Kurir bunga

"Kak Arka!" Langkah Arkana terhenti begitu mendengar suara seorang gadis yang sangat familiar di telinganya. Siapa lagi pemilik suara itu kalau bukan Hanna. Gadis yang dari dulu selalu menempel padanya, layaknya seperti sebuah prangko.

Arka berbalik dan melihat Hanna yang semakin mendekat ke tempatnya berdiri.

"Ada apa, Han?" tanya Arka begitu putri dari sahabat papanya itu sudah berdiri tepat di depannya.

"Nanti pulangnya aku nebeng ya, Kak," seperti biasa Hanna langsung bergelayut manja di lengan Arka.

"Kenapa? Emangnya supir kamu ke mana?" Arka mengernyitkan keningnya.

"Aku suruh pulang, tidak usah jemput aku," sahut Hanna sembari cengengesan.

Arka menghela napasnya, dan berusaha menahan kekesalannya. Gadis di depannya itu memang sudah terbiasa melakukan hal seperti itu, demi bisa pulang bersamanya. Kalau bukan karena gadis itu putri dari sahabat papa dan mamanya, Arka ingin sekali langsung menolak.

"Kenapa kamu meminta supir kamu pulang? Aku tidak bawa mobil, Hanna. Aku tadi ke sekolah pakai motor," sahut Arka, berharap dengan begitu Hanna akhirnya membatalkan niatnya untuk pulang bersama dengannya. Karena dia tahu jelas, kalau gadis itu sangat tidak ingin kulit putihnya gosong karena terpanggang cahaya matahari.

"Justru karena itu kak. Aku sudah tahu kalau kakak pakai motor makanya aku minta supir aku untuk tidak jemput. Aku mau mencoba naik motor dengan kakak. Pasti seru!" wajah Hanna terlihat berbinar. Bagaimana tidak, gadis itu kini sudah membayangkan bagaimana nantinya dia memelukku pinggang Arkana, ketika berada di atas motor laki-laki yang sangat dia kagumi dari kecil itu.

"Bagaimana, Kak. Boleh ya, aku nebeng?" tanya Hanna lagi dengan nada yang sangat manja.

Arkan tidak langsung menjawab. Laki-laki itu melihat ke arah Sabiru, Kevin dan Aldo sahabatnya, untuk meminta pendapat. Namun, ke tiga sahabatnya itu tidak memberikan jawaban apapun, mereka hanya mengangkat bahu mereka, pertanda semuanya terserah Arkan.

"Han, bagaimana ya? Bukannya aku tidak mau, tapi nanti kami tidak langsung pulang. Kami berempat mau ke toko buku," Arkan berusaha mencari alasan, agar Hanna mengurungkan niatnya untuk pulang bersama dengannya. Karena dia tahu jelas kalau gadis itu tidak terlalu suka ke toko buku. Gadis itu lebih suka mengelilingi mall.

"Nggak Pa-pa. Aku justru suka ke toko buku. Setelah ke toko buku, Kakak baru antarkan aku pulang. Boleh ya, Kak!" Hanna mulai merengek. Gadis itu berusaha memasang wajah memelas sembari mengerucutkan bibirnya.

"Tapi, nanti Tante Hanum akan kecarian. Om Daren juga belum tentu izinin kamu, kalau pulang tidak tepat waktu," Arkan masih berusaha menolak.

"Tenang saja, Papa dan Mama tidak akan marah kalau tahu aku lagi sama Kak Arkan. Kalau tidak percaya, ini aku hubungi Papa," tanpa menunggu jawaban dari Arkan, Hanna langsung menghubungi Daren papanya.

"Pa, hari ini aku pasti telat ya. Kak Arka ajak aku ke toko buku dulu, baru nanti aku akan diantar pulang," ucap Hanna setelah panggilannya mendapatkan respon dari papanya.

"Heh, sejak kapan aku mengajaknya? Bukannya dia yang memaksaku?" batin Arkan. Sementara tiga sahabatnya hanya bisa menahan tawa.

"Arka yang ngajak atau kamu yang mau?" tukas Daren membuat Hanna terkekeh. Papanya itu benar-benar sudah tahu bagaimana dirinya.

"Ya udah, mana Arka? Papa mau bicara!" Hanna dengan wajah masih berbinar memberikan handphone di tangannya pada Arka.

"Kak, nih papa mau bicara!" Walaupun sebenarnya Arka enggan, tapi demi kesopanan pemuda itu mau tidak mau menerima ponsel Hanna.

"Iya, Om!" sapa Arka, sopan.

"Titip anak Om ya. Aku percaya kamu. Sabar sama sikapnya yang manja. Maaf kalau sikap Hanna sering menyebalkan!"

"Papaaa, aku dengar ucapan Papa lho! Masa anak sendiri dikatain menyebalkan!" teriak Hanna, sembari mengerucutkan bibirnya.

"Baik, Om!" sahut Arka singkat.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Senja dan Adelia akhirnya selesai juga melaksanakan hukuman mereka. Penampilan mereka sedikit berantakan dengan peluh yang menetes di pelipis.

"Akhirnya kita bisa pulang. Ini pengalaman yang tidak terlupakan. Hari pertama sekolah, dihukum membersihkan toilet," ucap Senja dengan bibir yang masih bisa tersenyum.

Adelia yang melihat Senja yang selalu ceria, merasa kalau Senja sepertinya sangat menikmati hidupnya, karena semuanya dia tanggapi dengan senyuman. Namun satu hal yang pasti Adelia merasa sangat tertarik untuk semakin dekat dengan Senja dan ingin berteman dengan gadis periang itu.

"Oh ya, kamu tadi sepertinya tidak terbiasa ya untuk melakukan hal seperti tadi? Pasti di rumahmu kamu terbiasa dilayani kan?" tebak Senja, membuat Adelia meringis malu.

"Kelihatan ya? Tapi berkat kamu, aku jadi bisa. Ini jadi pengalaman baru buatku. Setidaknya aku bisa lebih menghargai ART di rumah dan mengerti kalau ternyata pekerjaan mereka itu capek. Terima kasih ya, sudah membantuku tadi," Adelia tersenyum tulus.

"Hmm berterima kasih jugalah pada si Ketua OSIS songong yang sudah kasih kita hukuman. Sumpah, kalau tidak di sekolah aku ingin acak-acak mukanya yang sok tampan itu. Tapi dia memang tampan sih," Senja menggerutu dengan wajah yang berapi-api. Dan tanpa sepengetahuan Senja, Adelia mengambil video waktu teman barunya itu mencak-mencak.

"Sudahlah, jangan marah-marah lagi. Sebenarnya dia baik, cuma memang kadang menyebalkan!" Adelia menepuk-nepuk pundak Senja, untuk meredam sedikit kekesalan gadis yang dia anggap unik itu.

"Ayo, kita pulang!" sambung Adelia lagi.

Sesampainya di parkiran Senja langsung melangkah menuju gerbang.

"Eh, Senja kamu mau kemana?" tanya Adelia dengan alis bertaut.

"Mau pulang lah, emangnya mau kemana lagi?" sahut Senja.

"Kamu pulang naik apa?"

"Biasanya naik angkot, kenapa emangnya?"

"Emm, kamu naik ke mobilku aja. Aku akan minta supir untuk mengantarkan kamu lebih dulu," Adelia dengan baik hati dan tulus menawarkan pada Senja untuk pulang bersamanya.

"Sudah tidak apa-apa, Del. Aku bisa pulang sendiri. Aku takut merepotkanmu," tolak Senja dengan halus.

"Sumpah, aku tidak repot kok. Ayo naik!" Adelia meraih tangan Senja, agar mau ikut masuk ke dalam mobilnya. Selain niatnya yang memang ingin mengantarkannya gadis itu pulang, Adelia juga penasaran di mana teman barunya itu tinggal dan ingin tahu bagaimana kondisi Senja yang sebenarnya.

Karena desakan Adel, Senja akhirnya tidak bisa menolak lagi. Kini gadis itu sudah duduk di kursi belakang bersama dengan Adelia.

"Rumah kamu di mana, Ja?" tanya Adelia setelah mobil yang dikemudikan oleh supir Senja keluar dari gerbang sekolah.

"Aku tidak langsung pulang ke rumah, Del, karena aku merasa kalau aku pulang lebih dulu, aku akan telat," sahut Senja ambigu.

"Telat? Telat kemana?" tanya gadis berlesung pipit itu, dengan alis bertaut.

"Emm, gimana ya? Aku biasanya di jam-jam pulang sekolah, kerja jadi kurir pengiriman bunga. Aku kerja sampai sore. Lumayan, buat tambah-tambahan untuk beli keperluan di rumah. Dan kalau ada rejeki sisanya aku bisa beli buku dan jajan," ucap Senja, masih tetap tersenyum. Padahal Adel yang mendengarnya, sudah tidak bisa berkata-kata, karena seumur-umur dirinya tidak pernah merasa kekurangan.

Tbc

Terpopuler

Comments

Nina Nina

Nina Nina

wanita periang memang gitu ya 🗿

2024-11-02

0

Rita

Rita

gpp g perlu malu spti kt mu tadi

2024-08-01

2

Bang Ipul

Bang Ipul

melow kayaknya nih tapi seru

2024-06-15

0

lihat semua
Episodes
1 Murid baru
2 Kena hukum
3 Kurir bunga
4 Mengantarkan bunga
5 Dipecat
6 Mengikuti Senja
7 Kehidupan Senja
8 liciknya Sukma
9 Ambil jambu
10 Kalah adu gombal
11 Kekesalan Hanna
12 Licik teriak licik
13 Mengikuti Senja lagi
14 Pulangnya paman Senja
15 Salah paham
16 Cuek
17 Mengembalikan sepeda
18 Merasa ganjil
19 Tidak mau dijemput
20 Apa aku harus minta maaf?
21 terjebak sendiri
22 Kehilangan teman
23 Masa senang yang akan berakhir.
24 Bertemu Satrio di restoran
25 Arkana tahu yang sebenarnya
26 Minta maaf
27 Hanna panas
28 Rahasia Bea siswa
29 Tamparan sebagai pembuktian
30 Kena lagi.
31 Begal
32 Perkelahian sengit
33 Perih yang mendatangkan tawa
34 Capek tapi harus tetap diselesaikan
35 Kehebohan Aozora dan Adelia
36 Tidak romantis sama sekali
37 Berubah manis
38 Kepulangan yang tiba-tiba
39 Kemarahan Satrio
40 Kekagetan Sukma
41 Alasan Sabiru menjemput Senja
42 Hanna mengetahui hubungan Arkan dan Senja
43 Peringatan Sabiru
44 Aku tidak mau tahu
45 tidak bisa dibandingkan
46 Aku tidak peduli
47 Ketumpahan Cat
48 Nikmati saja waktumu yang hanya sebentar lagi
49 mencoba bunuh diri
50 Kencan
51 Double date
52 Sahabat Aozora yang tidak Arsen tahu
53 Keinginan Arkan
54 mengungkit-ungkit balas budi
55 Rencana Darren
56 Terbongkar
57 Permintaan Daren
58 Pikiran Senja terganggu
59 Senja tahu yang sebenarnya
60 Mengantarkan pulang
61 mengundang Aldo masuk ke rumah.
62 Memberikan pengertian
63 Perjodohan demi bisnis
64 Gelang
65 Serba salah
66 Enam tahun kemudian
67 menguping
68 CEO baru
69 Mengantarkan laporan
70 Sama-sama kaget
71 Dipaksa jadi sekretaris
72 Kemunculan Ella
73 Tolong bertahan sebentar lagi
74 Mengungkapkan cinta
75 Arkan tahu siapa Ella
76 Berusaha menyingkirkan...
77 Senja tahu yang sebenarnya
78 Lihat saja apa yang akan aku lakukan padanya
79 Draft
80 Benar-benar hancur
81 Pengakuan Hanna
82 Arkan panik
83 Acara penyambutan Arkan
84 Kejutan.
85 Kamu wanita yang aku cintai
86 Tenang saja, aku punya cara
87 Aku kecewa ke kamu.
88 Memasak makan siang
89 permohonan Hanna
90 Kamu hanya bisa mencintaiku
91 Ide jahil Aldo
92 Kekesalan Arkan
93 memajukan hari pernikahan
94 Hanna sakit
95 Jangan pergi lagi
96 The wedding
97 Meminta maaf
98 Hal yang tidak disangka-sangka
99 Akhirnya
100 Akhir hidup Ella
101 Berubah menyebalkan
102 Mungkin saja dia hamil.
103 Hasil pemeriksaan
104 Bab 104
105 Ending
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Murid baru
2
Kena hukum
3
Kurir bunga
4
Mengantarkan bunga
5
Dipecat
6
Mengikuti Senja
7
Kehidupan Senja
8
liciknya Sukma
9
Ambil jambu
10
Kalah adu gombal
11
Kekesalan Hanna
12
Licik teriak licik
13
Mengikuti Senja lagi
14
Pulangnya paman Senja
15
Salah paham
16
Cuek
17
Mengembalikan sepeda
18
Merasa ganjil
19
Tidak mau dijemput
20
Apa aku harus minta maaf?
21
terjebak sendiri
22
Kehilangan teman
23
Masa senang yang akan berakhir.
24
Bertemu Satrio di restoran
25
Arkana tahu yang sebenarnya
26
Minta maaf
27
Hanna panas
28
Rahasia Bea siswa
29
Tamparan sebagai pembuktian
30
Kena lagi.
31
Begal
32
Perkelahian sengit
33
Perih yang mendatangkan tawa
34
Capek tapi harus tetap diselesaikan
35
Kehebohan Aozora dan Adelia
36
Tidak romantis sama sekali
37
Berubah manis
38
Kepulangan yang tiba-tiba
39
Kemarahan Satrio
40
Kekagetan Sukma
41
Alasan Sabiru menjemput Senja
42
Hanna mengetahui hubungan Arkan dan Senja
43
Peringatan Sabiru
44
Aku tidak mau tahu
45
tidak bisa dibandingkan
46
Aku tidak peduli
47
Ketumpahan Cat
48
Nikmati saja waktumu yang hanya sebentar lagi
49
mencoba bunuh diri
50
Kencan
51
Double date
52
Sahabat Aozora yang tidak Arsen tahu
53
Keinginan Arkan
54
mengungkit-ungkit balas budi
55
Rencana Darren
56
Terbongkar
57
Permintaan Daren
58
Pikiran Senja terganggu
59
Senja tahu yang sebenarnya
60
Mengantarkan pulang
61
mengundang Aldo masuk ke rumah.
62
Memberikan pengertian
63
Perjodohan demi bisnis
64
Gelang
65
Serba salah
66
Enam tahun kemudian
67
menguping
68
CEO baru
69
Mengantarkan laporan
70
Sama-sama kaget
71
Dipaksa jadi sekretaris
72
Kemunculan Ella
73
Tolong bertahan sebentar lagi
74
Mengungkapkan cinta
75
Arkan tahu siapa Ella
76
Berusaha menyingkirkan...
77
Senja tahu yang sebenarnya
78
Lihat saja apa yang akan aku lakukan padanya
79
Draft
80
Benar-benar hancur
81
Pengakuan Hanna
82
Arkan panik
83
Acara penyambutan Arkan
84
Kejutan.
85
Kamu wanita yang aku cintai
86
Tenang saja, aku punya cara
87
Aku kecewa ke kamu.
88
Memasak makan siang
89
permohonan Hanna
90
Kamu hanya bisa mencintaiku
91
Ide jahil Aldo
92
Kekesalan Arkan
93
memajukan hari pernikahan
94
Hanna sakit
95
Jangan pergi lagi
96
The wedding
97
Meminta maaf
98
Hal yang tidak disangka-sangka
99
Akhirnya
100
Akhir hidup Ella
101
Berubah menyebalkan
102
Mungkin saja dia hamil.
103
Hasil pemeriksaan
104
Bab 104
105
Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!