Air Mata Angel

Lion merasakan sentuhan bibir Angel dibibirnya yang dengan sengaja wanita itu lakukan. Wangi parfum Angel benar-benar menggoda, membuat ia ingin bercinta dengan wanita itu saat ini juga. Lion kemudian menjauhkan bibirnya dan berbisik ditelinga Angel.

"Dan jika aku menciummu saat ini, sudah dipastikan kita akan bercinta dengan sangat panas dan berhari-hari hingga kau hamil dan kita akan menikah untuk kedua kalinya" bisik Lion ditelinga Angel dan merasakan tubuh wanita itu menegang.

"Kau?" gumam Angel dengan gemetar.

"Aku belum mengingatmu, Honey. Tapi aku sudah mengetahui semua tentangmu dan juga hubungan kita" ucap Lion menatap wajah Angel yang tampak terkejut dalam keremangan.

"Lalu?" tanya Angel melihat raut wajah Lion yang tampak tak senang dengan apa yang ia ketahui.

"Apa yang kau harapkan dariku setelah mengetahui bahwa wanita yang aku jumpai ditoko buku adikku berpura-pura tidak mengenaliku. Wanita yang aku ketahui sebagai istriku tidak ada disampingku saat aku terbangun dari koma. Dan aku mengetahui bahwa sejak awal kau memang tidak menemuiku Angel. Lalu apa yang kau harapkan dari isi pikiranku?" ujar Lion menatap tajam ke wajah Angel yang terlihat ketakutan.

"A...ku-

"Aku tahu kita menikah karena kau hamil dan anak itu sudah tidak ada lagi. Jadi, kita tidak perlu melanjutkan hubungan. Kita akan bercerai dan kau bebas melanjutkan karirmu tanpa harus terganggu olehku" ucap Lion melepas pegangannya dibahu Angel kemudian memasukkannya dalam saku celananya.

"Lagipula kita tidak akan pernah bertemu dan aku yakin saat itupun kita pasti bertemu karena aku yang memaksamu" lanjut Lion lagi kemudian membuka pintu perlahan dan melangkah keluar.

"Selamat tinggal, Angel." gumam Lion kemudian pergi meninggalkan Angel yang masih terdiam.

Setelah kepergian Lion yang meninggalkan dirinya sendiri di ruangan yang gelap, Angel merasakan tubuhnya gemetar dan airmata berjatuhan membasahi pipinya terus menerus dan tidak bisa berhenti. Ucapan Lion benar-benar menyakiti hatinya dan ia tidak mampu untuk membalas semua perkataan pria itu.

Seharusnya ia tidak datang kesini dan mencoba keberuntungannya untuk menemui Lion. Dirinya sudah tahu bagaimana sifat keras pria itu, tapi masih berharap pertemuan mereka akan baik-baik saja. Mengetahui Lion tidak datang mencarinya setelah pertemuan mereka sudah memberitahu bahwa pria itu tidak lagi tertarik padanya.

Setelah satu jam menenangkan diri, Angel akhirnya bangkit dan keluar dengan mata sembab karena menangis terus menerus. Ia memutuskan kembali ke apartemennya dengan melewati pintu belakang dan menghubungi manajernya yang masih berada didalam karena acara puncak sedang berlangsung.

Angel berjalan perlahan dan juga lesu dengan banyak kembang api yang bersinar dilangit sebagai perayaan ulang tahun perusahaan. Tanpa ia ketahui, Lion melihat kepergiannya dari balkon lantai dua. Angel yang merasa ada yang menatapnya berhenti dan menoleh kebelakang tapi tak menemukan siapapun. Ia kemudian melepas sepatunya dan berjalan cepat dimana manajernya sedang menunggu.

"Oh my God, Angel. Apa yang terjadi padamu? dan mengapa kau menangis?" sahut manajernya begitu melihat kedatangan Angel yang terlihat acak-acakan.

"Aku ingin pulang ke apartemenku" ucap Angel kemudian masuk kedalam mobil dan disusul oleh manajernya.

"Baiklah. Kita akan pulang sebelum ada yang melihatmu dengan tampilan seperti saat ini. Jika ada yang melihatmu, kau tahu bukan apa yang akan terjadi besok?" gumam sang manajer kemudian menjalankan mobil dengan cepat.

...****************...

Gedoran pintu apartemennya dipagi hari membangunkan Angel yang masih sangat mengantuk karena baru bisa tertidur jam dua dini hari. Ia membuka pintu dan terkejut melihat siapa yang datang menemuinya.

"Mom?'' gumam Angel ketika melihat ibu mertuanya mendatangi apartemennya.

"Oh, Sweetheart. Apa yang terjadi pada wajahmu?'' sahut Lauren ketika melihat mata bengkak menantunya.

''Mom, aku merindukanmu'' isak Angel kemudian masuk kedalam pelukan ibu mertuanya.

''Tenanglah. Ayo masuk dan kita akan berbicara.'' ucap Lauren mengusap punggung Angel dengan lembut.

Beberapa menit kemudian, Lauren dan juga Angel tampak menikmati sarapan bersama yang disiapkan oleh Lauren sendiri. Angel terlihat lemah dan ia yakin menantunya belum makan apapun sejak semalam. Ketika mengetahui kabar dari orang kepercayaannya  bahwa pertemuan Lion dan Angel tidak berjalan lancar membuat ia bergegas menemui menantu kesayangannya.

"Sejak kapan Mom berada disini?'' tanya Angel sambil menimati sarapannya.

''Baru beberapa hari dan Mommy sedang menyiapkan pesta untuk ulang tahun Daddy, di mansion peninggalan Abuello'' jawab Lauren menatap Angel. "Aku ingin kau ikut bersamaku untuk menginap disana hari ini, Angel.''

"Tapi, Mom. Aku belum siap bertemu dengan Lion setelah semalam. Kata-katanya masih membuat hatiku sakit'' ucap Angel dengan raut sedih.

"Dan kau harus membalas pria itu dan membuat dia kembali mengingatmu. Mom yakin dia akan sangat menyesalinya begitu dia mengingat semua tentangmu'' ucap Lauren tersenyum.

Angel menatap wajah cantik ibu dari Lion yang masih terlihat muda di usianya yang sekarang dan begitu menyayanginya bahkan sebelum ia menjadi bagian dari keluarga mereka. Sejak bersahabat dengan Vivienne, ia selalu di ajak liburan ke beberapa negara dan memperlakukan dirinya seperti putri mereka.

''Tak perlu takut. Mom akan memastikan kau tidak akan disakiti oleh Lion saat berada disana. Kau akan bertemu dengan semua sepupu Lion dan kita akan bersenang-senang.'' Ujar Lauren meyakinkan menantunya yang masih terlihat ragu.

Angel mencoba berpikir dan tersenyum saat melihat wajah penuh permohonan ibu mertuanya.

"Baiklah, Mom. Aku akan berkemas dan mengosongkan beberapa jadwalku seminggu ini dan menghabiskan waktu bersama kalian'' ucap Angel tersenyum dan membuat Lauren kembali memeluknya.

''Kita akan bersenang-senang dan aku pastikan kau akan menyukainya'' ujar Lauren bahagia.

"Thank you, Mom. Aku sangat beruntung mendapatkan ibu mertua sepertimu'' gumam Angel pelan.

"Aku tidak akan menerima siapapun yang berani menggantikan posisimu sebagai menantuku.'' Lauren berkata dengan penuh keyakinan dan melepas pelukannya secara perlahan untuk menatap wajah Angel yang sangat cantik meski tanpa make up dan juga mata yang sembab. "Kau memang ditakdirkan menjadi seorang model. Kau benar-benar sangat cantik, Angel.''

"Mom juga sangat cantik'' balas Angel dan membuat mereka berdua tertawa bersama.

"Baiklah, aku akan membantumu berkemas. Sebenarnya kau tidak perlu membawa banyak pakaian, karena pakaianmu masih tersimpan disana'' ucap Lauren membuat Angel teringat bagaimana ia menghabiskan waktu bersama Lion di mansion milik Abuello.

"Apakah Lion juga menginap disana, Mom?'' tanya Angel yang memasukkan barang-barang miliknya dikoper.

"Tidak. Dia menginap di penthouse milik kalian dan mommy belum menemuinya sejak ia datang kesini'' jawab Lauren membantu Angel memasukkan pakaian yang akan ia bawa.

"Aku bahkan belum pernah sekalipun diajak ke penthouse pribadi miliknya. Saat itu kami hanya banyak menghabiskan waktu di mansion dan juga apartemenku'' gumam Angel yang merasa hatinya perih.

"Tenanglah. Lion tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun sejak dia kembali dari koma. Ia bahkan terlihat lebih menakutkan saat ini saat berada diperusahaan maupun diluar'' ujar Lauren yang tidak ingin Angel berpikiran yang tidak-tidak.

''Aku sangat percaya padanya, Mom. Dia mencintaiku begitu dalam dan menungguku bertahun-tahun lamanya. Dia tidak akan semudah itu mencintai wanita lain. Aku akan membuat pria itu mengingat semuanya'' ucap Angel dengan tegas membuat Lauren tersenyum dan juga lega.

"Mommy akan membantumu. Kau hanya langsung mengatakannya padaku'' balas Lauren tersenyum bahagia,

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!