Bersama dengan dewa-dewa yang lain, Fu'er mencari keberadaan para peri yang masih berada di hutan. Seruan tentang kemunculan dua iblis di hutan peri telah diketahui oleh semua orang. Kini mereka sibuk mencari keberadaan iblis tersebut dan membagi beberapa kelompok untuk menolong para peri yang masih terjebak di sana.
(Xiao Hua, semoga saja kau selamat dari kejaran para iblis itu. Andai kau bukan peri yang dikecualikan, aku tidak akan memintamu untuk mencari tempat persembunyian seorang diri. Aku harap kau baik-baik saja, wahai peri bulan)
"Dewa Fu'er, sebenarnya siapa yang sedang kau cari di sini?" tanya dewa kebajikan. "Penjaga istana langit telah melaporkan kalau semua peri telah dibawa ke tempat yang aman, tapi kenapa kau masih berputar-putar di hutan peri? Apa yang sedang kau cari?"
"Entahlah. Hatiku mengatakan masih ada peri lain yang harus kita selamatkan," jawab Fu'er beralasan. Dia tak seberani itu untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Siapa? Peri mana yang kau maksud?"
"Dia ....
"AAAAA, TOLOOONG!"
Suara teriakan minta tolong terdengar begitu kuat di dalam hutan peri. Segera semua orang berbalik hendak melihat siapa yang baru saja berteriak. Fu'er yang tahu siapa pemilik suara tersebut segera berlari hendak memberikan pertolongan. Hal ini membuat dewa dan para penjaga yang ada di sana terheran-heran akan tindakannya. Seorang panglima perang sampai turun tangan langsung ingin menolong seseorang yang entah siapa? Ada apa ini? Mungkinkah ....
"Xiao Hua!" teriak Fu'er penuh rasa khawatir. Segera dia mengeluarkan pedang kemudian menghadang kedua iblis yang terus mengejar peri bulan. "Berhenti kalian!"
Sreettt
Tidak hanya iblis, Xiao Hua pun langsung berhenti berlari ketika Fu'er berteriak. Sadar sedang dalam bahaya, kedua iblis itu berniat melarikan diri. Namun, ayunan pedang Fu'er sudah lebih dulu mendarat dan menghancurkan tubuh mereka. Kejadian itu sangat singkat. Fu'er lalu menangkap ruh kedua iblis kemudian memasukkannya ke dalam botol.
"Masukkan mereka ke menara Dantian. Iblis-iblis ini terlalu berbahagia jika sampai bereinkarnasi lagi!" perintah Fu'er seraya memberikan botol kepada penjaga.
"Baik, Dewa Fu'er. Kami permisi!"
Fu'er mengangguk. Setelah itu dia mendekati Xiao Hua yang membeku di tempat. "Kau baik-baik saja?"
Para dewa yang berada di sana hanya diam memperhatikan interaksi antara Dewa Fu'er dengan seorang peri yang tidak seharusnya berada di wilayah istana langit. Dalam hati mereka bertanya-tanya, peri inikah yang tadi begitu dikhawatirkan oleh si panglima? Jika benar, ada hubungan istimewa apa di antara mereka?
Tanpa diketahui oleh semua orang yang ada di sana, kejadian yang baru saja berlangsung disaksikan oleh dua orang iblis yang berdiri tak jauh dari mereka. Mo Shing Wang, terus menatap dua orang peri yang tengah terlibat pembicaraan. Sorot matanya yang tajam menyiratkan betapa dia sangat membenci peri-peri tersebut. Berlagak menjadi makluk paling suci di tiga dunia, mereka dengan kejam menutup mata atas penderitaan yang dialami oleh rakyat di Kerajaan Cangyuan. Fakta ini semakin mengobarkan api balas dendam di hati Mo Shing Wang. Andai ada yang menyadari keberadaannya, pasti bisa merasakan betapa besar kebencian yang tertanam di dalam hati.
"Sepertinya Dewa Fu'er menyukai Bai He Hua, Yang Mulia. Dari caranya menatap peri itu, sangat kentara sekali ada rasa yang terpendam," ucap Yan Tze seraya tersenyum sinis. Sungguh para peri yang menjijikkan.
"Itu bagus. Dengan cara ini kita akan semakin mudah memusnahkan semua kehidupan di alam peri. Termasuk istana langit," sahut Mo Shing Wang dingin.
"Maksudnya?"
"Mulai sekarang peri itu akan menjadi kunci untuk kita melakukan balas dendam. Walaupun bodoh, tapi dia cukup berguna untuk melancarkan rencana kita."
"Jadi kau bermaksud menjadikannya sebagai kambing hitam?"
(Hah? Sejak kapan raja iblis mau melibatkan orang lain ke dalam rencananya? Kenapa firasatku jadi tidak enak begini ya. Semoga saja tidak ada masalah yang terjadi jika melibatkan Xiao Hua ke dalam balas dendam ini!)
"Ayo pergi. Sebentar lagi raja langit akan tiba di sini!" ucap Mo Shing Wang memilih pergi karena tak mau rencananya rusak akibat tak mampu menahan emosi jika melihat wajah munafik si raja langit.
"Baiklah."
Dalam sekejap mata, Yan Tze dan Mo Shing Wang sudah menghilang dari hutan peri. Tak berselang lama raja langit beserta para bawahannya pun tiba di sana. Xiao Hua yang sudah tersadar dari keterkejutannya hanya bisa pasrah ketika raja langit menatapnya penuh intimidasi. Dia tahu, sangat amat tahu telah melakukan pelanggaran.
"Fu'er, bagaimana dengan para iblis itu? Apa kau sudah menangkapnya?" tanya raja langit mencoba menutupi kekesalan hati.
(Lin Yuan, apa yang membuatmu mengijinkan Bai He Hua datang seorang diri ke hutan peri? Tidakkah kau tahu di tempat ini tidak semua peri bisa menggunakan kemampuannya untuk melindungi diri? Ceroboh!)
"Sudah, raja langit. Ruh kedua iblis itu sudah dimasukkan ke dalam Menara Dantian," jawab Fu'er segera menjaga jarak dengan Xiao Hua begitu raja langit tiba.
"Sebenarnya apa yang terjadi di sini. Kenapa para iblis itu bisa keluar dari penjara dan berkeliaran di hutan peri? Apakah ini ada hubungannya dengan guncangan yang terjadi tadi malam?"
Fu'er dan para dewa mulai terlibat pembicaraan serius mengenai penyebab kemunculan iblis di hutan peri. Sedangkan Xiao Hua, dia sama sekali tak bergeming dari tempatnya berdiri. Takut, panik, juga senang karena bisa bertemu dengan Dewa Fu'er. Meski taruhannya adalah kemarahan raja langit, dia tak menyesal hampir mati dan menjadi santapan tahanan iblis yang kabur dari penjara. Semuanya setimpal dengan kebahagiaan yang Xiao Hua rasakan sekarang.
"Ya sudah, mulai sekarang kalian bersiagalah dengan ketat. Jangan biarkan kita kecolongan lagi seperti ini. Takutnya nanti ada peri yang menjadi korban," ucap raja langit menyudahi pembicaraan. Setelah itu dia beralih menatap peri yang sejak tadi hanya diam tak berkata-kata. "Bai He Hua, bisakah kau jelaskan mengapa bisa berada di tempat ini? Kau dilarang datang ke hutan peri dan juga istana langit jika tak ada urusan mendesak, tapi ini apa? Kau bahkan hampir menjadi santapan para iblis itu. Apa tujuanmu?"
Glukkk
Xiao Hua bingung hendak menjawab apa. Dia hanya bisa menundukkan kepala sambil mer*mas ujung hanfunya. Tidak mungkin dia menjawab sengaja datang ke tempat ini hanya untuk bertemu dengan Dewa Fu'er. Apa yang harus dia lakukan sekarang?
"Minta Lin Yuan datang ke istana langit untuk menjemputnya. Masalah ini tidak boleh dibiarkan begitu saja!" perintah raja langit sesaat sebelum pergi meninggalkan hutan peri bersama para penjaga yang mengikutinya.
Fu'er segera menggelengkan kepala ketika melihat Xiao Hua hendak mengejar raja langit. Masalah bisa bertambah semakin panjang jika peri ini tak segera dihentikan.
"Paman penjaga istana langit, boleh tidak biarkan aku pulang ke Paviliun Leng? Kalau Paman Lin Yuan sampai datang kemari, aku pasti tidak akan pernah diijinkan lagi untuk datang bermain di hutan peri lagi. Tolong lepaskan aku ya?" rayu Xiao Hua ketika dua orang penjaga berjalan mendekatinya. Namun, rayuan tersebut ternyata tak bersambut. Mereka tetap membawanya ke istana langit. Nasib-nasib.
(Eh, ngomong-ngomong iblis tampan itu pergi ke mana ya? Kenapa tidak seorang pun yang menyadari keberadaan mereka? Aneh sekali,)
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Melia_Fu
hayolo xiao hua, ditangkep kan akhirnya. nakal sih 😂😂😂😂😂😂
2023-12-11
0
Asih Ningsih
di zaman peri dia bai he hua ada flow sedangkan dewa fu.er bisa jadi oliver ya mak.
2023-11-26
0
Mimilngemil
Alur mundur ceritanya, masih pensaran yang menjadi Oliver si Raja Iblis atau Dewa Fu'er ?
2023-11-22
1