BAB 5. LOOTING

Ahmad menghela nafasnya melihat Jatmiko mengingat masa lalunya. Dia berjalan mendekat dan menepuk bahunya, berharap bisa menenangkan temannya. Tidak ada kata yang terucap dari mulut mereka. Hanya keheningan yang terdengar di kamar sempit itu.

Daarr…Darrr…

Tiba-tiba suara tembakan yang terdengar samar dari kejauhan mengagetkan mereka. Sepertinya monster parasite itu sudah menyebar ke seluruh kota.

Jatmiko dan Ahmad terkejut oleh suara keras senjata api yang baru pertama kali mereka dengar.

“Sial” Umpat Jatmiko, lalu menoleh kearah Ahmad “Haah, maaf Mat, sejenak aku teringat masa lalu, aku baik sekarang, hmm…lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya?”

“Tidak apa-apa, asal kamu ingat kamu tidak sendirian, kamu punya aku, dan keluargaku juga keluargamu.”

Jatmiko hanya menganggukkan kepalanya, mengerti apa yang di maksud temannya.

“Keadaan di kota sudah kacau, lebih baik kita tunggu sampai besok dan melihat bagaimana situasinya, hmm…sementara itu lebih baik kita mencari sesuatu di rumah ini yang bisa kita gunakan untuk melawan monster parasite itu, aku tidak ingin ketika monster itu muncul hanya ada air kemasan botol di tanganku” Ucap Ahmad melirik temannya.

“Hmm…setidaknya botol itu berhasil menyelamatkan nyawa kita Mat” Sahut Jatmiko sedikit membusungkan dadanya.

Ahmad lega melihat Jatmiko sudah kembali bersemangat dan meluapkan kesedihannya “Ya, ya, aku akui tadi itu sangat keren, hmm…aku ingat melihat linggis di gudang, kita bisa menggunakannya untuk membongkar pintu kamar tetangga kontrakan kita dan mungkin ada sesuatu yang bisa kita gunakan.”

“Kita awalnya datang ke kota ini dengan niat kerja nyari duit, siapa sangka baru juga hari pertama sudah merampok teman satu kontrakan” Jatmiko terkekeh.

“Yah paling tidak nanti waktu kita masuk kamar mereka jangan lupa katakana permisi, setidaknya kita rampok yang sopan” Sahut Ahmad tak mau kalah dengan temannya, lalu mereka berjalan keluar kamar.

Dari atas lantai 2 dia melihat monster di luar pagar tadi sudah menghilang “Sepertinya monster itu pergi karena suara tembakan keras tadi, teriakan kita di luar pagar tadi juga membuat makhluk itu mendekat, hmm…mereka sensitif dengan suara Jat.”

“Hmm… lain kali aku akan sedikit menjaga mulutku, aku tidak mau mati konyol karena mulutku sendiri” Sahut Jatmiko seraya melakukan gerakan mengunci mulutnya.

“Aku juga Jat”

Mereka turun ke lantai bawah, karena tidak terlihat dari luar mereka bergerak dengan bebas dan segera membuka pintu gudang, melihat beberapa alat pertanian yang tertata rapi. Jatmiko berjalan masuk dan mengambil linggis besi yang cukup besar dan meraih sebuah sekop lalu melemparkannya kearah Ahmad. Melihat tidak ada lagi barang yang bermanfaat, mereka segera menuju ke kamar rekan kontrakannya.

“Permisi” Celetuk Jatmiko ketika berhasil membongkar paksa salah satu pintu.

Waktu berlalu, matahari perlahan tenggelam, lampu-lampu jalan secara otomatis bersinar, memperlihatkan mobil-mobil di bawahnya yang parkir seenaknya, Cipratan darah nampak menghiasi jendela beberapa kendaraan dan etalase toko di samping Jalanan.

Anehnya tidak terlihat satupun mayat manusia tergeletak di jalanan, kota besar yang baru tadi pagi ramai dengan manusia, sekarang seperti kota mati yang di tinggalkan penghuninya.

Ahmad yang melihat pemandangan ini dari jendela kamarnya merasakan dingin di tengkuknya. Mengingat keluarganya di kampung dia hanya bisa berdoa kepada Tuhan untuk melindungi mereka. Mengepalkan telapak tangannya Ahmad menguatkan tedadnya, dia tahu akan banyak hal yang mengerikan menantinya “Hmm, ada mobil polisi, mungkinkah ada senjata api?” Pikirnya setelah melihat sebuah mobil polisi yang tergeletak di dekat sebuah minimarket. Tapi mengingat berita di internet kalau tembakan tidak dapat membunuh makhluk ini, dia mengurungkan niatnya untuk mengecek apakah ada senjata di mobil itu.

Membalikan badannya dan melihat beberapa barang yang dia dan Jatmiko kumpulkan. Tas gunung, jaket kulit, pisau lipat, pisau dapur, senter dan beberapa korek api. Yah, tidak banyak yang bisa dia temukan.

Ahmad memasukkan semua ke dalam tas gunung dan menambahkan beberapa pakaian, mie instan dan air botol ke tas punggungnya sendiri.

“Oi Mat, makan dulu lah” Jatmiko masuk membawa 2 piring mie.

“Banyak amat mienya Jat?”

“Yah, kan tidak ada nasi, jadi mie nya dobel.”

“Mantab” Ahmad mengambil sepiring mie dan mulai menyantapnya.

Jatmiko keluar kamar lagi dan tak lama kembali membawa 2 gelas kopi panas di tangannya “Kopi Mat, biar melek.”

Ahmad hanya mengangguk dengan mulut penuh.

Jatmiko mengambil ponsel Ahmad yang tergeletak di lantai “Hahh, syukurlah orang di kampung baik-baik saja.”

Ahmad menelan mie di mulutnya “Hmm, untungnya orang kampung seperti kita punya lahan luas dan sumur di dekat rumah, untuk sementara tidak perlu khawatir tentang makanan, aku juga sudah memberitahu bapak kalau makhluk ini peka dengan suara, kita hanya perlu memikirkan jalan untuk pulang dan juga kamu harus menyiapkan diri Jat, kita tidak tahu apa yang menanti di perjalanan.”

“Hmm, aku mengerti, jangan khawatir.”

DARR … DARR … BOMMM …

Mereka berdua samar-samar mendengar suara tembakan dan ledakan. “Kenapa kamu Jat” Tanya Ahmad yang melihat Jatmiko tersenyum.

“Paling tidak kita tahu bahwa di kota ini ada yang masih hidup dan melawan parasite itu.”

“Yah kamu benar, kita tidak sendirian.”

Di sisi lain kota, 2 buah tank dan puluhan prajurit sedang menembaki parasite yang berlarian kearah mereka. Tembakan senapan mesin dan tank yang menggelegar menarik perhatian semua parasite di sekitarnya.

Lautan parasite bergerombol dengan cepat mendekat. Tubuh manusia hancur di berondong senapan mesin, terlihat cacing parasit yang menggeliat di dalam tubuhnya.

BOOMM …

Tembakan dari tank pun menghancurkan cacing tersebut, sayangnya masih ada ribuan makhluk seperti itu di sekitar mereka.

“Sial, ini seharusnya misi penyelamatan … kenapa justru kita yang butuh di selamatkan” Gerutu prajurit yang terus memuntahkan peluru dari moncong senjatanya.

“Mundur perlahan dan jangan biarkan monster itu mendekat … gunakan granat kalian” Kapten konvoi berteriak pada anak buahnya.

DAR …DAR … DAR …BOOMM … DAR …

DONG …

Tiba-tiba bayangan besar melompat dari gedung terdekat ke atas salah satu tank, Sersan yang memegang senapan mesin di atas tank Ketakutan melihat hewan besar di atas kepalanya. Singa itu mengibaskan cakarnya hanya dalam sekejap kepala sersan itu hilang entah kemana. Tubuhnya jatuh ke dalam tank dan mewarnai lantai tank dengan warna merah.

Kemudian kepala singa itu mendekati lubang tank dan membuka mulutnya, dari mulutnya keluar puluhan cacing parasite menggeliat-geliat masuk ke dalam tank dan menyerang prajurit di dalamnya.

Gerakan cacing itu terlihat aneh, parasite ini bergerak dengan pelan dan terlihat kaku, perlahan mendekati mereka. Salah seorang prajurit menyabetkan pisau militernya, berniat untuk memotong tubuh cacing parasite, yang hanya membuat luka dangkal. Prajurit itu bergidik ngeri dia terus menggerakkan pisaunya, berharap dapat membunuh monster di depannya.

Salah seorang temannya mencengkram bajunya, tanpa sadar dia menoleh dan melihat parasite itu memasuki mulut temannya dengan perlahan. Temannya melihatnya dengan tatapan memohon. Tangannya bergetar mengambil granat tangan yang tergantung di sabuknya.

Aaahh…Bunuh monster ini…

Salah satu prajurit di dekat tank melempar granat ke singa itu dan singa itu meledak berkeping-keping.

Baamm….Baammm….

Beberapa detik kemudian ledakan granat terdengar juga dari dalam tank.

Prajurit lain yang melihat ini menggertakkan giginya dan melemparkan granat kearah kudanil yang berlari mendekat.

“Monster sialan …ahhhh”

Dengan hilangnya satu tank mereka tidak mampu lagi bertahan, mereka di kepung dari segala arah. Sang Kapten melihat situasi tidak tertolong menghela nafasnya “Bunuh sebanyak mungkin monster sialan ini…gunakan granat untuk hewan yang besar…” Teriak Kapten sambil terus menembakan peluru dari senapan serbu di tangannya.

Tiba-tiba suara keras baling-baling helicopter terdengar mendekat.

Terpopuler

Comments

Trà sữa Lemon Little Angel

Trà sữa Lemon Little Angel

Baca sampe pagi gara-gara gak bisa lepas dari cerita ini. Suka banget!

2023-11-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!