“Tentu saja boleh, lagipula kamu saudaranya, oh, aku paham kamu masih tidak percaya dengan semua ini, tapi seperti yang aku bilang sebelumnya, wanita di tempat asalku tidak suka bertele-tele, dan kalau ada pria yang menggodaku dan aku tidak menyukainya, pria itu pasti sudah berbaring di lantai sambil memegang tititnya” Ucap Rose tersenyum menakutkan.
Ahmad dan Jatmiko langsung melindungi harta mereka satu-satunya setelah mendengar kata-kata Rose.
Rose tersenyum dan meraih tangan Ahmad “Jangan khawatir sayang, aku tidak akan melakukannya padamu.”
“Jangan padaku juga” Sahut Jatmiko yang entah kenapa tengkuknya terasa dingin.
“Tentu saja selama kamu bersikap baik pada saudari iparmu” Kata Rose tersenyum.
“Oh tentu saja, aku selalu bersikap baik pada keluargaku” Sahut Jatmiko sambil memukul dadanya sungguh-sungguh.
“Baiklah, kita harus pergi dari sini, mayat kucing itu masih mengeluarkan cacing parasit” Ahmad mengajak mereka untuk Bersiap setelah melihat mayat yang masih mengeluarkan cacing.
“Biar aku mengurusnya untuk kalian” Rose berjalan santai dan mengeluarkan belatinya.
Ahmad dan Jatmiko bersiap-siap di belakang Rose kalau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Rose tersenyum melihat mereka “Relax boys, ini hanya cacing kecil”
Sesampainya di dekat mayat kucing, Rose mengibaskan belatinya dan…tubuh cacing kecil itu terpotong dengan rapi.
Ahmad dan Jatmiko terkejut melihatnya, Ahmad melihat kearah belatinya Rose “Bisa kamu ceritakan sesuatu tentang belati itu Rose?”
Rose melihat ke belatinya lalu mengambil kain dari tas kecilnya dan membersihkan cairan cacing yang menempel, setelah itu dia memberikan belati itu ke Ahmad.
“Belati ini memang cukup special, aku mendapatkannya di pelelangan besar di New York 4 tahun yang lalu … belati ini berasal dari mesir dan terbuat dari batu meteor … setidaknya para ahli sudah membuktikannya.”
Ahmad yang memegang belati itu terdiam “Terbuat dari meteor?” Bisik Ahmad sambil berpikir sejenak dan mengembalikan belati panjang ke Rose, lalu mengambil ponselnya di saku jaket kulitnya.
“Meteor? Hmm…aku melihat meteor jatuh beberapa hari kemarin” Celetuk Jatmiko.
“Kemarin? Kapan tepatnya kamu melihat meteor ini Jat?” Tanya Rose sedikit mengangkat alisnya.
“Ehh … aku ingat itu hari minggu, karena besoknya aku dan Ahmad harus berangkat ke kota ini untuk bekerja …hahh tapi death kisser ini muncul secara tiba-tiba dan menghancurkan semua rencana kami” Ujar Jatmiko menggerutu.
Rose berpikir sebentar dan melihat kearah Ahmad “Darling, apakah menurutmu semua ini berkaitan.”
Ahmad yang masih memegang ponselnya menoleh ke Rose “Kemungkinan itu ada tapi aku tidak bisa memastikan.”
Rose berpikir cepat dan mengambil ponselnya dari tas nya “Aku akan memberikan informasi ini ke Papa ku… mungkin saja kita bisa mendapatkan sesuatu.”
“Hmm, apa Papamu salah satu orang penting di pemerintahan?” Ucap Ahmad yang jarinya terus menari di layar ponselnya.
“Tidak, dia hanya seorang pengusaha, hanya saja dia mempunyai banyak teman yang memegang posisi penting di pemerintahan, meminta salah satu temannya untuk mencari meteor yang Jatmiko sebutkan tadi dengan satelit hanyalah masalah kecil untuknya.” Sahut Rose setelah meletakan ponselnya di tas pinggangnya.
“Baiklah” Ahmad tidak bertanya lebih lanjut “mencari dengan satelit hanya masalah kecil kata nya, sepertinya keluarga Rose bukan orang sembarangan” Pikir Ahmad di benaknya.
Melihat Ahmad tidak bertanya lebih jauh Rose tersenyum “Kamu tidak perlu khawatir, aku akan menceritakan semuanya padamu nanti okay.” Ahmad menatap mata biru Rose dan menganggukan kepalanya.
“Sebenarnya apa yang kamu cari di ponselmu Mat?” Ujar Jatmiko yang tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.
Ahmad melihat temannya “Karena belati Rose terbuat dari meteor, ada kemungkinan hanya senjata yang terbuat dari batu meteor yang dapat menangani death kisser dengan mudah, dan bangsa kita sebenarnya mempunyai cukup banyak senjata yang terbuat dari meteor, sekarang kita hanya perlu mencari senjata itu.”
Jatmiko terlihat senang mendengar perkataan Ahmad “Kamu serius Mat?”
Rose terlihat terkejut dengan berita dari Ahmad “Darling, aku tidak suka kalau kamu bercanda sekarang.”
“Aku tidak bercanda, bangsa kami memang punya cukup banyak, senjata ini namanya keris, senjata tradisional dari leluhur bangsa kami … kita hanya perlu mencari keris yang mengandung batu meteor dan aku yakin cukup banyak keris yang terbuat dari batu meteor.”
“Keris? Dimana kita mencari keris Mat? Eh, aku ingat Pak Yanto punya keris di rumah” Jatmiko mengingat keris yang di pajang di ruang tamu rumah Pak Yanto.
“Aku ingat ada museum besar di kota ini jadi aku melihat lokasi museum itu di internet yang untungnya searah dengan tujuan kita … dan juga rumah para kolektor keris, aku sudah mencarinya juga di internet … sayangnya tempatnya cukup jauh dari sini jadi tujuan kita berikutnya adalah museum keris … yah Bapak memang menyimpan sepucuk keris peninggalan buyut ku … dan aku sudah mengabari keluarga di rumah, hah setidaknya mereka punya sesuatu untuk melawan parasite itu” Ahmad berkata sambil memasukan ponselnya ke saku jaketnya.
“Itulah kenapa aku menyukai lelaki pintar” Bisik Rosa lirih menjilat sedikit bibirnya.
Ahmad yang tidak mendengar jelas kata-kata Rose bertanya “Kamu mengatakan sesuatu Rose?”
Rose tersenyum mendekati Ahmad dan membelai pipinya “Aku bilang kalau aku semakin menyukaimu honey.”
“Apa mereka akan memulainya lagi?” Gerutu Jatmiko dalam hatinya.
“Ehem, Maaf, kalau boleh aku ingatkan kita ada telur parasite di sini, bisakah kita segera pergi dari sini?” Kata jatmiko sambil menunjuk mayat kucing yang tidak jauh dari mereka.
“Ahh tentu saja, kita akan ke museum, mencari beberapa keris dan sekaligus beristirahat di sana” Ucap Ahmad dengan pipinya yang agak memerah “let’s go Rose.” (Ayo pergi Rose)
“You can call me Honey if you want.” (Kamu bisa memanggilku sayang kalau kamu ingin)
“Uhh … oke Honey … ayo pergi dari sini” Ahmad merasakan wajahnya mengeluarkan asap.
“Yes darling” jawab Rose tersenyum melihat Ahmad mencoba bersikap tenang yang membuatnya semakin ingin menggodanya.
Mereka segera keluar dari toko dan mulai berjalan menuju ke museum yang ada di kota.
Jatmiko yang melihat Ahmad berjalan berdampingan dengan Rose menggerutu dalam hatinya “Hah, aku pikir aku yang akan dapat pacar duluan, hmm, apa mungkin aku benar-benar dapat jatah takdir yang kejam?”
“Oi Jat”
Ahmad yang melihat temannya terdiam di belakang memanggilnya. Jatmiko mengangguk dan berjalan lebih cepat menyusul temannya. Merekapun berjalan bersama yang awalnya hanya sepasang anak muda, sekarang bertambah 1 anggota baru dalam perjalananan mereka.
Berjam-jam 3 manusia berjalan dengan hati-hati, menelusuri sudut kota mencari tempat untuk beristirahat. Mereka tidak banyak bicara, hanya sepatah kata yang kadang terdengar untuk menggambarkan situasi di sekitar mereka.
Rose yang telah mengamati mereka dari kejauhan sebelumnya tidak terkejut dengan kehati-hatian mereka. Dia berusaha untuk menyesuaikan dirinya dengan rekan barunya, karena satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal bagi mereka.
Rose menghela nafas, mengingat pasukan tentara yang terdapat tank dan helicopter di dalamnya, tetap musnah hanya dalam beberapa menit. Perbedaan kekuatan terlalu jauh, meskipun kekuatan militer di negara asalnya lebih besar, dia tahu kalau hasilnya tidak akan jauh berbeda. Gerombolan burung yang menghancurkan helicopter dalam sekejap, menghapus harapannya untuk pulang ke negaranya.
Dia sekarang hanya ingin bertahan hidup, melihat sepak terjang Ahmad dan Jatmiko dari kejauhan membuat dia tertarik. Rose tahu dari bahasa tubuh yang dia lihat dari kejauhan kalau Ahmad yang memimpin dan mengambil semua keputusan, ini membuat Rose semakin tertarik padanya.
Oleh karena itu ketika Ahmad tanpa sadar menggodanya dan menunjukan ketertarikan, Rose menjadi lebih agresif, karena dia tahu kebanyakan orang asia tenggara cenderung lebih ke pemalu.
Yah meskipun Rose sedikit terkejut ketika Ahmad memintanya untukerpikir mungkin ini sudah menjadi takdirnya memiliki suami dari Asia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments
Rudy Anto
ditunggu kelanjutannya thor seru
2023-11-10
0