Remembering is easy. It’s forgetting that’s hard.” —Brodi Ashton—
...****************...
''Apa yang kau lamunkan?'' tanya Vivienne pada Angel ketika mereka sedang berada di kantin.
"Apa kau akan membenciku jika nanti aku berpisah dengan Lion?'' tanya Angel menatap sahabatnya yang juga adik dari pacarnya.
"Itu bukan urusanku, kau dan aku akan tetap berteman apapun yang terjadi. Aku tidak akan membencimu karena hal itu'' jawab Vivienne.
"Thank you'' balas Angel memeluk Vivienne.
"Apakah kalian bertengkar? Atau kak Lion selingkuh?'' tanya Vivienne ketika melihat wajah sahabatnya yang terlihat sedih.
"Tidak, Vivie. Lion tidak melakukan kesalahan apapun. Mungkin nanti akan menjadi masalah dariku'' jawab Angel.
"Apakah kau bosan dengan kakakku?'' tanya Vivienne pelan.
"Itu tidak mungkin, dia pria yang tidak mungkin membuat wanita bosan.'' Ujar Angel tersenyum.
"Lalu, kenapa kalian harus putus?'' tanya Vivienne lagi yang semakin penasaran dengan kisah cinta sahabatnya dan juga kakaknya.
"Kau tahu bukan apa impianku sejak kecil? Dan aku ingin menggapainya. Tapi, Kakakmu mungkin tidak akan menyetujuinya'' ucap Angel membuat Vivienne terkejut.
"Kenapa dia tidak menyetujuinya? Oh, apakah dia tidak ingin kecantikanmu dan juga tubuhmu diperlihatkan ke orang lain? Hmm... Masuk akal juga jika kak Lion akan tidak suka'' ujar Vivienne.
"Tapi kau memiliki impian sendiri dan raihlah itu jika membuatmu bahagia. Aku akan selalu mendukungmu Angel, kau cantik dan pantas menjadi model internasional. Aku yakin kau akan berada di posisi puncak dengan wajahmu terpampang dimana-mana. Dan aku dengan senang akan mengatakan itu adalah sahabat kecilku'' sahut Vivienne dengan bangga.
"Aku senang kau selalu menjadi orang yang ada disisiku dan mendukungku VIvie'' ucap Angel tersenyum dan mereka saling berpelukan.
"Apa kau ingat, bagaimana dirimu dengan genitnya menggoda kakakku ketika kau mendapatkan izin untuk keluar malam pertama kalinya?'' ucap Vivienne membuat Angel merasa malu ketika mengingatnya.
"Aku saat itu dengan percaya diri memakai pakaian pendek yang seksi dan mengurai rambut panjangku, dia dengan marah menyeretku keluar dari klub dan membawaku pulang'' sahut Angel dan ditertawakan oleh Vivienne.
''Lihatlah? Itu kakakku. Jangan biarkan dia melihatmu'' tunjuk Vivienne ke arah Lion yang sedang mencari mereka di kantin.
"Apa yang dilakukan kakakmu disini?'' tanya Angel kemudian mereka menyembunyikan diri di bawah meja.
"Dia pasti memakaiku sebagai alasan dan akan membawamu pergi'' bisik Vivienne.
"Sial, semua mata memandang ke arah kakakmu. Dia benar-benar memiliki aura yang sangat berbahaya.'' gumam Angel ketika pria itu mendekati tempat mereka.
"Apa kau bersembunyi dariku Little Angel?'' ucap Lion menengok ke bawah meja dan membuat kepala Angel dan juga adiknya terbentur karena terkejut dengan suara Lion.
"Apa yang kau lakukan disini?'' tanya Angel yang masih belum keluar dari tempat persembunyiannya. Sementara Vivienne telah kembali duduk dan menghabiskan makan siangnya.
"Keluarlah, dan ikut aku'' perintah Lion menarik pelan tangan Angel.
"Kita akan kemana?'' tanya Angel menatap Lion setelah duduk di samping pria itu.
''Ke suatu tempat. Ayolah!'' sahut Lion kemudian mengambil tas Angel dan menarik wanita itu pergi.
"Hei, kalian akan kemana?'' teriak Vivienne yang kesal di tinggalkan seorang diri.
Mereka kemudian berada di dalam mobil dan menuju rumah Lion. Hari ini Abuello memaksanya mengajak Angel ke rumah mereka. Abuello akan mengajak dirinya dan Angel untuk berkeliling kota.
''Apa kita akan ke rumahmu?'' tanya Angel ketika mereka memasuki pekarangan yang sangat luas.
"Hmm... Abuello sedang berada disini dan dia memintaku untuk menjemputmu lebih cepat'' jawab Lion membuat Angel senang.
"Benarkah? Kapan Abuello tiba?'' tanya Angel terlihat senang.
"Pagi tadi ketika aku selesai mengantar Vivienne'' jawab Lion. "Kau terlihat senang.''
"Tentu saja aku senang. Aku sudah lama tidak berjumpa dengannya dan pasti Abuello membawakan titipan dari orang tuaku'' sahut Angel mengibaskan rambut panjangnya yang indah.
Setelah mobil berhenti, Angel membuka pintu mobil dan berlari memasuki rumah Lion dengan rambut panjangnya yang bergerak mengikuti gerakan tubuhnya. Angel semakin cantik dan dia semakin takut dengan keinginan wanita itu. Lion mengetahui dari salah satu temannya bahwa Angel menerima tawaran salah satu agensi yang ingin menjadikannya model.
LIon belum membicarakan masalah ini karena kedatangan Abuello. Ia tidak ingin bertengkar dengan Angel dan membuatnya di marahi oleh kakek dari ayahnya itu. Pria tua itu menyayangi Angel dan selalu melindungi wanita itu.
Angel memasuki rumah Lion dan menaiki tangga melingkar dan berjalan lambat menikmati keindahan rumah Lion. Suatu hari nanti, ia ingin memiliki rumah indah seperti ini, ucapnya dalam hati. Rumah dengan ruangan yang sangat luas yang bisa ia gunakan untuk menjamu tamu-tamu penting.
Ia melihat langit-langit dengan lukisan karya seniman terkenal dan jendela-jendela kaca yang sangat besar memancarkan sinar matahari yang sangat anggun. Ia dapat mengirup udara pagi yang sejuk ketika berlarian di dalam ruangan.
Angel menatap ke bawah melalui lantai dua dan melihat sosok Lion yang menatap ke arahnya. Putra mahkota dengan kekayaan yang bisa membuat wanita bertekuk lutut. Pria yang sempurna yang selalu membuat ia menjadi wanita yang selalu di hina karena menggoda Lion karena kecantikannya.
Mereka saling menatap cukup lama, dan ia tahu Lion memiliki sesuatu yang akan ia katakan. Angel tahu setelah ini mereka akan bertengkar hebat, bahkan berpisah ketika Angel memutuskan akan memilih impiannya.
Ia tidak ingin berjalan di sisi Lion dan mengandalkan kekayaan pria itu. Angel bisa saja meminta bulan dan Lion akan memberikannya. Tapi, ia ingin membuktikan bahwa ia bisa menghasilkan kekayaannya sendiri dan menjadi terkenal.
"Sedang melamun Litle Angel" Lion melangkah mendekatinya dan memeluk pinggang ramping wanita itu.
Angel terkejut ketika menyadari Lion sudah berada di sampingnya dan wangi parfum mahal pria itu membuat ia menyandarkan kepalanya dibahu pria itu.
''Kenapa kau selalu terlihat tampan?'' tanya Angel ketika melihat tubuh mereka di cermin besar yang sengaja di letakkan tepat di dinding dekat tangga.
"Kau juga sangat cantik dan memesona, kita benar-benar pasangan sempurna dan bayangkan seperti apa wajah anak kita nanti?'' ucap Lion mengecup pipi Angel.
"Dia akan sangat cantik sepertiku dan memiliki warna matamu'' ucap Angel memejamkan matanya membayangkan seorang anak kecil.
Mereka akhirnya berjalan menuju ruangan keluarga di mana mereka sering berkumpul ketika ada keluarga jauh yang datang. Dan Angel selalu menjadi bagian dari mereka.
"Sangat indah'' gumam Angel ketika melihat banyak bingkai foto keluarga Lion ketika mereka kecil hingga saat ini dan ia berada di salah satu potret bersama Vivienne ketika ia di ajak berlibur.
"Apa yang indah?'' tanya Lion melihat Angel menatap foto dirinya ketika berumur 10 tahun.
"Rumah ini sangat indah. Aku ingin memiliki rumah seperti ini suatu hari nanti'' ucap Angel membuat Lion tersenyum.
"Kau akan memilikinya suatu saat nanti, dan aku pastikan itu'' bisik Lion di telinga Angel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments