BAB 9. ROSE WILSON

Saat mereka akan keluar, Ahmad yang selalu mengawasi sekelilingnya langsung waspada dan menyiapkan sekopnya.

Jatmiko melihat temannya waspada langsung memegang kapaknya.

Pintu toko perlahan terbuka dan seorang wanita cantik, berambut pirang perlahan mendekati mereka. Tonjolan besar yang mencuat di dadanya seakan berusaha merobek kain hitam yang mengurungnya. Pinggang kecil dan pantat yang bulat menyatu sempurna di balut celana kulit hitam.

Belati panjang, sepucuk pistol tergantung di pinggangnya dan moncong senapan serbu yang terlihat tersangkut di bagian belakang tubuhnya terlihat sangat mengancam. Suara high heels yang berirama ketika dia memasuki toko seakan menambah aura misteriusnya.

“Hello boys, may i join your journey?” Suara lembut keluar dari mulut wanita itu.

Ahmad dan Jatmiko hanya diam tidak menjawab, mereka yakin akan satu hal bahwa wanita ini bukan parasite karena dia bisa berbicara. Mereka berdua juga tidak tahu apakah sanggup untuk membunuh parasite secantik wanita di depannya. Yah mungkin mereka bisa membunuhnya walaupun dengan agak sedikit lembut.

Wanita itu mengira mereka tidak mengerti Bahasa inggris karena setelah di tunggu beberapa detik tidak ada jawaban, jadi dia berdehem dan berbicara dalam Bahasa Indonesia “halo, bolehkah aku bergabung dengan kalian?” Katanya sambil sedikit tersenyum yang menambah kecantikannya.

Ahmad memandang wanita itu dari atas ke bawah.

“Kamu tahu, di tempatku berasal menatap seorang wanita itu sangat tidak sopan” wanita itu berkata lagi.

Ahmad tersadar dari linglung nya dan segera meminta maaf “Maaf, aku tidak tahan melihat kecantikanmu.”

Wanita cantik itu tersenyum lebar “Oh, aku suka lelaki yang jujur… perkenalkan nama saya Rose …Rose Wilson.” Katanya sambil mengulurkan tangannya.

Ahmad terpesona memandang mata birunya menjawab dengan cepat “Ehm … namaku Ahmad … Ahmad Suryanto… maaf sebelumnya Rose ehm …aku tidak terbiasa melihat wanita cantik.”

“Apa kamu menggodaku ahmad? Karena kamu berhasil” Kata rose sambil mengedipkan matanya. “Aku sudah memperhatikan kalian dari beberapa jam yang lalu.” Lanjutnya sambil terus memandang ahmad.

Jatmiko yang di sebelah ahmad hanya bisa melebarkan matanya, menikmati keindahan di depannya.

Ahmad dengan wajah bingung berkata “Apa maksudmu dengan memperhatikan kami dari beberapa jam yang lalu?”

Rose tersenyum dan berkata “Jangan salah paham dulu, aku secara kebetulan melihat kalian, dan aku suka cara kalian menangani death kisser di minimarket.”

Ahmad bergumam lirih memotong wanita pirang itu “Death Kisser?”

“Yes, orang-orang di internet menyebut monster cacing itu Death kisser, mungkin karena berciuman dengan monster itu sama saja dengan mati.” Ucap Rose dengan nada tenang dengan matanya yang masih menatap Ahmad.

“Sekarang dengarkan aku Ahmad, di tempat aku berasal wanita tidak suka basa-basi, dan aku juga bukan wanita gampangan, hmm…sebenarnya aku pernah menendang ***** pria yang menggodaku di bar, dan pria itu terbaring di rumah sakit selama beberapa minggu” Rose berkata sambil diam sejenak seperti mengingat kejadian waktu di bar.

Ahmad dan jatmiko yang mendengarnya spontan mengerutkan kening dan melepaskan sekop dan linggis mereka, menggunakan kedua tangannya untuk melindungi harta mereka satu-satunya yang berharga.

Rose tersenyum melihat tingkah mereka “Aku suka lelaki yang jujur dan pintar sepertimu, jadi biar aku bertanya padamu, apa kamu menyukaiku, Ahmad?”

Jatmiko dari samping semakin melebarkan matanya.

Ahmad menelan air ludahnya, dia tahu kalau orang barat memang tidak suka basa-basi “Aku bisa saja di gigit parasite besok lagipula dia cantik… Ya Tuhan apa ini jodoh yang Engkau kirimkan untuk menemaniku dalam menghadapi musibah ini” Kata ahmad dalam hati. Dia menatap mata biru Rose dan menarik nafas dalam-dalam “Dari pertama aku melihatmu entah kenapa mataku tidak bisa berpaling … jadi ya kurasa aku menyukaimu Rose Wilson.”

Rose tersenyum ke ahmad “So now its official, sekarang aku dan kamu boyfriend and girlfriend”

“Tidak Rose, husband and wife, tunggu sampai kita bertemu orangtuaku untuk resminya” Kata Ahmad langsung melamar Rose.

Seandainya mata Jatmiko masih bisa melebar dia pasti akan melebarkannya lagi.

Rose sedikit kaget dengan perkataan ahmad, dia diam sejenak lalu berkata “Are you proposing to me Ahmad?” (Apa kamu melamar ku?)

“Di situasi saat ini, dimana parasite … ehh … death kisser dimana-mana, kurasa aku dan kamu tidak punya waktu untuk berpacaran dan berkencan, dan juga aku terburu-buru pulang ke kampung halaman ku untuk menyelamatkan keluargaku, jadi ya, aku melamar mu Rose Wilson … aku akan menjagamu dan kamu juga akan menjagaku.” mereka masih saling memandang.

Rose tersenyum lebar dan meraih kedua telapak tangan Ahmad dan berkata “Pintar … katakan padaku Ahmad … apa aku wanita pertama yang dekat denganmu?”

“Yes Rose Wilson…kamu yang pertama” Ucap Ahmad sedikit bergetar karena tangannya di pegang dengan erat oleh jari lembut Rose.

Rose tersenyum lebar mendengar perkataan Ahmad “Oke … baik Ahmad aku menerima lamaranmu…aku akan merawat mu dengan baik, boleh aku menciummu?” Rose merasakan tangan Ahmad bergetar.

Tidak mendengar jawaban dari Ahmad, Rose meletakan tangan kanannya di pipi Ahmad lalu mendekati bibirnya dan dengan perlahan mencium bibir Ahmad.

Ahmad seperti membeku di tempat tidak tahu apa yang harus dia lakukan, menonton di film dengan merasakannya sendiri rasanya tidak dapat di bandingkan. Bibir lembut dan manis Rose membuat pikirannya kosong.

Rose menarik wajahnya dari Ahmad “Apa ini ciuman pertamamu?” katanya tersenyum manis.

Ahmad akhirnya merasakan ciuman pertamanya “Pantas saja lelaki yang di kamar kecil stasiun kereta api tubuhnya bergetar, yah aku tidak bisa menyalahkannya” Pikir Ahmad di benaknya. Seandainya dia tahu yang mencium lelaki di stasiun bukan manusia, dia pasti akan menarik kembali kata-katanya.

“Kamu menyukainya?” Ucap Rose lagi dan Ahmad menganggukkan kepalanya.

“Mau lagi?” Rose bertanya lagi dan Ahmad hanya mengangguk seolah terhipnotis dengan suara yang keluar dari Rose.

“eheemm … hemm …”

Saat Rose akan mencium Ahmad lagi, ada suara berdehem yang cukup keras dari samping mereka. Rose dan Ahmad menoleh ke Jatmiko.

“Ehh … maaf, Mat bisa kita bicara sebentar? Eh, empat mata” Ucap Jatmiko dengan mata masih melebar, tidak percaya apa yang baru saja dia saksikan.

Ahmad yang tersadar dari linglung mengangguk dan melihat ke Rose “Sebentar Rose, temanku ingin bicara denganku.”

“Oh, silahkan, aku bisa mengerti…aku akan menunggu di sini” Rose berkata dengan santai sambil tersenyum ke Jatmiko

.

Jatmiko menyeret Ahmad ke pojok ruangan dan berbisik “Mat, kamu sungguh-sungguh dengan wanita bule itu?”

“Aku juga sadar kalau ini terlalu cepat Jat, tapi yang jelas berkumpul dan menyelamatkan keluarga kita di kampung tetap menjadi hal terpenting buatku, dan aku sudah bilang itu pada Rose dan dia tidak keberatan, satu hal yang aku tahu, aku akan menyesal di kemudian hari kalau tidak mendapatkan wanita sepertinya” Ucap Ahmad sambil melirik ke Rose.

Jatmiko menghela nafas panjang “Syukurlah kalau begitu, aku hanya khawatir kamu kena pelet buatan bule.”

Ahmad menatap temannya dengan pandangan kosong “Mana ada pelet buatan bule, ya sudah sini aku kenalkan kamu dengannya.”

Memegang bahu Jatmiko, Ahmad membawa Jatmiko mendekati Rose yang sedang melihat-lihat di sekitar toko.

Rose berbalik melihat kedatangan mereka “Jadi, apa kalian para lelaki sudah menyelesaikan pembicaraan kalian?”

“Ya Rose, kenalkan ini Jatmiko Sukodono satu-satunya saudara laki-lakiku dan sahabat terbaikku … Jatmiko kenalkan calon istriku Rose Wilson.”

Rose tersenyum dan mengulurkan tangannya “Hello Jatmiko namaku Rose Wilson, tunangan Ahmad.”

Jatmiko bersalaman dengan Rose “Hmm, jadi bolehkah aku memanggilmu … sister?”

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!