Mengantarkan bunga

"Pak, aku berhenti di sini saja!" ucap Senja begitu tiba di dekat sebuah toko bunga yang cukup besar RAINBOW Florist, itulah nama yang tertulis sebagai tempat di mana Senja bekerja paruh waktu.

"Aku turun dulu ya, Del.Terima kasih buat tumpangannya," Senja bersiap untuk membuka pintu.

"Tunggu dulu!" cegah Adelia dengan cepat.

"Kenapa?" tanya Senja dengan kening berkerut.

"Kalau kamu ngantarkan bunga pakai apa?" tanya Adelia yang bingung melihat kalau Senja tidak punya kendaraan apapun.

"Emm, pakai sepeda. Pemilik toko ini nyediain sepeda untukku. Tapi, syaratnya aku tidak boleh bawa pulang. Katanya takut rusak," sahut Senja, masih dengan senyum khasnya.

"Kamu pakai sepeda? Kenapa tidak pakai sepeda motor? Kalau alamat pengirimannya jauh bagaimana?" Adelia benar-benar kaget mengetahui fakta kalau gadis yang baru saja dia kenal itu, mengantarkan bunga menggunakan sepeda.

Senja berdecak sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kamu bagaimana sih Del. Usiaku kan masih 16 tahun. Jadi kan belum bisa ngurus SIM. Kalau aku mengantarkan bunga pakai motor, bisa-bisa pemilik florist ini berurusan dengan polisi, karena aku yang berkali-kali kena tilang. Lagian, pemiliknya pengertian kok, Del. Aku dikasih tempat, yang tidak terlalu jauh dari toko. Tapi ya itu dia, uang yang aku dapat juga tidak sebanyak yang dapat area jauh. Tapi, sesekali aku dikasih kesempatan untuk mengirimkan ke tempat jauh tapi hasilnya aku bagi dua sama supir," terang Senja.

"Kamu nggak capek, Ja?"

Senja kembali tersenyum dan mengembuskan napasnya "Bohong kalau aku bilang tidak capek. Aku sih pengen bisa pulang sekolah, jalan-jalan sama teman, nongkrong dan kalau pulang ke rumah bisa istirahat. Tapi, mau gimana lagi, tidak ada yang mau berteman denganku dulu. Rata-rata datang kalau ada perlunya saja, pas nanyain PR," Senja tertawa kecil, menganggap kalau pengalamannya itu sebuah hal yang lucu.

 "Lagian, kalau aku di rumah pulang sekolah, aku tidak akan mendapatkan apa-apa. Jadi, mending aku kerja begini kan?" lanjut Senja lagi, membuat kekaguman Adelia semakin besar.

"Emm, Senja. Maaf ni ya. Aku harap kamu tidak tersinggung dan tidak salah paham. Aku yakin kalau kamu pasti tidak suka dikasihani, tapi ini ini memang niatku tulus membantumu. Aku punya sepeda yang hampir tidak pernah aku pakai, kamu mau nggak pakai sepeda itu? Didiamkan di rumah juga kan sayang. Dari pada nganggur, kamu saja yang pakai, bagaimana?" tanya Adelia dengan sangat hati-hati, karena memang hal seperti ini sangat sensitif bagi orang-orang yang memiliki harga diri tinggi.

"Emm, kamu mau nyumbangin sepedanya untukku?" Senja mengernyitkan keningnya.

"Eh, bukan disumbangin, tapi aku kasih kamu. Itupun kalau kamu nggak keberatan. Mau ya!" Adelia mengerjab-erjabkan matanya, memohon.

Sisi tidak ingin dikasihani di dalam tubuh Senja, memberontak ingin menolak, apalagi dirinya baru saja mengenal Adelia. Tapi di sisi lain gadis itu berpikir ingin menerima karena memang dia sangat membutuhkan sepeda agar dirinya bisa kemana-mana menggunakan sepeda itu, termasuk ke sekolah nanti.

"Baiklah, Del. Terima kasih banyak. Kalau kamu memang tidak masalah memberikannya, aku akan terima dengan baik. Masa rejeki ditolak, iya nggak?" Senja kembali ceria.

"Ya, udah besok ke sekolah aku akan bawa dan kasih kamu!" ucap Adel membalas senyum Senja.

"Eh, tapi, nggak usah deh. Besok aku bawa aja, dan aku kasih kamu setelah aku antar kamu ke sini. Karena nanti kalau aku kasih sepedanya di sekolah, yang ada kamu jadi bahan ejekan yang lainnya," sambung Adelia lagi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Senja sudah mengganti seragam sekolahnya dengan seragam yang diberikan oleh pemilik toko bunga. Ia memang sudah membawa dari rumah, agar tidak bolak-balik dan menghemat ongkos.

Kini gadis itu sudah siap untuk bekerja. Ia menyusun bunga-bunga yang hendak dia kirimkan ke dalam sebuah keranjang yang ditaruh di depan sepeda yang biasa dia pakai.

"Hmm, hari ini aku hanya 50 ribu dong!" Senja menghitung bunga yang akan dia kirimkan yang tenyata hanya 10 buket. Karena sebenarnya, Senja hanya dikasih upah 5 ribu untuk setiap satu kali pengiriman.

"Tapi gak pa-palah. 50 ribu juga lumayan, dari pada tidak ada! Mudah-mudahan selain 50rb itu ada yang kasih tip," batin Senja lagi, yang memang selalu berusaha melihat segala yang terjadi dari sudut pandang yang positif.

"Bu, saya berangkat dulu ya!" sebelum pergi, Senja menyempatkan diri untuk izin lebih dulu.

"Iya sana, buruan. Lain kali jangan telat! Aku tidak mau kalau harus mendapatkan komplain lagi!" ucap pemilik toko bunga itu dengan ketus.

Ya, karena tadi menyempatkan diri untuk berbicara dengan Adelia sebentar, Senja akhirnya telat dan mendapatkan semburan kemarahan dari pemilik toko bunga itu.

"Baik, Bu! Aku pamit!" Senja melangkah keluar setelah pemilik toko bunga itu melakukan tanda menyuruhnya langsung pergi dengan menggunakan tangannya bak sedang melakukan pengusiran.

"Ihh, kalau bukan karena aku butuh pekerjaan ini, ingin sekali aku patahkan tangannya. Punya mulut tapi tidak digunakan! Menyebalkan!" Senja menggerutu sembari mulai mengayuh sepeda.

"Haish mana aku lapar lagi. Ini semua gara-gara Kakak OSIS yang menyebalkan itu. Kalau bukan karena dia menghukumku, aku pasti akan punya waktu untuk makan sebelum berangkat ke Rainbow florist," lagi-lagi Senja menggerutu disertai dengan raut wajah meringis karena lapar.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hari sudah beranjak sore. Bunga yang harus dikirimkan oleh Senja kini tinggal satu dan alamatnya di sebuah cafe yang biasa dikunjungi oleh anak muda.

Dari tadi Senja sudah tiba dan menunggu persis di depan cafe itu, tapi yang memesan bunga belum juga tampak batang hidungnya.

"Haish, dia kemana sih? Katanya suruh tunggu sebentar lagi, tapi sudah satu jam belum datang-datang juga," Senja mulai menggerutu sembari melihat jam yang ada di layar ponselnya.

"Astaga sudah jam 4. Tadi dia pesan kalau jam 3 bunganya harus sudah ada di tangannya, tapi kenapa belum datang juga ya? aku benar-benar sudah lapar. Roti seharga dua ribu tadi mana cukup menahan lapar," Senja menyeka keringatnya yang ada di pelipisnya. Seandainya dia punya cukup uang ingin sekali dia bisa merasakan makanan yang ada di cafe itu

"Dari Rainbow florist ya?" tiba-tiba terdengar suara seorang pria dari arah belakang Senja.

Senja langsung berbalik dan tersenyum. Tampak di depannya berdiri sosok pria yang cukup tampan dan terlihat masih muda. Sepertinya pria itu adalah seorang mahasiswa. "Iya, Mas. Mas ini Heru bukan?" tanya Senja memastikan.

"Iya, aku Heru. Maaf sudah membuat menunggu lama. Rencananya aku mau nembak wanita , tapi ternyata dia masih kuliah dan pulang jam 5 . Dilihat-lihat kamu cantik juga. Mumpung masih ada satu jam lagi kamu mau nggak menemaniku!" tanya pria bernama Heru itu seraya menatap Senja dengan tatapan menggoda.

"Emm, maaf, Mas. Aku tidak bisa. Soalnya, aku masih ada pekerjaan setelah ini. Maaf banget ya! Ini bunga pesanannya, Mas!" Senja dengan sopan menolak, sembari memberikan buket bunga mawar ke tangan pria itu.

"Ayolah, Neng. Jangan sok jual mahal. Kamu butuh uang kan? nanti aku akan kasih kamu uang. Kamu temani aku dulu. Aku akan kasih kamu 3 juta untuk satu jam, mau kan?" pria itu mulai mencolek pipi Senja yang langsung ditepis kasar oleh remaja perempuan itu.

"Mas, tolong jangan macam-macam! Aku memang butuh uang, tapi aku masih bisa mencarinya dengan cara yang halal. Sekarang tolong menyingkir dari depanku!" Senja mulai hilang sabar, hingga akhir dia sedikit meninggikan suaranya.

Di lain sisi atau tepatnya di dalam Cafe, keributan kecil yang terjadi di luar, menarik perhatian pengunjung Cafe itu, tak terkecuali Arkan, Sabiru, Hanna dan dua sahabat Arkan lainnya.

"Lho, bukannya itu Senja, murid baru di sekolah kita ya?. Dia kurir bunga?" Sabiru memicingkan matanya, untuk lebih memastikan kalau yang dilihatnya adalah Senja.

"Iya dia Senja. Cih tenyata dia kurir bunga. Berani-beraninya tadi dia godain Kak Arkan," Hanna berdecih menatap sinis ke arah Senja yang masih sibuk menepis tangan pria di luar Cafe.

Sementara, Arkana ikut juga memicingkan matanya dan langsung berdiri. Walaupun dia kesal pada gadis bernama Senja itu, tapi dia tidak bisa membiarkan gadis itu yang terlihat sedang kesulitan.

"Kak mau kemana?" teriak Hanna.

Arkana tidak menjawab sama sekali. Pria itu tetap melangkahkan kakinya keluar. Sabiru dan dua lainnya pun akhirnya ikut berdiri dan menyusul Arkan.

"Ihh, kenapa sih Kak Arkan harus menolong perempuan gila itu! Bukannya tadi dia sudah buat Kak Arkan kesal, harusnya dibiarkan saja.Orang-orang di sini aja cuek, tapi Kak Arkan sok mau membantu. Menyebalkan!" Hanna menggerutu, sembari menyusul Arkan dan yang lainnya keluar.

Namun, langkah mereka terhenti begitu melihat sosok pria itu yang kini meringis kesakitan. Bagaimana tidak, Senja yang bertubuh kecil itu kini sudah dalam posisi memelintir tangan pria yang menggodanya.

"Dasar laki-laki brengsek. Otak Mesum! Tadi aku sudah berusaha bersabar ya, tapi kamu makin melunjak. Sekarang rasakan ini, bajingan!" umpat Senja sembari memberikan tinju keras ke pipi pria itu.

Arkana dan yang lainnya kini hanya bisa berdiri mematung, tercengang melihat apa yang baru saja terjadi.

Tbc

Terpopuler

Comments

Adi utama

Adi utama

wih keren suka kali aku dengan mu senja sangat berani😂

2024-09-29

0

Rita

Rita

bagus strong girl

2024-08-01

4

Rita

Rita

bener

2024-08-01

0

lihat semua
Episodes
1 Murid baru
2 Kena hukum
3 Kurir bunga
4 Mengantarkan bunga
5 Dipecat
6 Mengikuti Senja
7 Kehidupan Senja
8 liciknya Sukma
9 Ambil jambu
10 Kalah adu gombal
11 Kekesalan Hanna
12 Licik teriak licik
13 Mengikuti Senja lagi
14 Pulangnya paman Senja
15 Salah paham
16 Cuek
17 Mengembalikan sepeda
18 Merasa ganjil
19 Tidak mau dijemput
20 Apa aku harus minta maaf?
21 terjebak sendiri
22 Kehilangan teman
23 Masa senang yang akan berakhir.
24 Bertemu Satrio di restoran
25 Arkana tahu yang sebenarnya
26 Minta maaf
27 Hanna panas
28 Rahasia Bea siswa
29 Tamparan sebagai pembuktian
30 Kena lagi.
31 Begal
32 Perkelahian sengit
33 Perih yang mendatangkan tawa
34 Capek tapi harus tetap diselesaikan
35 Kehebohan Aozora dan Adelia
36 Tidak romantis sama sekali
37 Berubah manis
38 Kepulangan yang tiba-tiba
39 Kemarahan Satrio
40 Kekagetan Sukma
41 Alasan Sabiru menjemput Senja
42 Hanna mengetahui hubungan Arkan dan Senja
43 Peringatan Sabiru
44 Aku tidak mau tahu
45 tidak bisa dibandingkan
46 Aku tidak peduli
47 Ketumpahan Cat
48 Nikmati saja waktumu yang hanya sebentar lagi
49 mencoba bunuh diri
50 Kencan
51 Double date
52 Sahabat Aozora yang tidak Arsen tahu
53 Keinginan Arkan
54 mengungkit-ungkit balas budi
55 Rencana Darren
56 Terbongkar
57 Permintaan Daren
58 Pikiran Senja terganggu
59 Senja tahu yang sebenarnya
60 Mengantarkan pulang
61 mengundang Aldo masuk ke rumah.
62 Memberikan pengertian
63 Perjodohan demi bisnis
64 Gelang
65 Serba salah
66 Enam tahun kemudian
67 menguping
68 CEO baru
69 Mengantarkan laporan
70 Sama-sama kaget
71 Dipaksa jadi sekretaris
72 Kemunculan Ella
73 Tolong bertahan sebentar lagi
74 Mengungkapkan cinta
75 Arkan tahu siapa Ella
76 Berusaha menyingkirkan...
77 Senja tahu yang sebenarnya
78 Lihat saja apa yang akan aku lakukan padanya
79 Draft
80 Benar-benar hancur
81 Pengakuan Hanna
82 Arkan panik
83 Acara penyambutan Arkan
84 Kejutan.
85 Kamu wanita yang aku cintai
86 Tenang saja, aku punya cara
87 Aku kecewa ke kamu.
88 Memasak makan siang
89 permohonan Hanna
90 Kamu hanya bisa mencintaiku
91 Ide jahil Aldo
92 Kekesalan Arkan
93 memajukan hari pernikahan
94 Hanna sakit
95 Jangan pergi lagi
96 The wedding
97 Meminta maaf
98 Hal yang tidak disangka-sangka
99 Akhirnya
100 Akhir hidup Ella
101 Berubah menyebalkan
102 Mungkin saja dia hamil.
103 Hasil pemeriksaan
104 Bab 104
105 Ending
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Murid baru
2
Kena hukum
3
Kurir bunga
4
Mengantarkan bunga
5
Dipecat
6
Mengikuti Senja
7
Kehidupan Senja
8
liciknya Sukma
9
Ambil jambu
10
Kalah adu gombal
11
Kekesalan Hanna
12
Licik teriak licik
13
Mengikuti Senja lagi
14
Pulangnya paman Senja
15
Salah paham
16
Cuek
17
Mengembalikan sepeda
18
Merasa ganjil
19
Tidak mau dijemput
20
Apa aku harus minta maaf?
21
terjebak sendiri
22
Kehilangan teman
23
Masa senang yang akan berakhir.
24
Bertemu Satrio di restoran
25
Arkana tahu yang sebenarnya
26
Minta maaf
27
Hanna panas
28
Rahasia Bea siswa
29
Tamparan sebagai pembuktian
30
Kena lagi.
31
Begal
32
Perkelahian sengit
33
Perih yang mendatangkan tawa
34
Capek tapi harus tetap diselesaikan
35
Kehebohan Aozora dan Adelia
36
Tidak romantis sama sekali
37
Berubah manis
38
Kepulangan yang tiba-tiba
39
Kemarahan Satrio
40
Kekagetan Sukma
41
Alasan Sabiru menjemput Senja
42
Hanna mengetahui hubungan Arkan dan Senja
43
Peringatan Sabiru
44
Aku tidak mau tahu
45
tidak bisa dibandingkan
46
Aku tidak peduli
47
Ketumpahan Cat
48
Nikmati saja waktumu yang hanya sebentar lagi
49
mencoba bunuh diri
50
Kencan
51
Double date
52
Sahabat Aozora yang tidak Arsen tahu
53
Keinginan Arkan
54
mengungkit-ungkit balas budi
55
Rencana Darren
56
Terbongkar
57
Permintaan Daren
58
Pikiran Senja terganggu
59
Senja tahu yang sebenarnya
60
Mengantarkan pulang
61
mengundang Aldo masuk ke rumah.
62
Memberikan pengertian
63
Perjodohan demi bisnis
64
Gelang
65
Serba salah
66
Enam tahun kemudian
67
menguping
68
CEO baru
69
Mengantarkan laporan
70
Sama-sama kaget
71
Dipaksa jadi sekretaris
72
Kemunculan Ella
73
Tolong bertahan sebentar lagi
74
Mengungkapkan cinta
75
Arkan tahu siapa Ella
76
Berusaha menyingkirkan...
77
Senja tahu yang sebenarnya
78
Lihat saja apa yang akan aku lakukan padanya
79
Draft
80
Benar-benar hancur
81
Pengakuan Hanna
82
Arkan panik
83
Acara penyambutan Arkan
84
Kejutan.
85
Kamu wanita yang aku cintai
86
Tenang saja, aku punya cara
87
Aku kecewa ke kamu.
88
Memasak makan siang
89
permohonan Hanna
90
Kamu hanya bisa mencintaiku
91
Ide jahil Aldo
92
Kekesalan Arkan
93
memajukan hari pernikahan
94
Hanna sakit
95
Jangan pergi lagi
96
The wedding
97
Meminta maaf
98
Hal yang tidak disangka-sangka
99
Akhirnya
100
Akhir hidup Ella
101
Berubah menyebalkan
102
Mungkin saja dia hamil.
103
Hasil pemeriksaan
104
Bab 104
105
Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!