BAB 6. MALAM MENCEKAM

Tratatatatat … Boomm …

2 Helikopter mendekat dari jauh dan menumpahkan peluru panas dan rudalnya ke ribuan parasite yang mengepung prajurit di bawahnya.

“Bantuan datang, terus bertahan” Sang kapten berteriak memberi setetes semangat ke semua bawahannya.”

Belum juga beberapa detik sang kapten memberi semangat pada anak buahnya ketika bayangan hitam mendadak muncul di atas langit, bergerak dengan cepat ke arah 2 helikopter.

Pilot helikopter terkejut dengan apa yang dilihatnya, karena setelah mendekat, bayangan gelap itu ternyata ribuan burung dengan bermacam-macam jenis berkumpul menjadi satu.

“Sial, kurasa ini adalah hari yang baik untuk mati … tembak … ahhhh” Teriak sang pilot.

Gerombolan burung itu di hujani peluru yang di tembakan prajurit yang memegang senapan mesin, ratusan burung meledak dan jatuh ke tanah. Seoalah tidak memperdulikan tembakan dari helikopter, gerombolan itu terus terbang dan dengan cepat masuk ke dalam helicopter lewat pintu samping helicopter yang terbuka, dan melumpuhkan prajurit yang memegang senapan mesin.

Burung hantu yang terlihat lebih besar dari yang lain menancapkan cakarnya ke wajah pilot dan mematuk mata nya, dari paruhnya keluar cacing kecil yang melompat masuk ke mata pilot itu.

Helikopter yang kehilangan kendali berputar-putar di udara dan dengan cepat meluncur ke tanah.

Kapten melihat helicopter terbang menukik ke bawah dan menabrak gerombolan parasite dan meledak seketika. Tak lama kemudian helicopter kedua jatuh dan meledak.

“Ya Tuhan … apakah ini hari yang telah Engkau tentukan” Bisiknya lirih, dia melihat ke semua anak buahnya.

“Prajurit … jangan gentar …terus bunuh iblis dari neraka ini … kita akan berkumpul lagi di surga” Teriak sang Kapten.

Para prajurit mengerti maksud kapten mereka, mereka semua berteriak dengan lantang

“Uuoohhhh … sampai jumpa di surga kapten” Teriak salah satu prajurit.

“Mati kau monster sialan” Para prajurit berteriak kencang, sinar matanya tegas seperti tidak takut akan kematian.

“Kapten … tinggalkan alamat kapten di surga … saya takut tersesat ke neraka” Celetuk salah satu prajurit. Para prajurit lain tertawa mendengar teriakan temannya.

“Hahahaha … matiiii!!!

Gelombang parasite semakin lama semakin mendekati garis pertahanan mereka, ledakan dari granat dan tank yang tersisa tidak dapat menghentikan monster aneh ini. Prajurit yang menembakan senapan mesin menoleh ke samping karena mendengar teriakan kesakitan temannya.

Seekor ular besar telah melilit tubuhnya lalu menggigit mulut teman seperjuangnya. Dia mengambil pistol dan akan menembak kepala ular itu, sebelum bayangan hitam menerjang dan menjatuhkannya.

Pertahanan mereka telah runtuh, satu demi satu para prajurit itu jatuh ke tanah.

Beberapa menit telah berlalu, tidak ada lagi suara tembakan atau ledakan yang terdengar. Puluhan ribu manusia dan hewan berdiri diam memenuhi jalanan. Gerombolan burung terlihat hinggap di atap-atap Gedung di sekitarnya.

Suasana terasa menenangkan sekaligus menakutkan. Di sekitar bekas medan pertempuran, terlihat banyak tubuh yang hancur. Gumpalan daging dan potongan organ dalam manusia berserakan dimana-mana.

Ribuan parasit yang kehilangan inangnya menggeliat dan berhimpitan di tanah, ada yang bergerombol dan membentuk bola besar . Sungguh pemandangan yang mengerikan. Parasite ini lebar tubuhnya hanya sektar 2 cm tapi panjangnya bisa mencapai 10 meter atau lebih, dan jumlah mereka sangat banyak. Perlahan cacing-cacing tersebut bergerak kearah saluran air kota, menjatuhkan tubuhnya ke permukaan dan berenang mengikuti aliran air.

Di dekat bangkai tank berdiri sosok tegap dengan seragam tentara, sang Kapten tampak baik-baik saja dari luar, tapi dengan mata yang telah kehilangan kehidupannya, hanya seonggok cangkang kosong.

“Damn, how can humans deal such monster” (Sial, bagaimana manusia bisa menghadapi monster seperti itu) Ucap wanita berambut pirang yang melihat semua kejadian itu dengan teropongnya.

Dengan pakaian ketat serba hitamnya wanita sexy ini mempersenjatai dirinya dengan sangat baik. Belati panjang tergantung di pinggang kirinya, pistol di pinggang kanannya dan senapan serbu tersangkut di punggungnya. Para pria pasti akan berpikir 10x untuk menggodanya.

“This city is too dangerous, I have to leave, but I don’t know this territory very well … if I had known all this was going to happen, I wouldn’t have gone to Bali” (Kota ini terlalu berbahaya, aku harus segera pergi, tapi aku tidak tahu daerah ini dengan sangat baik, jika aku tahu semua ini akan terjadi, aku tidak akan pergi ke Bali) Dia menggerutu sendiri.

“Whatever, let the lady of luck decide my fate” (Terserah, biarkan Nyonya keberuntungan memutuskan takdirku) Ucapnya sambil berjalan keluar dari ruangan dan melangkah pelan di lorong gedung, hanya suara sepatu high heels yang terdengar seiring dia berjalan.

Di rumah kontrakan yang terlihat gelap gulita, Ahmad dan Jatmiko menikmati segelas kopi sambil menghisap rokok di tangan mereka. “Hmm … suara tembakannya sudah tidak terdengar lagi” Ucap Ahmad lirih sambil melihat kearah suara tembakan tadi berasal.

“Mungkin mereka sudah membunuh banyak makhluk parasite itu dan memenangkan pertempuran” Jatmiko tersenyum optimis.

Ahmad memandang temannya dengan tatapan kosong “Kalau memang mereka bisa menang hanya dengan tembak-menembak dalam beberapa menit, kota ini sudah kembali ke keadaan sebelumnya jat.”

Jatmiko hanya menghela nafas panjang “Yah masuk akal … terus apa yang kita lakukan sekarang?”

Ahmad diam sejenak, mengintip ke luar jendela dan berkata “Malam ini kita istirahat dulu Jat, besok pagi kita mulai perjalanan pulang ke kampung.”

“Oke, aku khawatir dengan sisca … dia terlalu muda untuk situasi seperti ini” Kata Jatmiko memikirkan sisca yang sudah seperti adiknya sendiri.

Ahmad mengangguk setuju “tidak jauh di depan ada minimarket, kita ambil perbekalan dari sana” Ahmad menoleh ke temannya dan memandangnya dengan tatapan serius “Kita berdua harus berhati-hati dan selalu waspada Jat … aku ingin kita bertahan hidup melalui situasi ini.”

Jatmiko menghisap rokoknya dan memandang temannya “Semoga Tuhan memberi kita berdua kekuatan Mat.”

Ahmad mengangguk “Amiinn … lebih baik kita tidur bergantian … aku tidak mau cacing parasite itu merangkak ke mulut ku ketika aku tidur” Ucapnya.

“Sial Mat … aku bisa bermimpi buruk karena kata-katamu barusan” Gerutu jatmiko sambil menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur. “Bangunkan aku kalau sudah giliranku ok” Lanjutnya sambil memejamkan matanya berusaha untuk mengistirahatkan badan dan pikirannya.

Ahmad mengambil gelas kopi dan meminumnya perlahan, mengambil sebatang rokok dari bungkusnya yang hanya tersisa beberapa. Dia menyalakan rokoknya lalu melihat bulan yang bersinar di langit seakan mengejeknya dari atas. berbagai macam pikiran dan kekhawatiran melintas di benaknya.

Matahari perlahan naik dari ufuk timur menandakan bergantinya hari. Seolah menunjukan bahwa di alam dunia ini tidak peduli apa masalahmu, tidak peduli apa kesedihanmu, matahari akan terus memberikan cahayanya, bulan tidak akan pernah meninggalkan bumi. Sekecil apapun, harapan selalu ada.

“Mat bangun oi …” Jatmiko berbisik di telinga Ahmad sambil menggoyang-goyang badannya.

“Hoamm, jam berapa Jat?” Kata Ahmad sambil menguap, dia melihat kearah jendela sepertinya hari sudah siang.

“Jam 9 siang, cuci muka dulu sana, aku sudah bikin sarapan sama kopi.”

“Kok siang amat banguninnya Jat?” Kata Ahmad sambil bangkit dari tempat tidurnya dan mengambil air kemasan botol untuk cuci muka dan berkumur.

“Yah sekali-sekali bangun kesiangan tidak apa-apa Mat, tidur yang cukup juga menyegarkan pikiran” Ucap Jatmiko yang dari kemarin melihat temannya sering melamun dan terlalu banyak berpikir.

Ahmad yang mendengar perkataan temannya diam sejenak lalu menoleh “Hmm, kamu benar Mat, terlalu banyak berpikir juga tidak baik, kadang spontanitas juga perlu, terimakasih Jat sudah mengingatkan” Ucap Ahmad sambil tersenyum ke temannya.

Jatmiko terkekeh mendengar Ahmad “Asal kamu mengerti Mat, buruan cuci muka dulu, sarapannya keburu dingin”

“Oke” Teriak Ahmad pelan dan berjalan keluar kamar.

Jatmiko tersenyum mendengar nada bicara temannya yang berubah lebih baik.

Terpopuler

Comments

Jarwonanik

Jarwonanik

tersesat ke neraka gak tuh/Facepalm/

2023-11-09

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!