“Anda membutuhkan hal lain?” Tanya pria berseragam.
“Tidak untuk sekarang, kamu bisa pergi.”
“Baik professor” Sahut pria itu meninggalkan ruangan.
“Tolong, lepaskan aku, jangan lakukan ini padaku…” orang di meja operasi terus berteriak dengan lemah.
“Kamu seharusnya bangga, pengorbananmu akan membuat manusia mencapai era baru” Kata professor terkikik sambil menyiapkan suntikan yang ada cairan kuning di dalamnya.
Melepaskan ikatan di lengan orang na’as dan professor melangkah mundur. Memperhatikan setiap perubahan di layar monitor dan tubuh manusia di meja.
Beberapa detik kemudian, grafik di layar monitor berubah drastis, tubuh manusia na’as itu bergetar dengan keras.
“Aaahhh…”
Perlahan kulitnya seperti di lapisi cairan lengket, rambutnya rontok, semua giginya terlepas di gantikan gigi baru yang runcing.
“Yeahh, aku berhasil…aku berhasil…” Teriak professor itu kegirangan.
Manusia di meja masih meronta dan mengerang, matanya perlahan menghitam dan kedua telinganya terlepas dari kepalanya.
“Aahhhh”
Lalu manusia itu berhenti bergerak…bebas dari siksaan yang ia alami.
“Ti...tidaaak…” professor berteriak melihat manusia itu tewas.
“Sedikit lagi…hanya sedikit lagi…dasar orang lemah!”
Srriitttt…
“Profesor Drake”
Tiba-tiba layar besar di dinding ruangan itu menyala, menampilkan sosok wanita dewasa.”
Professor menatap layar dan sedikit membungkukan tubuhnya “Miss Maid”
“Bagaimana kemajuan proyek manusia cacing kita?” Wanita itu bertanya dengan nada datar.
“Maafkan orang tua bodoh ini Miss Maid, aku selalu gagal di langkah terakhir” Prof Drake menjawab sedikit ketakutan.
“Hmm, baiklah, ada kabar dari bawahanku kalau semua negara besar akan mengirim pasukan dan ilmuwannya ke suatu tempat di Asia, tepatnya ke pulau jawa, mereka akan mengambil batu meteor yang menyebabkan bencana death kisser ini di seluruh dunia, ini merupakan kabar baik untukmu professor drake.”
Mata Prof Drake berbinar mendengarnya senyum di mulutnya seperti orang gila “Yah…yah, aku memerlukan sampel batu itu untuk mempercepat penelitianku Miss Maid.”
“Hmm, aku sudah menyiapkan penyusup untuk mengawasi mereka semua, dan mengambil sampel batu meteor itu professor Drake, dan ketahuilah, setelah kamu mendapatkan sampel batu itu aku ingin hasil positif dari proyek kita, jangan mengecewakanku prof Drake, kau tahu apa akibatnya…”
“Ya Miss Maid, dengan sampel batu itu proyek ini pasti akan berhasil” Prof Drake berkata sambil membungkukan tubuhnya, butiran keringat dingin keluar dari dahinya.
“Aku menunggu kabar baik darimu professor Drake” Layar besar itu perlahan menghitam.
Prof Drake mengelap keringatnya dan berjalan ke alat komunikasi di meja kerjanya “Bawa kan aku kelinci percobaan baru…cepat” teriaknya setelah menekan tombol di alat komunikasi.
Sementara itu suatu tempat di pulau jawa, di sebuah lobby apartemen yang terletak di pusat kota terlihat beberapa orang mengawasi di sekitarnya, beberapa anak muda memasuki pintu kaca dan menyapa orang yang bertugas jaga.
“Apa yang kamu dapatkan hari ini?” Tanya si penjaga.
“Lumayan, ada beras dan beberapa daging dan ikan kalengan.”
“Bagus, semakin banyak orang yang datang kesini, semakin banyak mulut untuk di beri makan…pergilah…setorkan hasilmu ke petugas di lantai 21” Kata si penjaga.
“Siap Pak” Sahut anak muda itu dengan senyum kecil.
Melihat anak muda itu pergi, si penjaga menghela nafas panjang “Hah.”
Temannya yang melihatnya menghela nafas bertanya “kenapa Sur?”
“Ah tidak, hanya saja setelah melihat anak muda itu tersenyum, aku seperti melihat harapan untuk bangsa ini”
Temannya mengangguk “Semoga saja kata-katamu terwujud.”
Di lantai tertinggi apartemen seorang lelaki dengan tubuh tegap berdiri di depan jendela kaca. Dia memegang sepucuk keris di tangannya, di meja kerjanya tergeletak sebuah tombak.
“Aku harus berterimakasih pada orang yang bernama Ahmad ini, berkat postingannya, anggota ku bisa melakukan sedikit perlawanan terhadap death kisser” Ucapnya sambil menatap di kejauhan.
“Bagaimana dia bisa mengetahui semua ini?”
Tok...tok...
“Masuk”
Seorang wanita berhijab memasuki ruangan “Lapor pak, ada berita semua negara besar mengirimkan pasukan dan ilmuwannya ke pulau jawa, tepatnya tujuan mereka ke jawa timur.”
Lelaki tegap itu membalikan badannya “Jawa timur? Bukankah Ahmad berada di sana juga?”
“Ya pak, semua negara bergerak karena mendapat informasi dari Ahmad dan kelompoknya, sepertinya Ahmad mengetahui sesuatu yang kita tidak tahu pak” Jawab wanita itu lantang.
Lelaki itu tersenyum menambah ketampanannya “Menarik, teman kita Ahmad ini, sangat menarik.”
Dia diam sejenak lalu melihat ke wanita berhijab di depannya “Sampaikan pada semua orang, kita akan menuju ke Jawa Timur, bawa semua senjata yang ada, termasuk keris dan tombak, kita bergerak hari ini juga.”
Wanita itu melebarkan matanya tidak percaya dengan yang dia dengar barusan “Ya-Ya Pak.”
Wanita itu keluar ruangan dan segera mengumumkan perintah atasannya. Tentu saja berita itu menggemparkan seisi apartemen. Berjalan kaki dari Ibu Kota ke Jawa Timur bukan hal yang sepele, apalagi death kisser di mana-mana.
Beberapa orang sedang berkumpul di sebuah bangunan joglo di kedalaman kraton, mereka semua duduk bersila dan seperti memperdebatkan sesuatu.
“Era Kesultanan sudah berakhir, informasi yang aku terima bisa di percaya, terserah kalau kalian masih ingin bertahan di sini, aku dan kelompokku akan menuju Jawa Timur” Wanita muda itu melihat ke wajah semua orang “Ingat, informasi tentang kelemahan death kisser berasal dari dia, pantat kalian tidak akan bisa bernafas sampai saat ini kalau bukan karena dia” Wanita itu bangkit dan pergi dari joglo di ikuti puluhan kelompoknya. Yang tersisa di joglo hanya diam dan saling melihat satu sama lain.
Seorang lelaki bangkit dari tempatnya “Dia benar, Era Kesultanan sudah berakhir, kalian yang masih ingin di sini, silakan, aku akan bersiap pergi ke Jawa Timur” lelaki itu melangkah pergi. “Tapi pangeran...pesen dari sultan…” lelaki muda itu terus berjalan dan tidak mendengar teriakan di belakangnya.
Sementara itu Ahmad dan kelompoknya sedang menyusuri jalan setapak, Rose dan Akari berada di sampingnya, Melati mengikuti di belakang kakak-kakak cantiknya. Jatmiko terlihat berbincang dengan Pak Jaka tentang puluhan death kisser binatang yang baru saja mereka basmi. Sementara Tommy dan Sulton mendengarkan percakapan mereka di belakang.
Mereka semua terlihat kelelahan tapi bersemangat karena sebentar lagi mereka sampai di tujuan mereka.
Rose yang terlihat cantik dan ceria meraih tangan Ahmad “Darling, jangan gugup, semua pasti baik-baik saja.”
Ahmad hanya mengangguk “Aku harap semua baik-baik saja.”
Masih terlihat kekhawatiran di matanya. Di perjalanan dia seperti orang gila, menebas semua death kisser yang di jumpai di jalan. Seolah marah karena kehadiran death kisser menghambat perjalanannya bertemu keluarganya.
Akari mengawasi semua lingkungan di sekitarnya, karena dia merasa Ahmad kehilangan ketenangannya memikirkan keluarganya. tangan kanannya memegang selongsong pedang dan jari kirinya mencubit kecil lengan baju Ahmad. Seolah menyampaikan kalau dia ada di sampingnya.
Melihat gapura sederhana yang terbuat dari bambu dan kayu, Ahmad menghela nafas “Kita sampai di kampung halamanku, sedikit lagi kita sampai di rumahku” Ujarnya sambil terus berjalan.
“Wah akhirnya pemandangan yang kukenal” Celoteh Jatmiko.
“Di kampung ini hanya ada beberapa rumah, kita amankan dulu rumah sekitar sini” Ucap Ahmad.
“Hmm, masuk akal kita tidak bisa tidur dengan tenang kalau tetangga kita ternyata death kisser” Pak Jaka menjawab.
“Hmm, baiklah ayo berpencar, kalau ada terlalu banyak, mundur sementara dan tunggu kami” Ahmad segera berlari ke salah satu rumah dengan Rose, Akari dan Melati. Sedangkan Jatmiko Bersama Pak Jaka dan 2 anaknya.
“Anata kamu pergilah ke rumahmu dulu, biar kami yang mengurus death kisser di sekitar.”
“Hmm, aku setuju” Rose juga mendukung kata-kata Akari yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. mendengar mereka sepakat akan sesuatu “Tidak apa-apa Ibu dan Sisca bisa menunggu, kalian juga penting bagiku, ayo cepat kita selesaikan.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments