"When Our Memories Outweigh Our Dreams, We Have Grown Old."
Ketika kembali dari rumah Angel, senyum Lion menghilang. Ia dan Angel hampir saja bercinta dan dengan tiba-tiba wanita itu menjaga jarak darinya dan memasang wajah dingin. Tanpa Lion sadari ia sudah di usir dari rumah wanita itu tanpa memandang wajahnya.
Akhir-akhir ini Lion berusaha menjadi dirinya sendiri dan itu sangat sulit ia rasakan. Ia hanya bisa mengingat kedua orang tuanya dan juga adik perempuannya, tapi ia melupakan orang-orang yang dekat dengannya. Semalam sulit tidur dan selalu bermimpi buruk dan membuat dirinya mengalami sakit kepala.
Sepanjang hidupnya ia merupakan sosok yang tegas dan juga dihormati beberapa rekan bisnisnya dan ia merupakan pria yang sukses menggantikan ayahnya di perusahaan. Ia sangat mudah bergaul dan tidak suka mencari masalah dan semua orang yang ia kenal menyukainya. Itulah yang ibunya ceritakan mengenai dirinya dan ia masih merasakan asing melihat dirinya sendiri.
Lion cukup kaget bagaimana Angel membalas ciumannya dan mereka seperti sudah biasa melakukannya. Wanita itu terasa alami dan juga hangat seolah ia membutuhkan semua yang ada pada dirinya. Kenapa ia tidak bisa mengingat sedikitpun mengenai sahabat adiknya itu?
Lion menyandarkan kepalanya dan menutup mata beberapa detik, ia merasakan sakit kepala dan mengambil obatnya. Ia menatap obat penghilang rasa sakit yang sering ia bawa kemanapun ia pergi dan meminumnya. Keluarganya tidak pernah tahu jika ia sering mengalami sakit kepala tiba-tiba. Lion menduga rasa sakitnya akan hilang seiring waktu.
Lion kembali mengingat wajah Angel yang cantik. Kelembutan dimatanya seolah menyimpan rasa sedih yang mendalam, dan kehangatan yang terpancar dari wajahnya yang cantik membuat wanita itu selalu bersinar dalam keadaan apapun. Rambut wanita itu hitam dan sangat panjang membuat ia ingin melihat bagaimana rambut itu acak-acakan ketika mereka bercinta. Mencoba mengingatnya membuat kepala Lion kembali berdenyut.
Berhenti.
Kenapa dirinya memikirkan dan membayangkan sahabat adiknya seperti itu. Meskipun Lion sangat berharap ia bisa mengingat Angel.
Vivienne melihat kakaknya turun dari mobil yang mengantar pria itu dan melihat raut wajah kakaknya berkerut menahan sakit. Ia kemudian berjalan cepat ke arah kakaknya dengan menggendong putranya.
''Kakak? Apa kau baik-baik saja?'' tanya Vivienne ketika berada didekat Lion.
''Aku hanya merasakan sedikit pusing. Aku akan berbaring sebentar dan akan menemuimu, karena aku ingin menanyakan sesuatu yang penting'' Lion berkata pelan kemudian masuk kedalam kamarnya.
"Apakah kau sudah sarapan? Kau darimana saja? Kau pergi sangat pagi dan aku kebingungan mencarimu'' tanya Vivienne mengikuti kakaknya yang berjalan menuju kamar.
"Kita akan membicarakannya nanti, Vivienne.'' Jawab Lion kemudian menutup pintu kamarnya.
"Apakah kau menemui Angel? tanya Vivienne pelan dan tidak terdengar oleh Lion.
Vivienne kemudian menghubungi Angel tapi wanita itu tidak mengangkat teleponnya. Ia akhirnya mengirimkan pesan pada sahabatnya itu karena ia yakin mereka berdua pasti sudah bertemu.
''Apa kak Lion menemuimu?'' tulis Vivienne.
''Hm,'' Balas Angel singkat.
''Apa yang terjadi?'' tanya Vivienne lagi.
"Tak terjadi apapun. Aku akan mandi dan membuka toko.'' balas Angel.
Vivienne yang merasa kesal dengan balasan Angel hanya menarik nafas dan menghembuskannya dengan kuat membuat suaminya yang baru masuk menatapnya heran.
"Ada apa dengan wajahmu?'' tanya J.D yang menghampiri Vivienne dan mencium puncak kepala wanita itu.
"Kak Lion menemui Angel di apartemennya'' jawab Vivienne membuat mata suaminya membulat tak percaya.
''Apa dia sudah mengingat Angel?'' tanya J.D yang mengambil alih putranya dari gendongan Vivienne.
"Sepertinya tidak. Kak Lion tidak mengatakan apapun dan ia merasakan kepalanya sakit saat kembali. Saat ini kak Lion sedang tidur dikamarnya.'' Jawab Vivienne lagi kemudian menyibukkan diri dengan membereskan sisa sarapan mereka.
''Dan Angel tidak mengatakan apapun? Melihat wajahmu begitu cemberut ketika menatap ponsel barusan'' ucap J.D dan dijawab dengan anggukkan kepala oleh Vivienne.
''Dia masih bersikap dingin dan juga menyebalkan. Aku merindukan dirinya yang dulu, dan aku membenci sikap pura-pura kuatnya selama ini'' sahut Vivienne kemudian terisak pelan dipelukan suaminya.
"Mereka berdua perlu waktu dan bagi Angel pasti sangatlah berat, apalagi Lion tidak mengingat dirinya sama sekali'' ucap J.D menenangkan Vivienne.
"Mereka berdua saling mencintai dan ujian mereka sangatlah berat. Aku membenci diriku yang tidak bisa berbuat apapun" gumam Vivienne pelan.
...****************...
Tepat setelah kepergian Lion dari apartemennya, Angel menangis yang berusaha ditahannya sejak melihat pria itu berdiri didepan pintu. Ia mengira bahwa pria itu sudah mengingatnya dan merasa kecewa karena tahu pria itu hanya penasaran akan dirinya setelah pertemuan mereka kemarin.
Angel dapat merasakan bagaimana ciuman pria itu sedikit berbeda dari apa yang ia rasakan dulu dan ia dengan sekuat tenaga menjaga jarak dan mengusir pria itu keluar dan mengatakan hal-hal yang mungkin menyakitkan bagi pria itu.
Ia sangat terluka dan juga sakit ketika pria itu bertanya apakah mereka pernah bercinta dan ia sama sekali tidak mengingat sedikitpun tentang mereka. Bagaimana jika Lion bertemu dan jatuh cinta dengan wanita lain dan tidak mengingat jika dirinya pernah mencintai seorang wanita dan juga menikahinya?
Angel tidak ingin merasakannya dan menerima Lion tanpa mengingat akan hubungan mereka dulu. Meski nantinya pria itu akan membencinya karena membuat mereka kehilangan bayi mereka, tapi Angel tetap ingin pria itu mengingat bagaimana ia mencintainya.
Angel kemudian merapikan rambutnya dan menguncirnya kemudian memakai topi yang belakangan ini selalu dipakainya kemanapun untuk menutupi wajahnya dari orang-orang yang mungkin mengenalnya sebagai model. Ia masih belum siap umtuk kembali ke dunia itu dan masih ingin berdiam diri. Entah sampai kapan.
''Kau terlambat'' sahut seorang pelanggan yang sudah menunggunya di depan toko.
"Aku terlambat bangun. Dan ini masih terlalu pagi untuk siswa sepertimu datang kesini'' balas Angel sambil membuka pintu toko milik Vivienne sahabatnya itu.
"Aku ingin mencari buku yang aku hilangkan dan itu harus di kembalikan hari ini'' jawabnya.
"Masuklah'' ucap Angel dengan suara dingin.
''Kau tahu, wajahmu sangat cantik dan bisa menjadi seorang model. Kau terlalu cantik untuk menjadi penjaga toko. Aku yakin kau akan mendapatkan kekasih kaya raya jika tinggal dikota besar'' sahut anak remaja itu lagi.
"Jangan pedulikan aku. Sebaiknya kau fokus dengan apa yang kau cari karena sebentar lagi sekolahmu akan ditutup'' balas Angel menatap tajam ke arah remaja yang menatap wajahnya sejak ia masuk.
''Pagi yang sibuk?'' ucap J.D ketika melihat Angel sedang sibuk melayani beberapa pelanggan.
"Aku berharap bisa mendapatkan cukup tip untuk berbelanja di akhir pekan nanti'' jawab Angel dingin seperti biasanya.
"Vivienne memintaku mengantarkan sarapan untukmu, dia khawatir kau tidak sempat sarapan'' ucap J.D kemudian meletakkan bekal yang dibawanya dimeja depan Angel.
''Yakinkan istrimu untuk berhenti mencemaskan aku, J.D. Aku benci merasakan perhatian kalian yang terlalu berlebihan'' Angel berkata dan menatap suami sahabatnya itu dengan tatapan memohon.
"Aku akan memastikan kau tidak akan mendapatkan kiriman makanan dan juga perhatian istriku lagi.'' Ucap J.D pelan kemudian meninggalkan Angel yang terdiam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments