Morning Kiss

Lion memperdalam ciumannya ketika mendengar erangan yang keluar dari bibir Angel. Bibir wanita itu terasa lembut dan juga manis, membuat Lion menggigitnya dengan gemas.

Keduanya berhenti ketika Angel kehabisan nafas dan terdengar ketukan pelan dipintu kamar Lion. Angel yang sadar dirinya berada dikamar Lion dengan cepat mendorong tubuh pria itu dan bangun dari tempat tidur.

''Sebaiknya kau yang membuka pintu. Aku harus ke kamar mandi'' sahut Angel cepat dan masuk kedalam kamar mandi membuat Lion tersenyum melihat sikap Angel.

Lion turun dari tempat tidurnya, kemudian dengan perlahan membuka pintu kamar. Wajah menyebalkan sepupunya membuat Lion ingin memaki pria itu karena sudah mengganggu apa yang sedang ia lakukan bersama Angel.

"Apa yang sedang kau lakukan di depan pintu kamarku?" tanya Lion dengan tatapan tajamnya.

"Ini sudah siang dan Aunty menyuruhku membangunkan kalian berdua untuk sarapan." Ucap Landon kemudian melihat kedalam kamar Lion dan tidak melihat Angel. "Dimana Angel?" tanyanya pada Lion.

"Dia sedang di kamar mandi. Pergilah, kami akan turun lima belas menit lagi" jawab Lion mengusir Landon dan menutup pintu kamarnya.

Angel keluar lima menit kemudian dan sudah terlihat segar dan juga cantik setelah mandi dan berganti pakaian. Lion menatap wajah cantik Angel dengan intens membuat wanita itu menjadi salah tingkah.

"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa ada yang aneh dengan penampilanku?" tanya Angel membalas tatapan Lion.

"Kau sangat cantik" ucap Lion pelan dan berjalan kearah pintu dan dengan perlahan mengunci pintu kamarnya.

Angel yang melihat sikap Lion yang aneh hanya bisa menelan ludah dan melihat pria itu berjalan kearahnya, membuat jantungnya berdebar. Ia mundur perlahan hingga punggungnya menyentuh dinding dan kedua tangan Lion sudah mengurung dirinya.

"Apa yang akan kau lakukan padaku, Lion?" tanya Angel ketika merasakan nafas Lion diwajahnya.

"Aku ingin melakukan ini" gumam Lion didekat bibir Angel dan mencium wanita itu dengan kuat.

Ciuman Lion yang tiba-tiba dan juga panas membuat Angel mengalungkan kedua tangannya dileher pria itu dan membalas ciumannya. Sentuhan jari-jari Lion ditubuhnya membuat Angel mengerang dan menggigit bibir Lion hingga berdarah.

Lion mencoba melepaskan pakaian yang dikenakan Angel dan semakin bergairah ketika merasakan kulit halus wanita itu ditelapak tangannya. Ciumannya beralir turun ke leher jenjang wanita itu dan mengisapnya hingga meninggalkan tanda merah dikulit putih Angel.

"Aahhh... Lion." Erang Angel ketika ciuman pria itu turun ke area dadanya dan menciumnya lembut.

Tubuh keduanya sudah sama-sama polos dan Lion menggendong Angel menuju sofa yang ada didekat mereka. Dengan tubuh Angel berada dipangkuannya, Lion kembali melanjutkan aksinya dengan menciumi kedua dada Angel secara bergantian membuat wanita itu mengerang kuat dan melengkungkan tubuhnya.

Angel menarik rambut Lion dan semakin mendekatkan bibir pria itu didadanya ketika Lion mengisapnya dengan kuat. Erangan Angel menggema didalam kamar yang kedap suara dan melupakan sarapan mereka.

Setengah jam berlalu dan Angel masih bergerak naik turun diatas pangkuan Lion. Wanita itu telah mencapai puncaknya berkali-kali dan Lion masih saja bertahan. Pria itu kemudian menggendong Angel dan membawanya ke ranjang kemudian bergerak dengan cepat diatas tubuh Angel.

"Ohhh.. Kau benar-benar nikmat, Honey" gumam Lion dengan suara seksinya ketika mencapai puncak, kemudian mencium bibir Angel yang sudah membengkak akibat ciuman mereka.

...****************...

Lion terlihat turun satu jam kemudian dengan senyuman diwajahnya. Ia kemudian menuangkan kopi dan duduk dimeja makan. Hanya ada ibunya yang sedang membuat kue untuk acara ulang tahun ayahnya dua hari lagi.

''Dimana Angel? Kalian terlambat untuk sarapan bersama'' sahut Lauren yang tidak melihat menantunya.

''Dia masih tidur, dia kelelahan karena menjagaku semalaman.'' ucap Lion.

''Benarkah? Apakah kau bermimpi buruk, Lion?'' tanya Lauren yang khawatir dengan keadaan putranya.

''Aku baik-baik saja sekarang, Mom. Angel menjagaku dengan baik'' jawab Lion tersenyum kemudian menikmati sarapannya. ''Aku akan membawa beberapa roti dan juga susu untuk Angel.'' ucap Lion kemudian kembali ke kamarnya.

"Pagi Aunty" sahut Lion mencium pipi Julia saat berpaspasan.

"Pagi juga, Lion" balas Julia kemudian mendekati Lauren yang sedang menatap Lion.

"Apa yang sedang kau lihat?" tanya Julia menepuk pundak Lauren.

"Lion terlihat aneh" jawab Lauren yang terkejut dengan keberadaan Julia didekatnya.

"Apanya yang aneh? Lion terlihat baik-baik saja. Malah dia sangat sehat hari ini. Wajahnya berseri-seri dan juga bahagia" ucap Julia kemudian duduk dikursi untuk membantu Lauren.

"Kau merasakannya bukan? Lion tidak pernah terlihat sebahagia ini sejak dia terbangun dari koma. Dan aku yakin pasti terjadi sesuatu antara dirinya dan Angel" gumam Lauren didekat Julia.

"Jikapun terjadi sesuatu antara mereka itu sangat wajar. Bukankah mereka suami istri." Ucap Julia dengan polosnya membuat Lauren gemas dengan sikap istri dari kakaknya itu.

"Kau ini ya. Aku benar-benar ingin mencubit pipimu. Tentu saja mereka suami istri. Tapi kau tahu sendiri kalau Lion tidak mengingat Angel" Ujar Lauren membuat Julia tersadar dan menutup mulutnya.

"Ya ampun. Kau benar. Lalu, apakah sekarang Lion mengingat Angel?" gumam Julia dengan suara berbisik.

"Entahlah. Sikap Lion sangat aneh pagi ini. Dan dia membawakan Angel sarapan. Sampai dengan semalam Lion masih terlihat tidak menyukai keberadaan Angel." Jawab Lauren menatap wajah Julia.

"Sudahlah. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. Kita tidak perlu ikut campur terlalu dalam. Kalaupun Lion belum mengingat Angel. Siapa yang berani menolak pesona wanita cantik itu? Lion pasti akan jatuh cinta berkali-kali padanya" ucap Julia menenangkan Lauren yang terlihat takut jika terjadi sesuatu pada menantunya.

"Kau benar. Bukankah aku sangat beruntung mendapatkan menantu yang sangat cantik." Lauren berkata sambil menyombongkan menantunya.

"Aku sangat iri padamu. Aku berharap Landon nantinya bisa mendapatkan wanita yang bisa membuatnya bertekuk lutut dan menghilangkan sikap nakalnya itu." ucap Julia yang selalu dibuat pusing dengan kenakalan putranya.

"Itu tidak mungkin terjadi, Mom. Aku tidak mungkin akan bertekuk lutut pada seorang wanita. Mereka yang harus bertekuk lutut padaku" sahut Landon dibelakang Julia membuat Lauren tertawa.

"Kau mau kemana dengan penampilan seperti itu?" tanya Julia ketika melihat Landon dengan gayanya seperti berandalan.

"Bukankah Mommy menyuruhku menjemput Leander hari ini?" jawab Landon.

"Pesawat Leander masih 2 jam lagi." ucap Julia menatap tajam kearah Landon.

"Dia pasti ingin menggoda gadis-gadis di bandara. Benar bukan?" sahut Lauren membuat Landon memeluknya.

"Tentu saja itu tidak benar, Aunty. Aku memiliki janji dengan beberapa temanku disini. Aku tidak mungkin melakukan hal-hal seperti itu. Tanpa aku menggoda gadis-gadis itu, mereka sudah lebih dulu menempel padaku" bisik Landon pelan dan mendapat pukulan dari ibunya.

Sementara itu Angel yang terbangun dari tidurnya, terkejut ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh. Ia tidak melihat Lion di sampingnya. Dan kembali terkejut ketika melihat pria itu duduk disofa dengan laptop dipangkuannya dan memakai kacamata. "Dia benar-benar sangat tampan" batin Angel ketika memperhatikan Lion yang terlihat serius dengan pekerjaannya.

"Sudah puas menatapku?" ucap Lion yang sejak tadi diperhatikan oleh Angel.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!