“Rome is a dream like no other.”
Roma, Italia.
Angel menuruni pesawat pribadi milik Lion dengan pria itu dibelakangnya. Mereka disambut oleh beberapa anak buah Lion dan membukakan pintu untuknya.
Lion memutuskan akan membawa mobil itu sendiri dan menyuruh mereka mengantar koper mereka dihotel milik Lion.
Ia ingin mengelilingi kota Roma bersama Angel dan menikmati kebersamaan mereka di kota romantis ini.
Roma merupakan kota terbesar dan berpengaruh pada dunia hingga saat ini. Banyak bangunan seperti istana yang indah dan semua menjadi daya tarik tersendiri, hingga Lion membangun beberapa bisnisnya dikota ini termasuk hotel dan juga tempat wisata.
Lion juga memiliki saham yang sangat besar di tempat Angel bekerja dan ia menyembunyikannya dari wanita itu. Setelah Angel meninggalkannya, Lion bekerja keras mengambil alih perusahaan milik ayahnya dan memperluasnya diberbagai negara dan memusatkan tujuannya di dekat wanita itu.
Setelah percintaan mereka semalam dan berlanjut di dalam pesawat miliknya, ia mengetahui bahwa Angel tidak bisa menolak sentuhannya dan wanita itu selalu bisa memuaskannya di ranjang.
''Kau memiliki perusahaan disini, apakah kau akan mendatanginya?'' tanya Angel ketika mobil mereka memasuki kawasan elit dimana hanya ada rumah-rumah mewah dengan suasana yang sangat indah.
''Kita akan ke suatu tempat terlebih dahulu'' jawab Lion mencium tangan Angel yang sejak tadi berada dalam genggamannya.
''Apakah kita akan menemui seseorang? Rumah-rumah disini sangat indah'' tanya Angel yang membuka kaca mobil dan menikmati udara segar.
''Apa kau menyukainya?'' tanya Lion dengan senyum khasnya.
''Tentu saja, siapa yang tidak ingin berada disini. Bahkan aku belum pernah masuk ke tempat ini'' jawab Angel menatap Lion.
''Kalau begitu kita akan tinggal disini'' sahut Lion santai dan membuat Angel menganga.
''Apa kau gila? disini bahkan tempat tinggal para menteri.'' guman Angel pelan dan dibalas dengan senyum oleh Lion.
Mereka memasuki rumah dengan pagar yang menjulang tinggi. Angel melihat Lion membuka pagar itu dengan remote yang ada ditangannya.
Mereka memasuki halaman yang sangat luas dengan rumah yang berada ditengahnya seperti sebuah istana. Angel menatap Lion dan merasa curiga dengan pria itu.
''Ini rumah siapa?'' tanya Angel begitu mereka sampai dan Lion membukakan pintu mobil untuknya.
''Kau akan tahu begitu kita masuk ke dalam'' ucap Lion menggandeng tangan Angel dan masuk ke dalam rumah.
Seorang pelayan mendekati mereka dan membukakan pintu. Angel dibuat terpana dengan apa yang ia lihat begitu pintu terbuka.
Sebuah ruangan luas dengan tangga di dua sisi dan langit-langit terdapat lukisan yang sangat indah karya seniman terkenal dengan warna-warna yang memukau.
Kemudian beberapa patung koleksi dari lelang amal yang sering Angel ikuti menghiasi disudut-sudut ruangan. Angel kemudian dibuat terpana begitu masuk makin ke dalam.
Ia melihat Lukisan besar dengan foto keluarga Lion bersama orang tuanya dan juga Abuelo Kakek buyut Lion yang meninggal beberapa tahun lalu.
''Apakah ini rumahmu?'' tanya Angel ketika Lion menyandarkan kepala dipundaknya dan menatap lukisan didepan mereka.
''Ini rumah Abuelo yang diwariskan padaku'' jawab Lion menatap gambar kakek dari ayahnya.
''Kalian saling menyayangi, kau pasti merindukannya'' ucap Angel mengelus kepala Lion yang berada didekat lehernya.
''Sangat dan ia yang menyuruhku untuk menjadikanmu istriku, jika tidak ia akan menghantuiku'' bisik Lion di telinga Angel dan menghirup aroma wangi wanita itu.
''Aku merindukannya'' lirih Angel pelan.
''Hmm, Abuelo selalu senang melihat majalah yang menampilkan wajahmu dan akan mengomel saat melihatmu memakai pakaian seksi. Ia akan membuang majalah itu dan menyuruhku untuk membawamu pulang'' ucap Lion dengan tersenyum mengingat masa-masa bersama Abuelo.
Angel tersenyum dan membalikkan tubuhnya ke arah Lion dan melingkarkan tangannya dileher pria itu. Kemudian berbisik ditelinga Lion.
''Jadi, dimana kamar tidur kita?'' bisik Angel dan berteriak ketika Lion menggendongnya dan membawanya menaiki tangga menuju lantai dua.
Angel dibawa masuk menuju kamar dengan ranjang yang sangat besar dan dilapisi dengan seprei berwarna merah menyala. Kemudian Lion membaringkannya dan menyukai kelembutan ranjang mereka.
Lion membuka pakaiannya dengan sangat perlahan membuat Angel menggigit bibirnya dan bergerak sensual menggoda pria itu.
Lion mengambil dasinya dan menutup kedua mata Angel. kedua tangan wanita itu ditarik keatas dan Lion mengikatnya dengan ikat pinggang miliknya.
Lion menyusuri kaki jenjang Angel yang masih memakai high heelsnya dan wanita itu mendesah ketika bibir Lion menggigit paha bagian dalam.
Lion membuka pakaian dalam Angel dengan mengangkat dress pendek wanita itu hingga tanpa melepasnya.
kemudian mencium sekujur tubuh Angel dari balik dressnya membuat Angel meronta memohon Lion melepas pakaiannya dan merasakan ciuman pria itu dikulitnya. Ia seperti disiksa oleh Lion dan membuat pria itu menikmatinya.
Angel mencapai puncak hanya dengan sentuhan pria itu di area sensitifnya dan terkejut saat Lion sekali lagi merobek pakaiannya dan melemparnya ke sembarang tempat.
Kemudian ia mengulum puncak dada wanita itu dengan mata Angel yang masih tertutup dan juga tangan yang terikat.
Ia seperti berada dalam pusaran gairah dan ingin menyentuh Lion tapi tidak bisa membuat ia merasa frustasi. ia melingkarkan tangannya yang terikat dileher pria itu saat ia berada diatas pangkuan Lion.
Mereka mendesah bersamaan saat Angel bergerak diatasnya. Lion mencium bibir Angel penuh gairah dan wanita itu membalasnya dengan tak kalah panas. Kemudian Lion melepas penutup mata Angel dan juga ikatan ditangannya.
Angel menggerakkan tubuhnya kembali diatas Lion dan tangannya meremas rambut pria itu saat Lion menghisap dadanya secara bergantian. Tangan Lion memegang pinggul Angel dan membantunya bergerak mengikuti gerakan wanita itu.
''Aaahhhh... Lion'' Angel mendesahkan nama pria itu membuat Lion mengganti posisi menjadi dia yang berada diatas tubuh Angel.
Tubuhnya bergerak dan kedua tangannya meremas dada Angel secara brutal dan memasuki Angel dengan kuat membuat wanita itu mencapai puncaknya bersama-sama.
Lion menunduk dan merasakan keringat membasahi tubuh mereka karena lupa menyalakan pendingin ruangan. Ia menatap puas wajah Angel yang kelelahan dengan penampilan yang acak-acakan tapi terlihat seksi.
Kemudian Lion berpindah menjadi disamping wanita itu dan menyalakan AC dan memeluk Angel yang sudah tertidur dengan tubuh polosnya. Mereka berdua akhirnya tertidur.
Angel terbangun saat hari sudah gelap dan ia tidak menemukan Lion disampingnya. Ia merasakan tubuhnya seperti remuk karena percintaan Lion yang brutal dan berjalan perlahan menuju kamar mandi.
Ia memutuskan berendam air hangat untuk menghilangkan rasa lelahnya hingga kembali tertidur.
Sentuhan Lion di dadanya membuat ia membuka mata dan melihat pria itu sudah ikut berendam bersamanya dengan posisi Lion berada di belakangnya.
''Aku akan memijatmu'' bisik Lion ditelinganya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments