Wajah Yang Berbeda

"WAAAAAAAA!!"

Xiao Hua, Lu Xianzi, dan juga beberapa peri yang lain berteriak kuat sambil berlari ketakutan saat mereka dikejar oleh dua orang iblis. Beruntung saat di dalam lubang pohon, Xiao Hua mempunyai kesempatan untuk melarikan diri dari terkaman iblis tersebut. Jika tidak, mungkin sekarang dirinya hanya tinggal nama saja.

"Hei, mau pergi ke mana kau. Cepat kemari!" teriak Lu Xianzi tak membiarkan Xiao Hua pergi. Walaupun benci, tapi akal sehatnya masih berfungsi. Nuraninya menolak membiarkan peri lemah tersebut celaka. Karena bagaimana pun mereka berasal dari alam yang sama.

"Xianzi, kita harus segera pergi dari sini sebelum iblis itu datang. Ayo!" sahut Xiao Hua dengan napas terengah-engah.

"Yang bilang tidak mau pergi juga siapa. Aku juga sedang berusaha menghindar dari kejaran iblis jahat itu. Dasar bodoh!"

"Oh, iyakah?"

Malas meladeni, segera Lu Xianzi menarik tangan Xiao Hua dan membawanya masuk ke dalam gua. Posisi mereka yang tengah berada di hutan peri, membuat mereka sulit untuk meminta pertolongan. Hutan ini biasanya sangat terjaga soal keamanan, tapi entah kenapa hari ini bisa ada iblis yang menerobos masuk. Dan yang lebih sulitnya lagi, saat para peri berada di tempat ini mereka tidak akan bisa menggunakan mantra. Hanya peri tertentu saja yang mampu melakukannya.

"Xiao Hua, Lu Xianzi, bagaimana ini. Siapa yang akan tahu kalau sekarang kita sedang dalam bahaya. Aku tidak mau menjadi santapan para iblis itu. Aku belum siap mati," tanya salah satu peri ketakutan. Wajahnya basah keringat dan kedua matanya berkaca-kaca.

"Hei, jangan khawatir. Aku yakin seseorang pasti akan datang menyelamatkan kita," sahut Xiao Hua antara panik dan juga berharap.

(Dewa Fu'er tahu ada iblis yang datang menyusup ke hutan ini. Aku yakin cepat atau lambat dia akan menyadari kalau kami sedang dalam bahaya. Duhhh, jadi tidak sabar ingin melihatnya bertarung menggunakan kemampuannya yang hebat itu. Hehe)

"Darimana kau tahu akan ada seseorang yang datang menyelamatkan kita?" Si peri menatap Xiao Hua tajam. "Kau juga, Bai He Hua. Apa yang sedang kau lakukan di wilayah istana langit? Bukannya kau itu tidak diijinkan keluar dari paviliun Leng oleh Paman Lin Yuan ya? Kenapa tiba-tiba bisa ada di sini?"

"Eh aku, aku ....

"Oh, aku tahu. Jangan-jangan iblis itu datang karena mengikutimu ya. Ayo mengaku!"

"Tidak, tidak seperti itu. Aku ini kan peri, sama seperti kalian. Jadi mana mungkin aku mengajak iblis datang ke alam peri sesuka hati. Kami bukan teman!" bantah Xiao Hua panik. Yang benar saja dia dituduh menjadi penyebab iblis itu muncul dan memburu para peri. Sudah gila apa.

Lu Xianzi diam menyimak perdebatan antara Xiao Hua dengan teman-temannya. Lama ditatapnya sosok peri lemah yang terlihat ketakutan ketika dipojokkan oleh yang lain. Antara cemas dan juga bingung, dia memutuskan untuk mengambil tindakan.

Bruggg

"L-Lu Xianzi, apa yang kau lakukan? Kenapa kau mendorongku keluar?" tanya Xiao Hua sambil menatap bingung ke arah Lu Xianzi yang baru saja mendorongnya. Dia sampai terjatuh akibat dorongan tersebut.

"Maafkan aku, Xiao Hua. Aku tak mau mengambil resiko dimakan oleh iblis jahat itu jika tetap membiarkanmu berada di sekitar kami. Kau yang menyebabkan mereka datang kemari, jadi kau hadapilah sendiri," sahut Xianzi dingin. Meski setengah hatinya menolak melakukan hal tersebut, dia harus tetap melakukannya demi keselamatan semua peri.

"Tapi iblis itu datang bukan karenaku,"

"Aku tidak peduli. Yang jelas kami tidak mau lagi bersembunyi di tempat yang sama denganmu. Lebih baik kau carilah saja tempat persembunyian lain sebelum iblis itu menemukanmu. Cepat pergi!"

Awan mendung langsung menghiasi wajah cantik Xiao Hua setelah dirinya difitnah dan diusir dengan sangat kejam oleh Lu Xianzi dan teman-temannya. Sambil menahan nyeri di bagian bokong, dia melangkah tertatih mencari tempat persembunyian baru. Sesekali dia juga menoleh ke belakang, memastikan apakah para iblis itu mengejarnya atau tidak.

"Ke mana aku harus bersembunyi?" ujar Xiao Hua lirih. Dia lalu menggigit bibir bawahnya kuat. "Aku tidak mau menjadi santapan para iblis itu. Kalau aku mati sekarang, bagaimana dengan Dewa Fu'er?"

Malang tak dapat ditolak. Pepatah ini sangat tepat diperuntukkan bagi Xiao Hua sekarang. Sebelum sempat dirinya menemukan tempat persembunyian, dua iblis itu sudah lebih dulu menemukannya. Xiao Hua kaget setengah mati saat mereka tiba-tiba muncul dan langsung mengitari tubuhnya sambil tertawa mengerikan.

"Halo, peri mungil. Mau lari ke mana kau?"

"K-kalian para iblis, kenapa bisa menemukanku?" tanya Xiao Hua sambil menahan tangis. Tamatlah riwayatnya sekarang. Dia tidak memiliki kekuatan apapun untuk melindungi diri dari kedua iblis tersebut.

"Tentu saja kami bisa menemukanmu, Nak. Aroma tubuhmu, hmmm ... sangat menggoda. Jadi bukan hal yang sulit untuk kami menemukanmu," jawab salah satu iblis seraya menelan air liur. Di hadapannya ada makanan lezat yang ketika dinikmati akan membuat kemampuan bertambah semakin besar. Siapa yang tahan.

"Pergi! Kalau Dewa Fu'er tahu ada iblis yang menyusup masuk ke tempat ini, dia pasti akan menangkap dan mengurung kalian di Menara Dantian. Cepat pergi!"

Hening. Kedua iblis itu saling melempar tatapan licik sebelum akhirnya tertawa terbahak-bahak. Sadar ada celah untuk melarikan diri, tanpa membuang waktu lagi Xiao Hua segera kabur dari hadapan mereka. Sembari mengangkat gaunnya ke atas, dia berlari sambil berteriak meminta tolong. Xiao Hua kalap. Dia berlarian tak tentu arah dan menabrak apapun yang ada di hadapannya. Hingga ....

Brugggg

"Ughhhhhhh!"

Xiao Hua melenguh. Napasnya seketika sesak setelah terjatuh dan dadanya beradu dengan tanah. Entah benda apa yang barusan dia pijak.

(Eh, sepatu di kaki siapa ini? Kenapa warnanya hitam? Apa jangan-jangan iblis itu kembali menemukanku? Ya Dewa, tolong aku. Aku belum mau mati sekarang!!)

Mo Shing Wang, berdiri datar menatap sosok peri yang tengah tertelungkup di hadapannya. Di sampingnya ada Yan Tze, yang juga menatap peri tersebut dengan pandangan tak kalah datar.

Tadi setelah mendapat informasi, Mo Shing Wang memilih untuk datang langsung ke wilayah hutan alam peri. Tujuannya satu, mencari celah agar bisa masuk ke dalam istana langit. Dan sepertinya celah tersebut telah dia temukan.

"Wahai iblis, tolong jangan makan aku ya. Aku ini lemah, penyakitan. Kalau kalian nekad menelanku, penyakit di tubuhku akan langsung menular pada kalian. Jadi lebih baik kalian mencari makanan lain saja. Ya?" ucap Xiao memohon sambil mengatupkan kedua tangan ke atas. Posisinya masih terbaring di tanah, tidak berani mengangkat wajah. "Tolong lepaskan aku. A-aku janji tidak akan melaporkan kejadian ini kepada Dewa Fu'er. Sungguh!"

"Oh, jadi kau si peri penyakitan itu ya?" celetuk Yan Tze tak sengaja. Segera setelah itu dia menelan ludah karena lancang bicara.

Tanpa pikir panjang Xiao Hua langsung menganggukkan kepala. Setelah itu dia memberanikan diri untuk bangun dan menatap iblis di hadapannya. Namun ....

"S-siapa kalian? Ke-kenapa wajah kalian berbeda dengan dua iblis yang tadi mengejarku?"

***

Terpopuler

Comments

Melia_Fu

Melia_Fu

apakah xiao hua telah dipertemukan dengan mas crush???

lanjutkan thor

2023-12-10

0

Iffah Olivia

Iffah Olivia

cerita yg Karl , Justin juga kak refa

2023-11-17

0

Yunia Afida

Yunia Afida

raja iblis jatuh cinta pada pandangan pertama ni

2023-11-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!