Lion keluar dari mobil sportnya di depan Mansion megah yang dibangun Abuello. Mansion yang diwariskan padanya untuk ia tempati bersama keluarganya ketika berada di Roma memiliki taman yang luas dan juga danau buatan yang membuat tempat ini menjadi sangat istimewa baginya.
Lion berjalan mengitari mansion dan berjalan pelan ke arah danau ketika mendengar suara tawa yang ia kenali. Pemandangan akan sepupu laki-lakinya yang mengalunkan lengan dipundak Angel adalah hal yang tidak ingin ia lihat setelah pertemuan terakhir mereka. "Dan apa yang sedang wanita cantik itu lakukan disini?".
Langkah kaki Lion terhenti dan memandang tajam kearah sepasang manusia yang terlihat asik berbicara. Rambut panjang Angel tertiup angin dan melambai dengan perlahan membuat siapapun ingin menyentuh rambut hitam dan tebal itu.
Suara tawa Angel terdengar sangat indah di telinganya dan berubah kesal ketika mendengar suara tawa sepupunya Landon, yang terkenal sebagai playboy di keluarga mereka. Lion tetap mengawasi mereka hingga Angel menatapnya dan senyumnya hilang dari wajah cantiknya dan berubah sedingin es.
"Hai.'' Sapa Landon ketika melihat kedatangan Lion dan dengan perlahan melepas rangkulan tangannya dari pundak Angel.
Lion dan Angel saling menatap dalam diam dan tatapan Lion menatapnya dengan sangat tajam serta penuh kebencian. Landon yang tahu jika sepupunya tengah cemburu berusaha mendekati Lion dan memeluk saudara sepupunya. "Aku senang bisa melihatmu lagi setelah kecelakaan yang menimpamu, Lion. Kau terlihat sangat sehat dan juga semakin menakutkan. Ada apa dengan wajahmu itu?'' tanya Landon menatap Lion dan tersenyum lebar.
"Sedang apa kau disini?'' tanya Lion menatap wajah Angel dengan tajam dan menghiraukan sepupunya.
"Aku datang kesini bersama Mommy. Aku akan berada disini selama beberapa hari dan akan kembali setelah acara Daddy selesai'' jawab Angel membalas tatapan Lion kemudian merangkul lengan Landon dan menariknya masuk kedalam mansion.
Kesal karena sikap Angel yang mengacuhkannya, Lion akhirnya mengikuti keduanya masuk kedalam melalui pintu belakang dan tersentak ketika mendengar bunyi lonceng saat Angel berlari kecil membuka pintu. Lion merasakan sakit kepala yang begitu dahsyat dan pandangannya memudar. Sekelebat bayangan masuk kedalam ingatan sebelum tubuhnya jatuh tak sadarkan diri.
Angel yang pertama kali menyadari kesakitan Lion. Wajah pria itu tiba-tiba pucat dan kedua tangannya memegang kepalanya dengan kuat seolah menahan rasa sakitnya. Ketika tubuh pria itu akan jatuh dengan cepat Angel berlari kearahnya dan menahan kepala pria itu terbentur ke lantai.
Teriakan Angel membuat Landon dan keluarganya terkejut dan dengan cepat berlari kearah Angel yang sedang berusaha membangunkan Lion. Angel terlihat ketakutan dan mengusap wajah Lion yang berada dipangkuannya.
''Lion? Honey? Please bangunlah. Apa yang terjadi?'' isak Angel ketika merasakan tubuh Lion terasa dingin.
"Angel tenanglah. Biarkan mereka membawa Lion masuk, dokter pribadinya sudah dalam perjalanan kesini'' ucap Lauren menenangkan Angel.
"Mom?'' gumam Angel dengan gemetar dan membiarkan Lion diangkat dan dibawa masuk kedalam kamarnya.
"Kau bisa berada disampingnya jika itu membuatmu tenang, oke!'' ucap Lauren lagi dan membantu Angel berdiri dan masuk bersamanya.
Beberapa saat kemudian dokter telah selesai memeriksa keadaan Lion dan mengobatinya. Angel masih setia berada disamping pria itu dan mengenggam tangannya. Wajah Lion sudah tidak pucat lagi dan pria itu sudah bernafas dengan baik seperti sedang tidur.
"Tenanglah. Lion baik-baik saja. Kata dokter dia hanya mengalami shock saat beberapa ingatannya kembali dan itu membuatnya sakit kepala. Saat ini dia tengah tertidur dan akan bangun beberapa saat lagi'' ucap Lauren pelan dan menyentuh kepala putranya.
