Seleksi

"Selamat datang, Dewa Fu'er. Akhirnya kau kembali ke istana langit ini setelah sekian tahun mengembara di dunia manusia. Duduklah!" ucap raja langit dengan suka cita menyambut kepulangan sang panglima. Raut bangga tercetak jelas di wajahnya.

Fu'er segera memberi hormat kepada raja langit sebelum duduk di tempat yang telah disiapkan untuknya. Setelah itu dia tersenyum seraya mengangguk pelan ke arah para dewa yang ada di sana.

"Bagaimana, Fu'er. Apakah kau berhasil menemukan obat penawar untuk Bai He Hua?"

"Maafkan aku, raja langit. Tujuh puluh tahun aku mengembara di dunia manusia, tapi aku masih belum bisa menemukan ramuan tersebut. Rata-rata tabib yang kutemui mengatakan jawaban yang sama kalau penyakit dingin yang diderita oleh peri bulan terhitung mustahil untuk disembuhkan," jawab Fu'er penuh sesal. Sorot matanya menyiratkan betapa dia merasa sangat tidak berguna karena gagal membawa pulang ramuan untuk mengobati penyakit langka dari salah satu peri yang tinggal di kayangan.

"Hmmm, begitu ya." Raja langit mengusap dagu. Seorang panglima besar seperti Fu'er saja tidak mampu menemukan obat penawar untuk Bai He Hua, lalu apa yang bisa mereka lakukan untuk menolong peri malang itu? Raja langit gelisah. "Malang sekali nasib Xiao Hua. Entah takdir macam apa yang telah disiapkan dewa untuknya sehingga harus menjalani kehidupan seperti ini. Andai saja waktu itu klan iblis tidak membuat ulah, Xioa Hua pasti tidak akan terasing seperti sekarang."

Ekpresi di wajah para peri seketika berubah mendung ketika raja langit membahas soal pertempuran dengan klan iblis seratus tahun lalu. Padahal di posisi itu alam peri tidak melakukan kesalahan apa-apa. Hanya karena ingin melindungi ramuan ektrak pohon takdir yang ingin dicuri oleh ketua iblis, mereka sampai menyerang kayangan dengan membabi buta. Untunglah saat itu Dewi Zao Jhi berhasil memukul mundur pasukan jahat itu. Kalau tidak, entah peri mana lagi yang akan menjadi korban. Namun akibat dari pertempuran tersebut, istana langit harus kehilangan salah satu panglima wanita terkuat mereka karena memilih mengorbankan diri ketika anak dari ketua iblis mengeluarkan mantra penghancur jiwa. Dewi Zao Jhi tumbang, sedangkan anak dari ketua iblis pulang dalam kondisi luka parah. Dan sejak kejadian seratus tahun lalu, tak pernah terdengar lagi kabar dari klan tersebut. Pernah sekali terdengar kabar kalau daerah tempat para iblis itu tinggal tiba-tiba berubah bak padang tandus yang tak berpenghuni. Entah apa penyebabnya, penghuni langit tak berniat mencari tahu.

"Raja langit, aku dengar di sini akan diadakan seleksi untuk menerima peri baru sebagai anggota istana. Apakah benar?" tanya Fu'er memecah keheningan. Ini adalah salah satu alasan yang membuatnya ingin segera kembali ke kayangan. Sebagai seorang panglima, Fu'er tidaklah mempunyai kebebasan untuk menunjukkan perasaan. Semuanya harus sesuai dengan aturan yang diberikan oleh raja langit. Jadi agar dirinya bisa melihat seseorang lebih dekat, menjadikan alasan bahwa di dunia manusia tak adalagi yg bisa dia cari agar bisa segera kembali kemari.

"Benar sekali, Fu'er. Setiap seratus tahun sekali, istana langit akan mencari peri baru untuk dijadikan anggota istana. Dan tahun ini adalah saatnya untuk kita memilih peri-peri tersebut. Apakah kau tertarik untuk menjadi bagian dari seleksi ini?" jawab raja langit seraya melempar balik satu pertanyaan untuk panglima Fu'er. Dalam diam dia bisa memahami betul ada hal lain dibalik pertanyaan tersebut. Namun karena tak ingin menimbulkan kegaduhan, raja langit memilih untuk diam.

Saat semua anggota istana langit sedang sibuk membahas soal seleksi pemilihan peri, Xiao Hua yang baru saja tiba segera bersembunyi dibalik pohon ketika hampir berpapasan dengan peri embun, salah satu peri yang paling suka membully-nya. Takut ketahuan, Xiao Hua sampai menahan napas ketika peri kejam tersebut berjalan melewati pohon tempat dia bersembunyi.

"Xianzi a, menurutmu siapa peri yang akan lolos dalam seleksi tahun ini?" tanya salah satu peri bergaun putih merah muda.

Xianzi tak langsung menjawab. Dengan penuh kegembiraan dia mengajak para peri yang lain untuk singgah sejenak. Mereka kemudian duduk dan menyender pada sebuah pohon besar yang tak jauh dari sana. Barulah setelah santai, Xianzi memberikan jawaban.

