Broken Man: Aku Mau Putus (Part 1)

Santi berdiri di hadapan Bima.

“Bim aku gak bisa begini terus.” Kata Santi dengan ekspresi marah dan jengkel.

“Begini? Maksudnya!!” Ucap Bima terheran.

Santi terdiam sejenak, Bima merasa bingung terhadap sikap cewek yang sudah dia pacari selama satu tahun itu.

Mereka berdua sudah sering mengahbiskan waktu bersama, namun akhir-akhir ini mereka sering bertengkar dan berdebat.

Sinar matahari mulai terasa semakin panas, mereka berdua masih berdebat di tempat parkir kampus, beberapa orang sesekali lewat memperhatikan, lalu kembali mengabaikan.

“Aku 'enggak bisa di abaikan terus.” Santi lalu memalingkan wajahnya.

“Di abaikan?!!” Bima tidak mengerti maksud perkataan dari Santi.

Tiba terdengar suara orang yang mencoba men-starter motor.

“Kapan aku....” Bima mencoba menyelesaikan perkataannya.

Terdengar lagi suara orang men-starter motor.

“”Ka...kapan...” Bima kembali mencoba menyelesaikan perkataannya.

Lagi-lagi terdengar suara orang men-starter motor.

“Aku...a...aku gak...” Bima merasa terganggu.

Terdengar lagi suara orang men-starter motor, Bima merasa jengkel, dia berbalik melihat orang yang men-starter motor.

“Woy bro, bisa gak sih motornya di silent.” Kata Bima kepada Rian.

“Hehehe....sorry bro ini motor, bukan hp cina.” Balas Rian.

“Bro mengertilah, kami lagi bicara ini.”

“Ok, sorry ganggu....” Rian lalu memindahkan motornya. “Dasar bucin.” Lanjutnya dengan suara pelan.

Bima kembali menatap Santi. “Kapan aku mengabaikan kamu??”

“Tadi malam, aku chat kamu 56x gak d balas, aku telpon 18x gak diangkat, aku kirim surat lewat kantor pos belum di balas.” Jawab Santi.

“Tadi malam?? Tadi malam kan aku tidur, lagi pula ngapain sih kirim surat.” Kata Bima.

“Tiap malam aku mau telpon kamu, kamu selalu tidurr, atau memang kamu sengaja ketiduran.” Santi kambali memalingkan wajahnya, dan menyilangkan lengannya.

“Serius, Aku tidur.” Bima kembali meyakinkan Santi.

“Tidur terus, kamu bisa gak sih insomnia sekali-kali buat aku?”

“Kamu mau aku insomnia?? Astaga.” Bima menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Emangnya salah ya, aku sebagai pacar kamu, minta telponan?” Santi kembali menatap Bima.

Bima kembali meyakinkan Santi dengan suara halus dan pelan.

“Santi sayaaaangku, kita kan tinggal satu komplek BTN, kita tetangga, kita juga ketemu di kampus, setiap siang kita juga selalu telponan, nah sekarang kamu mau aku selalu telpon kamu tiap malam, jujur aku gak bisa, aku.....aku…” Tanpa menyeleseikan kata-katanya, Bima lalu diam, menunduk.

Bima kemudian menghela napas.

“Kenapa Bim? Capek? Kamu sudah capek kan sama aku??” Santi meneruskan perkataan Bima sambil menatap tajam Bima.

“Aku capek kalau kamu begini terus.” Bima kembali menatap Santi.

“Kamu akhir-akhir ini terlalu posesif, sedikit-sedikit menelpon. Video call, aku juga butuh waktu untuk sendiri.” Lanjut Bima.

“Aku begitu karena aku peduli ke kamu.”

“Iya aku ngerti, tapi…”

“Sudahlah, kalau begitu aku juga sudah capek.” Kata Santi.

“Capek?? Maksudnya?!!Ginjal kamu capek? Atau kamu capek diet? Atau kamu capek jadi perempuan, terus mau ganti kelamin jadi laki-laki?” Bima merasa heran dan bingung.

“Bim kamu ngerti gak sih? Atau kamu memang ****.”

“Sayang, yang kamu bilang kan gak jelas.”

“AKU MAU PUTUS BIM!!” Kata Santi dengan suara meninggi.

Seketika suasana hening.

“Apa?? Putus?!!” Bima kaget.

“Iya Bim, aku mau putus. Gimana, itu masih kurang jelas untuk kamu.”

“Putus?!!” Bima hanya menunduk.

Suasana menjadi hening kembali, Bima diam termenung, merasa bingung dengan perkataan Santi.

“WOOBUCIIN!!” Rian lewat, berteriak sambil mendorong motornya.

Bima kembali memberanikan diri menatap Santi.

“Tapi kan kita pacaran baru satu tahun.” Ucapnya.

“Aku gak peduli, kita baru satu tahun tapi kamu sudah capek.” Balas Santi.

“Jadi kamu mau putus?” Tanya Bima.

“Pokoknya aku mau putus.” Jawab Santi.

“Jadi kita gak bisa sama-sama lagi?”

“Iya.”

“Jadi aku gak bisa antar jemput kamu lagi?”

“Iya.”

“Jadi aku gak bisa telpon kamu lagi?”

“Iya.”

“Jadi kamu gak bisa traktir aku lagi??”

“Cukuplah Bim, ini sudah berakhir.” Santi mencoba meyakinkan Bima.

Bima diam termenung.

Santi kemudian memalingkan wajahnya, lalu beranjak pergi meninggalkan Bima

“Sayaang, Beb? My love? ayolah…” Bima memanggil Santi.

Santi menoleh melihat Bima. “Bima, jangan panggil aku sayang lagi.” Ucapnya.

Santi kembali beranjak meninggalkan Bima sendirian.

Bima lalu duduk di atas motor Santi sambil tertunduk sedih. Dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Santi, perempuan cantik berambut panjang yang selama ini selalu bersamanya, meninggalkan dia sendirian di tempat parkir bersama luka dalam di hatinya.

Rian kembali lewat di hadapan Bima. “Dasar bucin pangkat 3.” Ucapnya

Bima menangis sambil menundukkan kepala, beberapa saat kemudian, Bima menyadari seseorang datang mendekatinya, menyentuh bahunya, dan memanggil namanya. Dia adalah Santi.

“Hey Bim.” Santi.

Bima mengangkat kepalanya, menatap santi, menghapus air matanya.

“Santi? Kamu mau balikan kan?” Tanya Bima.

“Heemmm......tidak, aku mau ambil kunci motor aku di kamu Bima.” Jawab Santi.

Bima kemudian memberikan kunci motor ke Santi.

“Tapi kita tetap sama-sama pulang kan Santi?”

“Maaf ya Bim, aku capek.” Santi lalu kembali beranjak pergi meninggalkan Bima.

Bima kembali bersedih.

Bima hanya bisa meratapi kepergian perempuan yag selama ini dia kagumi itu.

Bima kemudian pergi masuk ke kelasnya di lantai dua. Ramainya ruang kelas tidak merubah mood atau perasaan Bima, beberapa orang temanny a mencoba menghibur dan menyepa, namun dia tak bergeming, Bima masih belum bisa menerima apa yang di katakan oleh Santi di tempat parkir tadi.

“Assalamu alaikum. Hari ini kita ujian ya.” Tiba-tiba seorang dosen masuk, dan memeberikan ujian mendadak.

Seketika suasana kelas menjadi riuh, beberapa mahasiswa-mahasiswi ada yang merasa tidak terima.

“Tidak usah ribut, silahkan kerjakan soalnya dengan tenang.” Kata dosen tersebut, sambil membagikan soal ujian.

Tanpa menghiraukan soal ujian, Bima tetap diam termenung. Layaknya burung merpati yang duduk kesepian di pohon karena ditinggal pasangannya, Bima bersedih, akan tetapi dia mecoba untuk tidak memperlihatkannya, meskipun orang-orang di sekitarnya sudah tau tentang hubungannya dengan Santi.

Saat ujian selesai, Bima melihat beberapa orang temannya yang berpacaran di dalam kelas, dia kembali galau, dan bersedih.

Bima beranjak keluar dari kelasnya, mencoba untuk menghilangkan persaan sedihnya.

Akan tetapi, tanpa sengaja dia melihat Santi berjalan dengan seseorang di pekarangan kampus.

“Santiiii!!” Teriak Bima dalam hati, sambil menatap Santi dari kejauhan.

Senyuman manisnya yang membuat Bima betah untuk menghabiskan waktu bersama, lesung pipi Santi yang membuatnya lucu saat tertawa, membuat Bima menyesali semua perkataannya tadi terhadap Santi.

Kemanapun Bima pergi, dia selalu mengingat Santi.

Berada di dalam WC, Bima tetap merasa sedih.

“SANTIII.....KENAPAA?!!” Bima berteriak, yang membuat orang-orang yang berada di dalam WC merasa kaget.

Bima sedang duduk termenung di tangga lorong. Kemudian dia melihat sepasang kekasih berduaan, dan dia kembali galau.

Beberapa saat kemudian seorang laki berpakaian rapi formal, memakai kacamata hitam, dengan kulit yang pucat, berjalan santai datang menghampiri Bima.

Bima merasa heran dan bingung dengan laki-laki tersebut, namun Bima tetap mengabaikannya.

Tiba-tiba laki-laki tersebut jongkok di sebelah Bima. Berbisik di telinga Bima sambil tersenyum. “Hey.” Ucapnya.

Bima kaget, kemudian berdiri dan heran melihat laki-laki tesebut yang tersenyum dan tertawa

“Hehehe.....kaget ya? Sorry hehehe.” Kata laki-laki itu.

“Anda siapa ya?!! Tolong jangan mengganggu.” Bima merasa kesal.

Orang itu kemudian berdiri menatap tajam Bima

“YA SANTAI LAH BANGKE, SAYA KAN SUDAH BILANG SORRY!!” Ucapnya dengan nada tinggi.

“Gak usah nge gas lah bro.” Balas Bima.

Bersambung….

Terpopuler

Comments

Joanne March⚘

Joanne March⚘

nyicil baca 4 chapter dulu yaa & sudah ku beri 4 like+rate 5 untukmu. Tetap semangat menulis ceritanya yaa😁✊

jangan lupa beri vote di lapakku saat mampir nanti yaa😉terima kasih

2020-08-21

1

SR_Muin

SR_Muin

semangat

2020-08-21

1

nayla

nayla

next

2020-08-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!