Di salah satu ruang rahasia yang berada di Kerajaan Cangyuan, wilayah para iblis, terlihat beberapa orang tengah bersujud di depan sebuah peti besar yang diselimuti api berwarna merah terang. Pakaian mereka yang berwarna hitam sangat kontras dengan warna yang tengah menyala di ruangan tersebut.
"Yang Mulia raja iblis Mo Sing Wang, malam ini adalah malam terakhir dari seratus tahun kau berada di dalam peti pengujian. Kini sudah tiba saatnya untukmu bangun dan kembali memimpin Kerajaan Cangyuan. Kami mohon keluarlah, Yang Mulia. Hamba-hambamu yang setia sangat menantikan dirimu untuk kembali memimpin. Keluarlah!" ucap Yan Tze, orang kepercayaan anak dari tetua raja langit.
"Keluarlah wahai ksatria penguasa kegelapan. Muncullah, dan tunjukkan kehebatanmu pada penghuni tiga dunia!"
"Yang Mulia raja iblis Mo Sing Wang, sudah saatnya untuk klan kita menuntut balas pada peri-peri lemah itu. Kematian tetua tak bisa kita terima begitu saja. Kita harus kembali membuat perhitungan dengan penghuni istana langit. Keluarlah! Hancurkan istana mereka seperti mereka membuat rakyat kita hidup penuh kesengsaraan. Sudah cukup penderitaan selama seratus tahun ini, rakyat sudah tak mampu lagi untuk bertahan. Kami mohon keluarlah! Keluarlah!"
Seruan demi seruan, ratapan demi ratapan, akhirnya berhasil membangunkan sesosok dingin yang kala itu berada di dalam peti. Begitu kedua matanya terbuka, kilatan api berwarna merah langsung membelah peti menjadi dua. Orang-orang yang sedang bersujud di sana segera tersadar kalau junjungan mereka telah bangkit. Untuk menyambut kabar gembira tersebut, mereka tak henti-hentinya mengumandangkan pujian untuk sang pemimpin. Kemenangan sudah ada di depan mata. Penerus dari pemimpin istana langit akan segera muncul dengan kekuatan dasyatnya.
Suasana yang tadinya dipenuhi dengan kebahagiaan, tiba-tiba berubah mencekam saat sosok dari dalam peti terbang keluar menampakkan diri di hadapan semua orang. Sosok tersebut muncul dengan rambut panjang yang menjuntai hingga sebatas paha. Diselimuti dengan kobaran api merah, sorot matanya langsung tertuju pada sebilah pedang yang berada di cengkeraman kaki gagak hitam bermata merah.
De Wuya ....
Mo Shing Wang, melalui ilmu batin memanggil gagak kesayangan yang telah menjadi batu mengikuti jejaknya untuk bertapa. Sorot matanya tajam, setajam mata elang yang tengah mengincar mangsa. Dengan posisi berada di atas peti yang telah terbelah, dia menunggu detik-detik Wuya terbangun dari pertapaan.
Yan Tze beserta orang-orang yang ada di sana segera bangun begitu mendengar suara Wuya. Tak lama setelah itu gagak hitam yang telah menjadi batu selama seratus tahun lamanya mulai bergerak terbang mengelilingi ruangan. Bersamaan dengan itu si raja iblis menggerakkan jari telunjuk ke arah pedang yang tadi menjadi tempat bertengger si gagak hitam.
Tap
"Sudah lama pedang ini terjebak dalam kedinginan. Dia butuh sesuatu yang bisa menghangatkan," ucap Mo Shing Wang seraya menatap pedang di tangan. Sedetik setelah itu dia menyeringai. "Apa peri-peri itu hidup dengan baik setelah aku mengasingkan diri di dalam peti pengujian?"
"Menjawab, Yang Mulia." Yan Tze menekuk sebelah kakinya kemudian menempelkan satu tangan ke dada. Ini adalah cara pasukan iblis memberikan hormat pada ketua mereka. "Dari informasi yang kami dengar, mereka hidup dengan penuh kenyamanan. Raja langit adalah orang yang picik. Dengan tipu muslihatnya dia telah membuat klan kita menjadi pihak yang paling dirugikan. Rakyat di negeri ini hidup sengsara karena mereka memusnahkan satu-satunya sumber kehidupan di wilayah kita. Sumber air, makanan, semuanya menjadi beku karena ulah raja langit. Kau harus membalaskan semua rasa sakit ini, Yang Mulia!"
"Benar, Yang Mulia. Hitam tak selalu buruk, dan putih tidak selamanya baik. Mereka selalu berkoar-koar kalau kita adalah klan paling keji yang tak memiliki hati nurani. Namun pada kenyataannya, mereka adalah iblis yang sesungguhnya. Kami tidak bisa menerima semua kehinaan ini, wahai raja iblis. Kami dan seluruh rakyat yang tinggal di Kerajaan Cangyuan menuntutmu untuk membalas ketidakadilan yang telah kami rasakan selama seratus tahun lamanya. Demi tetua raja iblis yang telah berkorban nyawa demi kenyamanan para rakyat, kami bersumpah akan ikut dalam berperang jika pasukan iblis tak bisa mengimbangi pasukan para bedebah itu. Mohon berikan keadilan untuk kami semua, wahai raja iblis!"
"Hmmm," ....
Sunyi. Ruangan itu berubah menjadi sunyi senyap ketika Mo Shing Wang menghela napas kemudian memejamkan kedua mata. Wuya yang telah bertemu kembali dengan tuannya segera hinggap di atas bahu lalu melayangkan tatapan gelap pada semua orang. Burung ini bukan sekadar burung biasa. Wuya adalah duplikat emosi seorang Mo Shing Wang. Setiap kali raja iblis ini terbakar amarah, tatapan Wuya akan langsung berubah menjadi sangat sadis. Perubahan tersebut membuat semua orang di sana menelan ludah. Ketua mereka murka.
"Yan Tze!" seru Mo Shing Wang sambil mengepalkan kedua tangan.
"Iya, Yang Mulia."
"Cari tahu apa yang sedang terjadi di istana langit sekarang. Dulu mendiang Ayah pernah memberitahuku kalau mereka memiliki tradisi aneh setiap seratus tahun sekali. Cari tahulah tradisi apa yang dimaksud oleh tuanmu lalu segera beritahukan padaku!" perintah Mo Shing Wang tegas tak terbantahkan. "Sekarang aku adalah raja kalian, jadi sudah seharusnya aku turun tangan langsung untuk membawa keadilan yang kalian mau. Karenanya ....
Dalam sekejap mata tubuh Mo Shing Wang telah berada tepat di hadapan Yan Tze. Dia lalu menempelkan ujung pedang ke dagu jendral kepercayaannya.
"Jangan kecewakan aku. Semakin cepat kau mendapatkan informasi itu, maka kita akan semakin cepat melakukan balas dendam pada mereka!"
"Baik, Yang Mulia. Aku akan segera pergi ke sana untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Aku pamit!"
Yan Tze memberikan hormat sebelum menghilang pergi dari hadapan sang ketua. Orang-orang yang masih berada di sana masih betah dengan posisi awal, menantikan titah apa yang akan disampaikan oleh si raja iblis.
"Apa saja yang terjadi dengan rakyat di Kerajaan Cangyuan setelah aku memutuskan untuk bertapa di peti pengujian?"
"Sangat banyak, Yang Mulia. Salah satunya adalah banyak anak-anak dan wanita mati kelaparan akibat pohon kehidupan yang berubah beku seperti es. Satu-persatu dari kami mulai kehilangan segalanya sejak saat itu. Namun karena kami setia padamu, kami terus berusaha bertahan menantikan hari kebangkitanmu. Dan hari itu kini telah tiba. Kau datang sebagai penerang dalam kegelapan yang telah sekian tahun kami rasa."
Mo Shing Wang kembali menghela napas. Dadanya sakit mendengar penuturan tersebut. "Selama penderitaan itu berlangsung apakah para peri itu sama sekali tak ada yang datang bersimpati?"
"Tidak. Yang kami dengar mereka malah menambah pasukan berkat kemakmuran yang mereka curi dari kami. Di atas derita anak-anak dan wanita yang kelaparan, tingkah mereka semakin pongah. Sangat jauh dari cerminan mereka soal hati dan jiwa yang suci. Sungguh, Yang Mulia. Tidak ada yang lebih biadap selain kekejaman yang dilakukan oleh para penghuni langit itu."
Hawa panas segera menyelimuti seluruh ruangan ketika Mo Shing Wang membakar tubuhnya menggunakan api keabadian yang baru saja di dapatkannya. Marah, itu sudah pasti. Dengan penuh kemarahan Mo Shing Wang berteriak hingga suaranya hampir memecahkan gendang telinga semua orang.
"Raja langit, aku telah kembali. Bersiaplah. Kau dan para peri sialan itu harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada rakyatku. Aku Mo Shing Wang, bersumpah atas nyawaku kalau aku tidak akan pernah bisa hidup tenang sebelum membuat kalian merasakan apa yang telah rakyatku rasakan. Kalian para makhluk yang mengaku suci, tunggulah bagaimana nanti aku akan menghancurkan kalian satu-persatu. Cihhhh!!"
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Melia_Fu
njiirrrr, pas raja iblis manggil wuya lewat batin,gue ikut-ikutan ngebatin juga dong
2023-12-08
0
Yunia Afida
semangat terus mak💪💪💪💪💪
2023-11-14
1
Eka suci
masih meraba raba, inti cerita nanti nyambung ke flow nya dimana, reinkarnasi, titisan, penyamaran peri yg bersembunyi atau apa masih menanti
2023-11-14
1