Sebelah alis Mo Shing Wang terangkat ke atas saat mendengar pertanyaan peri lemah di hadapannya. Wajah mereka tidak sama? Apa yang sebenarnya sedang dipikirkan oleh peri ini? Bukankah ini adalah kali pertama mereka bertemu?
"Tadi aku sedang dikejar-kejar oleh iblis bermuka jelek, tapi kenapa kalian tampan? Apa jangan-jangan kalian sengaja merubah wajah agar aku terpedaya kemudahan bisa kalian mangsa? Iya?" cecar Xiao Hua penuh curiga. Dia bicara sambil menjinjitkan kaki agar terlihat sedikit meninggi. Maklum, tubuhnya berukuran mungil. Dihadapan iblis yang tubuhnya menjulang tinggi jelas Xiao Hua terlihat sangat kecil.
"Hei, peri lemah. Jaga sikapmu. Jangan bertindak kurang ajar dihadapan Yang Mulia Mo ....
"Yan Tze!"
Kicep, Yan Tze segera mundur kemudian menundukkan kepala begitu raja iblis menegurnya. Tadi dia ingin memperingatkan si peri agar tidak bersikap lancang, tapi malah dia sendiri yang kena tegur. Ingin kesal, tak mungkin dilakukan. Alhasil Yan Tze hanya bisa mengawasi si peri secara diam-diam.
Menggunakan kekuatannya, Mo Shing Wang mencoba melihat jenis peri apa yang begitu berani bersikap lancang terhadapnya. Namun, ada yang aneh dengan peri ini. Sedalam apapun Mo Shing Wang mencoba menelisik, bak ada penghalang tak kasat mata yang membuatnya tak bisa menembus masa lalu peri tersebut. Aneh, benar-benar sangat aneh.
(Kenapa aku tidak bisa menembus masa lalunya? Mungkinkah peri lemah ini menyimpan suatu rahasia besar tentang kehidupan tiga dunia? Tapi mustahil. Menghadapi iblis saja tak berani, tidak mungkin dia adalah bagian klan leluhur itu!)
"Eh, mau apa kau?" Xiao Hua segera memundurkan tubuh saat iblis di depannya tiba-tiba membungkuk. Namun, baru juga selangkah dia menjauh, kuku-kuku panjang milik iblis tersebut sudah lebih dulu mendarat di dagu. Alhasil, tubuh Xiao Hua pun membeku di tempat. Dia lalu memejamkan mata erat-erat ketika kuku iblis itu mencengkram kuat pipinya. "K-kau mau apa, iblis? Ak-aku ini lemah, jadi tidak ada energi yang bisa kau serap jika memakanku. Lepaskan saja. Masih banyak kok peri sehat yang tinggal di kayangan. Kau tangkap saja salah satu dari mereka. Ya?"
"Siapa namamu?"
"Ha??"
"Aku tanya siapa namamu!" ucap Mo Shing Wang setengah membentak. Dia merasa dipermainkan oleh peri ini. Geram.
"B-Bai He Hua," sahut Xiao Hua tergagap. Dia lalu menelan ludah sebelum lanjut bicara. "Namaku Bai He Hua, tapi penghuni alam peri lebih sering memanggilku Xiao Hua. Saat aku lahir, Dewa memberiku satu penyakit aneh yang sampai sekarang belum ditemukan penawarnya. Makanya aku lemah dan tidak sehebat peri-peri yang lain. Tolong jangan makan aku ya?"
"Oh, jadi namamu Bai He Hua?"
Mo Shing Wang melepaskan cengkeraman di pipi Xiao Hua kemudian menghela napas dalam. Aroma iblis tercium dengan begitu kuat. Sepertinya iblis-iblis inilah yang tadi sedang mengejar Xiao Hua.
"Dasar pecundang. Beraninya mereka membuat kotor nama klan kita dengan cara picik seperti ini. Tak bisa dibiarkan!" geram Yan Tze sambil mengepalkan tangan. Karena datang bersama raja iblis, itu membuat aura gelap mereka tak bisa terdeteksi oleh para peri. Itulah mengapa tidak ada satu peri pun yang menyadari keberadaan mereka di sana. Kecuali Xiao Hua tentunya.
"Jangan lakukan apapun. Biarkan saja mereka bertingkah semaunya di sini," ucap Mo Shing Wang penuh penekanan. "Aku penasaran tindakan apa yang akan dilakukan oleh para peri licik itu jika mengetahui ada iblis yang datang menyusup!"
"Baik, Yang Mulia."
Kedua alis Xiao Hua saling bertaut saat mendengar percakapan aneh kedua iblis di hadapannya. Mereka iblis, tapi membiarkan iblis lain berhadapan dengan para peri. Ini maksudnya bagaimana? Iblis yang mana yang sedang mengejarnya? Jadi bingung.
Benar saja. Tak berselang lama muncul dua iblis berwajah mengerikan sibuk melihat kesana kemari mencari keberadaan mangsa. Xiao Hua yang melihat hal itu pun segera bersembunyi dibalik jubah yang dipakai oleh iblis tampan yang tadi ditabraknya. Saat itu pikiran Xiao Hua kosong, sama sekali tak memikirkan apakah aman untuknya bersembunyi di sana atau tidak.
"Hei, apa yang sedang kau lakukan? Menjauh!" tegur Yan Tze saat melihat ulah Xiao Hua yang lancang menjadikan jubah raja iblis sebagai tempat persembunyian. Antara geram dan juga heran, dia tak henti-hentinya membatin apakah peri satu ini tidak tahu soal kekejaman seorang Mo Shing Wang? Aneh.
"Syuttt, jangan berisik. Nanti iblis-iblis itu melihat kita. Memangnya kau mau kita dijadikan santapan gratis oleh mereka?" sahut Xiao Hua meminta Yan Tze untuk diam. Tak lupa saat bicara dia menempelkan jari telunjuk ke depan bibir.
Yan Tze mengeratkan gigi. Kalau saja tidak ada raja iblis di sana, dia pasti sudah memecahkan kepala Bai He Hua. Apa peri ini lupa kalau mereka adalah iblis? Bersama rajanya pula. Heran.
"Ya Dewa, tolong jangan biarkan iblis-iblis itu melihat kami bertiga. Aku belum mau mati sekarang. Masih ada misi penting yang harus ku lakukan nanti. Tolong lindungi kami," ucap Xiao Hua meminta perlindungan dari dewa. "Sebentar lagi istana langit akan mengadakan seleksi. Apapun yang terjadi aku harus tetap hidup supaya bisa mengikuti seleksi itu agar memiliki kesempatan untuk menjadi pelayan Dewa Fu'er. Aku mohon,"
Tiba-tiba saja Mo Shing Wang menyeringai lebar saat tak sengaja mendengar doa yang dipanjatkan oleh Xiao Hua. Jadi peri ini berniat menjadi peserta seleksi di istana langit? Pucuk dicinta ulam pun tiba. Tanpa harus bersusah-payah lagi menemukan cara untuk menembus tempat tinggal raja langit, kini kesempatan itu telah muncul dengan sendirinya. Sungguh kedatangan yang tak sia-sia.
"Peri lemah sepertimu apakah mungkin akan diijinkan mengikuti seleksi?" tanya Mo Shing Wang mulai memancing emosi di diri Xiao Hua. Untuk memastikan saja kalau peri ini tidak akan berhenti di tengah jalan.
"Hei iblis tampan, kau jangan meremehkan aku ya. Lemah-lemah begini aku juga masih mempunyai kekuatan ya. Sembarangan," jawab Xiao Hua dongkol.
"Benarkah?"
"Tentu saja benar. Jangankan untuk ikut seleksi, membuat kalian babak belur saja aku mampu. Tidak percaya? Boleh ku buktikan tidak?"
Mo Shing Wang mengendikkan bahunya acuh. Bertepatan dengan itu kedua iblis yang sejak tadi berjalan ke sana kemari menemukan keberadaan Xiao Hua. Kesempatan ini lalu digunakan oleh Yan Tze dan Mo Shing Wang untuk menjauh dari sana, meninggalkan Xiao Hua sendiri yang tengah mematung di tempat karena tak sengaja beradu pandang dengan kedua iblis yang sedang mencarinya.
"Yang Mulia, kau yakin membiarkan Bai He Hua dimakan oleh para iblis itu?" bisik Yan Tze penasaran.
Tak ada jawaban. Mo Shing Wang hanya diam saja sambil terus memperhatikan Xiao Hua yang sedang ketakutan menghadapi para iblis. Bukan tanpa alasan mengapa dia bersikap demikian. Sengaja dia mengajak Yan Tze menjauh karena indra penciumannya menangkap pergerakan dari para dewa langit. Meski keberadaan mereka tak bisa terdeteksi, tetap saja Mo Shing Wang enggan terlibat.
(Belum waktunya untuk kalian semua tahu kalau aku telah bangkit. Nanti, tunggu momen yang tepat baru kalian akan menyadari telah terlambat untuk melindungi alam peri kalian yang menjijikkan ini. Dan kau, Bai He Hua. Mulai detik ini kau adalah bidak milikku. Melaluimu aku akan membalaskan dendam atas kematian ayahku serta kesengsaraan yang dialami oleh seluruh rakyat Kerajaan Cangyuan. Cihhh!!)
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Melia_Fu
pintu telah ditemukan, raja iblis mo shing wang siap menyerang. ayeeee
2023-12-10
0
Asih Ningsih
jgn ampek raja iblis suka bai hua.
2023-11-26
0
Mimilngemil
Bai he Hua...
keberanian mu membuat Raja Iblis tertarik pada mu 😉
2023-11-22
0