''Maafkan aku, Mom. Karena tidak ada disamping Lion saat pria itu sedang mengalami kesakitan dan membuatmu kesusahan merawatnya'' gumam Angel pelan dan mengusap airmatanya.
"Kau tidak perlu meminta maaf. Saat itupun kau pasti sedang kesakitan karena kehilangan anak kalian dan aku tidak bisa menemanimu atau menjengukmu. Aku hanya menanyakan kabarmu lewat ibumu dan juga Vivienne.'' Jawab Lauren kemudian memeluk menantunya.
Landon masuk dan duduk dikursi sofa yang ada didalam kamar Lion. Pria tampan itu tersenyum ketika melihat beberapa majalah Angel yang ia tahu pasti baru dibeli oleh Lion.
"Makan malam sebentar lagi. Aku ingin kalian turun kebawah dan makan bersama. Lion akan baik-baik saja jadi tak perlu khawatir saat meninggalkannya sendiri'' ucap Lauren pada Angel dan juga Landon dan dibalas anggukan kepala oleh keduanya.
''Kau bukan hanya cantik, Angel. Tapi juga sangat manis.'' ucap Landon menatap wajah Angel yang terpampang dimajalah yang ia pegang.
"Sangat jarang orang mengatakan aku manis'' jawab Angel tersenyum tipis.
"Lion yang selalu mengatakannya setiap kali ia memujimu dihadapan kami. Kau adalah miliknya yang manis dan hanya dia yang bisa merasakan manisnya'' ujar Landon tersenyum mengingat bagaimana pria itu begitu tergila-gila pada Angel.
"Apakah saat ini aku masih manis seperti dulu baginya?'' ucap Angel menatap wajah Lion yang tertidur.
''Kau bisa menanyakannya saat pria itu terbangun, karena hanya dia yang bisa merasakan manisnya dirimu'' jawab Landon tertawa kemudian bangkit berdiri dan membuka pintu kamar Lion. "Aku akan turun untuk makan malam.''
"Aku berharap saat kau bangun nanti, kau melihatku masih semanis dulu dan kau bisa merasakannya sendiri'' gumam Angel kemudian menyusul Landon untuk makan malam.
Lion membuka matanya perlahan ketika Angel menutup pintu kamar. Ia masih merasakan genggaman wanita itu ditangannya dan juga kecupan bibir wanita itu dibibirnya. Ia telah sadar beberapa saat lalu dan enggan membuka mata ketika menyadari bahwa Angel sedang menemaninya.
Lion masih belum mengingat Angel. Bayangan yang tiba-tiba muncul terlalu singkat dan membuat ia merasakan sakit kepala. Lion kemudian berusaha bangun dan duduk bersandar dengan menaruh bantal dipunggungnya. Ia kemudian mengambil air minum yang diletakkan Angel dimeja dan menghabiskannya.
Pintu kamar Lion terbuka dan ia melihat Angel masuk membawa beberapa cemilan. Wanita itu terkejut ketika melihat Lion sudah sadar dan tampak duduk menatapnya.
"Kau- kau sudah sadar?'' ucap Angel mendekati Lion dan meletakkan telapak tangan dikening Lion.
"Aku tidak demam'' ucap Lion ketika merasakan Angel meraba keningnya.
"Ah, maaf. Aku hanya memastikan saja. Apa kepalamu masih terasa sakit?'' tanya Angel manatap mata Lion sangat dekat dan duduk dikursi yang ia duduki tadi.
"Tidak. Aku baik-baik saja. Dimana Mom dan lainnya?'' ucap Lion tanpa menatap wajah Angel.
"Mereka masih menyelesaikan makan malam. Kau pasti ingin bertemu mereka, aku akan memberitahukan mereka bahwa kau su-
''Tak perlu berlebihan, aku sudah sering seperti ini. Kau saja yang tidak mengetahuinya'' ucap Lion memotong ucapan Angel dan melihat wajah wanita itu berubah sedih.
"Kau benar, aku tidak berada disampingmu sehingga tidak mengetahui apa yang kau rasakan'' gumam Angel dengan wajah menunduk.
Lalu pintu kamar terbuka dan Lauren masuk bersama anggota keluarga lainnya. Angel yang merasakan Lion kembali bersikap dingin padanya akhirnya keluar dengan perlahan dari kamar pria itu dan kembali ke kamarnya yang berada tepat disamping kamar Lion.
"Temani aku'' ucap Lion beberapa saat kemudian ketika menghubungi Angel dan dengan cepat menutup panggilan ponselnya tanpa menunggu balasan Angel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments