Sudah dua bulan Angel berada di Roma dan beraktivitas kembali serta bekerjasama dengan beberapa brand yang dulu. Karena kesibukannya ia sempat melupakan Lion dan juga rasa sedihnya. Angel akan kembali mengingatnya ketika tanpa sengaja melihat berita mengenai pria itu.
Lion terlihat tampan dan juga tampak dingin saat diwawancara oleh beberapa media. Sang putra mahkota telah kembali dan menguasai dunia bisnis dengan begitu cepat. Beberapa kalimatnya terkesan sombong, tapi itulah Lion sebenarnya.
''Angel, lihatlah'' sahut sang manajer dengan berlari kecil menuju ke arahnya.
''Aku sudah melihatnya'' ujar Angel ketika melihat berita mengenai Lion yang menghadiri pesta dengan seorang wanita.
''Apakah kau baik-baik saja?'' tanya manajernya ketika melihat Angel terlihat biasa saja.
''Aku tidak bisa berbuat apa-apa karena dia tidak mengingatku sedikitpun.'' Jawab Angel pelan.
''Kau masih istrinya, Angel. Kau berhak atas pria itu'' ucap manajernya lagi dengan sedikit emosi.
''Kami sudah bertemu dan dia sepertinya tidak tertarik lagi padaku. Mereka berdua sangat serasi. Wanita itu sangat cantik dan juga anak seorang pejabat tinggi'' Angel berkata dengan tersenyum ke arah manajernya yang terlihat tidak suka dengan sikapnya.
''Kau akan menyesal, Angel. Aku tahu kau sangat mencintai pria itu dan dia adalah suamimu yang sah. Jika aku jadi kau, aku benar-benar akan menempel padanya dan tidak akan membiarkan wanita manapun mendekat. Dia pria tampan dan kaya raya idaman semua wanita didunia.'' Sahut manajernya masih dengan emosi dan terlihat mondar-mandir didepan Angel.
''Bukankah kau yang memaksaku untuk kembali kesini dan melupakan kesedihanku?'' ucap Angel tersenyum ke arah manajernya.
''Aku menyuruhmu melupakan kesedihanmu, bukan melupakan suamimu'' balas manajernya dengan kesal.
''Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin mendekatinya dan mengatakan bahwa aku adalah istrinya, sementara dia tidak mengingatku'' gumam Angel sedih.
''Aku takut dia akan semakin membenciku begitu tahu bahwa aku telah membuatnya kehilangan anak kami'' lanjut Angel kemudian masuk ke dalam pelukan wanita yang sudah menjadi manajernya sejak ia terjun ke dunia modelling.
''Itu kecelakaan, Angel. Bukan sengaja kau lakukan. Lion tidak akan membencimu ataupun memarahimu karena hal itu'' sahut manajernya.
''Tapi aku sangat takut, kau tahu kenapa kami berdua akhirnya memutuskan menikah? itu karena aku sedang hamil anaknya dan jika saat itu aku tidak sedang hamil, maka kami tidak memiliki hubungan apapun'' ucap Angel dengan suara sedikit tinggi membuat manajernya terkejut dan terdiam seketika.
''Tapi kau mencintainya, Angel. Dan ketika aku melihat bagaimana pria itu menatapmu dan bagaimana dia memperlakukanmu saat itu, aku sangat yakin dia juga mencintaimu.'' ujar manajernya menatap wajah Angel yang tampak akan menangis.
''Seharusnya aku memang harus memukul kepalanya saat bertemu kembali, agar dia bisa mengingat semua tentang diriku'' ucap Angel dengan tersenyum dan beranjak dari duduknya untuk mengambil air minum.
''Aku sudah mencari tahu mengenai Lion dan pria itu memiliki jadwal bisnis disini. Dia akan menghadiri ulang tahun perusahaan lima hari lagi. Apa kau tidak akan menemui pria itu, Angel?'' ucap manajernya dan melihat raut wajah kaget Angel dan berpura-pura tidak ada yang istimewa dengan kedatangan Lion di Roma.
''Bukankah hari itu aku memiliki jadwal pemotretan?'' tanya Angel kemudian dibalas dengan anggukan kepala oleh manajernya.
''Kau benar. Kau memiliki jadwal yang sangat padat sebulan kedepan, tapi aku akan menyesuaikan semua jadwamu agar kau bisa menemui pria itu'' jawab manajernya dengan tersenyum
...****************...
''Apa yang membuatmu terlihat gelisah, Honey?" tanya Oliver ketika melihat Lauren mondar-mandir di depannya.
"Aku tidak mengerti dengan sikap Lion. Dia menanyakan apakah Angel memiliki hubungan dengannya dan ketika aku menceritakan semuanya, dia tidak menghubungi Angel atau menemui wanita itu" ucap Lauren dengan wajah kesal.
"Mungkin Lion masih mencoba mengingat Angel. Akan terasa aneh baginya memiliki istri yang sama sekali tidak di ingatnya" jawab Oliver kemudian menarik tubuh istrinya untuk duduk disampingnya.
"Sudah dua bulan sejak Lion menanyakan hal itu. Dan pria itu menyibukkan dirinya dengan pekerjaan. Angel juga terlihat sibuk sejak kembali ke Roma" gumam Lauren dengan raut wajah sedih.
"Percayalah pada putramu, dia mengejar wanita itu bertahun-tahun dan tidak mungkin akan dilepaskan begitu saja." Ucap Oliver menenangkan istrinya yang selalu khawatir dengan anak-anaknya.
"Kau harus turun tangan jika Lion tidak berbuat apapun. Angel masih menantu kita dan aku sangat menyukainya" sahut Lauren dengan tatapan sedikit mengancam, membuat Oliver tertawa dan mencium bibirnya dengan gemas.
"I love you" bisik Oliver ditelinga Lauren kemudian membawa wanita itu menuju kamar mereka.
Sementara itu Lion yang berada dibalik pintu ruang kerja ayahnya tersenyum kecil saat mendengar percakapan kedua orang tuanya. Ia mengurungkan niatnya untuk menemui mereka dan kembali ke apartemennya.
Lion melihat wajah Angel yang selalu terlihat cantik lewat handphone miliknya. Sudah dua bulan sejak terakhir mereka bertemu dan Lion mencari tahu semua mengenai wanita itu dengan berbagai cara.
Mereka menjalin hubungan cukup lama, sebelum wanita itu memutuskan pergi ke Roma dan itu adalah alasan mereka mengakhiri hubungan. Kemudian mereka bertemu kembali dan Angel hamil. Entah kenapa mereka dengan cepat memutuskan untuk menikah dan terjadilah kecelakaan itu. Lion kehilangan ingatan dan Angel kehilangan anak mereka.
Lion menatap keluar jendela mobilnya dan melepas kacamata yang tiba-tiba membuat matanya terasa sakit. Ia masih tidak di ijinkan membawa mobil sendiri dan harus menggunakan sopir jika ingin pergi kemanapun.
Lion masih sering bermimpi buruk dan sosok Angel tidak pernah bisa diingatnya. Lion berpikir mungkin mereka tidak memiliki rasa cinta lagi dan kehamilan Angel membuat mereka terpaksa menikah. Apakah mereka bertengkar saat terjadi kecelakaan itu? Apakah Angel merasa terpaksa menikah dengannya? pikiran-pikiran itu selalu mengganggunya.
''Besok penerbangan anda pukul delapan dan saya akan menunggu anda di depan, Tuan'' ucap sopir pribadinya ketika membuka pintu mobil untuk Lion.
''Baiklah. Sekalian pesankan sarapan untukku seperti biasanya'' ujar Lion kemudian pergi.
Keesokan harinya Lion tiba ditempat acara sedikit terlambat karena ada beberapa hal yang harus ia kerjakan dengan ayahnya. Lion menjadi pusat perhatian ketika masuk kedalam ruangan dan disambut oleh beberapa pejabat tinggi perusahaan.
Angel melihat kedatangan pria itu dari jauh dan sedikit lega ketika Lion datang hanya bersama asistennya tanpa membawa pasangan. Ia bertekad menemui pria itu hari ini dan mencoba keberuntungannya. Minuman Angel sedikit tumpah ketika seseorang tanpa sengaja menabraknya.
Matanya kembali mencari keberadaan Lion dan tidak melihat pria itu dimanapun. Ia berjalan melewati beberapa pasangan dan masih tidak menemukannya. Angel akhirnya memutuskan ke toilet untuk membersihkan gaunnya.
Angel terkejut ketika keluar dari toilet dan lengannya ditarik seseorang dengan cepat dan dibawa ke ruangan kosong. tubuhnya disandarkan dibelakang pintu dalam ruangan yang gelap. Tapi ia tidak merasakan takut sedikitpun karena tahu siapa yang ada di hadapannya.
"Kau tidak terlihat terkejut atau ketakutan berada diruangan gelap dengan seseorang" gumam Lion pelan.
"Karena aku tahu siapa dirimu" ucap Angel dengan suara seksinya.
"Apa kau sengaja datang kesini untuk menemuiku, Angel?" tanya Lion ditelinga Angel.
"Bukankah kau yang datang jauh kesini untuk bertemu denganku?" balas Angel tak ingin kalah.
"Sial. Aku ingin menciummu" ucap Lion dengan suara serak ketika mencium wangi parfum Angel yang sangat menggodanya.
"Lalu kenapa kau tak melakukannya sejak tadi" ucap Angel dengan menyentuh kancing kemeja Lion dan mendekatkan bibirnya lebih dekat dengan bibir pria itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments