Diterima Nya Arini

"Theo, nama Arini lebih baik. Gue pastikan dia sangat baik ke anak anak, untuk gaji dimuka gue akan bicarakan setelah dia kerja selama dua pekan gimana? Dan lo harus tahu silsilah data Arini! Gue juga dapat kabar dari temen soal Arini yang sekarang. Dan dia adalah Klien besar mendiang Yusman."

"Maksud lo, ada hubungannya sama kakak gue?"

"Besok kita harus berangkat ke turki, masalah kaya gini ga akan kelar, Please gue akan tanggung jawab! Dan ini data Arini, dia putri sulungnya klien besar yang mendanai Pabrik kakak lo. Ga ada salahnya lo bantu dia, meski ga tau untuk apa uang itu, tapi orang gue lagi cari informasi soal Arini."

"Baiklah .. Suruh dia mulai kerja! Selesai dari Turki, gue pengen dia temuin gue." Theo memberikan salah satu atmnya.

Wisnu pun kembali pergi, dimana tangan Arini terlihat bergetar dan tatapan gugup itu terlihat.

"Ah .. Wisnu syukurlah datang, gimana .. gue ga lolos ya Wis, gimana soal bos itu?"

"Bawa atm ini! Disini ada uang 50 juta, semoga membantu. Selamat lo diterima kerja mulai besok."

"Jadi ah .. Makasih Wisnu, sungguh gue berhutang budi kebaikan lo, pasti karena lo gue bisa di terima."

"Alam sedang di pihak lo, dan gue percaya sama lo Ar, bawa sekarang! Dan jam 4 sore udah balik kesini, nanti gue minta bibi Yani buat kenalin sama anak anak yang harus lo asuh, namanya Dio dan Mina. Uang ini juga dari pak Theo langsung."

'Hah .. Pak Theo?'

"Namanya Theo Andara, dia bos gue, sahabat gue, dan juga bos lo juga."

Hehe .. Senyum mereka berdua.

Arini pun pamit, dimana ia langsung pergi ke kontrakan petaknya, namun ia segera menuju rumah sakit dulu dimana Ardan di rawat. Arini menjenguk sebentar, tak lain mengurus administrasi dimana ia meminta sang dokter untuk mempercayakan adiknya tidak pulang tanpa dirinya, sebab Arini yang harus bekerja ia harus bisa mencuri membagi waktu, dimana Arini sedikit bimbang akan waktunya itu, namun jika ia tidak bekerja dan sia siakan kesempatan, Arini akan lebih kesulitan untuk membiayai pengobatan sang adik.

'Ardan sayang, kakak harus bekerja. Jangan sedih ya, jika kakak tidak menemani kamu, percayalah kakak sedang berjuang untuk kamu sembuh, tapi kakak janji akan selalu jenguk dan menyempatkan datang, maafkan kakak Ardan.' tangis Arini, yang kali ini melihat sang adik masih lemas.

Tak lama Ardan pun membuka mata, dimana Arini menciumi jemari Ardan.

"Ka-kak. Ja-ngan Tin-gga-lin Adek!" terbata susahnya sang adik bicara.

"Kamu harus sembuh ya, Ardan janji jangan keluar dari rumah sakit ini, jika dokter katakan, Ardan harus ikuti, maafin kakak jika saat kemo Kakak tidak disamping kamu! Ta-tapi percayalah kakak sedang berjuang untuk kamu sembuh, kakak sekarang bekerja di perumahan elite, selain membuat kue. Jika kamu sembuh dan membaik, kakak akan jemput kamu, dan kita akan tinggal bersama lagi ya! Janji sama kakak, untuk selalu tunggu kakak, jangan keluar dari rumah sakit ini, tanpa kakak!" ucapnya membuat Ardan, mengeluarkan air mata.

"Hmm-mm Ma-aaf Ka-k!"

Mata Arini benar benar berkaca akan kesedihan itu, dilema yang harus ia lewati di saat adiknya sakit, namun ia juga harus bekerja dihari pertama demi uang yang besar yang harus ia dapatkan.

Arini tak lupa untuk memberi suapan bubur untuk Ardan, dimana setelah jam besuk habis. Arini mencium kening Ardan, untuk istirahat dan menyemangati berjuang dari rasa sakitnya.

Sa-sakit ..

Sa--kit! Kak.

Rintihan itu selalu membuat Arini menderita, andai jika boleh ditukar, Arini meminta rasa sakitnya cukup hanya padanya, meski kali ini kegelisahan sedih itu harus ia tutupi. Jam besuk pun habis, setelah Ardan tertidur kembali, ia menitipkan pada suster dan Dr Ridwan. Bahkan Arini bilang ia sudah mendepositokan sebesar 35 juta.

***

Beberapa jam kemudian pun tiba, Arini yang sudah menuju ke mansion elite melati, ia segera memencet bel, dimana kali ini Arini di persilahkan masuk ke dalam rumah yang tak pernah ia bayangkan, ada rasa rindu ketika sebuah kenangan itu terlihat foto keluarga di ruang tengah, dimana Arini ingat sesuatu yang ia rindukan hingga kini.

"Arini ayo kemari, biar saya kenalkan dan syarat kerja disini!" ujar bi Yani, yang sudah agak renta.

"Ya bu, eh .."

"Bi Yani aja panggilnya, jangan sungkan. Dan anak anak namanya Dio usia 5 tahun saat ini Tk A, sementara Mina Tk B. Kamarnya ada disini, hanya saja di sana ada sekat tirai untuk mereka tidur, persyaratan semua dan apa saja kegiatan Den Dio sama nona kecil Mina sudah saya tulis dibuku kecil, nanti kamu baca dan pahami agar tidak ada kesalahan ya!" ujar Yani, yang memberikan buku kecil.

'Anak anak .. Ayo kemari, ini pengasuh kalian yang baru, yang akan antar sekolah mulai besok pagi, namanya Bibi Arini.'

"Hai anak anak manis, nama kakak Arini, anak anak manis boleh panggil apa aja, salam kenal ya!" ujar Arini menyapa.

"Heh .. Sok Asik, dah ah aku mau tidur, kirain ada apa." lirih Mina membalik badan.

"Tau nih, panggil aja pembantu .. u .. Bolehkan kami bilang gitu?" ujar Dio dengan wajah malas yang langsung mengambil tablet.

Deg ..

Arini terdiam kaku, anak anak seusia mereka kenapa berprilaku tak sopan, yang membuat Arini senyum ingin mengelus rambut anak tersebut, namun tangannya ditebas Mina.

"Eh .. Jangan pegang pegang, bau .. Jorok! Emang tangan pembantu bersih?" teriak Mina, yang membuat bibi Yani menggeleng.

"Non Mina, ayolah! Bibi udah renta, jangan begitu. Ayo yang sopan, panggil Bibi Arini, atau Kak Arini boleh, atau Mbak Arini juga boleh. Oke ..!" ujar Yani yang membuat dua anak itu diam dan kembali sibuk dengan mainan digital.

"Mbak Arini sabar aja, nanti juga akan tau sendiri. Anak anak itu hanya kesepian, jadi bertingkah seperti itu. Jangan diambil hati ya!"

"Aku ngerti kok bi .. Kalau gitu aku letakkan pakaian saya dimana?"

"Ayo mbak Arini, saya kasih tahu, selain itu saya kenalin juga sama pekerja di mansion ini biar kenal."

Arini menurut, dimana ia bersyukur pegawai mansion itu ternyata baik, semoga kedepannya Arini bekerja diberikan kelancaran, meski pikiran dan jiwanya terombang ambing pada Ardan sang adik yang kini tinggal di rumah sakit, sementara ia berada di tempat elite.

Namun saat Arini berbelok, tiba saja bibi Yani menunduk dan diam berdiri, dimana Arini pun ikut berhenti menatap seseorang.

BERSAMBUNG ...

💥 Happy Reading All .. 💥

Terpopuler

Comments

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

teussabar

2024-04-05

1

Turisa

Turisa

ora sopan bocah songong🥱 mending balik tidur dari pada ngasuh bocah semprul

2023-11-06

0

Turisa

Turisa

mau gawe di manapun ke baghdad pun kerjaan dulu baru digaji rinii

2023-11-06

0

lihat semua
Episodes
1 Pemilik Rs Terbaru
2 Mencari Bantuan Uang
3 Informasi Pengasuh
4 Kemarahan Theo
5 Diterima Nya Arini
6 Di Persulit Anak Anak
7 Aduan Sang Bocah
8 Membenci Arini
9 Melunasi Kasbon Dengan Syarat
10 Menikahi Pengasuh Dadakan
11 Pasangan Di Rahasiakan
12 Permintaan Theo
13 Terpesonanya Majikan
14 Kebenaran Asal Usul Arini
15 Kesabaran Setipis Tisue
16 Ke- Cu - Pan Liar
17 Mengenalkan Keluarga Baru
18 Membahagiakan
19 Menuju Penang
20 Akhirnya Yang Di tunggu
21 Gurney Paragon
22 Sikap Yang Aneh
23 Hadiah Kecil
24 Theo Berencana
25 Salah Sangka
26 Wanita Lain Mengacau
27 Sosok Bibi Ran
28 Baby Sister Itu
29 Seperti Perangko
30 Mencoba Bicara
31 Bisikan Amel Paling Gila
32 Peti Rahasia
33 Menjemput Anak Anak
34 Treatment Keluarga
35 Pria Jepang Itu
36 Nafkah Liar
37 Amel Mencurigakan
38 Ryuu Datang
39 Ada Apa Dengan Istriku
40 Kebahagiaan Kita
41 Ternyata Istriku
42 Mengikuti Suami
43 Rasa Nyaman
44 Padam Has rat-t
45 Salah Tingkah
46 Menggoda Suami Mu
47 Godaan Mantan
48 Berkelahi Dengannya
49 Permintaan Ryuu
50 Gudang Rahasia
51 Nyatanya Istriku Milioner
52 Bertemu Teman Gila
53 Gara gara si hijau
54 Theo Bertindak
55 Siapa Wanita Itu
56 Gara Gara Delay
57 Bertemu Mereka
58 Kedatangan Keluarga Baru
59 Kamar Baru Terindah
60 Sesuatu Itu
61 Ke Tempat Berbahaya
62 Gudang Perkelahian
63 Pesan Buruk
64 Theo Selamat
65 Permintaan Maaf
66 Sweet Di Mobil
67 Buku Harian Wisnu
68 Kedatangan Wisnu
69 Sikap Aneh Istriku
70 Pelayan Bunga Salah
71 Pemakaman
72 Hening
73 Ternyata Suamiku
74 Kejutan Anak Anak
75 Menyakiti Hati Ku
76 Ardan Marah
77 Theo Berusaha
78 Sikap Aslinya
79 Ardan Menghilang
80 Tidak Benar
81 Curigai Bibi
82 Kedatangan Dua Tamu Istimewa
83 Hampa
84 Dua Pria Beradu
85 Menikung Theo
86 Ujian Kembali
87 Ketetapan Sang Pencipta
88 Ardan Ingin Pulang
89 Perubahan Istriku
90 Wisnu Panik
91 Hasrat Padam
92 Maafkan Aku Mas!!
93 Kado Suamiku
94 Kedatangan Theo
95 Memberi Pelajaran
96 Kabar Bahagia
97 Menuju Rumah Sakit
98 Aku Harus Apa
99 Harapan Hidup
100 Menculik Arini
101 Mencari Istriku
102 Logistik Rahasia
103 DIA ALANA
104 Ditangkapnya Wisnu
105 Kebucinan Hakiki
106 Seperti Malam Pengantin
107 Hari Bahagia
108 Meminta Maaf
109 Penthouse Baru
110 Diskusi Hati
111 Happy Ending
112 Bonus Chapter 1
113 Bonus Chapter 2
114 Bonus Chapter 3
115 Bonus Chapter 4
116 Bonus Chapter 5
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Pemilik Rs Terbaru
2
Mencari Bantuan Uang
3
Informasi Pengasuh
4
Kemarahan Theo
5
Diterima Nya Arini
6
Di Persulit Anak Anak
7
Aduan Sang Bocah
8
Membenci Arini
9
Melunasi Kasbon Dengan Syarat
10
Menikahi Pengasuh Dadakan
11
Pasangan Di Rahasiakan
12
Permintaan Theo
13
Terpesonanya Majikan
14
Kebenaran Asal Usul Arini
15
Kesabaran Setipis Tisue
16
Ke- Cu - Pan Liar
17
Mengenalkan Keluarga Baru
18
Membahagiakan
19
Menuju Penang
20
Akhirnya Yang Di tunggu
21
Gurney Paragon
22
Sikap Yang Aneh
23
Hadiah Kecil
24
Theo Berencana
25
Salah Sangka
26
Wanita Lain Mengacau
27
Sosok Bibi Ran
28
Baby Sister Itu
29
Seperti Perangko
30
Mencoba Bicara
31
Bisikan Amel Paling Gila
32
Peti Rahasia
33
Menjemput Anak Anak
34
Treatment Keluarga
35
Pria Jepang Itu
36
Nafkah Liar
37
Amel Mencurigakan
38
Ryuu Datang
39
Ada Apa Dengan Istriku
40
Kebahagiaan Kita
41
Ternyata Istriku
42
Mengikuti Suami
43
Rasa Nyaman
44
Padam Has rat-t
45
Salah Tingkah
46
Menggoda Suami Mu
47
Godaan Mantan
48
Berkelahi Dengannya
49
Permintaan Ryuu
50
Gudang Rahasia
51
Nyatanya Istriku Milioner
52
Bertemu Teman Gila
53
Gara gara si hijau
54
Theo Bertindak
55
Siapa Wanita Itu
56
Gara Gara Delay
57
Bertemu Mereka
58
Kedatangan Keluarga Baru
59
Kamar Baru Terindah
60
Sesuatu Itu
61
Ke Tempat Berbahaya
62
Gudang Perkelahian
63
Pesan Buruk
64
Theo Selamat
65
Permintaan Maaf
66
Sweet Di Mobil
67
Buku Harian Wisnu
68
Kedatangan Wisnu
69
Sikap Aneh Istriku
70
Pelayan Bunga Salah
71
Pemakaman
72
Hening
73
Ternyata Suamiku
74
Kejutan Anak Anak
75
Menyakiti Hati Ku
76
Ardan Marah
77
Theo Berusaha
78
Sikap Aslinya
79
Ardan Menghilang
80
Tidak Benar
81
Curigai Bibi
82
Kedatangan Dua Tamu Istimewa
83
Hampa
84
Dua Pria Beradu
85
Menikung Theo
86
Ujian Kembali
87
Ketetapan Sang Pencipta
88
Ardan Ingin Pulang
89
Perubahan Istriku
90
Wisnu Panik
91
Hasrat Padam
92
Maafkan Aku Mas!!
93
Kado Suamiku
94
Kedatangan Theo
95
Memberi Pelajaran
96
Kabar Bahagia
97
Menuju Rumah Sakit
98
Aku Harus Apa
99
Harapan Hidup
100
Menculik Arini
101
Mencari Istriku
102
Logistik Rahasia
103
DIA ALANA
104
Ditangkapnya Wisnu
105
Kebucinan Hakiki
106
Seperti Malam Pengantin
107
Hari Bahagia
108
Meminta Maaf
109
Penthouse Baru
110
Diskusi Hati
111
Happy Ending
112
Bonus Chapter 1
113
Bonus Chapter 2
114
Bonus Chapter 3
115
Bonus Chapter 4
116
Bonus Chapter 5

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!