Setelah membersihkan dirinya, Angel menatap cermin yang ada di dalam kamar mandi dan berpikir ulang. Apakah dengan kembali tidur bersama Lion adalah keputusan yang tepat. Ia harusnya memberi waktu untuk mereka berdua hingga ingatan Lion tentang dirinya kembali.
Pintu terbuka dengan kuat dan Angel menduga bahwa Lion yang masuk, dan ia terkejut melihat Vivienne yang berlari mendekatinya dan memeluk tubuhnya dengan kuat.
Tepat dibelakang Vivienne ada Lion yang sedang menatapnya dengan pandangan tak biasa,
Lion terlihat memakai pakaian santai dengan celana jins dan kemeja polos dengan lengannya yang digulung hingga siku. Pria itu duduk disofa dan membuka laptopnya, kemudian kembali serius dengan apa yang ia lihat.
"Bagaimana kabarmu, Angel?'' sahut Vivienne, sahabat sekaligus adik iparnya.
''Seperti yang kau lihat. Dimana si kecil?'' tanya Angel kemudian melirik kearah Lion yang mengacuhkannya.
Baru beberapa jam yang lalu mereka kembali bercinta dipagi hari dan pria itu sudah berubah kembali menjadi pria yang menyebalkan. Tuhan, tolong bantu aku, pikir Angel.
Setelah puas mengobrol dengan Vivienne dan wanita mungil itu akhirnya pergi ketika suara tangisan putra terdengar, Lion masih duduk berhadapan dengan laptopnya.
Angel berusaha menstabilkan debaran jantungnya ketika ia mencoba mendekati Lion dan duduk dikursi sofa yang ada dihadapan pria itu. Kedatangan Angel membuat Lion mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Angel.
Angel balas menatap dan tersenyum canggung pada Lion. "Apa aku mengganggumu?'' tanya Angel pelan.
Lion melepas kacamatanya dan menutup laptopnya kemudian tersenyum menatap Angel yang terlihat gugup. "Kau tidak menggangguku. Apa ada yang ingin kau bicarakan, Honey? Kau terlihat gugup'' ucap Lion menarik kedua tangan Angel dan menggenggamnya.
Masing-masing dari mereka menatap kedua tangan mereka yang saling menggenggam, kemudian Angel tersenyum dan menatap senyum Lion yang terukir diwajahnya yang tampan. Senyum yang selalu ia rindukan itu hari ini kembali ia lihat diwajah Lion.
Mereka duduk begitu dekat dan Lion bisa mencium aroma wangi dari sabun mandi yang digunakan Angel.
"Kau pasti merasa aneh karena kita sudah tidur bersama dan kau belum mengingat apapun tentang diriku'' ucap Angel pelan.
"Apa yang aneh? tentu saja tidak'' Lion bersikeras. "Aku menyukainya dan masih ingin melakukannya denganmu saat ini'' Lion menatap Angel dengan tatapan penuh damba.
"Sejak aku bertemu denganmu pertama kalinya. Aku tidak bisa berhenti memikirkanmu, dan itu membuatku sangat kesal karena tidak bisa mengingatmu sedikitpun'' Lanjut Lion.
Ucapan Lion membuat Angel merasakan perasaan yang hangat dan juga manis. Dan ia kembali mengingat bagaimana ia jatuh cinta pada pria itu untuk pertama kalinya. Lion pria yang memiliki sisi lembut dibalik sikapnya yang keras dan juga tegas.
''Kau tahu, aku jatuh cinta padamu saat aku masih berumur lima belas tahun. dan saat itu kau mengira aku adalah Vivienne. Aku sedang menginap dirumah kalian. Kau kembali dari asrama dan memelukku dari belakang dan mencium pipiku. Aku yang ingin memukulmu terdiam saat melihat wajah tampanmu. Sejak hari itu aku selalu mencari tahu tentang dirimu'' gumam Angel dengan wajah memerah malu.
''Aku ingin mengingat apa yang aku rasakan saat itu. Apakah aku satu-satunya pria yang mencium pipimu saat itu?'' Lion bertanya sambil mengelus pipi Angel yang halus dan lembut.
''Kau juga jatuh cinta pada pandangan pertama padaku saat itu. Kau mengatakannya sendiri dan mulai mengejarku ketika kau akhirnya lulus dan kembali dari asrama beberapa bulan kemudian." Jawab Angel membuat Lion terkejut.
"Angel, seberapa dekat kita saling berhubungan sebelum kecelakaan itu?'' tanya Lion membuat Angel terdiam dan matanya mulai berair.
Meskipun mereka sudah kembali dekat, mulut Angel tiba-tiba kaku untuk menyusun kata-kata yang harus ia ucapkan pada Lion. Ini adalah kesempatannya untuk menjelaskan semuanya dan mungkin bisa membantu Lion untuk mengingat dirinya meskipun hanya beberapa persen. Tapi ia masih tidak tahu apa yang harus ia katakan.
''Aku tidak ingin memaksamu mengingat sesuatu yang nantinya akan membuatmu kesakitan, Lion.'' ucap Angel menundukkan kepalanya karena tidak sanggup menatap wajah Lion.
''Aku sangat takut saat melihat bagaimana kau kesakitan kemarin dan tidak sadarkan diri, dan aku tidak ingin itu terjadi lagi.'' lanjut Angel dengan suara isakan yang ia tahan.
''Kau harus menjelaskannya padaku dan menceritakan semua tentang hubungan kita, Angel. Kau tidak tahu bagaimana semua terasa aneh bagiku saat sebagian hidupmu tiba-tiba hilang begitu saja.'' ucap Lion menyentuh pipi Angel dan mengusap airmatanya.
''Aku tidak tahu bagaimana aku harus memulai semuanya. hubungan kita berjalan sangat lama dan kemudian kita putus dan tidak berhubungan selama tujuh tahun. Kita bertemu kembali dan menghabiskan waktu selama hampir seminggu di villa milik keluargamu. Kemudian kita kembali berpisah dan sebulan kemudian aku mengetahui bahwa aku hamil dan akhirnya aku menemuimu dan kita akhirnya memutuskan untuk menikah. Setelah itu terjadilah kecelakaan dan kau koma sedangkan aku kehilangan bayi kita'' ucap Angel dengan tangisan yang semakin kencang.
Melihat tangisan Angel membuat kepala Lion tiba-tiba terasa sakit. Ia kemudian menyentuh kepalanya lalu dengan cepat menarik tanganya ketika Angel menatap kearahnya.
"Apa kepalamu sakit lagi?'' tanya Angel yang terlihat cemas dan membersihkan airmatanya.
Lion mengangguk dan menyandarkan kepalanya disandaran sofa kemudian mencoba menutup matanya menahan rasa sakit yang membuat ia terasa mual. bayangan Angel tiba-tiba terlintas dikepalanya dengan sangat jelas. Angel yang tersenyum saat ia berlari dengan rambut panjangnya yang indah.
"Aku akan mengambilkan obat pereda sakit yang diberikan dokter semalam'' sahut Angel kemudian berlari kearah meja yang terletak disamping tempat tidur mereka dimana obat-obat milik Lion diletakkan.
''Aku sudah meminumnya beberapa menit lalu, Angel. Sakit kepalaku tidak seburuk sebelumnya. Aku baik-baik saja'' ucap Lion yang melihat bagaimana Angel sangat mencemaskan dirinya.
Tapi Lion tidak baik-baik saja. Senyum pria itu dipaksakan dan ia bergerak dengan tidak nyaman berusaha bersikap biasa. Angel duduk disamping pria itu dan menyentuk bekas luka dikepala Lion.
Lion yang merasakan sentuhan lembut jemari Angel dikepalanya dengan perlahan membuka matanya dan melihat wajah sedih wanita itu, Perasaannya tiba-tiba sakit, seolah tidak ingin melihat wanita itu bersedih. Apakah ia mencintai Angel begitu kuat? batin Lion. Tapi keraguan akan hubungan mereka selalu menghantuinya setiap saat.
Angel menatap wajah Lion yang berubah pucat dan kemudian memutuskan untuk memanggil sang ibu. "Mungkin sebaiknya kau harus ke rumah sakit. Kau sangat pucat dan aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu. Aku akan memanggil Mommy dan Juga Daddy'' sahut Angel yang beranjak berdiri dan ditahan oleh Lion.
"Duduklah, Angel. Aku hanya ingin beristirahat dan tidur dipangkuanmu'' ucap Lion kemudian merebahkan kepalanya dipaha Angel dan menutup matanya.
"Lion.'' Gumam Angel pelan kemudian mengelus kepala Lion hingga pria itu tertidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments