Broken Man: Sebuah Perjanjian (Part 3/End)

Teriakan Ihsan menarik perhatian semua orang di kampus, beberapa orang menertawakannya.

Sementara itu, Bima kali tidak teratawa, dia hanya merasa kasihan, dan sedikit menyesali perbuatannya.

Saat Bima hendak menuruni tangga di lorong kampus, dia masih melihat Anca tengah duduk melamun.

Dia menghentikan langkahnya, dan ingin kembali masuk ke kelasnya. Namun, sesampainya di dalam kelas dia melihat kerumunan orang menertawakan Adrian, yang masih tertunduk menangis.

Perlahan Bima menarik napas, dia merasa menyesal membuat orang-orang di sekitarnya merasa putus cinta dan patah hati, dia membenci dirinya sendiri setelah melakukan itu.

Dia kemudia pergi WC untuk mencuci muka, akan tetapi dia kemudian mendengar suara seorang laki-laki menangis di dalam salah satu WC

“Ajeeeng.....” Kata Ihsan dengan suara pelan, sesekali dia menarik napas untuk menghentikan tangisannya.

Mendengar suara kesedihan Ihsan membuat Bima merasa kasihan, dia kemudian berjalan cepat ke arah kantin untuk menemui Broken Man kembali.

Sesampainya di kantin kampus, Bima melihat Roy duduk sendiri makan.

Bima mencaari tempat yang kosong, kemudian duduk diam, termenung, memikirkan kembali cara bagaimana mengembalikan semua hubungan harmonis dan romantis yang telah dia rusak.

“Woy.” Tiba-tiba Broken Muncul di hadapannya

Bima terkejut.

“Anda kalau muncul jangan bikin kaget terus.” Bima merasa kesal.

“Memangnya kau pernah liat iblis bilang permisi.” Balas Broken Man.

“Sudahlah itu sudah tidak penting sekarang.”

Bima terus melihat hp yang di berikan Broken Man.

“Kau ini kenapa? Sudah di bantu malah murung, seperti zombie kena’ stroke.” Tanya Broken Man.

“Awalnya aku senang liat orang patah hati, namun akhirnya aku sadar, seperti itu lah keadaan ku dulu, itu juga tidak membuat perasaan ku lebih baik, ataupun membuat Santi kembali, pada akhirnya aku hanya melampiaskan kekesalan dan sekarang aku menyesal.” Kata Bima sambil menyodorkan hp pemberian Broken Man.

“Kan sudah bilang dari awal, akan tetapi meskipun kamu bilang seperti itu, tetap tidak akan mengubah perjanjian kita.” Broken Man menyilangkan tangannya.

“Hemmm…..aku tidak peduli lagi dengan perjanjian kita, aku hanya ingin mengembalikan semua hubungan orang, seperti semula.”

“Itu terserah kamu.”

“Tapi ada caranya kan??” Tanya Bima.

“Memang ada caranya, akan tetapi aku hanya ingin mengingatkan mu sekali lagi mengenai perjanjian kita.” Broken Man meyakinkan Bima.

“Biarlah, yang penting semuanya bisa kembali seperti semula,” Kata Bima.

“Ya terserah kau lah.”

Broken Man kemudian membisikkan sesuatu kepada Bima.

“Hah, selfie??” Bima terkejut dengan perkataan Broken Man

Dia kemudian mengambil hp di atas meja, dan memperhatikan.

“Jadi aku hanya harus mengajak orang yang patah hati, agar hubungan mereka bisa kembali lagi??” Tanya BIma.

Namun saat Bima menoleh untuk melihat Broken Man, dia sudah menghilang dari hadapan Bima.

Bima kemudian menelpon Ana, dan menyuruhnya datang ke kampus.

Setelah itu dia beranjak ke dalam kelas untuk menemui Adrian yang sedang duduk, diam, merenung.

“Adrian,” Kata Bima.

“Kenapa Bima? saya sedang gak enak badan saat ini,” Balas Adrian.

“Ayo kita selfie Adrian, saya juga sudah telpon Ana untuk ke sini,” ujarnya.

“Ana?!!” Adrian merasa heran.

Tiba-tiba terlihat Ana berlari menghampiri Bima dan Adrian.

“Bima, kenapa kamu telpon saya untuk datang ke kampus dan bilang Bima mau bunuh diri?” Ana kesal karena di bohongi oleh Bima.

“Hey Ana, ayo kita selfie bertiga dengan Adrian.” Bima mengajak Ana dan Adrian.

“Apa? Selfie, kamu telpon saya cuman untuk selfie?” Kata Ana dengan suara meninggi.

“Sudahlah, ayo kita selfie sekali, kita kan teman kelas,” Bima tersenyum.

Mereka bertiga kemudian selfie menggunakan hp yang di pegang Bima, dan dengan ekspresi yang berbeda beda.

Bima dengan wajah tersenyum, Adrian yang terus menatap Ana, dan Ana dengan wajah cemberut karena kesal dengan Bima.

“CEKREK”

Suara dan lampu flash dari hp yang di pegang Bima, kemudian membuat Ana seketika menatap Adrian.

“Adrian, beb, aku mau minta maaf, aku sudah berlebihan ke kamu, aku akan terima kamu apa adanya, meskipun kamu gak bisa main tik tok, kamu takut sama kecoak, aku sayang sama kamu, kita balikan ya?” Ana tersenyum.

“Kamu mau balikan?! Aku mau.” Bima langsung menggenggam tangan Ana.

Mereka akhirnya bersama kembali.

Melihat itu, Bima merasa lega, dan kemudian meninggalkan Ana dan Adrian. Dia lalu berjalan keluar dari kelas, menuju WC sekolah untuk menemui Ihsan.

Akan tetapi, saat hendak menuju WC, tanpa sengaja dia berpapasan dengan Ajeng.

“Ajeng , sini ikut saya dulu.” Kata Bima sambil berjalan cepat menarik tangan Ajeng.

“Bima ada apa sih?? Gak usah tarik-tarik tanganku,” Balas Ajeng.

“Sudah, ikut saja, gak usah banyak tanya, ini juga demi kalian berdua,” Bima mencoba meyakinkan Ajeng.

“Kami berdua?? Apaan sih, ini pasti soal Ihsan kan??” Ajeng terus bertanya, dan meminta penjelasan dari Bima.

Bima tidak menghiraukan pertanyaan Ajeng, dia terus menarik tangannya dan berjalan cepat menuju WC dimana Ihsan berada.

Mereka akhirnya sampai di depan pintu WC.

“Ihsan ada di dalam??” Tanya Ajeng.

“Iya.” Kata Bima sambil melepaskan tangan Ajeng.

Bima kemudian mengetuk pintu WC di tempat Ihsan berada.

“Ihsan, ihsan, kamu keluar di sini ada Ajeng,” Ucapnya.

Tiba-tiba Ihsan langsung keluar dari dalam WC.

“Ajeng??!! Kamu mau balikan kan??” Tanya Ihsan sambil memegang tangan Ajeng.

Ajeng tidak menjawab pertanyaan Ihsan, dia melepaskan genggaman tangan Ihsan, lalu memalingkan wajahnya.

“Bima, kamu tau kan, kami berdua sudah putus.” Ajeng menatap tajam Bima.

“Iya saya tau, kalau begitu kita selfie dulu ya bertiga.” Bima dengan cepat mengambil gambar mereka bertiga.

“CEKREK”

Ajeng kemudian perlahan menoleh melihat Ihsan.

“Aku gak peduli zodiak kamu apa, kendaraan ataupun harta kamu apa, yang penting aku selalu sama kamu,” Ucapnya dengan tersenyum.

Ihsan tidak berkata apa-apa, matanya berkaca-kaca, dia hanya tersenyum, terharu mendengar perkataan Ajeng.

Ajeng dan Ihsan akhirnya kembali bersama, berjalan berdua di lorong kampus.

Bima hanya diam, tersenyum melihat mereka berdua dari belakang. Sejenak dia mengingat kenangan bahagia bersama Santi, menghabiskan waktu bersama.

Saat pertama kali mereka jalan bersama, ataupun saat dia membonceng Santi dengan kendaraannya, Bima sedikit merindukan senyumannya.

Tiba-tiba banyak orang berlarian ke arah tangga yang menghubungkan dengan lantai satu, Bima kemudian mengikuti beberapa orang.

Terlihat beberapa orang mencoba menghentikan Anca yang berdiri dan mengancam akan melompat dari lantai dua, sehingga mereka tidak berani mendekat.

“AKU INGIN MATI!!” Teriak Anca.

Beberapa saat kemudian Mirna datang menghampiri Anca.

“Anca kamu kenapa seperti ini??” Tanya Mirna.

“Jangan mendekat Mirna, kalau kamu mendekat aku akan melompat, kecuali kamu mau balikan.” Anca tersenyum melihat Mirna.

“Lebih baik kamu melompat, karena kita sudah tidak bisa sama-sama lagi.” Kata Mirna dengan wajah risih.

“AKU MAU MATII!!” Bima berteriak.

Melihat itu, Bima kemudian langsung menarik lengan Mirna dan membujuk Anca agar selfie bersama.

“Apaan sih Bima?? Lepaskan.” Kata Mirna sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Bima.

“Kamu mau semuanya kembali seperti semulakan Anca?? Kalau kamu mau, sini cepat turun.” Kata Bima meyakinkan Anca, sambil menarik Mirna.

“Iya aku mau.” Ucap Anca, yang kemudian melompat turun dan menghampiri Bima.

Bima kemudian dengan cepat mengeluarkan hpnya, dan selfie dengan Anca dan Mirna.

“CEKREK”

“Maafkan aku yaa sayang.” Kata Mirna sambil memeluk Anca.

“Iya, aku juga, sorry kalau ketek ku masih bau,” Balas Anca.

Mirna dan Anca akhirnya kembali bersama.

Beberapa orang yang melihatnya kemudian tepuk tangan, mengapresiasi hubungan mereka berdua.

Sementara itu, tanpa berpikir panjang, Bima langsung pergi ke kantin, untuk menemui Roy.

Sesampainya, dia melihat Roy dan Rini bertengkar, berdebat.

Bima lalu berjalan cepat menghentikan pertengkaran mereka berdua, dan mengajak Roy dan Rini selfie.

“CEKREK”

Roy lalu menatap Rini.

“Maaf kan aku, aku tau aku salah, aku janji gak akan pernah mengecewakan kamu lagi,” Kata Roy.

“Iya ayah, bunda juga mau minta maaf,” Rini tersenyum.

“Kalau begitu, ayah mau ajak bunda beli baju yuk, biar kita bisa couple.” Roy menggandeng lengan Rini.

“Ayo ayah.” Rini menyandarkan kepalanya ke pundak Roy, sambil berjalan ke tempat parkir.

Sedangkan Bima melihat Broken Man duduk di meja di depannya, dia lalu menghampirinya.

“Akhirnya selesai juga.” Kata Bima, sambil duduk di kursi.

Dia kemudian meletakkan hp pemberian Broken Man di atas meja.

“Ini, silahkan ambil kembali barangmu,” Ucapnya.

“Asal kamu tahu, membuat mereka kembali, bukan berarti hubungan mereka semua menjadi lebih baik, karena ada beberapa orang yang sudah tidak harus bersama, dan patah hati.” Broken Man mengangkat kakinya di atas meja.

“Meskipun kamu tau, siapa yang harusnya bersama, dan siapa yang di takdirkan untuk tidak bersama, setidaknya biarkan lah mereka yang menjalani itu semua, agar mereka sendiri bisa belajar dari pengalaman patah hati mereka, dan saat mereka bertemu dengan orang yang tepat, mereka bisa membuat hubungan yang lebih baik.” Bima meyakinkan Broken Man, sambil tersenyum.

Broken Man tidak membalas perkataan Bima, dia kemudian mengambil kacamata dari saku celana, dan memakainya.

“Sepertinya sekarang kamu jauh lebih bijak.” Kata Broken Man, sambil berdiri dari kursinya.

“Kamu sendiri yang membuat saya seperti.” Bima tertawa.

“Oh iya, Saya tadi mendengar Santi mencari kamu,” Gumam Broken Man.

“Santi cari saya?? Serius??” Bima terkejut dengan perkataan Broken Man.

“Iya, dan sekarang dia ada di kios tempat fotocopy depan kampus.” Jawab Broken Man sambil memalingkan wajahnya.

Mendengar hal itu, Bima bergerak cepat beranjak dari kursinya.

“Santi?!!” Ucapnya.

Tanpa menghiraukan Broken Man, Bima langsung berlari menuju tempat Santi berada.

“Akhirnya dia mau balikan,” Ujar Bima merasa yakin.

Saat Bima pergi menemui Santi, sementara itu Broken Man berjalan ke arah yang sebaliknya.

“Sorry Bima, ini sudah termasuk dalam perjanjian kita.” Kata Broken Man, dengan berjalan santai, tanpa menoleh melihat Bima. Dia kemudian mengeluarkan sebatang rokok dan korek gas dari saku celanana, menyalakan rokok, menghisapnya, lalu menghebuskannya secara perlahan.

“Sampai ketemu lagi Bima,” Ucapnya.

Bima melihat Santi di seberang jalan, di kios tempat fotocopy, tanpa menoleh kiri dan kanan dia langsung bergegas berlari menghampiri Santi yang duduk sendirian.

Seperti biasanya, Santi terlihat cantik, rambutnya yang selalu terurai kebelakang, mencoba untuk selalu tersenyum dengan siapapun meskipun itu orang asing membuat Bima rindu akan sapaannya.

Akan tetapi, hal yang tidak terduga terjadi, tiba-tiba lampu depan mobil datang dengan cepat datang menyilaukan mata Bima dari sebelah kanan.

Suara tabrakan dan rem mobil terdengar.

Bima terlempar beberapa meter dan jatuh tengkurap, dia dalam keadaan bersimbah darah dan kesadaran menurun.

Beberapa orang di sekitar yang mendengarnya pun berteriak.

Bima mencoba bangun, namun dia merasa tidak mampu, rasa sakit di sekujur tubuhnya, dan darah yang terus mengalir di aspal, membuat orang-orang bergegas datang menghampirinya.

Orang-orang di sekitarnya pun mencoba menghubungi petugas kesehatan, dan yang lain hanya diam tidak berani mendekatinya, hanya menyaksikan Bima menikmati rasa sakitnya.

Bima mencoba untuk melihat orang di sekitarnya, namun dia tidak bisa bergerak. Dia kemudian memejamkan matanya sejenak, lalu saat dia membuka matanya kembali, dia melihat Santi berdiri di depannya, bersama kerumunan orang.

“Sa…santi…,”Ucapnya perlahan.

Santi hanya diam, kemudian berlutut manatap Bima.

“Mohon maaf Bima, ini sesuai dengan perjanjian kita, istirahatlah.” Kata Santi, sambil berbisik di telinga Bima.

Setelah itu Santi perlahan beranjak pergi meninggalkan Bima.

Bima tidak menjawab perkataan Santi, dia hanya tersenyum, kemudian menarik napas perlahan dan menghembuskannya, lalu memejamkan matanya.

END

Terpopuler

Comments

SR_Muin

SR_Muin

like

2020-08-21

1

Fatatin Nabila

Fatatin Nabila

aku rindu kesadisan kakak😄

2020-08-19

2

Lynn💚

Lynn💚

🙆🙋🙋 Cemungut yh thorr🎀🎀

🎀🎁Q tunggu dukungan balik nya ya🎁🎀

2020-08-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!