Sebagai putri satu-satunya dari seorang milyarder, tidak pernah terpikirkan kalau pria Asia akan melamarnya. Rose tersenyum ketika mengingat kepolosan Ahmad saat berciuman dan usahanya menahan rasa malu. Mungkin ini lebih menarik dari pada bepergian dari satu negara ke negara lain.
Dia menghentikan pikirannya ketika melihat Ahmad yang tiba-tiba berhenti dan mengangkat tangannya.
Ahmad berdiri di sudut bangunan dekat perempatan jalan. Dia memberi sinyal agar Rose dan Jatmiko mendekat dan menahan suara mereka.
Mereka perlahan mendekatinya dan melihat kearah yang di lihat Ahmad. Mereka pun bergidik, di depan mereka terlihat ribuan tidak, puluhan ribu atau ratusan ribu tidak ini jutaan, ya jutaan death kisser sedang berjejer di sekitar sungai.
Death kisser manusia, Death kisser hewan dan Death kisser burung pun ada di sini.
Mereka semua membuka mulutnya dan tentakel cacing terlihat menari-nari di atas kepala mereka. Pantas saja mereka hanya bertemu beberapa death kisser di perjalanan, ternyata mereka semuanya berkumpul di sekitar sungai.
Ahmad, Jatmiko dan Rose tercengang melihat jutaan manusia, lebih tepatnya tubuh manusia yang di kendalikan cacing parasite berbaris di sepanjang sungai.
Dari kejauhan mereka bisa melihat cacing-cacing itu berenang menggeliat di sungai, seluruh permukaan sungai benar-benar di penuhi oleh cacing parasite. Dan sejauh mata memandang mereka hanya melihat cacing yang menggeliat sepanjang sungai di tengah kota.
Lalu tiba-tiba cacing yang tubuhnya sangat besar keluar dari dalam air, Sebagian tubuhnya menggeliat-geliat di atas permukaan air. Dan perlahan di bagian ujung tubuh cacing itu membelah terbuka, menunjukan gigi yang sangat tajam. 3 orang yang menyaksikan itu mengeluarkan keringat dingin.
Ahmad menepuk bahu Jatmiko dan Rose dan mengisyaratkan untuk berbalik dan menjauh dari tempat ini dengan perlahan. Mereka hanya mengangguk dan mulai melangkahkan kakinya untuk segera menjauh.
Karena sangat ketakutan mereka berjalan sangat pelan, entah berapa lama mereka telah berjalan. Sampai Ahmad menghentikan langkahnya dan menyuruh mereka untuk istirahat sejenak.
“Baiklah kurasa kita sudah jauh dari mereka.” Ahmad melihat kedua rekannya dan hanya bisa memakluminya.
Jatmiko langsung jatuh lemas di trotoar dan bernafas dengan keras sedangkan Rose menerjang Ahmad dan memeluknya erat-erat, seolah-olah hanya dia yang bisa menenangkannya. Sebenarnya Ahmad juga ketakutan, tapi melihat kedua rekan perjalanannya terlihat menyedihkan, Ahmad hanya berusaha menguatkan dirinya.
Ahmad memeluk rose dan membelai rambutnya yang pirang berusaha menenangkannya “Sudah tidak apa-apa, kita aman di sini.”
“Biarkan aku memelukmu sebentar, aku membutuhkannya.”
“Baiklah” Ahmad melihat ke Jatmiko “Kamu baik-baik saja Jat?”
“Tidak ada manusia yang baik-baik saja melihat sesuatu seperti itu Mat, beri aku waktu sebentar.”
Ahmad menganggukkan kepalanya pelan. Terdengar suara Rose berbisik di telinganya “Katakan padaku Ahmad, setelah kamu melihat semua itu apa kamu masih punya rencana?”
Ahmad menatap mata biru Rose “Tentu saja aku punya rencana, makhluk itu hanya hidup di air dan sekitarnya, kita hanya perlu menjauhi perairan seperti sungai, danau dan lautan. Dan kita semua akan baik-baik saja.”
Rose menatap mata Ahmad “Itu sebabnya aku menyukai pria pintar sepertimu”
“Aku tidak tahu apa yang menanti kita kedepannya, aku hanya ingin kamu tahu kalau aku akan selalu bersamamu Rose Wilson.”
“Hmm, aku tidak sabar untuk bertemu keluargamu dan meresmikan hubungan kita” Rose mengangguk senang mendengar ucapan Ahmad.
“Eheem, kurasa aku cukup baik sekarang, ayo kita ke museum Mat, aku tidak sabar memegang keris dan menjadi Gajah Mada versi modern” Celetuk Jatmiko yang tidak tahan melihat adegan drakor di depannya dan berjalan di di depan mereka.
“Baiklah, ayo ke museum” Ahmad melepas pelukan Rose dan mulai berjalan “Eh, Jat kamu mau kemana? Arah museum lewat sini” Ujar Ahmad yang melihat Jatmiko berjalan lurus Melewati perempatan jalan.
“Oh, aku tahu Mat, aku hanya melihat situasi di ujung jalan ini, hmm, sepertinya aman, kamu duluan lah mat, tenang aku akan mengawasi di belakangmu” Seru Jatmiko yang menutupi kesalahannya mengambil arah.
Rose dan Ahmad tertawa kecil melihat tingkah Jatmiko.
Sampai di depan bangunan besar dan luas, mereka bertiga mendekat dan mengintip dari jendela. “Oh sial, kenapa ada banyak death kisser di dalam bangunan ini?” Jatmiko tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Ahmad melihat death kisser, keris dan tombak yang terpajang di dalam bangunan.
“Ada 13 death kisser di dalam, posisi mereka tersebar di seluruh gedung, bagaimana menurutmu sayang?”
“Agak sedikit beresiko, memancing mereka keluar bangunan juga bukan ide yang bagus, aku tidak mau death kisser di sekitar sini menghampiri kita, hmm, kita membutuhkan keris ini, jadi aku punya rencana…” Ahmad menjelaskan rencananya menghadapi death kisser di dalam museum pada 2 rekannya.
Beberapa saat kemudian mereka bertiga sudah berada di dekat salah satu jendela museum. Jatmiko mengintip sebentar lalu mencungkil jendela dengan hati-hati.
Krieeeek…
Suara engsel jendela museum yang berkarat bergema di dalam museum, Ahmad dan Jatmiko hanya bisa mengutuk petugas museum yang malas merawat jendela museum dalam hatinya.
“Sistem alarm yang tradisional tapi sangat efektif” Celetuk Rose dengan wajah seriusnya. Ahmad dan Jatmiko tidak tahu harus tertawa atau menangis mendengar bisikannya.
Death kisser di museum yang mendengar jendela terbuka langsung berlari menuju asal suara.
“Cepat masuk, tetap lakukan sesuai dengan rencana, hanya saja, lakukan lebih cepat” Ucap Ahmad sambil melompat ke dalam museum, di ikuti Rosa dan Jatmiko, Jatmiko segera menutup kembali jendela agar tidak ada suara keributan yang keluar dari gedung.
Ahmad dengan memegang sekopnya berlari kearah 2 death kisser, mengangkat sekopnya dia memukulkan permukaan rata sekop ke salah satu kepala death kisser dan menendang dada death kisser yang lain, membuat keduanya terlempar ke belakang.
Rose berlari ke salah satu death kisser di lantai dan menebas kepalanya dengan belatinya. Ahmad sudah berlari menerjang ke death kisser yang mendekati Rose dari samping, menendangnya dengan keras dan terpental.
Jatmiko dengan cepat mendekati salah satu tombak yang di pamerkan, dengan kapak besarnya dia memukul kaca pelindung dan memecahkannya lalu dia segera mengambil tombak yang indah itu.
“Mat tangkap” teriak Jatmiko ke Ahmad ketika dia melempar tombak itu ke posisi temannya. Tanpa melihat apakah temannya bisa menangkapnya atau tidak, Jatmiko segera berlari ke tempat dimana keris di pamerkan.
Ahmad segera menoleh dan dengan sigap menangkap gagangnya tombak itu, melemparkan sekop ke kaki death kisser yang berlari ke arahnya dan membuatnya terjatuh, Ahmad dengan tombaknya kembali menerjang death kisser yang dia tendang tadi menyabetkan tombaknya yang mempunyai 2 sisi tajam ke leher monster itu.
Tanpa kesulitan tombak Ahmad memisahkan kepala dan tubuh death kisser, Ahmad sedikit terkejut “Tombak yang sangat tajam.” Kehilangan konsentrasinya sebentar, Ahmad tidak tahu ada death kisser mendekat di belakangnya.
Rose yang sudah selesai dengan pekerjaanya bergerak cepat dan melompat untuk memenggal kepala death kisser tersebut “Jangan kehilangan fokus sayang, aku tidak ingin menjadi janda sebelum menjadi istri” Ahmad yang melihat Rose melompat sambil menyabetkan belatinya lalu mendarat dengan mulus di lantai, hanya bisa mengagumi tubuh lentur wanita cantik ini. Dia mengangguk ke Rose dan segera berlari ke death kisser lainnya.
Menendang salah satu death kisser dan melibas leher death kisser yang lain. Rose bergerak dengan lincah di sampingnya melibas satu death kisser lagi.
Jatmiko berlari dari belakang memegang keris di tangannya dan menginjak tubuh death kisser yang di tendang Ahmad, sedikit merundukkan badannya di memotong leher death kisser.
“Sial, ini sangat tajam, 6 mati sisa 7” Seru Jatmiko sambil berlari kearah Death kisser yang tersisa. Ahmad dan Rose berlari di sampingnya.
Ahmad menebas satu leher Death kisser dan memutar tubuhnya untuk menghindari tangan death kisser yang berusaha memeluknya, sambil berputar dia menebas satu lagi death kisser. Rose dan Jatmiko menghabisi death kisser yang lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments