“Mat …. bangun nak, sudah siang nanti kamu ketinggalan kereta” Bu Yanto setengah berteriak untuk membangunkan anaknya.
Ahmad yang masih mengantuk karena begadang semalaman perlahan membuka matanya sambil menguap.
“Hoam, iya Bu” Dia perlahan bangkit dari tidurnya sambil menguap.
“Jatmiko sudah bangun Bu?” Tanyanya.
“Dia sudah bangun dari subuh tadi, cepetan mandi sana” Kata Bu Yanto sambil memukul pantat Ahmad supaya bergegas.
“hoam” Ahmad dengan malas berjalan ke kamar mandi di belakang rumah.
Jatmiko terlihat berpakaian rapi di teras rumah sibuk mengecek barang yang ada di dalam tas nya, takut kalau ada yang tertinggal.
“Wah tumben sudah ganteng Mas Jat? Kata Sisca sambil tertawa kecil.
“Saya tiap hari juga ganteng Sis, cuma dalam penyamaran saja” Jawab Jatmiko terkekeh sambil mencubit pipinya.
Sisca yang masih di sekolah dasar jadi sudah menjadi nasibnya di godain tiap hari oleh 2 kakak laki-lakinya.
Sisca tersenyum imut mendengar jawaban Jatmiko.
“Sisca bantuin Ibu sini” Teriak Bu Yanto dari dapur.
“Iya Bu” Jawabnya sambil berlari kecil ke arah dapur.
Tak lama dia kembali dengan membawa gelas kopi “Ini kopinya Mas, biar melek kata Ibu”
“Mantab” Ucap Jatmiko dengan menunjukan jari jempolnya.
Selang beberapa menit Ahmad sudah berpakaian rapi dan duduk di teras rumah sambil minum kopi buatan Ibunya.
Jatmiko yang bersebelahan dengannya masih terus bercanda dengan Sisca.
Pak Yanto dan istrinya terus memberikan banyak saran kepada mereka, Bagaimanapun juga ini pertama kalinya bagi mereka berpisah dari orangtua nya. Mata Bu Yanto terlihat berkaca-kaca menahan tangisnya.
“Ingat pesan Bapak ya Mat kamu juga Jat, di kota nanti kalian yang pintar menyesuaikan diri, Jangan sombong dan juga jaga kesehatan tubuh kalian … kalau ada apa-apa kalian telepon Bapak” Pak Yanto yang masih terlihat muda berkata seraya mengelus kepala siska yang duduk di pangkuannya.
Ahmad dan Jatmiko mengangguk “iya Pak … Bu … jangan khawatirkan kami, cukup doakan kami supaya kerja’an kami lancar dan tidak ada kendala apapun.” Ucap Ahmad.
"Bapak dan Ibu pasti selalu mendoakan kalian, Jat kamu sudah lama Bapak anggap seperti anak sendiri, kalian berdua harus saling menjaga satu sama lain" Pak Yanto seraya menatap Jatmiko dengan senyum bijaknya.
“Iya Pak” Jatmiko mengangguk serius ke arah Pak Yanto.
“Sudah jam 8, kalian cepat berangkat nanti ketinggalan kereta” Pak Yanto berucap setelah melihat jam di dinding rumahnya.
Mereka segera berdiri dan mencium tangan kedua orangtuanya untuk berpamitan, Bu Yanto yang tidak bisa lagi menahan air matanya memeluk Ahmad dan Jatmiko.
“Mas Ahmad, Mas Jat, kalau pulang jangan lupa bawa oleh-oleh ya” Celetuk Sisca.
“Iya pasti itu, Sisca di rumah yang nurut sama Bapak Ibu ya” Ahmad berkata sambil memeluk adik kecilnya.
Mengambil barang bawaan yang sudah di siapkan untuk hidup di kota, mereka berjalan keluar dari rumah sambil sesekali menoleh ke belakang dan melambaikan tangannya. “Semoga Tuhan selalu melindungi mereka …” Bisik Bu Yanto lirih melihat kepergian anak-anaknya.
Setelah turun dari kendaraan umum mereka segera memasuki stasiun kereta api. “Tunggu sebentar Jat, aku mau ke kamar kecil dulu sebelum naik kereta” Ahmad berkata tiba-tiba.
Jatmiko memandang temannya sambil terkekeh “Kebanyakan makan sambal Pak Yanto kamu itu … aku tunggu d sini ya.”
Ahmad mengangguk lalu berjalan ke arah kamar kecil di sudut stasiun kereta api. Dengan terburu-buru dia memasuki kamar kecil untuk pria dan melepas hasrat terpendamnya.
Beberapa menit kemudian Ahmad keluar dari kamar kecil dengan lega. Baru saja di melangkahkan kakinya dia melihat sepasang muda mudi di pojokan kamar kecil berpelukan. “Gila, anak muda sekarang benar-benar sudah berani berciuman di tempat umum” Pikir Ahmad yang melihat Pasangan muda itu bermesraan.
Ahmad sekilas bisa melihat dengan jelas tangan si laki-laki bergetar “Pasti ini ciuman pertamanya sampai bergetar seperti itu” pikir Ahmad terkekeh. “Dasar pemula … ehh ngaca Mat … ngaca” Ahmad tersenyum kecut menyadari kalau dia belum pernah berciuman juga.
“Ayo masuk kereta Jat” Kata Ahmad yang mengagetkan Jatmiko
Jatmiko sedikit menaikan alisnya setelah melihat wajah temannya “Kamu habis melihat hantu di kamar kecil Mat?”
“Iya … hantu mesum” Jawabnya sambil berjalan ke kereta.
“Hantu mesum?” Jatmiko berkata lirih seolah sedang berpikir. Kemudian dia tertawa keras.
“Kamu habis ngintip pasangan yang lagi mojok ya” Katanya masih sambil memegangi perutnya.
“Sudahlah ayo buruan masuk, sebentar lagi keretanya berangkat” Jawab Ahmad yang agak jengkel melihat Jatmiko yang terus tertawa mengejeknya.
Jatmiko melangkahkan kakinya menuju kereta sambil tertawa dan menggelengkan kepalanya.
Merekapun masuk kereta dan mencari tempat duduknya sesuai tiket yang mereka pesan. Tak lama kemudian kereta membunyikan klaksonnya dan kemudian berangkat mengantarkan 2 sahabat ke tujuannya.
Di kamar kecil tempat dimana Ahmad melihat pasangan mesum tadi, Perempuan itu akhirnya menarik wajahnya dan melepaskan pelukannya dari si laki-laki.
Tubuh laki-laki itu langsung jatuh di lantai kamar kecil yang basah, matanya melotot, tubuhnya bergetar, mulutnya terbuka lebar tapi tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Si perempuan berdiri di sana seolah tidak peduli dengan keadaannya, dia membuka mulutnya dan mengeluarkan suara yang aneh.
SHAAAHHH … KLAK … KLAK …
Tiba-tiba dari mulut wanita itu keluar 5 daging berwarna kuning kecoklatan yang panjang seperti tentakel, menggeliat-geliat di luar mulutnya. Beberapa detik kemudian tentakel itu kembali masuk ke mulutnya ketika si perempuan menutup mulutnya. Kalau di lihat dari luar seolah-olah dia hanya perempuan normal, tidak ada yang aneh dengan tubuhnya. Hanya matanya yang terlihat kosong,
Seperti tidak ada cahaya kehidupan yang terdapat di dalam matanya, hanya sebuah cangkang kosong.
DOONN … DOOONN …
Suara bel kereta Api yang keras pertanda akan berangkat membuat perempuan itu menggeram.
SHAAAAHHH … KLAK … KLAK …
Lalu perempuan itu berlari menerjang keluar menuju keramaian di stasiun kereta api. Seorang pria muda berjas rapi tiba-tiba di terkam dan bibirnya di cium “Waahh, mimpi apa aku tadi malam, perempuan muda ini pasti tidak tahan dengan pesonaku” Pikirnya.
Sayangnya pikiran itu terhenti ketika dia merasakan ada sesuatu yang masuk ke tenggorokannya. Matanya berubah melotot dan tubuhnya bergetar. Orang di sekitarnya berteriak kaget melihat kejadian ini, keamanan stasiun segera bertindak untuk mengamankan 2 sejoli yang mengganggu ketertiban umum.
Di dalam kamar kecil, laki-laki muda perlahan berdiri. Tubuhnya tidak lagi bergetar, matanya tidak lagi melotot. Tidak ada cahaya kehidupan yang terdapat di matanya, dia sudah menjadi cangkang kosong sama seperti perempuan yang tadi menciumnya.
SHAAAHHH … KLAK … KLAK …
Dia melangkahkan kakinya, berlari keluar kamar kecil dan segera menerkam wanita paruh baya yang berdiri bersama suaminya. Sang suami marah melihat istrinya di peluk oleh orang asing, dan berusaha untuk menjauhkannya. Tentu saja tidak mudah untuk melepas pelukan dari laki-laki muda ini, semakin marah dengan situasinya dia memukul tubuh laki-laki itu dengan keras.
“Lepaskan istriku anak muda kurang ajar” teriak pria paruh baya itu.
Sayangnya teriakan dan pukulannya tidak berpengaruh sama sekali, sampai lelaki muda itu melepaskan wanita paruh baya yang tubuhnya terus bergetar dan mata yang melotot.
Pria paruh baya melihat istrinya dengan keadaan seperti itu juga merasa ada sesuatu yang salah. Tapi dia tidak bisa berpikir lebih jauh ketika tubuhnya di terkam oleh lelaki muda tersebut.
Yah setidaknya pasangan paruh baya itu tetap bersama walaupun di dalam pelukan kematian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments
Helen
Terharu, ada momen-momen yang bikin aku ngerasa dekat banget dengan tokoh-tokohnya.
2023-11-09
0