Ke- Cu - Pan Liar

Satu malam membuat Theo kelimpungan, meski belum 24 jam. Ia terus meminta polisi gerak mencari kedua anak anaknya, salahnya adalah selalu bersikap emosi dan tidak sabaran. Sehingga membuat anak anak ketakutan dan berlari begitu saja tanpa jejak.

"Theo, sebaiknya pulang! Biar gue yang nunggu kabar semuanya!"

"Enggak .. gimana gue bisa tenang. Gimana kalau anak anak sampai jatuh sama orang jahat?" tegas Theo, membuat Wisnu pun diam.

Theo pun menghubungi intel, dan kenalan di bidang orang berpengaruh serta berita pencarian kedua anak anak tersebut, sebab kesal akan tingkah petugas kepolisian yang harus menunggu 24 jam.

( Ya .. Cepat sekarang juga! ) menutup telepon.

Tak lama, ponsel Wisnu berdering. Dimana nomor tak di kenal ingin di abaikan, namun tidak salah jika ia terima panggilan tersebut.

"Ya .. Hallo .. Apa ..? Baik, terimakasih!"

"Theo, anak anak menuju rumah. Arini bawa dia pulang ke mansion."

Hah ..

Telinga Theo berkali kali menegaskan perkataan Wisnu, namun ia akhirnya bergegas pulang tidak sabar bertemu anak anak. Sementara Wisnu mencabut laporan, meminta polisi untuk henti pencarian sebab kedua anak anak sudah di temukan.

"Kenapa bisa dengan Arini?"

"Entahlah .. Sebaiknya kita segera pulang! Nanti Arini bakal jelasin bukan?"

Theo lagi lagi bersyukur, entah keajaiban atau sebuah takdir. Dimana kesulitannya lagi lagi Arini lah penyelamatnya. Jika anak anak sampai hilang, mungkin ia akan bunuh diri karena tidak bisa menjaga amanah anak anak kak Yusman.

Beberapa Jam Kemudian :

Arini nampak menyelimuti anak anak manis itu, dimana rasa perasaannya benar benar tidak tega. Apalagi perkataan anak anak yang membuatnya iba, namun ia tetap pada keputusannya untuk berhenti dan tidak bisa menjaga kedua anak anak tersebut.

"Mbak Arini .. Maafkan kami, bisakah mbak tinggal sebentar lagi! Mina takut .." lirihnya, dimana Arini senyum karena untuk pertamakali permintaan Mina.

Arini pun mengangguk untuk menemani anak anak sampai tertidur pulas. Hingga malam pun tiba, kali ini mata Arini kembali terbuka, setelah mendengar pintu pagar terdengar keras. Dimana langkah seseorang benar benar terasa oleh Arini yang saat itu duduk sejak tadi mengamati anak anak, sampai sampai ia tidur dengan posisi duduk.

'Anak anak ..' teriak Theo membuka pintu, dimana Arini juga ingin membuka pintu, namun saling bertatapan.

"Ssssstt .. Biarkan anak anak istirahat dulu! Kalau begitu saya pamit, dan untuk hari ini juga sesuai prosedur saya ingin bicara terakhir mengurus anak anak sebab .."

"Bagaimana anak anak bisa denganmu? Dan kenapa kamu ingin berakhir?"

"Hanya kebetulan, anak anak akan bicara dengan Dady nya kelak. Kalau begitu saya permisi harus pulang!"

Arini melewati Theo, dimana langkahnya itu tanpa menoleh lagi, apalagi Theo bingung ketika Arini berkata hari terakhirnya. Theo pun meraih tangan Arini, membuat mata Arini terdiam karena langkah Theo semakin dekat.

'Ayo kita bicara sebentar!' bisiknya, membawa Arini ke kamar Theo.

Theo yang membuka pintu dengan kode sandi, ia segera membawa Arini. Hingga Arini yang masih di pegang erat terdiam dan menoleh ke arah pria jangkung itu.

'Apa maksudmu terakhir?'

'Itu .. Karena ..' terdiam Arini, mereka dibalik pintu benar benar gugup.

Theo meraih dagu Arini, melekatkan pandangan dalam dalam.

"Kenapa kamu pikul sendiri, sekarang ada aku! Maaf karena sudah mengabaikan semuanya, kesibukan yang harus aku jujur saat ini, kamu orang yang sudah aku cari sejak lama. Ardan akan sembuh, besok aku bawa dia ke penang. Dia akan sembuh, aku sudah menyuruh Wisnu mengurus kepindahannya."

Deg ..

'Apa yang kamu bilang Theo ..?'

Sluuurp ..

Mata Arini masih terbuka dan kini terpejam, ketika ranum tipisnya itu sudah dibungkam oleh raupan Theo, semakin dalam Theo tidak tahan atas hasratnya. Ia benar benar ingin menjaga Arini, karena perasaan kagumnya yang berubah benih cinta. Tidak perduli Arini belum menyukainya, yang jelas Theo menyentuh Arini saat ini pun ia sudah sah secara agama.

Cup ..

Raupan itu terputus, yang membuat Arini diam tak berkutik dan semakin berdebar.

"Apa arti semua ini?"

"Jika dijelaskan akan cukup panjang, semalaman pun tidak akan kelar. Bukankah kita sudah sah, meski aku tidak akan meminta lebih sampai kamu siap. Tidurlah malam ini disini! Besok kita akan pindahkan Ardan ke rumah sakit elite khusus kanker. Maaf aku terlambat tahu!"

Kata kata Theo membuat Arini menangis terharu, entah apa maksudnya. Jelas ia bersyukur karena perkataan Theo. Jika Ardan akan sembuh.

"Apa adikku akan sembuh dari sakitnya?"

"Aku akan berusaha melakukan terbaik. Karena kamu istriku, kamu bagian keluarga ini. Jangan pikul sendiri, ada aku dan anak anak."

"Tapi bagaimana dengan ibu anak anak yang asli?"

"Dia sudah meninggal, bersama suaminya. Dia anak anak dari kakak ku. Aku adalah Dady pengganti yang tak jauh beda memikul sendirian."

Arini pun kembali lemas, saat kenyataan Theo yang ia pikir duda, kini semuanya terungkap.

Rasa sedih itu berubah, menarik Arini yang langsung di bopong, dimana Theo kembali mengecup liar ranum Arini, bahkan Arini yang pasrah akan tangan liar Theo, apalagi kungkungannya yang erat membuatnya tak berdaya. Hingga mereka berpelukan tidur semalaman, seolah Theo memberi jejak jika ia adalah milik Theo seorang.

***

Esok pagi pun terbawa begitu saja, mata Theo masih terjaga dan terbangun ketika anak anak sudah bangun lebih dulu, apalagi dengan ekspresi datar tanpa senyuman atau pun tanpa balas sapaan di pagi hari, yang membuat Theo mengingat semalam, apalagi Arini sudah tak ada di dekatnya, sebab sejak subuh ia pindah ke kamar anak anak untuk menghindari hal hal tak di inginkan.

"Pagi sayang .. Bagaimana dengan kalian? Apa yang sakit, kalian bisa cerita dengan Dady?!"

Mina .. Dio .. Ia bangun, menuju kamar mandi tanpa sepatah katapun, yang membuat Theo bingung, dimana ia mengekor langkah anak anak namun terhenti di balik pintu, mungkin anak anak masih marah padanya, sebab sikap Theo yang memang kelewatan.

Dua jam..

Tiga jam ..

Rasanya tidak sabar, Theo yang saat itu di acuhkan oleh anak anak. Di diamkan oleh anak anak, padahal ia sudah mengambil cuti tidak ke pabrik. Hal ini membuat dirinya memulai perkataan lebih dulu berusaha baik dan lebih dekat.

"Anak anak .. Katakan pada Dady. Dady minta maaf nak! Haruskan Dady berlutut .. Dady tidak tahan di diamkan oleh kalian seperti ini. Dady janji tidak akan marah marah dan berusaha lebih baik lagi untuk berubah."

"Cukup Dady .. Dady tidak punya hati, kenapa Dady berhentikan mbak Arini. Dady .. Jahat .."

Deg ..

Ada perasaan sakit, kala anak anak berkata demikian. Dimana mereka berdua awalnya selalu tidak damai dan tidak menyukai pengasuhnya itu.

"Serius .. Kalian marah dengan Dady soal itu?"

"Kami tidak mau dengan Dady lagi. Dady bekerja saja, tapi kami tidak mau sekolah sampai mbak Arini datang! Mbak Arini baik, mbak Arini malaikat Dady. Dia juga .. " diam Mina.

"Kasihan!" suaranya pelan dan samar Dio, dimana saling melirik lirik pada Mina.

"Kasihan .. Kenapa?"

Mina dan Dio pun kembali naik ke atas tangga. Dimana mereka seolah bungkam tidak ingin menjelaskan sesuatu.

"Nak .. Kita bisa bicara sebentar?! Kalian tahu dari siapa, mbak Arini berhenti kerja." teriak Theo, sebab ia tak merasa memberhentikan Arini.

Bug .. ( Pintu tertutup ) saat Theo berusaha mengejar.

Dan Theo meraih ponsel pipih nya, untuk menghubungi keberadaan Arini.

BERSAMBUNG ...

💥 Happy Reading All .. 💥

Terpopuler

Comments

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussehst

2024-04-05

2

mom arzy

mom arzy

berarti bukan anak kandung Theo yaa mereka🙄

2024-03-28

1

Fadly

Fadly

bangke kode

2023-11-20

1

lihat semua
Episodes
1 Pemilik Rs Terbaru
2 Mencari Bantuan Uang
3 Informasi Pengasuh
4 Kemarahan Theo
5 Diterima Nya Arini
6 Di Persulit Anak Anak
7 Aduan Sang Bocah
8 Membenci Arini
9 Melunasi Kasbon Dengan Syarat
10 Menikahi Pengasuh Dadakan
11 Pasangan Di Rahasiakan
12 Permintaan Theo
13 Terpesonanya Majikan
14 Kebenaran Asal Usul Arini
15 Kesabaran Setipis Tisue
16 Ke- Cu - Pan Liar
17 Mengenalkan Keluarga Baru
18 Membahagiakan
19 Menuju Penang
20 Akhirnya Yang Di tunggu
21 Gurney Paragon
22 Sikap Yang Aneh
23 Hadiah Kecil
24 Theo Berencana
25 Salah Sangka
26 Wanita Lain Mengacau
27 Sosok Bibi Ran
28 Baby Sister Itu
29 Seperti Perangko
30 Mencoba Bicara
31 Bisikan Amel Paling Gila
32 Peti Rahasia
33 Menjemput Anak Anak
34 Treatment Keluarga
35 Pria Jepang Itu
36 Nafkah Liar
37 Amel Mencurigakan
38 Ryuu Datang
39 Ada Apa Dengan Istriku
40 Kebahagiaan Kita
41 Ternyata Istriku
42 Mengikuti Suami
43 Rasa Nyaman
44 Padam Has rat-t
45 Salah Tingkah
46 Menggoda Suami Mu
47 Godaan Mantan
48 Berkelahi Dengannya
49 Permintaan Ryuu
50 Gudang Rahasia
51 Nyatanya Istriku Milioner
52 Bertemu Teman Gila
53 Gara gara si hijau
54 Theo Bertindak
55 Siapa Wanita Itu
56 Gara Gara Delay
57 Bertemu Mereka
58 Kedatangan Keluarga Baru
59 Kamar Baru Terindah
60 Sesuatu Itu
61 Ke Tempat Berbahaya
62 Gudang Perkelahian
63 Pesan Buruk
64 Theo Selamat
65 Permintaan Maaf
66 Sweet Di Mobil
67 Buku Harian Wisnu
68 Kedatangan Wisnu
69 Sikap Aneh Istriku
70 Pelayan Bunga Salah
71 Pemakaman
72 Hening
73 Ternyata Suamiku
74 Kejutan Anak Anak
75 Menyakiti Hati Ku
76 Ardan Marah
77 Theo Berusaha
78 Sikap Aslinya
79 Ardan Menghilang
80 Tidak Benar
81 Curigai Bibi
82 Kedatangan Dua Tamu Istimewa
83 Hampa
84 Dua Pria Beradu
85 Menikung Theo
86 Ujian Kembali
87 Ketetapan Sang Pencipta
88 Ardan Ingin Pulang
89 Perubahan Istriku
90 Wisnu Panik
91 Hasrat Padam
92 Maafkan Aku Mas!!
93 Kado Suamiku
94 Kedatangan Theo
95 Memberi Pelajaran
96 Kabar Bahagia
97 Menuju Rumah Sakit
98 Aku Harus Apa
99 Harapan Hidup
100 Menculik Arini
101 Mencari Istriku
102 Logistik Rahasia
103 DIA ALANA
104 Ditangkapnya Wisnu
105 Kebucinan Hakiki
106 Seperti Malam Pengantin
107 Hari Bahagia
108 Meminta Maaf
109 Penthouse Baru
110 Diskusi Hati
111 Happy Ending
112 Bonus Chapter 1
113 Bonus Chapter 2
114 Bonus Chapter 3
115 Bonus Chapter 4
116 Bonus Chapter 5
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Pemilik Rs Terbaru
2
Mencari Bantuan Uang
3
Informasi Pengasuh
4
Kemarahan Theo
5
Diterima Nya Arini
6
Di Persulit Anak Anak
7
Aduan Sang Bocah
8
Membenci Arini
9
Melunasi Kasbon Dengan Syarat
10
Menikahi Pengasuh Dadakan
11
Pasangan Di Rahasiakan
12
Permintaan Theo
13
Terpesonanya Majikan
14
Kebenaran Asal Usul Arini
15
Kesabaran Setipis Tisue
16
Ke- Cu - Pan Liar
17
Mengenalkan Keluarga Baru
18
Membahagiakan
19
Menuju Penang
20
Akhirnya Yang Di tunggu
21
Gurney Paragon
22
Sikap Yang Aneh
23
Hadiah Kecil
24
Theo Berencana
25
Salah Sangka
26
Wanita Lain Mengacau
27
Sosok Bibi Ran
28
Baby Sister Itu
29
Seperti Perangko
30
Mencoba Bicara
31
Bisikan Amel Paling Gila
32
Peti Rahasia
33
Menjemput Anak Anak
34
Treatment Keluarga
35
Pria Jepang Itu
36
Nafkah Liar
37
Amel Mencurigakan
38
Ryuu Datang
39
Ada Apa Dengan Istriku
40
Kebahagiaan Kita
41
Ternyata Istriku
42
Mengikuti Suami
43
Rasa Nyaman
44
Padam Has rat-t
45
Salah Tingkah
46
Menggoda Suami Mu
47
Godaan Mantan
48
Berkelahi Dengannya
49
Permintaan Ryuu
50
Gudang Rahasia
51
Nyatanya Istriku Milioner
52
Bertemu Teman Gila
53
Gara gara si hijau
54
Theo Bertindak
55
Siapa Wanita Itu
56
Gara Gara Delay
57
Bertemu Mereka
58
Kedatangan Keluarga Baru
59
Kamar Baru Terindah
60
Sesuatu Itu
61
Ke Tempat Berbahaya
62
Gudang Perkelahian
63
Pesan Buruk
64
Theo Selamat
65
Permintaan Maaf
66
Sweet Di Mobil
67
Buku Harian Wisnu
68
Kedatangan Wisnu
69
Sikap Aneh Istriku
70
Pelayan Bunga Salah
71
Pemakaman
72
Hening
73
Ternyata Suamiku
74
Kejutan Anak Anak
75
Menyakiti Hati Ku
76
Ardan Marah
77
Theo Berusaha
78
Sikap Aslinya
79
Ardan Menghilang
80
Tidak Benar
81
Curigai Bibi
82
Kedatangan Dua Tamu Istimewa
83
Hampa
84
Dua Pria Beradu
85
Menikung Theo
86
Ujian Kembali
87
Ketetapan Sang Pencipta
88
Ardan Ingin Pulang
89
Perubahan Istriku
90
Wisnu Panik
91
Hasrat Padam
92
Maafkan Aku Mas!!
93
Kado Suamiku
94
Kedatangan Theo
95
Memberi Pelajaran
96
Kabar Bahagia
97
Menuju Rumah Sakit
98
Aku Harus Apa
99
Harapan Hidup
100
Menculik Arini
101
Mencari Istriku
102
Logistik Rahasia
103
DIA ALANA
104
Ditangkapnya Wisnu
105
Kebucinan Hakiki
106
Seperti Malam Pengantin
107
Hari Bahagia
108
Meminta Maaf
109
Penthouse Baru
110
Diskusi Hati
111
Happy Ending
112
Bonus Chapter 1
113
Bonus Chapter 2
114
Bonus Chapter 3
115
Bonus Chapter 4
116
Bonus Chapter 5

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!