke arah sini. Dan benar saja, peri bodoh itu tengah berjalan sendirian.
"Ck, kenapa dia malah pergi sih. Dasar bodoh!" kesal Xianzi sambil menatap dongkol ke arah Xiao Hua yang sedang berlari menjauh darinya. Tak lama setelah itu keningnya mengernyit. Xianzi merasa ada yang salah dengan sikap peri tersebut. "Bukankah seharusnya Xiao Hua menjadi lemah ya setelah menerima serangan dariku? Kenapa dia malah terlihat biasa-biasa saja? Apa mungkin ....
Tanpa membuang waktu lagi Xianzi langsung mengejar Xiao Hua yang belum terlalu jauh darinya. Dia menaruh keyakinan kalau Xiao Hua sedang dalam pengaruh iblis sehingga berprilaku aneh seperti itu. Dan jika tidak segera dihentikan, nyawa peri bodoh itu bisa berada dalam bahaya.
"Xiao Hua, tunggu!"
Xiao menoleh. Dia lalu membelalakkan mata saat mendapati kalau Xianzi tengah mengejarnya. Takut kembali diserang, dia menambah kecepatan langkahnya tanpa memandang arah. Satu yang Xiao Hua pikirkan, kabur dari kejaran peri pembully itu.
"Aduhh, bagaimana ini. Lu Xianzi sepertinya belum akan menyerah mengejarku. Kalau sampai tertangkap maka habislah aku. Dia pasti mengira kalau aku telah menemukan ruh binatang suci dan ingin merebutnya seperti tadi" ujar Xiao Hua panik dan juga takut. "Pokoknya aku tidak boleh sampai tertangkap. Aku tidak mau ....
Srreettt
"Hppptttttt!!"
"Diam. Atau kau akan tertangkap olehnya," bisik Mo Shing Wang sembari membekap mulut Xiao Hua. Ekor matanya melirik tajam pada sosok peri yang tengah berlari ke arah mereka.
Xiao Hua mengangguk. Dalam hati dia mengucap syukur karena iblis tampan ini kembali menyelamatkannya dari ulah Xianzi. Tak mau ketahuan, Xiao Hua memilih memejamkan mata saja. Dia juga tak henti meramalkan doa dan berharap kalau Xianzi tidak akan bisa menemukan keberadaan mereka.
"Lho, kenapa tidak ada. Bukankah tadi Xiao Hua berjalan ke arah sini ya?" gumam Xianzi seraya mengedarkan pandangan ke sekeliling hutan. "Cepat sekali perginya. Bersembunyi di mana ya dia?"
Lu Xianzi bingung sekali karena tak bisa menemukan keberadaan Xiao Hua. Hal itu membuatnya merasa semakin aneh saja. Cemas, dia memutuskan untuk melaporkan kejadian ini pada penjaga istana langit. Tepat ketika dirinya akan melangkah, penjaga langit sudah lebih dulu tiba di sana.
"Peri embun, apa kau sudah menemukan peri bulan?"
"Belum." Lu Xianzi menghela napas panjang. "Tadi aku sempat melihatnya berlari ke arah sini. Akan tetapi Xiao Hua tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Aku khawatir ini adalah ulah para iblis itu. Tolong lakukan sesuatu!"
Para penjaga saling melihat satu sama lain begitu mendengar penuturan Xianzi. Tak mau kecolongan, mereka segera menyebar ke seluruh hutan guna mencari keberadaan Xiao Hua. Dan tanpa mereka sadari, orang yang sedang mereka cari tengah bersembunyi dibalik jubah raja iblis. Posisinya terlalu nyaman, membuat Xiao Hua enggan membuka mata dan melepaskan diri dari pelukannya.
"Mau sampai kapan kau memelukku?" tanya Mo Shing Wang mulai jengah dengan sikap Xiao Hua. "Mereka sudah pergi dari sini. Cepat menjauh!"
Kedua mata Xiao Hua sontak terbuka begitu mendengar perkataan sang iblis. Dia lalu mendongak, menatap wajahnya lekat sebelum akhirnya mundur beberapa langkah ke belakang.
"Kok kita tidak ketahuan?" tanya Xiao Hua heran. "Padahal kita berdiri di tempat yang terbuka, tapi kenapa Xianzi dan paman penjaga tidak melihat keberadaan kita? Apa jangan-jangan kita ini hanya tinggal ruh saja?"
"Polos boleh, bodoh jangan. Paham?"
"Maksudnya?"
Mo Shing Wang mengepalkan kedua tangan menahan geram. Bicara dengan Xiao Hua membuat darah ditubuhnya mendidih. Tetapi demi kelancaran balas dendam, dia harus menahan amarah.
"Jangan pernah beritahu siapa pun tentang pertemuan kita. Kalau kau patuh, aku akan menganggapnya sebagai balas budi atas semua kebaikan yang telah ku lakukan padamu. Mengerti?"
"Memangnya kenapa kalau aku memberitahu orang lain tentang pertemuan kita?" tanya Xiao Hua penasaran. "Walaupun kau adalah seorang iblis, tapi kau adalah iblis yang baik. Aku yakin mereka pasti tidak akan menangkapmu."
"Lebih baik kau turuti saja perkataanku. Atau aku akan membuatmu tak bisa mengikuti perlombaan ini lagi."
"Hah?"
Sebelum Xiao Hua sempat mencerna ucapan Mo Shing Wang, dia sudah lebih dulu menghilang dari hadapannya. Di susul oleh Yan Tze yang sejak tadi mengawasi dari kejauhan. Xiao Hua yang ditinggal pergi begitu saja hanya bisa terbengang seperti orang bodoh.
"Hei, itu dia orangnya!"
Xianzi yang masih penasaran memutuskan untuk kembali lagi ke tempat terakhir dia melihat Xiao Hua. Dan benar saja. Begitu sampai, dia melihat peri tersebut sedang berdiri diam seperti orang linglung. Segera saja Xianzi datang mendekat kemudian memegang kedua bahu Xiao Hua kuat.
"Dasar bodoh. Pergi ke mana saja kau?"
"A-a-aku ... aku ....
"Sudah, tak perlu dilanjutkan. Yang penting sekarang kau sudah ditemukan. Ayo kita kembali ke aula istana langit. Semua orang sedang mencemaskanmu sekarang!" ucap Xianzi memotong perkataan Xiao Hua.
(Dasar iblis kurang ajar. Apa yang sudah kalian lakukan pada Xiao Hua hingga dia ketakutan begini? Tunggu saja. Raja langit pasti tidak akan tinggal diam. Secepatnya kalian akan ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara Menara Dantian. Cihhh!)
Bersama dengan penjaga, Xianzi membawa Xiao Hua keluar dari dalam hutan. Dan selama dalam perjalanan tak ada satu pun dari mereka yang bicara. Sibun dengan pikiran masing-masing.
(Aih, lagi-lagi aku lupa menanyakan nama iblis tampan itu. Kau bodoh sekali, Xiao Hua. Padahal kau sudah dua kali ditolong olehnya. Huh!)
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Asih Ningsih
krn trpesona ama ke tampanan iblis jadi lupa terus.
2023-12-12
0
Keysa Salsabilah❤️❤️❤️😘😘😘🥳
🤭🤭🤭🤭🤭terlambat xiao Hua gara2 kuterpesonaa aaaa,,si iblis tampaaasn🤭🤭🤭😍😍😍😘😘😘💪🏻💪🏻💪🏻
2023-12-10
0
Melia_Fu
xiao hua, baru sadar kalau dirimu bodoh?????
2023-12-10
0