Di Persulit Anak Anak

"Sudah baca peraturannya?" sambil menunju arah mata wanita di depannya.

"Hah .. Anda berbicara dengan saya Pak ..?"

"Ccch .. Kau sudah tahu peraturan nya belum, bagaimana bisa tanya balik?"

"Ehm .. I-itu .. Sa- saya .." gugup dan terdiam Arini ketika si bibi melanjutkan.

"Maaf den! Bibi udah beri catatan, pengasuh baru ini namanya Arini, mbak Arini pasti akan membacanya untuk mulai besok bekerja, saya juga sudah kenalkan Non Mina dan Den Dio." jelas Yani.

"Hmm.. Baiklah, jangan sampe ada celah salah. Pergi sana bawa dia ini bi ..!" usir Theo, yang kala itu langsung duduk di sofa dan melonggarkan dasinya.

Menarik nafas, Arini mengekor langkah bibi Yani, dimana ia sedikit memerhatikan perlakuan majikan yang bersikap marah marah.

'Bagaimana bisa, begitu saja sudah marah. Salah aku tanya, dia kan tanya ga pake nama.' batin.

"Silahkan mbak Arini istirahat disini, oh iya untuk anak anak besok jam 8 sudah sekolah, ta-tapi mbak Arini harus stay mengurus pukul 5 pagi, baik itu sarapan dan menu harian sudah dicatat, anak anak akan kembali pulang sekolah pukul 1 siang, mbak Arini harus stay menunggu di pagar sekolah, sekolah anak anak ada ruang khusus yang menunggu, jadi kalau Dio dan Mina mau makan siang, mbak Arini harus stay siap ya!" ujar Yani menegaskan.

"Makasih bi, saya segera membaca dan memahami semua peraturan disini!"

Arini pun perlahan menyandar bahu sambil membuka buku catatan, dimana ia melihat menu sarapan setiap hari. "Jadi Mina alergi seafood, Dio tidak suka pedas." lirihnya.

Arini juga sempat membuka jendela kamarnya, meski tidak seluas kamar lain. Namun ada sebuah jendela yang membuat Arini bisa melihat kamar bertingkat yang bisa menatap jendela kamar lain itu jelas sangat terlihat mewah, tapi entahlah itu kamar siapa sebab pikiran Arini adalah bekerja dan memikirkan Ardan.

'Ardan, maafkan kakak! Kita harus berpisah, kelak kamu harus tahu jika kakak tidak meninggalkan kamu, tapi setelah kamu sembuh kita akan kembali hidup berdua, itu sudah pasti!'

Esok paginya :

Alarm membangunkan Arini pukul 04 pagi, dimana ia segera merapihkan dirinya, dan bersiap untuk ke arah dapur. Dimana disana bibi Yani sudah memasak dengan banyak hidangan.

"Maaf bibi, saya terlambat bangun. Apa saya harus lebih awal?"

"Kerjakan saja tugas kamu, kamu buatkan bekal untuk anak anak, itu yang harus kamu pegang untuk tidak dengar kemarahan Den Theo. Sebab Den Theo tidak ikut sarapan di meja makan, seperti biasa pagi sekali makanan ini diantar tepat pukul 5." bisik Yani, yang membuat Arini tertawa kecil.

"Haha .. Masa marah marah terus, kan marah itu bikin capek bi, mungkin dia itu sedang banyak tekanan atau pikiran." cetusnya.

"Eh .. Benar juga sih, tapi memang wajar kesulitan majikan memang berat, apalagi setelah di tinggal."

'Apa di tinggal istrinya? Dia jadi begitu.' batin Arini.

Mendengar itu, Arini seolah ingat sesuatu dimana kini perkataan bibi Yani, membuatnya seolah ingat dirinya kini.

"Ehm .. Baik, bi!"

Beberapa saat, Arini benar benar telah menyiapkan semuanya, nasi goreng berbentuk panda itu dengan hiasan, dan burger steak ayam yang dihias macam bebek angsa, membuat Arini senyum dan merapihkan semuanya ke arah tas. Lantai yang bertingkat itu membuat Arini kerepotan naik turun, dimana ia tidak boleh salah masuk bekal makanan ke tas yang salah.

Dan akhirnya, tiba saatnya Arini menuju kamar anak anak itu, pintu dengan tombol kode sandi membuat Arini terdiam dan melupakan sejenak ingatan lalu.

Tlet ..

"Anak anak manis, Den Dio, Non Mina. Ayo bangun sayang!"

AC pun Arini matikan, lalu tirai terbuka juga dengan sendirinya setelah Arini memencet remote, dimana kedua mata Dio dan Mina langsung terbangun, menatap Arini yang sudah memakai baju pengasuh berwarna abu abu hitam, lengkap dengan ikatan kain di depan bajunya.

"Emang mbak Arini bisa pegang semua alat alat di kamar kita?" tanya Dio.

"Ehm .. Sedikit paham, ayo sayang! semua sikat gigi sudah di siapkan, kamar mandi Dio dan Mina sudah siap!"

"Dio ayo! Jangan bicara sama orang asing!" ujar Mina, menarik adiknya itu dengan lugas.

Ucapan kata kata kasar itu, membuat Dio hanya menurut ucapan sang kakak, akan tetapi senyuman manis tatapan indah Arini membuat Dio kembali datar saja. Arini segera merapihkan kasur tidur dengan kilat, bahkan alat alat kebersihan yang ada dikamar tersebut, Arini tidak banyak bertanya karena ia sudah hafal betul alat alat canggih itu bagaimana digunakan.

Beberapa saat pun tiba, dimulai dari sarapan dan mulai membawakan tas kedua anak anak tersebut menuju mobil. Arini pun pamit pada bibi Yani, untuk membawa anak anak dimana supir pak Rojak sudah siap di depan pintu utama.

"Sudah siap toh den ganteng manis, ayo lets go ..!"

Mina dan Dio hanya diam saja, bahkan Mina cemberut ketika Dio terus saja memperhatikan pengasuh barunya, meski berbisik Arini mendengar tapi tak marah, bagaimana bisa ia marah pada anak anak kecil semanis mereka.

'Ga usah liatin mbak pengasuh, dia orang asing! Kita bikin ga betah ya dek! Biar dady Theo usir, terus dady yang anter!'

'Tapi kak ..'

'Sssst ..!'

Hingga tibalah disekolah, Arini menuntun Dio untuk turun perlahan meski hanya diam saja, tapi saat Arini menggapai tangan Mina, tangannya ditebas lagi lagi dengan kata kasar.

"Ga usah pegang kami, pembantu, pengasuh dilarang pegang tangan kami. Beda kasta tahu .." ujar Mina loncat, membuat pak Rojak garuk garuk jenggot yang melihatnya.

"Baiklah non Mina, maafkan mbak Arini ya. Mbak Arini pokoknya siap dimarahin karena enggak tahu, dan maaf ya karena mbak masih baru." senyum Arini.

"His .. " sebal Mina dengan tatapan benci, yang langsung pergi menuju ruang kelas, dimana staff guru masing masing sudah menyambutnya, sementara Dio mengekor ikutan, akan tetapi tak berucap sepatah katapun.

"Mbak Arini gak usah ambil hati, kadang kadang memang begitu itu bocil. Ya udah, tunggu disini aja mbak! Banyak tanya aja sama guru staff nya, saya harus antar barang ke bandara, soalnya pak Theo telepon ada berkas yang ketinggalan. Itu bocah suka ada aja ulahnya, mangkanya pengasuh stay di sekitar area khusus."

"Pak Theo, itu dady nya anak anak? Kalau boleh tahu ibunya ..?"

"Duh panjang .. maaf ya mbak Arini, ga bisa jelasin sekarang. Saya pergi dulu .. Nanti sebelum jam 1 udah pasti ada disini kok. Parkiran Disana, udah hak paten saya jemput!"

"Baik pak Rojak, makasih juga!"

Arini pun kembali diam, ia memerhatikan jam yang dimana ini masih pukul 8.30 amat pagi, lalu untuk apa jika ia berdiam disini. Apalagi seingat Arini, sekolah bergengsi ini tidak jauh dari rumah sakit dimana Ardan di rawat.

'Kalau aku sempetin ke rumah sakit, boleh kali ya?' benak Arini dengan kebimbangannya.

BERSAMBUNG ...

💥 Happy Reading All .. 💥

Terpopuler

Comments

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

tryssehat

2024-04-05

1

Mr Azusi

Mr Azusi

terlalu pedes nyesek nya ampe kebaca

2023-11-10

1

Syabla

Syabla

duh ini bocah kelakuannya omongan nyelekit banget ampe kesini😌

2023-11-10

0

lihat semua
Episodes
1 Pemilik Rs Terbaru
2 Mencari Bantuan Uang
3 Informasi Pengasuh
4 Kemarahan Theo
5 Diterima Nya Arini
6 Di Persulit Anak Anak
7 Aduan Sang Bocah
8 Membenci Arini
9 Melunasi Kasbon Dengan Syarat
10 Menikahi Pengasuh Dadakan
11 Pasangan Di Rahasiakan
12 Permintaan Theo
13 Terpesonanya Majikan
14 Kebenaran Asal Usul Arini
15 Kesabaran Setipis Tisue
16 Ke- Cu - Pan Liar
17 Mengenalkan Keluarga Baru
18 Membahagiakan
19 Menuju Penang
20 Akhirnya Yang Di tunggu
21 Gurney Paragon
22 Sikap Yang Aneh
23 Hadiah Kecil
24 Theo Berencana
25 Salah Sangka
26 Wanita Lain Mengacau
27 Sosok Bibi Ran
28 Baby Sister Itu
29 Seperti Perangko
30 Mencoba Bicara
31 Bisikan Amel Paling Gila
32 Peti Rahasia
33 Menjemput Anak Anak
34 Treatment Keluarga
35 Pria Jepang Itu
36 Nafkah Liar
37 Amel Mencurigakan
38 Ryuu Datang
39 Ada Apa Dengan Istriku
40 Kebahagiaan Kita
41 Ternyata Istriku
42 Mengikuti Suami
43 Rasa Nyaman
44 Padam Has rat-t
45 Salah Tingkah
46 Menggoda Suami Mu
47 Godaan Mantan
48 Berkelahi Dengannya
49 Permintaan Ryuu
50 Gudang Rahasia
51 Nyatanya Istriku Milioner
52 Bertemu Teman Gila
53 Gara gara si hijau
54 Theo Bertindak
55 Siapa Wanita Itu
56 Gara Gara Delay
57 Bertemu Mereka
58 Kedatangan Keluarga Baru
59 Kamar Baru Terindah
60 Sesuatu Itu
61 Ke Tempat Berbahaya
62 Gudang Perkelahian
63 Pesan Buruk
64 Theo Selamat
65 Permintaan Maaf
66 Sweet Di Mobil
67 Buku Harian Wisnu
68 Kedatangan Wisnu
69 Sikap Aneh Istriku
70 Pelayan Bunga Salah
71 Pemakaman
72 Hening
73 Ternyata Suamiku
74 Kejutan Anak Anak
75 Menyakiti Hati Ku
76 Ardan Marah
77 Theo Berusaha
78 Sikap Aslinya
79 Ardan Menghilang
80 Tidak Benar
81 Curigai Bibi
82 Kedatangan Dua Tamu Istimewa
83 Hampa
84 Dua Pria Beradu
85 Menikung Theo
86 Ujian Kembali
87 Ketetapan Sang Pencipta
88 Ardan Ingin Pulang
89 Perubahan Istriku
90 Wisnu Panik
91 Hasrat Padam
92 Maafkan Aku Mas!!
93 Kado Suamiku
94 Kedatangan Theo
95 Memberi Pelajaran
96 Kabar Bahagia
97 Menuju Rumah Sakit
98 Aku Harus Apa
99 Harapan Hidup
100 Menculik Arini
101 Mencari Istriku
102 Logistik Rahasia
103 DIA ALANA
104 Ditangkapnya Wisnu
105 Kebucinan Hakiki
106 Seperti Malam Pengantin
107 Hari Bahagia
108 Meminta Maaf
109 Penthouse Baru
110 Diskusi Hati
111 Happy Ending
112 Bonus Chapter 1
113 Bonus Chapter 2
114 Bonus Chapter 3
115 Bonus Chapter 4
116 Bonus Chapter 5
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Pemilik Rs Terbaru
2
Mencari Bantuan Uang
3
Informasi Pengasuh
4
Kemarahan Theo
5
Diterima Nya Arini
6
Di Persulit Anak Anak
7
Aduan Sang Bocah
8
Membenci Arini
9
Melunasi Kasbon Dengan Syarat
10
Menikahi Pengasuh Dadakan
11
Pasangan Di Rahasiakan
12
Permintaan Theo
13
Terpesonanya Majikan
14
Kebenaran Asal Usul Arini
15
Kesabaran Setipis Tisue
16
Ke- Cu - Pan Liar
17
Mengenalkan Keluarga Baru
18
Membahagiakan
19
Menuju Penang
20
Akhirnya Yang Di tunggu
21
Gurney Paragon
22
Sikap Yang Aneh
23
Hadiah Kecil
24
Theo Berencana
25
Salah Sangka
26
Wanita Lain Mengacau
27
Sosok Bibi Ran
28
Baby Sister Itu
29
Seperti Perangko
30
Mencoba Bicara
31
Bisikan Amel Paling Gila
32
Peti Rahasia
33
Menjemput Anak Anak
34
Treatment Keluarga
35
Pria Jepang Itu
36
Nafkah Liar
37
Amel Mencurigakan
38
Ryuu Datang
39
Ada Apa Dengan Istriku
40
Kebahagiaan Kita
41
Ternyata Istriku
42
Mengikuti Suami
43
Rasa Nyaman
44
Padam Has rat-t
45
Salah Tingkah
46
Menggoda Suami Mu
47
Godaan Mantan
48
Berkelahi Dengannya
49
Permintaan Ryuu
50
Gudang Rahasia
51
Nyatanya Istriku Milioner
52
Bertemu Teman Gila
53
Gara gara si hijau
54
Theo Bertindak
55
Siapa Wanita Itu
56
Gara Gara Delay
57
Bertemu Mereka
58
Kedatangan Keluarga Baru
59
Kamar Baru Terindah
60
Sesuatu Itu
61
Ke Tempat Berbahaya
62
Gudang Perkelahian
63
Pesan Buruk
64
Theo Selamat
65
Permintaan Maaf
66
Sweet Di Mobil
67
Buku Harian Wisnu
68
Kedatangan Wisnu
69
Sikap Aneh Istriku
70
Pelayan Bunga Salah
71
Pemakaman
72
Hening
73
Ternyata Suamiku
74
Kejutan Anak Anak
75
Menyakiti Hati Ku
76
Ardan Marah
77
Theo Berusaha
78
Sikap Aslinya
79
Ardan Menghilang
80
Tidak Benar
81
Curigai Bibi
82
Kedatangan Dua Tamu Istimewa
83
Hampa
84
Dua Pria Beradu
85
Menikung Theo
86
Ujian Kembali
87
Ketetapan Sang Pencipta
88
Ardan Ingin Pulang
89
Perubahan Istriku
90
Wisnu Panik
91
Hasrat Padam
92
Maafkan Aku Mas!!
93
Kado Suamiku
94
Kedatangan Theo
95
Memberi Pelajaran
96
Kabar Bahagia
97
Menuju Rumah Sakit
98
Aku Harus Apa
99
Harapan Hidup
100
Menculik Arini
101
Mencari Istriku
102
Logistik Rahasia
103
DIA ALANA
104
Ditangkapnya Wisnu
105
Kebucinan Hakiki
106
Seperti Malam Pengantin
107
Hari Bahagia
108
Meminta Maaf
109
Penthouse Baru
110
Diskusi Hati
111
Happy Ending
112
Bonus Chapter 1
113
Bonus Chapter 2
114
Bonus Chapter 3
115
Bonus Chapter 4
116
Bonus Chapter 5

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!