"Dream about something and make the dream come true, because this world would not exiest if there were dreamed."
...****************...
Ketika berumur 16 tahun Angel masih memiliki keinginan yang sama dengan keinginannya sejak ia kecil.
Dengan kecantikannya Angel membayangkan bagaimana tubuh indahnya berjalan di atas catwalk dan wajah cantiknya akan menghiasi berbagai majalah yang sering ia lihat ketika mengunjungi aunty Kate.
Angel membuat keputusan dengan meninggalkan kota kelahirannya dan juga memutuskan hubungannya dengan Lion.
Meskipun banyak yang mengatakan ia tidak perlu berusaha keras dengan Lion di sisinya, tapi ia memiliki keinginan untuk sukses dengan caranya sendiri.
Dan ibunya adalah salah satu orang yang mendukung cita-citanya. Hingga ia memberanikan diri menginjakkan kakinya di Roma tempat semua impiannya terwujud.
Angel masih mengingat bagaimana rasanya menandatangani kontrak untuk pertama kalinya. Ia berteriak dengan sangat kencang ketika keluar dari gedung agensi dan menghubungi ibunya. Ia menangis dan kemudian bekerja dengan sangat keras hingga sampai di titik ini.
Lamunannya terusik saat merasakan tangan Lion bergerak di pinggangnya dan membawanya masuk ke dalam gedung tinggi yang merupakan perusahaan tempat Angel bekerja.
''Kau akan masuk bersamaku?'' tanya Angel ketika Lion masih terus berjalan dan membawanya memasuki lift.
"Hmmm, aku memiliki rapat penting disini'' jawab Lion yang masih sibuk dengan ponsel ditelinganya.
''Rapat dengan siapa?" tanya Angel menatap wajah Lion.
" Tentu saja dengan pejabat perusahaan disini'' jawab Lion, kemudian tersenyum menatap wajah Angel yang kebingungan.
''Apa maksudmu Lion? jangan membuatku takut'' ucap Angel yang takut Lion akan bersikap keras pada agensi yang saat ini sedang sangat marah dengan pengunduran dirinya sementara.
''Tenanglah, ini tidak ada hubungannya denganmu'' jawab Lion kemudian menggandeng tangan Angel ketika pintu lift terbuka.
Angel terkejut saat melihat kepala direktur menunggu kedatangan mereka di depan lift dengan beberapa pejabat penting perusahaan.
Ia melihat mereka semua memberi hormat pada Lion dan menatap tangan pria itu yang menggenggam tangannya. Ia berusaha melepas tangannya dari genggaman pria itu ketika melihat asistennya dari kejauhan, tapi pria itu tidak ingin melepaskannya.
Mereka terlihat serasi berjalan bersama, tubuh tinggi Lion sangat pas berada disamping Angel. Lion sengaja melakukan hal ini agar tidak ada yang akan menjatuhkan nama Angel dengan gosip murahan.
Ia kemudian mengangkat tangan Angel dan memperkenalkannya sebagai calon istri Lion dan akan segera menikah.
Angel merasakan wajahnya memerah dan berusaha menahan malu. Ia kemudian masuk ke ruangan dimana asistennya sedang menunggu. Ia baru mengetahui bahwa Lion merupakan pemilik perusahaan yang telah membesarkan namanya.
"Inikah kejutan yang akan kau katakan kemarin malam padaku" ucap Imelda asisten Angel yang ikut terkejut dengan berita mengenai pernikahan Angel dan presdir mereka.
"Lihatlah, baru beberapa menit tapi kalian berdua langsung menjadi tranding topic hari ini.'' Imelda berkata padanya dan memberikan Laptop yang memperlihatkan foto-fotonya dengan Lion.
''Aku baru mengetahui bahwa Lion adalah pemilik perusahaan ini dan itu membuatku shock'' gumam Angel kemudian memegang perutnya yang tiba-tiba merasa mual.
Ia berlari ke dalam toilet dan memuntahkan isi perutnya, Ia merasa selama ini Lion sedang bermain-main dengan hidupnya dan ia seperti orang bodoh yang bersikap sombong dihadapannya.
''Apa kau baik-baik saja? tanya Imelda yang membantunya berdiri.
"Bisakah kau mengantarkanku pulang ke apartemenku?'' tanya Angel pelan.
"Aku akan memberitahu Presdir'' jawab Imelda tapi ditahan oleh Angel ketika wanita itu akan pergi.
"Please, aku tidak ingin mengganggunya. Aku ingin kau mengantarku dengan mobilmu'' ucap Angel berbohong.
''Apakah calon suamimu tidak akan marah?'' tanya Imelda yang takut mwmbawa Angel pergi tanpa bertanya padanya.
''Tenanglah, ia tidak akan marah'' kata Angel meyakinkan asistennya.
''Baiklah, kau tak perlu kembali kesini untuk membereskan barang-barangmu. Kau istri seorang presdir dan pasti tidak ada yang akan berani menyentuhnya'' ucap Imelda membawa Angel keluar melalui lift menuju mobilnya.
Angel menyandarkan kepalanya begitu mobil mereka bergerak keluar dari perusahaan dan menuju apartemennya yang hanya beberapa blok dari agensi.
Ia sengaja menyewa apartemen mewah ini karena sangat dekat dengan tempat ia bekerja dan ia tak perlu merasakan kemacetan saat jalanan sibuk.
''Thank you Elda, tak perlu mengatakan kau yang mengantarkanku pulang jika Lion mencariku'' ucap Angel begitu mobil telah berhenti dan ia keluar.
''Angel'' panggil Imelda saat Angel menutup pintu mobilnya dan tersenyum padanya.
'''Berbahagialah, oke!!'' ucap Imelda memberi semangat.
Angel melambaikan tangannya ketika mobil Imelda menjauh dan ia kembali terlihat lesu memasuki apartemennya.
Bunyi ponsel Angel terdengar dari dalam tasnya dan ia membiarkannya karena tau itu dari Lion. Ia masih tidak bisa membayangkan bagaimana pria itu berada dibalik semua yang ia dapatkan.
Ia baru menyadari apa yang ia dapatkan selama ini terlalu mudah, bahkan ia tidak perlu bekerja terlalu keras seperti orang lain.
Dan ia merasa semua itu karena memang ia pantas mendapatkannya, karena bakatnya, karena kecantikannya.
Angel masuk ke dalam apartemennya, ia menjatuhkan tasnya dan masuk ke dalam selimut, kemudian menangis.
Lion tiba beberapa saat kemudian dan merasa cemas dan juga marah. Ia menghubungi ponsel wanita itu belasan kali dan kesal ketika mengetahui ia telah kembali ke apartemennya sendiri tanpa meninggalkan pesan apapun.
Lion masuk ke dalam apartemen Angel dengan menggunakan kartu khusus dan melihat apartemen wanita itu tampak sepi. Lion melihat tas dan sepatu yang dipakai wanita itu tergeletak di lantai.
Lion memeriksa semua ruangan dan mendapati Angel tertidur dikamarnya dengan masih memakai pakaian yang ia gunakan tadi pagi.
Kemudian ia menghampiri Angel dan duduk di pinggiran tempat tidur wanita itu, memperhatikan wajah cantik Angel yang tertidur dengan bekas airmata di sudut matanya.
Angel menangis, dan ia tau mengapa wanita itu pergi tiba-tiba.
Lion telah berbuat sesuatu yang menyakiti wanita itu. Ia kemudian memperbaiki selimut yang menutupi tubuh Angel.
Angel terbangun saat mencium bau masakan yang berasal dari dapur apartemennya, Ia bangun perlahan dan menggulung rambut panjangnya keatas. Ia melihat jas Lion tersampir dikursi sofa yang ada dikamarnya dan tau pria itu tidur disana.
Setelah mencuci wajahnya yang terlihat membengkak karena habis menangis, Angel keluar dari kamar menghampiri Lion yang sedang sibuk menyiapkan makan untuk mereka berdua.
Ia tidak akan bertanya bagaimana pria itu bisa masuk ke apartemennya, karena pasti gedung ini adalah milik pria itu. Ia memandang punggung Lion dari belakang dan menghampiri pria itu.
Lion merasakan kedatangan Angel dibelakangnya dan berpura-pura tidak mengetahui keberadaan wanita itu di belakangnya. Angel memeluk pinggang Lion dan menyandarkan kepalanya dipunggung lebar pria itu.
''Thank you'' gumam Angel pelan dan terdengar oleh Lion, membuat pria itu berhenti melakukan pekerjaannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments