Membahagiakan

Theo yang spontan menurunkan celana, ia senyum mendekati Arini dengan kolor berwarna kuning itu tanpa rasa malu, lupa karena kebiasaannya seperti ini. Mata Arini yang tertutup jari, perlahan dibuka dengan bisikan Theo.

'Aku tidak akan menerkam mu saat ini, kenapa takut? Apa kamu masih ragu pernikahan dadakan kita itu tidak sah?'

"Hm .. Itu .. "

"Tidurlah, aku akan tidur di sofa!" Theo pun senyum, dan meninggalkan Arini.

Waktu pun tiba, Theo kembali mendaftarkan nama mereka di KUA. Mereka kali ini memakai kebaya sederhana, baju pengantin sederhana itu Theo ambil peninggalan orangtua Dio dan Mina. Tidak sangka saat yang pas mereka mendaftarkan ulang jika di gedung mereka melakukan pernikahan dengan keadaan yang membuat takut mereka belum resmi.

Dan ijab kabul ini Theo lakukan di rumah sakit, Ardan yang masih begitu kecil. Ia sah secara wali menggantikan sang ayah bagi Arini, dimana beberapa kerabat, paman dari Theo pun hadir untuk menikahkan mereka.

"Ka kak .. Ardan ba ha gia." senyumnya membuat air mata Arini jatuh, setelah sah.

"Hm .. Kamu harus kuat, besok kamu harus lebih dulu berangkat ke penang. Secepatnya kakak akan menyusul." pinta Arini, membuat Ardan mengangguk.

Menjelang malam pun tiba, Arini dan Theo pulang ke rumah. Bahkan keadaan Ardan kini, Arini tak lupa berterimakasih pada Wisnu karena mau mendampingi adiknya, saat itu juga yang akan bergegas ke pengobatan kanker.

"A-aku berterimakasih untuk semua ini." Arini menuju pulang.

"Hm .. Terimakasihnya nanti saja setelah di rumah, aku ingin tahu bagaimana anak anak bisa pulang dengan kamu Arini." bisik Theo, membuat semua pipi kembali merona malu.

Cch ..

Arini menoleh ke belakang, dimana anak anak sudah tertidur di kursi belakang, Arini menarik nafas yang mengingat itu sedikit gugup, bahkan mencengkram tali seat belt dengan rasa gugupnya.

"Aku pikir anak anak sudah cerita padamu."

"Belum ada kesempatan, lagi pula saat itu anak anak marah, karena mereka pikir aku memecat kamu."

Hiks .. Tawa Arini, dimana lengan Theo menggenggam tangan Arini, wajahnya pun dekat membuat nafas mereka pun amat terasa.

"Seperti biasa, di taman setelah menjenguk Ardan, ingin membeli air minum, ga sengaja berpapasan dengan pria memakai topi berlarian .. Awalnya aku diam karena ga ada yang aneh, namun saat suara teriakan mirip Dio aku ikut mengejar penasaran. Hah .. Dan anak anak disana pasti .. ketakutan."

"Astaga .. jika tidak di tolong olehmu, mungkin aku bisa gila." lirih Theo.

"Ada takdir yang membawa aku dan anak anak bisa baik, bersyukur aku bisa datang tepat." senyum Arini.

"Dan .. Waktu itu agak sepi, tapi di saat ada kesempatan aku lempar besi dari tong sampah hingga pria itu jatuh. Aku teriak Dio dan Mina, kita berlarian bersama hingga menuju keramaian. Hufft .. Lain kali bersikap lembut lah!" pinta Arini.

Cup ..

Theo mengecup kilat membuat Arini tidak bicara lagi, kecupan itu membuat Theo lupa dan mencengkram lembut leher Arini, beruntung Arini menyadarkan Theo, jika dibelakang ada anak anak. Dan saat itu juga kembali melakukan perjalanan.

'Kalau dipikir pikir ini adalah takdir, aku begitu benci semua pengasuh karena selalu tidak benar mengurus anak anak. Tapi tidak heran wanita seperti mu memberiku perhatian, sudah berapa lama kamu menanggungnya. Maaf aku terlambat mencari kamu dan kebenarannya.'

'Ah .. Terlambat?' terdiam.

Kata kata Theo saat menyetir, membuat Arini bingung apa maksudnya. Sebab Theo adalah pria yang asing bagi Arini, apalagi ia tidak pernah mempunyai teman pria selain Wisnu sejak sekolah.

"Besok selain memastikan paspor, aku ingin kamu melihat EO untuk resepsi pernikahan yang dihadiri beberapa kerabat ku. Bagaimana pun status ku di keluarga papa harus tahu, jika aku sudah beristri. Pernikahan kita begitu mengejutkan bukan. Kamu sudah tahu siapa dari keluarga orangtua kamu yang akan hadir?" tanya Theo membuat Arini diam.

Mata Arini yang saat ini duduk di dalam mobil, setelah selesai mengurus beberapa hal membuat Theo bertanya.

"Ada yang dipikirkan, kenapa ga jawab?"

"Hm .. Mimpi, apa ini mimpi. Bahkan aku tidak yakin mereka akan datang, jika datang aku takut kedepannya akan menyusahkan kamu."

"Tidak ada yang tahu .. Kedepannya aku akan hadapi, tidak ada lagi kesedihan yang aku lihat di wajah kamu. Yang penting ada niat mengundangnya, dan kamu selalu tersenyum."

Anak anak pun kini sudah berada di kamar, bahkan setelah menyelimuti anak anak yang kelelahan. Theo menggenggam tangan Arini menuju kamarnya, yang membuat pikiran Arini bercabang.

BERSAMBUNG ..

💥 Happy Reading All .. 💥

Terpopuler

Comments

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussabar

2024-04-05

1

nyai ajeng

nyai ajeng

kuning tambahin logo spongebob tor

2023-11-24

1

obiz

obiz

🤣 gagal unboxing

2023-11-23

1

lihat semua
Episodes
1 Pemilik Rs Terbaru
2 Mencari Bantuan Uang
3 Informasi Pengasuh
4 Kemarahan Theo
5 Diterima Nya Arini
6 Di Persulit Anak Anak
7 Aduan Sang Bocah
8 Membenci Arini
9 Melunasi Kasbon Dengan Syarat
10 Menikahi Pengasuh Dadakan
11 Pasangan Di Rahasiakan
12 Permintaan Theo
13 Terpesonanya Majikan
14 Kebenaran Asal Usul Arini
15 Kesabaran Setipis Tisue
16 Ke- Cu - Pan Liar
17 Mengenalkan Keluarga Baru
18 Membahagiakan
19 Menuju Penang
20 Akhirnya Yang Di tunggu
21 Gurney Paragon
22 Sikap Yang Aneh
23 Hadiah Kecil
24 Theo Berencana
25 Salah Sangka
26 Wanita Lain Mengacau
27 Sosok Bibi Ran
28 Baby Sister Itu
29 Seperti Perangko
30 Mencoba Bicara
31 Bisikan Amel Paling Gila
32 Peti Rahasia
33 Menjemput Anak Anak
34 Treatment Keluarga
35 Pria Jepang Itu
36 Nafkah Liar
37 Amel Mencurigakan
38 Ryuu Datang
39 Ada Apa Dengan Istriku
40 Kebahagiaan Kita
41 Ternyata Istriku
42 Mengikuti Suami
43 Rasa Nyaman
44 Padam Has rat-t
45 Salah Tingkah
46 Menggoda Suami Mu
47 Godaan Mantan
48 Berkelahi Dengannya
49 Permintaan Ryuu
50 Gudang Rahasia
51 Nyatanya Istriku Milioner
52 Bertemu Teman Gila
53 Gara gara si hijau
54 Theo Bertindak
55 Siapa Wanita Itu
56 Gara Gara Delay
57 Bertemu Mereka
58 Kedatangan Keluarga Baru
59 Kamar Baru Terindah
60 Sesuatu Itu
61 Ke Tempat Berbahaya
62 Gudang Perkelahian
63 Pesan Buruk
64 Theo Selamat
65 Permintaan Maaf
66 Sweet Di Mobil
67 Buku Harian Wisnu
68 Kedatangan Wisnu
69 Sikap Aneh Istriku
70 Pelayan Bunga Salah
71 Pemakaman
72 Hening
73 Ternyata Suamiku
74 Kejutan Anak Anak
75 Menyakiti Hati Ku
76 Ardan Marah
77 Theo Berusaha
78 Sikap Aslinya
79 Ardan Menghilang
80 Tidak Benar
81 Curigai Bibi
82 Kedatangan Dua Tamu Istimewa
83 Hampa
84 Dua Pria Beradu
85 Menikung Theo
86 Ujian Kembali
87 Ketetapan Sang Pencipta
88 Ardan Ingin Pulang
89 Perubahan Istriku
90 Wisnu Panik
91 Hasrat Padam
92 Maafkan Aku Mas!!
93 Kado Suamiku
94 Kedatangan Theo
95 Memberi Pelajaran
96 Kabar Bahagia
97 Menuju Rumah Sakit
98 Aku Harus Apa
99 Harapan Hidup
100 Menculik Arini
101 Mencari Istriku
102 Logistik Rahasia
103 DIA ALANA
104 Ditangkapnya Wisnu
105 Kebucinan Hakiki
106 Seperti Malam Pengantin
107 Hari Bahagia
108 Meminta Maaf
109 Penthouse Baru
110 Diskusi Hati
111 Happy Ending
112 Bonus Chapter 1
113 Bonus Chapter 2
114 Bonus Chapter 3
115 Bonus Chapter 4
116 Bonus Chapter 5
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Pemilik Rs Terbaru
2
Mencari Bantuan Uang
3
Informasi Pengasuh
4
Kemarahan Theo
5
Diterima Nya Arini
6
Di Persulit Anak Anak
7
Aduan Sang Bocah
8
Membenci Arini
9
Melunasi Kasbon Dengan Syarat
10
Menikahi Pengasuh Dadakan
11
Pasangan Di Rahasiakan
12
Permintaan Theo
13
Terpesonanya Majikan
14
Kebenaran Asal Usul Arini
15
Kesabaran Setipis Tisue
16
Ke- Cu - Pan Liar
17
Mengenalkan Keluarga Baru
18
Membahagiakan
19
Menuju Penang
20
Akhirnya Yang Di tunggu
21
Gurney Paragon
22
Sikap Yang Aneh
23
Hadiah Kecil
24
Theo Berencana
25
Salah Sangka
26
Wanita Lain Mengacau
27
Sosok Bibi Ran
28
Baby Sister Itu
29
Seperti Perangko
30
Mencoba Bicara
31
Bisikan Amel Paling Gila
32
Peti Rahasia
33
Menjemput Anak Anak
34
Treatment Keluarga
35
Pria Jepang Itu
36
Nafkah Liar
37
Amel Mencurigakan
38
Ryuu Datang
39
Ada Apa Dengan Istriku
40
Kebahagiaan Kita
41
Ternyata Istriku
42
Mengikuti Suami
43
Rasa Nyaman
44
Padam Has rat-t
45
Salah Tingkah
46
Menggoda Suami Mu
47
Godaan Mantan
48
Berkelahi Dengannya
49
Permintaan Ryuu
50
Gudang Rahasia
51
Nyatanya Istriku Milioner
52
Bertemu Teman Gila
53
Gara gara si hijau
54
Theo Bertindak
55
Siapa Wanita Itu
56
Gara Gara Delay
57
Bertemu Mereka
58
Kedatangan Keluarga Baru
59
Kamar Baru Terindah
60
Sesuatu Itu
61
Ke Tempat Berbahaya
62
Gudang Perkelahian
63
Pesan Buruk
64
Theo Selamat
65
Permintaan Maaf
66
Sweet Di Mobil
67
Buku Harian Wisnu
68
Kedatangan Wisnu
69
Sikap Aneh Istriku
70
Pelayan Bunga Salah
71
Pemakaman
72
Hening
73
Ternyata Suamiku
74
Kejutan Anak Anak
75
Menyakiti Hati Ku
76
Ardan Marah
77
Theo Berusaha
78
Sikap Aslinya
79
Ardan Menghilang
80
Tidak Benar
81
Curigai Bibi
82
Kedatangan Dua Tamu Istimewa
83
Hampa
84
Dua Pria Beradu
85
Menikung Theo
86
Ujian Kembali
87
Ketetapan Sang Pencipta
88
Ardan Ingin Pulang
89
Perubahan Istriku
90
Wisnu Panik
91
Hasrat Padam
92
Maafkan Aku Mas!!
93
Kado Suamiku
94
Kedatangan Theo
95
Memberi Pelajaran
96
Kabar Bahagia
97
Menuju Rumah Sakit
98
Aku Harus Apa
99
Harapan Hidup
100
Menculik Arini
101
Mencari Istriku
102
Logistik Rahasia
103
DIA ALANA
104
Ditangkapnya Wisnu
105
Kebucinan Hakiki
106
Seperti Malam Pengantin
107
Hari Bahagia
108
Meminta Maaf
109
Penthouse Baru
110
Diskusi Hati
111
Happy Ending
112
Bonus Chapter 1
113
Bonus Chapter 2
114
Bonus Chapter 3
115
Bonus Chapter 4
116
Bonus Chapter 5

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!