Nama saya Hana, saya 17 tahun, dan hidup saya sangat menyenangkan. Saya punya sahabat yang baik, cantik, dan selalu ada saat kubutuhkan, namanya Intan.
Ada juga Angga, pacarku, dia juga baik, perhatian, tidak egois, selalu mengantarku dengan motornya kemanapun aku mau, dan juga selalu men-support ku apapun yang terjadi.
Selain itu, ada ibuku, orang paling ku sayangi, seorang perempuan yang sangat kuat menemaniku, menasehatiku apapun yang terjadi, meskipun di tinggal oleh ayahku yang meninggal karena kecelakaan saat umurku 7 tahun, saya rasa saya tidak perlu khawatir dengan adanya seorang ibu di sampingku.
“Hati-hati ya,” Sahut ibuku.
“Iya bu.” Jawab ku sambil mencium tangannya.
Saya kemudian berjalan cepat menuju Angga yang sudah menunggu ku dengan motor meticnya di depan pagar rumah.
“Kamu sudah sarapan??” Tanya Angga.
“Iyaa sudah.” Ucapku sambil memakai helm dan menaiki motornya.
Kami kemudian bersama-sama menuju sekolah.
Sejak dia mengutarakan perasaannya kepadaku, sejak itu juga Angga selalu mengantar dan menjemputku kemanapun aku pergi, dan kami sudah pacaran selama 5 bulan.
Kami akhirnya sampai di sekolah, Angga kemudian memarkirkan motornya di parkiran halaman sekolah.
Dia kemudian melepaskan helm dari kepalaku, lalu kami bersama-sama masuk ke sekolah.
Bell masuk kelas akhirnya berdering, semua siswa mulai bergegas masuk ke dalam kelasnya, termasuk kami bergerak cepat masuk ke kelas masing-masing.
Sesampainya didalam kelas, terlihat beberapa orang sudah duduk di tempatnya masing-masing, saya kemudian langsung duduk di depan, di samping Intan, sahabatku.
Saya lalu menyimpan tas di atas meja, sementara itu Intan menoleh menatap ku perlahan.
Intan selalu terlihat memperbaiki posisi kacamatanya yang turun akibat hidungnya yang pesek, wajahnya yang putih, manis, dan selalu mementingkan nilai akademis membuat banyak laki-laki tertarik kepdanya, namun entah kenapa dia belum ingin melepaskan status singlenya.
“Selamat pagi princess,” Ucapnya.
“Pagi juga cantik,” Jawabku.
“Gimana tugas kamu, sudah selesai?” Tanya Intan.
“Iya dong pastinya.” Kata ku sambil tersenyum ke arah Intan.
“Pasti tadi malam kamu begadang lagi kan??” Intan menatapku tajam.
“Tidak, saya tidak begadang,” Balasku.
“Kamu gak usah bohong Hana, itu kantong mata kamu keliatan.” Ujar Intan sambil mencubitku di pinggang.
“Hehehe katahuan yaa.” Ucapku sambil tersenyum.
“Kamu mau sampai kapan begadang terus Hana?? Begadang itu gak baik untuk kesahatan,” Ujar Intan.
“Iya iya Intan cantik, ini terakhirnya kalinya,” Jelasku kepada Intan.
“Ini pasti karena kamu sering keluar berdua dengan Angga, kamu jadi tidak punya waktu untuk urus diri kamu sendiri, akhirnya kamu kadang tidak focus dan ketiduran saat belajar, seperti kemarin,” Koreksi Intan.
“Iya, tapi gak usah bawa-bawa nama Angga lah, Angga kan juga selalu bantu saya.”
“Iya iya maaf, tapi kamu janji ya kamu gak begadang lagi, ini juga demi diri kamu sendiri Hana.” Ujar Intan sambil tersenyum.
“Iya iya makasih cantik.” Ucapku dengan membalas senyuman Intan.
Beberapa saat kemudian seorang guru masuk dan mulai membuka sabuah pembelajaran.
“Assalamu alaikum,” Ucap pak Bambang.
“Waalaikum salam,” Jawab kami serentak.
“Oke silahkan di keluarkan bukunya, dan buka halaman 34, kita akan melanjutkan pembahasan yang kemarin.” Ujar pak Bambang sambil duduk di kursinya.
Kami pun semua mulai mengikuti instruksi dari pak Bambang, dan fokus dengan apa yang dikatakannya.
Setelah beberapa jam pelajaran berlangsung, tiba-tiba rasa kantuk menghampiriku dan membuatku sedikit lemas.
Semuanya mulai terlihat buram, tidak jelas, suara pak Bambang yang terus berbicara mulai terdengar samar-samar di telingaku, mulutku tanpa henti terus menguap, kepalaku terasa ingin ku sandarkan diatas meja, akan tetapi tetap ku coba untuk menahannya, dan terus duduk tegap.
Intan yang duduk di sebelahku, menyadarinya.
“Kamu kenapa Hana??” Tanya Intan berbisik sambil menatapku.
“Engga’ apa-apa,” Jawabku pelan.
Namun karena rasa kantuk yang semakin lama semakin membuat tubuhku lemas, akhirnya tidak bisa ku tahan.
Perlahan ku pejamkan mataku, wajahku langsung tertunduk dan menempel di atas meja, suara pak Bambang terdengar memanggilku; “Hana?!!”
Intan yang duduk disampingku mencoba membangunkanku, dengan menggoyangkan pundakku.
“Hana?? Bangun,” Ucapnya.
Perlahan suara orang-orang di sekitarku mulai tak terdengar lagi.
*****
“Hana akan tertidur sampai kapan dok??”
Terdengar suara samar-samar, dari seseorang yang ku kenal.
Perlahan ku coba untuk membuka mataku dan memperhatikan sekelilingku.
Awalnya semua terlihat masih buram, namun perlahan mulai kelihatan jelas.
Entah apa yang terjadi, tapi sekarang saya terbangun di ranjangku, di kamarku sendiri, dan terlihat beberapa orang yang saya kenal berada di kamarku.
Ibu, Intan, Angga, Pak Bambang, dan seorang dokter yang terlihat botak dan memakai kacamata, sedang serius berbicara dengan ibuku.
Menyadari saya terbangun dari tidur, Intan yang berada di samping ibu ku langsung bergerak cepat menghampiriku.
“Hana,” Ucapnya sambil menggenggam tanganku.
Ibu ku yang tersontak kaget melihatku pun juga langsung datang memelukku dengan erat sambil menangis.
Angga dan beberapa orang yang ada ruangan juga melangkah mendekat ke arahku.
Sementara itu, perasaan ku campur aduk, terharu, sedih, namun sangat bingung dengan apa yang terjadi.
“Ibu sangat dengan kamu nak, ibu kira kamu kenapa-kenapa.” Kata ibu sambil meneteskan air matanya di bajuku.
“Hana engga’ kenapa-kenapa bu, Hana kan cuman bangun dari tidur,” Ucapku sambil perlahan melepaskan pelukan ibuku.
“Hana gak akan ninggalin ibu sendiri,” Ku menatap ibu ku dengan mata berkaca-kaca.
Ibu ku perlahan tersenyum.
Seketika suasana menjadi hening.
Karena penasaran dengan apa yang terjadi, saya bertanya kepada Intan. “Ini ada apa yaa?”
“Kamu tidak ingat apa yang terjadi terakhir kali??” Intan menatapku.
“Terakhir kali??” Saya mencoba mengingat kembali.
“Terakhir kali…..saya….saya berada di kelas, diii….pelajaran pak Bambang,” Ucapku pelan.
“Iya, dan karena kamu merasa ngantuk, kamu kemudian tertidur di kelas,” Sambung Intan.
“Astaga iya, maafkan saya pak.” Saya meminta maaf kepada pak Bambang yang berdiri di dekat dokter, yang sedang berdiri di hadapanku.
“Hem….tidak apa-apa nak Hana, sebenarnya ada yang harus di khawatirkan selain itu, ini mengenai kesehatan Hana sendiri,” Kata pak Bambang dengan suara halus.
“Kesehatan??” Ucapku dengan rasa penasaran.
Beberapa orang di sekitarku terlihat saling memandang satu sama lain, mencoba menyembunyikan sesuatu.
Saya mencoba melihat ibuku, dia hanya menunduk, menggenggam erat tanganku, dan menahan kesedihannya di sampingku. Sesekali dia mengusap air matanya agar tidak menetes, mencoba untuk tegar.
Saya akhirnya merasa kesal, karena tidak seorang pun yang berani berbicara.
“Ini sebenarnya ada apa??” Ucapku dengan nada tinggi.
Mendengar perkataanku, semua orang kemudian mengalihkan wajahnya, mencoba untuk tidak melihatku.
Tiba-tiba Intan yang berada di dekatku, berbicara.
“Hana kamu tertidur selama satu minggu.” Kata Intan dengan suara pelan.
“Hah, satu minggu?!!” Saya terkejut.
“Iya, kamu ingat kita sama-sama ke sekolah hari senin, dan sekarang kamu bangun di hari minggu,” Lanjut Angga.
Saya tersenyum dan tertawa pelan mendengar perkataan mereka, saya tidak percaya dengan apa yang mereka bilang.
“Mana ada orang yang tidak sadar tertidur sampai satu minggu,” Pikirku.
“Mereka bercanda kan bu??” Saya bertanya sambil melihat ibu.
Semua orang terdiam, termasuk ibuku, dia hanya terus menggenggam tanganku.
Saya kemudian mencoba mengambil hp ku yang tergeletak di meja, di sampingku.
Perlahan saya menyalakan layar hp, dan betapa terkejutnya saya ketika melihat tulisan hari minggu di layar hpku sendiri.
“Saya tertidur selama satu minggu,” Gumamku.
“Iya nak, benar apa yang di bilang teman kamu itu, tapi kamu gak usah khawatir, karena ibu akan selalu ada di samping kamu.” Kata Ibuku sambil mencoba menenangkanku.
Mataku perlahan berkaca-kaca.
“Tapi saya kan cuman tertidur bu, gak ada yang perlu di khawatirkan kan??” Ucapku.
Tiba-tiba dokter yang berdiri di hadapan ranjangku, maju selangkah, lalu kemudian menjawab pertanyaanku.
“Untuk kesehatan dek Hana, sepertinya untuk sekarang kita semua tidak perlu cemas, namun yang sedikit kami khawatirkan adalah kondisi dek Hana dalam menjalani hari-hari kedepannya,” Ujar Dokter tersebut.
“ Menjalani hari-hari kedepannya, maksudnya dok??” Saya bertanya kepada dokter.
“Ini masih belum pasti, namun dari diagnosis awal, saya menduga adek Hana mengalami Idiopathic Hypersomnia,sebuah kelainan langka yang membuat seseorang tertidur dalam waktu yang sangat panjang, kebanyakan penderitanya hanya menghabiskan waktu di tempat tidur.” Kata Dokter menjawab pertanyaan ku.
“Tapi bisa di sembuhkan kan dok??” Potong Angga dengan menatap Dokter tersebut.
“Mohon maaf dek, saya masih belum tau, karena hanya sedikit orang di dunia yang mengalami hal seperti ini, kebanyakan penderitanya masih belum sembuh, dan menjalani hidupnya dengan tidak normal atau menghabiskan waktunya di tempat tidur,” Balas Dokter tersebut.
“Tapi, saya akan coba meneliti lebih lanjut, dan berusaha agar Hana bisa kembali seperti semula, mohon maaf kalau begitu saya pamit dulu,” Lanjut Dokter itu.
“Iya terima kasih Dokter,” Kata Ibuku sambil menghantar Pak Bambang dan Dokter berjalan keluar dari kamarku.
Sementara itu, hal yang selalu kupikirkan adalah, hal buruk apa yang akan terjadi kedepannya, apakah saya akan selamanya seperti ini, menghabiskan waktuku di ranjang, tertidur layaknya putri tidur yang ada dalam sebuah dongeng.
“Tidak normal??” Ucapku pelan.
“Hana, apapun yang terjadi aku akan selalu di samping kamu, saat kamu bangun.” Intan tersenyum melihatku.
“Iya saya pun sama.” Lanjut Angga mencoba menenangkanku.
“Janji yaa??” Ucapku sambil tersenyum.
“Iya…” Kata Intan lalu memelukku erat.
Melihat mereka berdua berada di dekatku, membuatku terharu dengan perasaan lega, dan saya berharap apapun yang terjadi, kami bertiga akan selalu bersama-sama.
Beberapa saat kemudian seseorang masuk ke kamarku, sambil memegang sebuah buku.
“Assalamu alaikum,” Ucapnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments
Joanne March⚘
hai aku kembali lagi beri 5 like tersisa+rate 5 untukmu.
jangan lupa beri like di lapakku tiap chapternya yaa😊thank you
2020-09-17
1
꧁ㄟ𝐑𝐞𝐯𝐚ㄧㄔ꧂~🍒
next up Thor
2020-09-01
1
Pink Panther
likee🙌🙌. Kutunggu likebacknya di The Macaws🙏
2020-08-31
1