Flashback.....
Lion keluar dari asramanya dan melihat sang Daddy sudah menunggunya dimobil sport kesayangan pria paruh baya itu. Lion tersenyum kemudian berlari kearah ayahnya dan melempar tasnya kedalam mobil lewat jendela dan memeluk daddynya.
''Dimana Mommy?'' tanya Lion ketika mengetahui hanya ayahnya yang menjemput.
"Mommy sedang mengantar adikmu ke dokter, giginya sedang bermasalah dan ia menangis sejak semalam.'' jawab Oliver sambil menyalakan mobilnya.
"Dasar anak manja'' ucap Lion mengingat bagaimana sikap Vivienne.
"Jangan menggodanya. Dia terlihat kesakitan dan daddy harus menemaninya tidur sambil membujuknya'' Oliver berkata dan ditertawakan oleh putranya.
''Aku hanya akan mengusilinya sedikit, Dad. Sudah lama aku tidak mendengar teriakannya'' balas Lion kemudian membuka ponselnya yang berbunyi dan melihat nama ibunya dilayar.
''Hai Mom'' ucap Lion menjawab panggilan ibunya.
"Hai, Son. Apakah daddy sudah menjemputmu?'' tanya Lauren.
"Kami berdua sedang dalam perjalanan menuju rumah. Mommy dimana?'' tanya Lion.
"Mommy baru sampai dirumah, Mommy mengantar adikmu ke dokter dan sekarang dia sedang tidur. Maafkan mommy tidak bisa menjemputmu.'' jawab Lauren dengan perasaan bersalah.
"Tidak masalah, Mom. Aku dan daddy akan sampai beberapa saat lagi. Siapkan makanan kesukaanku.'' ucap Lion tersenyum dan menutup teleponnya setelah mengobrol beberapa saat dengan ibunya.
"Berapa lama liburanmu, Son?'' tanya Oliver menatap kearah putranya.
"Dua minggu dan aku ujianku bulan depan.'' Jawab Lion.
''Apakah kau kesulitan mempelajari hukum?'' tanya Oliver lagi.
"Aku bisa mengatasinya, Dad. Tidak usah mencemaskan aku. Nilaiku sangat tinggi dan sangat yakin aku akan lulus dengan nilai sempurna'' jawab Lion dengan percaya diri.
''Aku percaya padamu.'' ucap Oliver kemudian menghentikan mobilnya di depan rumah mereka dan tersenyum ketika melihat Lion dengan cepat membuka pintu dan berlari keluar menuju Lauren yang sudah menunggu di depan pintu.
"Mom. Aku merindukanmu'' bisik Lion ketika berada dipelukan ibunya.
"Aku juga merindukanmu. Kau terlihat sedikit kurus, apa kau makan dengan baik diasrama?'' tanya Lauren yang berjalan bersama putranya kedalam rumah meninggal Oliver dibelakang mereka.
"Aku merindukan masakanmu, Mom. Makanan di asrama tidak seenak buatanmu'' jawab Lion dengan rayuannya.
"Mommy sudah membuat banyak masakan kesukaanmu. Pergilah ganti bajumu dan temui adikmu dikamarnya'' ucap Lauren.
''Aku tidak ingin mengganggu tidurnya, Mom. Biarkan dia beristirahat, dan akan menemuinya saat makan siang nanti'' sahut Lion dari arah tangga menuju kamarnya.
Saat melewati kamar Vivienne, Adiknya. Lion melihat adiknya sedang duduk menatap kearah jendela dan sedang melamun. Adiknya menggunakan jaket pemberiannya saat ia ulang tahun beberapa bulan kemarin dengan penutup kepala berbentuk kelinci.
Dengan perlahan Lion mendekati adiknya dan memeluknya dari belakang, saat adiknya mencoba menatap kearahnya, Lion dengan cepat mencium pipi lembut milik gadis yang ia kira adiknya. Mata besar dan juga bulu mata lentik itu menatapnya dengan tajam dan mereka sama-sama terdiam.
"Kakakkkk. Apa yang sedang kau lakukan pada sahabatku?'' teriak Vivienne dari belakangnya sambil memegang pipinya yang terlihat membengkak.
Teriakan Vivienne menyadarkan mereka berdua dan dengan perlahan Lion melepaskan pelukannya dari tubuh sahabat adiknya dan masih sedikit terpana dengan wajah cantiknya. Ia benar-benar dibuat terpesona dengan wajah cantik gadis didepannya itu.
''Apakah dia temanmu, Vivie?'' tanya Lion masih menatap wajah teman dari adiknya itu.
"Dia sahabatku, Angel. Dan Angel ini adalah kakakku. Namanya Lion. Maafkan sikap kurang ajarnya. Dia memang sangat menyebalkan'' ucap Vivienne merangkul pundak sahabatnya.
"Aku tidak menyangka kau memiliki teman secantik ini" ucap Lion tersenyum kearah Angel yang terlihat salah tingkah dan Lion mengulurkan tangannya. "Hai, aku Lion kakak dari gadis manja ini."
"Angel." Balas Angel dengan suaranya yang lembut dan menjabat tangan Lion.
...****************...
"Mom, mengapa kau tidak mengatakan padaku kalau teman Vivienne sedang menginap disini?" tanya Lion ketika sedang menikmati makan siang bersama ibunya.
"Angel maksudmu? ucap Lauren dan dibalas anggukan kepala oleh Lion.
"Dia kesayangan Abuello dan jangan coba-coba mengganggunya. Kau akan diomeli." ucap Lauren dengan tersenyum membuat Lion tersedak dengan makanannya.
"Apakah Abuello menyukainya?" sahut Lion setelah meminum air yang disodorkan ibunya.
"Hush. jaga ucapanmu. Angel adalah cucu dari sahabat Abuello yang meninggal beberapa bulan lalu. Pria tua itu sudah berjanji akan menjaganya dan juga melindungi Angel dari apapun. Dia kemudian pindah disekolah Adikmu. Sejak itu mereka menjadi sangat dekat dan tak terpisahkan" ucap Lauren menjelaskan pada putranya.
"Dia sangat cantik, Mom." gumam Lion dan mendapat pukulan di punggungnya.
"Dia sahabat adikmu. Jangan mengganggunya" ucap Lauren yang tahu bahwa putranya sudah terpesona pada Angel.
"Aku tahu. Mom. Aku hanya mengatakan dia sangat cantik dan terlihat berbeda dengan gadis seusianya. Lagipula usianya sangat jauh dibawahku. Aku tidak mungkin menyukai adik dari temanku" Ujar Lion mencoba menyangkal ucapan ibunya.
"Aunty" gumam suara lembut dibelakang Lion.
Lion yang terkejut dengan kedatangan Angel dengan cepat berdiri dari kursinya dan berbalik menatap ke arah sahabat adiknya.
"Ada apa. Angel? Apakah kau butuh sesuatu?" tanya Lauren pada Angel dan melirik ke arah putranya yang terlihat menatap gadis didepannya dengan terpesona.
"Bukan aku. Aunty. Tapi Vivienne meminta anda untuk menemuinya." Jawab Angel pelan.
"Oh, baiklah. Bisakah kau membantu aunty menyiapkan makan siang kalian?" ucap Lauren kemudian mencuci tangannya.
"Tentu saja, Aunty. Pergilah, biar aku yang menyiapkan dimeja makan" jawab Angel.
"Thank you" bisik Lauren kemudian menuju kamar putrinya.
Angel dengan cekatan menyiapkan semua makanan yang telah disediakan dan mengaturnya dimeja makan. Ia melihat Lion memerhatikan gerak geriknya.
Suasana ruang makan terasa sunyi karena hanya ada mereka berdua tanpa bersuara sedikitpun, membuat Angel gugup ketika harus mengatur beberapa menu makanan didekat Lion.
"Dimana kau tinggal?" tanya Lion berbasa-basi menatap kearah Angel.
"Aku tinggal bersama bibiku" jawab Angel singkat.
"Apakah jauh dari sini?" tanya Lion lagi sambil menikmati kue buatan ibunya.
"Hanya beberapa meter dari sekolah aku dan Vivienne. Bibiku memiliki toko buku" jawab Angel lagi.
"Aku tahu tempat itu. Vivienne senang menghabiskan uangnya ditoko itu dan bisa berjam-jam berada didalam." ucap Lion tersenyum membuat Angel menatapnya dengan pandangan kagum.
"Kami sering bertemu dan akhirnya menjadi dekat" gumam Angel tanpa sadar masih menatap ke arah Lion.
"Apakah ada makanan diwajahku? Mengapa kau menatapku seperti itu?" tanya Lion ketika melihat Angel yang terdiam menatap kearahnya cukup lama.
Angel yang kedapatan sedang menatap kakak dari sahabatnya itu terlihat menahan malu dengan wajah yang memerah. Kemudian berbalik kembali kedapur dan mencuci tangannya meski tidak ada kotoran yang menempel.
"Katakan pada mommy aku pergi kerumah Abuello dan akan kembali saat makan malam nanti" gumam Lion dibelakang Angel.
Angel yang mendengar kata Abuello dengan cepat berbalik dan terkejut karena wajahnya berada sangat dekat dengan wajah Lion.
"Ap-apakah aku bisa ikut ke tempat Abuello?" tanya Angel pelan dan berusaha menelan ludahnya.
"Tentu saja. Aku akan menunggumu dimobil" jawab Lion tersenyum senang kemudian meninggalkan Angel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments