BAB 16. SELURUH DUNIA BERGERAK KE PULAU JAWA

“Kira-kira berapa hari lagi kita sampai ke kampung Mat?” Ucap Jatmiko sambil menikmati spaghetti di meja makan. Di sekeliling meja semuanya menikmati makanan mereka. Melati sambil tertawa memuji masakan kakak cantiknya.

“Hmm, aku tidak tahu pastinya Jat, baru kali ini jalan kaki dari kota ke kampung, kalau menurut aplikasi di ponsel mungkin besok kita sampai.”

“Ehm, aku tidak sabar ketemu Sisca, eh Sisca pasti seneng ketemu Melati, kalian kan seumuran” Ujar Jatmiko.

“Yeey, Melati punya temen” Sahut anak kecil itu kegirangan, Pak Jaka tersenyum melihat putrinya.

Rose yang menikmati spaghettinya menghentikan makannya dan merogoh saku jaket kulitnya. Setelah membaca pesan di ponselnya dia tersenyum, Ahmad yang melihatnya hanya diam menunggu Rose berbicara.

“Papaku baru saja memberi kabar kalau semua negara besar sudah mengirim pasukan dan ilmuwan mereka dengan pesawat ke pulau jawa, paling tidak akan ada seribu pesawat yang akan menuju ke pulau jawa” Ucap Rose senang.

Pak Jaka yang mendengar berita itu terkejut “Banyak sekali Mbak Rose, pesawatnya mau mendarat dimana?”

Rose tersenyum kecut “Mereka sudah melakukan uji coba, dari 10 pesawat yang terbang di sekitar wilayah negara mereka, hanya 1 pesawat yang dapat kembali, itupun dengan kaca pilot yang hampir pecah dan kerusakan mesin, mereka mengirim begitu banyak pesawat dengan harapan dapat memecah gerombolan burung dan kelelawar, bahkan beberapa negara besar ada yang mengirim lebih dari 50 pesawat mereka, belum lagi mereka harus berhenti untuk mengisi bahan bakar di beberapa negara.

Ahmad sedikit mengernyitkan alisnya “Burung apa yang menyerang pesawat itu Rose?”

“Bukan hanya burung sayang, tapi juga kelelawar, jutaan kelelawar dan burung yang menyerang pesawat-pesawat itu.”

Semua yang di meja makan menelan ludah mereka.

“Itulah kenapa mereka bertaruh dengan 50 pesawat setiap negara besar, berharap salah satu dari pesawat itu bisa sampai ke pulau jawa, mereka juga sudah menghubungi negaramu untuk meminta dukungan, tapi tidak ada tanggapan, aku khawatir sistem pemerintahan di negaramu sudah runtuh…seperti kebanyakan negara lainnya.”

Ahmad dan yang lain hanya bisa menghela nafas mendengar perkataan Rose.

“Semoga saja mereka bisa sampai ke sini dan mencari batu meteor itu” Bisik Ahmad lirih.

Ouch…

Akari terdengar mengerang kesakitan ketika mencoba untuk berjalan, membuat semua orang melihat kearahnya. Ahmad segera berdiri dan menopang tubuhnya “Kamu tidak apa-apa Akari?”

“Ehm…Tolong antar aku ke tempat tidur anata, aku ingin istirahat” Bisiknya lirih.

“Baiklah” Ahmad segera menuntun Akari ke kamar.

“Menjengkelkan” Gerutu Rose lagi.

Jatmiko yang melihat suasana menjadi kaku segera memecah kesunyian “Sis, spaghettinya hari ini terasa enak, apa rahasianya?”

Rose bangkit dari kursinya “Aku mau istirahat dulu.” Ucapnya sambil memasuki kamar yang baru saja di masuki Ahmad dan Akari.

Jatmiko tersenyum kecut membayangkan nasib buruk temannya.

“Kakak Rose dan Kak Nara kenapa Mas?” Tanya Melati dengan lugu.

Pak Jaka tertawa mendengar putrinya “Kakak mu sedikit sakit, jadi mereka butuh istirahat sebentar.”

Melati mengangguk “Ehm, Kakak cantik harus istirahat, nanti siapa yang masakin makanan enak buat Melati?”

“Oh tenang masih ada aku Mel” Celetuk Jatmiko.

“Enggak Mas Jatmiko cuma bisa buat kopi”

Semua yang tersisa terkekeh mendengar Melati.

“Mas Ahmad sungguh beruntung mempunyai 2 wanita cantik dan juga kuat di sisinya” Sahut Tommy yang sudah melihat keahlian 2 wanita Ahmad.

Jatmiko tersenyum kecut mendengarnya “Hahh, keberuntungan dan kesialan hanya beda tipis.”

Pak Jaka tertawa mendengar kata-kata Jatmiko.

Di dalam kamar Ahmad berbaring di samping Akari yang memeluk lengannya “Kamu yakin baik-baik saja Akari? Kita bisa menunda perjalanan kalau kamu masih merasakan sakit.”

“Aku baik Anata, rasa sakit ini normal untuk wanita, besok juga sudah hilang” Jawabnya dengan mata terpejam.

Ahmad menoleh kearah pintu ketika dia mendengar suara pintu terbuka “Rose?”

Rose mengunci pintu di belakangnya dan berbaring di sebelah Ahmad, memeluk lengannya tanpa mengatakan kata-kata.

Akari membuka matanya melihat Rose berbaring di tempat tidur.

Ahmad hanya bisa menghela nafas panjang “Aku hanya ingin kalian berdua tahu, aku menyayangi kalian berdua.”

Rose meremas lengan Ahmad membuat Ahmad tersenyum kecut “Kamu sudah memberi rasa sayangmu ke Akari di kamar mandi, sekarang giliranku.” Ujar Rose berbisik lirih.

“Tapi Akari masi…”

“Dia bisa ke kamar sebelah kalau tidak mau di sini” Potong Rose sambil melirik ke Akari.

Akari menatap Rose sejenak “Aku tidak apa-apa di sini”

Ahmad tanpa sadar menelan seteguk air liurnya sendiri “Ya Tuhan beri aku umur panjang” Pikir Ahmad di benaknya.

Keesokan paginya Jatmiko membawa 2 gelas kopi ke belakang rumah, melihat Ahmad yang berlatih gerakan yang dia pelajari di internet dengan tombaknya.

“Oi Mat ngopi dulu lah” Ujar Jatmiko yang membuat Ahmad menghentikan kegiatannya.

Ahmad dengan nafas tersengal mendekatinya “Ahh, ngopi di pagi hari memang mantab Jat.”

“Yah memang, apa kamu menyadari kalau udara terasa lebih segar sekarang Mat?"

“Hahh? Hmm, kurasa kamu benar, apa karena tidak ada polusi dari manusia lagi?” Ahmad berkata sambil merasakan udara di sekitarnya.

“Kurasa itu yang terjadi Mat, bayangkan saja di seluruh dunia kendaraan bermotor dan pabrik tidak lagi mengeluarkan polusinya.”

“Yah, mungkin kita harus berterimakasih pada para cacing” Ahmad terkekeh “apa semua orang sudah bangun Jat? Kalau sudah ayo kita berangkat, akhir-akhir ini hanya Ibu yang membalas pesanku, meskipun Ibu tidak mengatakan apa-apa, aku jadi sedikit khawatir.”

“Hmm semua sudah bangun, kita sarapan dulu lalu berangkat.” Jatmiko juga sedikit curiga tapi dia tidak mau membicarakannya, dia tidak ingin membuat Ahmad khawatir.

“Ehm ayo sarapan.” Ahmad berjalan memasuki rumah menghilangkan semua pikiran yang tidak perlu.

Suatu tempat di benua Eropa, terdapat bangunan kastil yang di kerumuni oleh death kisser. Kastil itu terlindung dengan baik, tembok tebal dan tinggi mengelilinginya, dan 4 buah menara di setiap sudutnya. Beberapa orang berseragam terlihat memantau area sekitar, dengan senapan yang di ujungnya terdapat alat peredam.

Di salah satu dinding kastil terlihat beberapa orang berseragam, berdiri di sebelah mesin yang ujungnya terdapat alat berbentuk cakar. Salah satu pria berseragam menganggukan kepalanya pada orang yang mengendalikan mesin tersebut. Kemudian pria itu menekan tombol mesin, cakar itu meluncur dengan kabel baja di belakangnya dan mencengkram salah satu death kisser.

Ketika cakar itu mendapatkan targetnya, kabel baja menggulung dengan cepat dengan membawa death kisser bersamanya. Pria berseragam itu lalu memasukan death kisser ke dalam tabung kaca yang sudah tersedia. Death kisser hanya bisa meronta di dalam tabung tanpa bisa merusaknya. Pria berseragam yang lain segera menarik gagang besi di tangannya dan membawa tabung itu ke dalam kastil di kawal 4 pria bersenjata. Mereka berjalan memasuki lift yang di jaga ketat, lift itu turun dan turun jauh ke bawah tanah.

Ding…

Ketika pintu lift terbuka, terlihat lorong yang di penuhi dengan manusia yang memakai seragam ilmuwan, mereka terlihat sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Pria berseragam itu seperti mengacuhkan mereka dan terus membawa tabung tersebut ke sebuah ruangan yang di jaga 2 orang. Salah satu penjaga mengangguk dan menekan tombol di pintu. Di dalam ruangan itu terdapat banyak sekali tabung kaca, Nampak di tabung-tabung itu mayat death kisser, Cacing parasite yang sesekali menggeliat, manusia yang kedua tangannya berubah seperti bagian tubuh cacing, ada yang hanya kepalanya berbentuk manusia, sedangkan semua bagian tubuhnya berubah seperti cacing. dan organ dalam makhluk hidup. Sungguh pemandangan yang sangat mengerikan.

Di tengah ruangan, seorang ilmuwan dengan rambut putih panjangnya sedang berdiri di samping meja operasi, terikat di meja itu seorang manusia yang terus berteriak lemah.

“Paket sudah tiba professor” Ucap pria berseragam.

Pria berambut putih itu menoleh “Hmm, tempatkan itu di grup C112.

“Baik professor” Sahut pria berseragam, lalu dia menempatkan tabung tersebut di sesuai perintah professor.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!