"Semua peri yang ada di kayangan sangat layak untuk lolos dalam seleksi. Kecuali satu orang," ucap Xianzi seraya menyeringai tipis. "Xiao Hua. Selain dia, semua pergi lebih dari kata layak untuk menjadi bagian dari istana langit. Terutama aku. Aku adalah kandidat pertama yang sudah pasti lolos di awal seleksi. Secara, aku adalah putri tunggal dari peri kebajikan. Raja langit dan juga Dewa Fu'er pasti akan langsung memintaku bergabung dengan mereka."

"Percaya diri sekali kau. Memang betul kau adalah putri tunggal peri kebajikan, tapi bukan berarti kau jauh lebih baik dari kami. Lihat saja sikapmu. Begitu angkuh dan juga arogan. Aku sanksi raja langit dan Dewa Fu'er akan memilihmu," celetuk salah satu peri dengan sinisnya. Selain peri embun, dia adalah yang paling berambisi bisa masuk sebagai anggota istana langit. Wajar kalau dirinya dongkol mendengar kesombongan Xianzi barusan.

"Hati-hati dengan perkataanmu. Percaya tidak kalau aku bisa saja membuat sayapmu rusak sebelum seleksi itu dimulai!" ancam Xianzi kesal.

"Lakukan saja kalau kau berani. Kau pikir aku akan takut dengan ancamanmu itu, hah?"

"Kau ....

"Hei, kenapa kalian malah bertengkar sih. Kita datang kemari itu untuk membahas tentang tugas yang harus kita lewati saat seleksi itu berlangsung. Kenapa kalian malah ribut sendiri!"

Dua peri yang terlibat adu mulut sama-sama memalingkan muka ke arah lain setelah ditegur oleh salah satu peri. Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang tengah menguping pembicaraan. Dan orang tersebut berada tepat di belakang pohon tempat mereka menyandar.

(Oh, jadi di istana langit akan diadakan seleksi pemilihan peri baru ya? Wahhh, ini kabar yang sangat bagus. Aku harus ikut mendaftar seleksi tersebut supaya bisa bertemu dengan Dewa Fu'er. Ya, aku harus mendaftar.)

Xiao Hua terus menguping pembicaraan Xianzi dan para peri yang lain sampai akhirnya mereka semua pergi dari sana. Karena terlalu lama berdiri tanpa melakukan pergerakan, begitu hendak melangkah Xiao Hua langsung jatuh terjerembab ke tanah. Posisi jatuhnya sangat estetik sekali di mana wajahnya mendarat lebih dulu ketimbang tubuhnya.

Bruggggg

"Ulurkan tanganmu."

Tubuh Xiao Hua seketika membatu saat suara seseorang memintanya untuk mengulurkan tangan. Dia lalu memberanikan diri untuk menatap wajah orang tersebut.

"D-d-d ....

Fu'er diam terpaku melihat kelakuan peri yang sedang tergagap hingga tak bisa bicara. Setelah itu dia membungkuk, meraih satu tangannya dan membimbingnya untuk berdiri.

"Xiao Hua, kau tidak seharusnya menguping pembicaraan peri lain. Kalau mereka tahu, kau bisa mendapat masalah besar. Lain kali hati-hati ya?" ucap Fu'er sesaat sebelum pergi menjauh menuju sebuah tempat.

Mulut Xiao Hua terbuka lebar. Dia speechless sendiri karena ternyata yang menolongnya adalah Dewa Fu'er.

"Haihhh, kenapa aku harus menjadi gagap saat ada Dewa Fu'er di sini. Memalukan sekali. Dia pasti mengira kalau aku adalah peri cacat. Apa yang harus aku lakukan ya?" gumam Xiao Hua merutuki kebodohannya sendiri. Dia lalu menatap lama ke arah di mana Dewa Fu'er pergi. Sedetik setelah itu tiba-tiba senyum lebar mengembang di bibir Xiao Hua. "Sudah kepalang tanggung. Sekalian saja aku susul Dewa Fu'er dan meminta maaf atas kebodohan yang tadi kulakukan. Dengan begitu aku bisa memiliki kesempatan untuk mengobrol dengannya. Hehehe, otakmu sangat cerdas, Xiao Hua. Ayo berangkat,"

Dengan penuh suka cita Xiao Hua terbang hendak menyusul pria pujaannya. Sebelum itu dia menyempatkan diri untuk memetik beberapa tangkai bunga guna dihadiahkan pada peri tampan nan hebat tersebut. Xiao Hua berharap kalau tindakannya itu bisa membuat hubungan mereka menjadi semakin dekat. Namanya juga usaha. Siapa tahu berhasil. Hehe.

***

Terpopuler

Comments

Alexandra Juliana

Alexandra Juliana

Sangsi Kak Otor bukan sanksi, klo sanksi itu artinya hukuman..

2024-03-01

0

Melia_Fu

Melia_Fu

peri pun bisa bucin ternyata

wkwkwk,lanjut thor

2023-12-08

0

Melia_Fu

Melia_Fu

xiao hua dapet jekpot ketemu crushnya

2023-12-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!