BAB 13. AKARI NARA

“Diam mu akan ku anggap kamu menolak” Wanita itu menusukan katananya pas ke tenggorokan Ahmad.

“Baiklah aku akan menikahi mu” Katana itu berhenti persis di leher Ahmad ketika dia berteriak.

“Kamu kenapa Mat?” Teriak Jatmiko di dapur yang mendengar samar-samar teriakan temannya.

Ahmad memandang logam mengkilap di depannya yang sedikit lagi membawanya ke alam kubur. Butiran keringat dingin bergulir di wajahnya. “Aku, aku tidak apa-apa Jat” Ujar Ahmad.

Jatmiko kembali menyiapkan kopi mendengar temannya baik-baik saja.

Wanita itu masih belum menurunkan katana nya “Kamu berjanji untuk menikahi secara sah?”

“Ya aku bersumpah akan menikah kamu secara sah” Ahmad melihat secuil senyum di bibir wanita menakutkan ini.

“Baik, Aku tidak ragu untuk membunuhmu kalau kamu melanggar sumpahmu, lelaki yang melanggar sumpahnya sendiri tidak layak menjadi suamiku” Wanita itu berkata sambil menurunkan senjatanya. meletakkannya di samping dan berjalan untuk mengambil pakaiannya.

Melihat katana itu menjauhi lehernya Ahmad baru bisa bernafas lega “Siapa nama mu? Ehh, kenapa kamu telanjang lagi?” Ahmad terkejut melihat wanita itu menjatuhkan handuknya ke lantai.

“Nama ku Akari Nara, panggil aku Akari, kenapa kamu terkejut, kamu suamiku sekarang, kamu bisa melihat tubuhku kapanpun kamu mau, dan aku menyadari ada temanmu di luar, apa kamu mau aku keluar dari sini hanya memakai handuk?” Jawab Akari tenang seraya memakai pakaiannya perlahan sambil memperhatikan ahmad.

Melihat tenda yang perlahan terbentuk di celananya, Akari tersenyum “Sepertinya bagian bawah tubuhmu sudah mulai menyukaiku, boleh aku tahu nama suamiku?”

Ahmad melihat ke bawah tubuhnya dan segera menutupinya dengan tangan “Ah maaf Akari, aku tidak bisa mengontrolnya, ehh…namaku Ahmad, Ahmad Suryanto.”

“Ahmad Suryanto, hmm baiklah aku akan memanggilmu anata mulai dari sekarang.”

Ahmad yang melihat Akari selesai memakai pakaiannya tidak bisa untuk tidak memujinya. Rok setinggi lutut dan kemeja santainya menutupi tubuh Akari. Rambut hitam panjangnya menambah kesan imut sekaligus cantik. Wanita yang tadinya dingin dan kejam yang siap mengambil hidupnya dengan pedangnya seolah hanya ilusi sesaat bagi ahmad.

Melihat Ahmad hanya berdiri diam, Akari bertanya “Apa yang akan kamu lakukan tadi masuk ke sini?”

“Ehh…aku mau kencing”

“Ya sudah kencing saja”

“Ehh…kamu tidak keluar dulu?”

“Tidak…aku tidak mau repot menjelaskan ke temanmu, kenapa? Kamu sudah melihat tubuhku, dan sekarang kamu keberatan aku melihatmu?”

“Ahh tidak…tidak…aku kencing sekarang” Ucap Ahmad sedikit tergagap, dia segera membalikan tubuhnya ke toilet untuk kencing.” Ahmad segera mengeluarkan hajatnya yang sudah dari tadi dia tahan.

Akari meraih katana dan menempatkan di selongsongnya, lalu mendekati Ahmad dari belakang dan mengintip ke bawah “Hmm, cukup baik” Akari berbisik lirih.

Ahmad yang sadar Akari mengintip mengernyitkan alisnya “Apa maksudmu?”

“Tidak ada” Jawab akari tenang.

Suasana kamar mandi sangat aneh, dengan suara air kencing dan sepasang muda mudi berdiri berdekatan. Ahmad terpaksa menyudahi ritual kencingnya “Baiklah, aku kenalkan kamu dengan temanku dan…calon istriku.”

“Hmm” Akari hanya mengangguk.

Dengan dada berdebar Ahmad keluar kamar mandi, dengan Akari berjalan di belakangnya mereka menuju ruang tengah dimana Jatmiko menunggu dengan gelas kopinya, dan Rose yang meniup permukaan kopi. Melihat ke jendela kamar, hujan sudah mulai turun dengan deras.

Melihat kedatangan Ahmad dengan sosok yang tidak mereka kenal, Jatmiko dan Rose meraih senjata mereka.

“Darling, kamu baik-baik saja? Rose berkata sambil matanya menatap tajam ke Akari.

Jatmiko mengeluarkan kerisnya dan bersiap menerjang untuk menyelamatkan Ahmad.

Ahmad tersenyum hanya tersenyum kecut “Aku baik-baik saja, kenalkan dia Akari Nara” lalu Ahmad menghirup nafas panjang dan mulai menjelaskan ke kedua rekannya.

“Apa?” Rose berteriak keras.

“Rose jangan berteriak, kita tidak mau menarik death kisser kesini” Ahmad berkata.

“Oh, kalian tidak perlu khawatir, aku sudah membunuh semua death kisser di lantai ini, dan beberapa di lantai yang lain” Ucapnya tenang.

Jatmiko yang sedikit mengernyitkan alisnya berbisik “Jadi aku punya 2 sister sekarang?”

Rose yang menggertakan giginya menatap Akari dengan tajam “Dasar wanita murahan.”

“hei, hati- hati dengan mulutmu, atau kau akan merindukan mulutmu menempel di wajahmu untuk selamanya” Akari menatap dingin ke Rose.

Ahmad mendekati Rose dan memeluknya “Aku minta maaf Rose, ini salahku, Akari hanya mengikuti aturan di keluarganya, jangan menyalahkannya, dari awal memang kita yang menerobos masuk ke tempatnya.”

Rose masih menatap tajam ke Akira “Baik, tapi aku istrimu yang pertama.”

“Hmm, terserah selama anata menjadi suamiku” Ucap Akira tenang.

Ahmad tersenyum kecut kepada Jatmiko yang terus

melihatnya “Rose bisa kita bicara berdua?”

Rose mengalihkan pandangannya ke Ahmad, Ahmad bisa melihat masih ada kemarahan dalam matanya. Rose hanya menganggukkan kepalanya lalu meraih tangan Ahmad dan menyeretnya ke kamar.

Jatmiko yang melihat suasana di ruangan yang aneh melihat ke Akira “Jadi apa kamu hanya berada di apartemen selama ini?”

Akira menatap pintu kamar yang baru saja tertutup, menghela nafas pelan “Ya, aku hanya diam di sini, sesekali aku keluar mencari makanan.”

“Hmm, apa kamu tahu situasi di sekitar sungai?”

Akira hanya mengangguk “Aku bisa melihat sungai dari atas bangunan ini, tentu saja aku tahu banyak death kisser di sana.”

“Lalu kenapa kamu masih di sini, kenapa tidak pergi dari kota ini?” Tanya Jatmiko heran.

“Mau pergi kemana? Aku lebih baik bertahan di sini, dari pada pergi ke suatu tempat yang aku tidak tahu.”

“Hmm, kami yang pasti akan pergi dari kota ini, Ahmad ingin kembali ke keluarganya.”

“Tentu saja aku akan mengikuti anata, aku sudah terikat dengannya, kamu siapanya anata?”

Jatmiko tersenyum kecut Akari terus memanggil temannya anata “Aku saudaranya Ahmad, namaku Jatmiko.”

“Oh saudara? Baik kamu bisa memanggilku Akari.” Akari tersenyum cantik ke Jatmiko.

“Aku tidak tahu apakah ini keberuntungan atau kesialan Ahmad bisa memiliki 2 wanita cantik ini, hah…Dia hanya tersenyum padaku setelah tahu aku saudara suaminya” Pikir Jatmiko di benaknya.

“Rose?” Ahmad terkejut ketika Rose mendorongnya ke tempat tidur, dia sudah berbicara dan menjelaskan semuanya kepadanya. Dia berpikir Rose masih marah dan mendorongnya.

Rose mendekatinya dan melepas jaket Ahmad dan membuka kemejanya perlahan.

“Aku mengerti, tapi aku ingin menjadi istri pertamamu Ahmad, aku tidak mau pelacur itu mendahuluiku.”

Dari atas apartemen, Jatmiko bisa melihat beberapa death kisser yang berlarian di Jalanan, mungkin karena suara hujan membuat mereka bingung? Melihat ke Akari yang masih menatap pintu kamar, Jatmiko meraih tas dan tombak yang di tutupi kain. Mengeluarkan semua keris dan tombak dan menempatkannya di hadapan Akari.

“Karena kamu sudah menjadi keluarga dan akan ikut dengan kami, ambilah beberapa senjata ini untuk melindungi mu.”

Akari melihat semua senjata di meja, tangannya meraih mata tombak seukuran telapak tangan yang tidak ada gagangnya. Sejenak Akari mengamatinya lalu mengambil semua mata tombak yang tidak memiliki gagang “Aku ambil ini saja.”

Tiba-tiba mereka samar-samar mendengar suara mengerang dari dalam kamar. Akari dan Jatmiko menghentikan sejenak percakapan mereka.

“Hah… aku akan membuat makan malam untuk kita” Ujar nya sambil berlalu ke dapur.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!