Hari pun berganti, Arini kembali ke mansion. Meski tidak banyak kata kata, apalagi Mina dan Dio tetap menurut ketika Theo berkata tidak ada pengasuh yang betah selain Arini tetap kembali melakukan tugas seperti biasa, dimana Theo pun segera bersiap siap untuk pergi tanpa siapapun tahu.
"Katanya kemarin Arini lo pecat?"
"Hmm .. Tapi lihat aja udah kerja lagi. Kenapa cemas?"
"Bagaimana bisa dia ga becus, gue yakin lo salah memecat pekerja di mansion dengan alasan ga becus. Hey, gue udah selidiki semuanya dan kenyataan soal Arini. Seperti biasa ini akal akalan anak anak hanya untuk mengelabui seperti ini, Theo ayolah! Sudah puluhan pengasuh dengan alasan begini. Dan untuk kali ini gue ga dukung lo pecat dia, lupa dia itu siapa ..?"
Ucapan Wisnu pun diabaikan oleh Theo, dimana kali ini Theo mengajak Wisnu ke bawah, membuat kopi di mesin terbaru yang ia bawa dari Tiongkok.
"Anak anak diam disini, ingat jangan sentuh meja kerja Dady. Dady akan kembali lagi. Paman Wisnu akan temani kalian disini sampai Dady kembali." tegas Theo, membuat Mina dan Dio mengangguk.
"Baik Dady."
Dan sampai di bawah setelah membuat kopi, Theo pun memberi secangkir kopi yang ia buat. Lalu bukan tanpa alasan untuk saat ini Theo berkata dengan lugas.
"Hari ini ada yang harus gue lakuin, soal itu gue bakal lakuin dengan cara gue sendiri. Gue titip anak anak ya!"
"Theo .. Lo main rahasia rahasia an soal ini, lo mau kemana?" teriak Wisnu.
"Ada deh .." melambai tangan.
Theo pun meraih jas, dimana untuk kali ini ia pergi menuju suatu tempat. Apalagi meraih kunci dari tangan supir yang menyambutnya.
"Berikan kunci nya!" dan supir pun menurut.
Theo segera di perjalanan ia meraih ponsel yang sudah tersambung pada monitor mobil. Menghubungi Arini, dan memastikan ia datang.
'Ya pak .. Saya sudah di halte yang anda bilang kemarin.'
'Baik .. Masuklah, mobil merah plat xx730!'
Percakapan itu berhenti, dan benar saja Arini melihatnya. Untuk pertama kalinya ia sedikit gugup, entah majikannya ini akan membawanya kemana. Apakah ia akan dijual atau majikannya itu .. ' Tidak mungkin pak Theo melakukan semua itu. Wisnu bilang dia baik meski sombong tidak punya perasaan.' batin Arini.
Tin ..
Tin ..
Suara klakson menyadarkan Arini yang bengong sejak tadi, apalagi mobil merah itu sudah diam di sisinya.
"Masuk!"
Ck .. ( membuka pintu )
"Waktunya tidak banyak, kenapa harus melamun dari tadi?"
"Maaf pak .. Tapi kita akan kemana?"
"Berlatihlah untuk panggil nama. Kita akan hadiri pesta mantan kekasih. Anggap lah seperti itu, tidak perlu banyak tanya. Untuk saat ini kita ke butik untuk bergegas, dan jangan berbicara apapun apalagi menjawab pembicaraan orang asing nanti! Tugas mu hanya dampingi, diam dan cukup memasang wajah cantik. Mengerti!"
"Hah .. Baik saya mengerti!"
Mendengar kata undangan pesta saja, itu sudah membuat jantung Arini benar benar tidak sehat. Apa yang harus ia lakukan di situasi seperti ini, bahkan jika ia menolak pun dari mana harus ia kembalikan 35 juta yang ia pakai.
"Kita sudah sampai, ayo turun!"
Arini mengekor langkah Theo, dimana satu butik itu cukup sepi. Nampaknya butik ini sudah di booking, yang membuat Arini hanya menurut.
"Tolong berikan gaun pesta yang elegant paling indah yang kalian punya di butik ini, juga permak dia. Saya akan kembali beberapa jam lagi!"
"Baik Tuan, mari nona ikut saya!" sang pelayan pun menyambut Arini dengan lembut.
Arini hanya pasrah, ketika beberapa gaun ia coba. Namun pilihan Theo sebelum pergi, meminta pelayan untuk memakaikan gaun senada berwarna nude bercampur navy. Yang membuat pelayan pun mengikuti keinginan klien.
Benar saja, saat Arini sudah mencoba gaun tersebut. Arini pun di persilahkan melepas pakaian, dimana ia menuju lulur seluruh body shop.
"Tunggu .. Kenapa harus ke ruangan ini?" tanya Arini.
"Ini adalah paket ekslusif klien kami. Paket gaun, make up, body shop seperti paket pengantin. Sepertinya nona sangat beruntung di pertemukan dengan pacar yang loyal."
Pelayan itu bicara, membuat Arini menutup wajahnya. Andai mereka tahu yang sebenarnya.
Dan dalam beberapa jam, Theo sudah kembali. Apalagi dengan tampilan fresh nya, rupanya ia berada di gedung sebelah dimana salon butik khusus pria. Dan saat langkah kaki yang menjuntai seputih susu itu, membuat jantung Theo berdegup dan pangling akan penampilan sang pengasuh.
"Saya sudah siap .." lirih nya, meski sedikit Arini terlihat tidak nyaman dengan heels.
Theo yang merasa Arini kesulitan memakai heels, ia meminta pelayan mengganti sepatu dengan tinggi hak, yang lebih rendah.
Dan untuk pertama kalinya, Arini semakin syok saat Theo mengulurkan tangannya. Menuju mobil yang membuat Arini memegang tangan pria untuk pertama kalinya.
"Terimakasih sudah membuat pasangan saya sangat cantik malam ini. Pelayanan butik kalian memang bintang 5." sapa Theo.
"Terimakasih sudah mempercayakan butik kami Tuan." ujar manager butik.
Theo pun yang pamit, kini sudah di dalam mobil bersama Arini, dan ini untuk pertama kalinya ia melihat Arini berkeringat dingin, tangannya yang sangat dingin membuat Theo tertawa.
"Kau yakin tidak pernah hadir pesta pernikahan?"
"Hm .. Entahlah sudah lama, itu pun dulu saat bersama ayah dan ibu. Tapi hanya pernikahan gedung biasa, tanpa di make up seperti ini."
Mendengar itu membuat Theo merasa bersalah diingatkan, masih berpura pura tidak tahu apa yang di alami pengasuh.
"Baik .. 20 menit sampai di gedung pernikahan. Jadilah tamu undangan, kita sepasang kekasih yang saling mencinta. Anggap saja ini sebuah drama korea dan kita adalah bintangnya. Dengan begitu saldo yang kau pakai itu lunas, dan ingat ini adalah rahasia. Siapapun tidak boleh ada yang tahu."
"Baik pak Theo .."
Dan hal undangan seperti biasa, disana tidak ada yang menyangka. Theo hadir dimana tangannya melingkar tangan Arini saat itu, namun saat masuk ke gedung semua acara nampak baik baik saja, hingga dimana Theo melihat aksi keramaian yang membuat matanya bingung.
"Ada apa ini?" tanya Theo.
"Pengantin pria melarikan diri, apa acara nya akan batal? Sungguh ini tradisi memalukan jika terjadi." ujar salah satu tamu.
Deg ..
Theo pun masih memegang tangan Arini, sampai lupa dengan wanita yang ia bawa menuju altar, dimana saat ini pengantin wanita itu menoleh ke arah Theo.
"Ada apa yang terjadi Inggrid?"
"Dia pergi .. Ini salahku, atau ini karena aku yang bersalah Theo, harusnya kita tidak berhenti memutuskan kisah kita, aku salah memilih pasangan. Tapi aku begitu mencintainya .. Huhuhu."
Arini hanya diam, apalagi tangannya pun tak dilepas oleh Theo, sebab Theo sendiri melupakan tangan yang ia genggam meski pikiran nya pada pengantin wanita.
"Lihatlah .. Kau datang dengan wanita yang lebih anggun, apa kau bahagia datang dan melihat semua ini. Tolong untuk berjanji Theo. Kau harus jadi pengantin bahagia, tolong selamatkan acara ini. Karena aku tidak mau keluargaku menanggung malu, aku mohon! Nikahi aku, jadilah pengantin pengganti pria ku saat ini!"
Deg ..
Theo melepas tangan Arini, ia benar melupakan Arini, sehingga mantan meminta nya satu hal.
"Inggrid tunggu!" Theo berteriak dan ingin mengejar.
"Arini tunggulah disini!"
Sementara Theo, ia segera menuju satu ruangan. Dimana frustasi Inggrid di tinggal calon suami, hanya karena ia berkata kejujuran. Namun pesta harus tetaplah berlanjut, dimana Inggrid meminta Theo untuk jadi pengantin prianya di acara hari ini. Yang membuat Theo tak berkutik akan sikap Inggrid hari ini.
'Kau masih saja membuat luka inggrid, tapi entah kenapa aku selalu menutupi. Seolah lukamu lebih penting dari pada lukaku. Tapi tidak untuk kali ini.' lirihnya dan pergi menahan air mata jatuh.
Dan Theo kembali, saat itu pun Theo menarik tangan Arini membawanya ketempat sesuatu. Dimana ia meminta dinikahkan malam itu juga, demi acara berlangsung dan rasa sakit yang harus ia buang untuk tidak pernah ia ingat ingat lagi.
"Pak .. Kita mau kemana?" lirih Arini.
"Menikahlah denganku malam ini, tidak ada waktu untuk menjelaskan. Aku punya prinsip dan harga diri, jadilah pengantinku!"
Deg ..
Arini terdiam seribu basa, matanya, hatinya, degup jantung nya semakin lemah dan berdetak lebih cepat. Padahal jelas ia mendengar dari pengantin wanita, agar Theo jadi pengantin prianya, tapi kenapa ..?!
'Menikah .. Apa ini mimpi?'
BERSAMBUNG ...
💥 Happy Reading All .. 💥
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Rena utami
sbnrnya ceritanya lumayan bagus, tapi susunan kalimatnya...jadi kurang nyaman dibaca..maafkan daku ya thor..🙏🏻🙏🏻
2023-12-16
8
Usi gonzales
anjaaay tak diduga arini jadi pengantin 🤣🤣 hadirin mantan belum move on malah jadi nikahin pengasuh wkwkw
2023-11-19
0
Usi gonzales
tak kira ajak ena ena taunya hadir mantan mau nikah🤭
2023-11-19
0