Hilang Ingatan

“Take care of all your memories. For you cannot relive them.” — Bob Dylan

...****************...

Masa Sekarang......

"Mom. Benarkah yang kau katakan padaku di telepon?'' tanya Vivienne saat bergegas menemui ibunya di rumah sakit.

"Seharusnya kau tak kesini? Cuaca sangat dingin diluar'' ucap Lauren ketika melihat putrinya yang sedang hamil datang jauh-jauh menemuinya.

"Aku sangat terkejut dengan apa yang mom katakan dan membuatku harus secepatnya menemui kalian. Apakah dia tidak mengingatku?'' tanya Vivienne menatap kakaknya yang tertidur.

"Kakakmu mengingatmu dan juga aku dan ayahmu. Tapi dia tidak mengingat Angel, dia sama sekali tidak mengingat Angel.'' Jawab Lauren membuat Vivienne menutup mulutnya karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan ibunya.

''Itu tidak mungkin, Mom. Mereka saling mencintai dan Angel sudah bersama kita sejak kami masih bersekolah. Mungkin kakak hanya bercanda, kita akan tunggu saat ia bangun nanti.'' ucap Vivienne menggenggam tangan Lion yang terasa hangat.

''Duduklah. Aku tidak ingin kau kelelahan.'' Gumam J.D disampingnya.

''Apakah Angel tahu kau akan kesini?'' tanya Lauren yang merasa cemas dengan keadaan menantunya.

"Dia tidak tahu, Mom. Aku mengatakan akan memeriksa kandunganku dan dia akan menggantikan aku menjaga toko buku saat aku tidak ada.'' Jawab Vivienne.

"Bagaimana jika kak Lion benar-benar tidak mengingat Angel, Mom. Apa yang akan kita katakan padanya? Aku tidak akan sanggup melihat reaksinya. Bahkan saat ini dia seperti mayat hidup dan tidak ingin berinteraksi dengan siapapun'' ucapnya lagi dan merasakan belaian tangan suaminya dipunggungnya.

"Semoga ingatan Lion akan kembali dengan baik secepatnya dan kita tidak perlu mengatakan apapun pada Angel saat ini'' ujar Lauren yang tidak ingin Angel merasa sedih.

"Angel benar-benar sangat terpukul karena ia kehilangan bayinya dan jika kak Lion tidak bisa mengingatnya rasa sakitnya akan berkali-kali lipat. Kak kumohon kau harus mengingat Angel, istrimu dan juga wanita yang sangat kau cintai'' Vivienne berbisik ditelinga kakaknya yang sedang tertidur nyenyak.

''Vivienne? Kaukah itu?'' ucap Lion dengan suara seraknya menahan sakit.

"Kakak? Kau bangun? Apa kau mengingatku?'' sahut Vivienne bangkit dari duduknya dan menatap Lion.

''Kau sangat berisik, apakah kau kesini bersama J.D?'' tanya Lion mencari keberadaan bodyguard adiknya.

"Tentu saja kakak. Bukankah dia suamiku, tentu saja dia tidak akan membiarkanku kemana-mana sendiriran.'' Jawab Vivienne tersenyum.

"Suami? Sejak kapan kau menikahinya? Bukankah J.D aku tugaskan untuk menjagamu? mengapa kau mengatakan dia suamimu?'' tanya Lion dengan tatapan tajamnya ke arah J.D yang merangkul Vivienne dengan mesra.

''Kakak. Kami sudah menikah dan sebentar lagi aku akan melahirkan. Apa kau tidak mengingatnya?'' ucap Vivienne menyentuh perut buncitnya dan membuat Lion terkejut.

"Sepertinya ingatanku belum kembali sepenuhnya'' ucap Lion memegang kepalanya yang terasa berdenyut.

''Sudahlah, Lion. Kau bisa mengingatnya perlahan-lahan nanti dan kami akan menceritakan padamu semua yang ingin kau ketahui'' ujar Lauren mengusap kepala putranya.

"Mom, dimana Daddy?'' tanya Lion yang belum melihat ayahnya.

"Ayahmu sedang membereskan beberapa masalah diperusahaan yang kau tinggalkan beberapa bulan ini. Tenanglah, ayahmu akan datang kesini setelah selesai.'' jawab Lauren yang juga mencemaskan kesehatan Oliver.

"Maafkan aku, Mom. Sudah membuat kalian semua cemas'' ucap Lion menatap wajah ibunya dan juga adiknya.

"Jangan membuat kami merasakan ini lagi'' ucap Vivienne memeluk Lion dan menangis.

...----------------...

Hari yang indah dibulan Juni. Angel berharap ia akan memiliki waktu untuk menikmati bulan ini dengan memandang langit yang cerah dan keluar untuk membeli beberapa makanan kesukaannya. Tapi bulan ini dia sangat sibuk, karena Vivienne yang baru saja melahirkan dan ia sudah berjanji akan menggantikannya untuk menjaga toko buku kesayangan wanita itu.

Sebentar lagi toko akan tutup dan bunyi lonceng dipintu membuat Angel menoleh ke arah pelanggan yang baru saja masuk. Sapaan yang akan Angel ucapkan tiba-tiba terhenti dan wajahnya membeku saat melihat pria itu.

"Lion Alexander Bannett.''

Angel tidak pernah diberitahu tentang keadaan Lion beberapa minggu ini, karena dirinya dan Vivienne sangat jarang bertemu. Dan ia sendiri sangat takut mencari berita apapun mengenai kondisi pria itu. Dan sepertinya hari ini saat yang ia tunggu-tunggu untuk bertemu dengan pria itu lagi.

Lion terlihat sangat sehat dan juga tampan, tubuhnya sedikit lebih kurus dari yang dulu dan potongan rambutnya sedikit berbeda. Seperti biasa pakaian pria itu selalu tampak pas dengan tubuhnya dan membuat siapapun pasti akan terpesona.

Lion menatapnya dengan sedikit lama dan mendekati tempat Angel berdiri dengan sedikit ragu-ragu. Angel tidak dapat bergerak dan juga bersuara apapun, meski untuk menyapanya. Hatinya berdebar sangat kencang dan tangannya gemetar.

''Hai. Kelihatannya toko ini akan tutup. Apa kau yang menjaganya?'' tanya Lion membuat Angel melebarkan matanya karena terkejut.

Angel menatap mata Lion dan mata pria itu tidak mengenalinya. Angel menelan ludah dengan susah payah dan berusaha tidak jatuh pingsan di hadapan pria itu. Lion tidak mengingatnya. Bagaimana bisa pria itu tidak mengingatnya? mereka sudah mengenal begitu lama dan pria itu bahkan sudah mencium dan menyentuh setiap inci tubuhnya.

Dering ponsel disaku Lion membuat Angel tersadar dan ia merapikan rambutnya yang tertiup angin karena Lion membiarkan pintu terbuka. Angel mengusap tangannya yang berkeringat di celana jinsnya dan berjalan menuju meja kasir.

''Jadi benar toko ini adalah milik Vivienne? Dia adikku dan aku ingin menemuinya. Apakah kau tahu alamat Vivienne? Maaf aku sedikit lupa akan beberapa hal'' ucap Lion menatap Angel yang sejak tadi tidak mengatakan apapun.

"Tentu saja. Aku akan menuliskan alamat Vivienne dan memberikannya padamu'' jawab Angel dengan suara gemetar dan mengambil kertas.

"Bukankah kau akan menutup toko? Bagaimana kalau kau mengantarku ke rumah Vivienne?'' tanya Lion yang merasa Angel wanita yang sedikit berbeda dari wanita-wanita yang ia jumpai belakangan ini.

"Maafkan aku, Lion. Aku memiliki janji dengan seseorang dan ia sedang menungguku pulang'' ucap Angel tanpa sadar menyebut nama pria itu.

"Apakah kau mengenalku?'' tanya Lion ketika mendengar wanita itu memanggil namanya dengan santai.

"Tentu saja. Anda adalah kakak dari Vivienne dan kita sering bertemu'' ucap Angel menatap wajah Lion dengan tatapan sendu.

"Benarkah? Maafkan aku karena tidak mengenalmu. Aku baru saja kecelakaan dan tidak mengingat beberapa hal. Untunglah aku mengingat orang-orang terdekatku'' Lion berkata sambil menyentuh kepalanya.

"Tentu saja kau tidak akan melupakan mereka. Kau menyayangi mereka dengan sepenuh hati'' gumam Angel pelan dan merasakan sesak di dadanya.

Angel kemudian memberikan kertas yang bertuliskan alamat Vivienne. Kemudian meminta maaf karena tidak bisa menemani Lion. Dan pria itu pergi meninggalkan Angel sendirian dengan tangisan yang ia tahan sejak beberapa menit lalu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!