Orang tersebut kemudian menenangkan dirinya, menghela napas. Lalu kembali menatap Bima.
“Kamu Bima kan?” Tanya orang tersebut.
“Hem....iya, anda siapa sih sebenarnya?? Muka pucat, kayak orang kena tipes, datang langsung bikin risih, dan.....dan tau dari mana anda tentang nama saya??” Kata Bima.
“Saya adalah......tukang TV kabel.” Jawab orang tersebut dengan wajah serius.
“Hah?!!” Bima heran.
“Hehe....bukan, saya cuman bercanda.” Orang itu tersenyum.
“Saya tidak peduli anda siapa, saya sedang bad mood saat ini.”
“Bad mood, atau sedang patah hati?”
“Bagaimana kamu bisa....??” Bima bingung.
“Bisa tahu?? Saya hanya tukang TV kabel.” Kata orang tersebut sambil tersenyum.
“Bangke, bodo amat.” Bima merasa kesal.
Bima berpaling mengabaikan orang tersebut, dan kemudian beranjak menuruni tangga.
“Woyy mau kemana, saya bisa bantu kamu.” Orang tersebut mencoba meyakinkan Bima.
Bima tidak mempedulikan perkataan orang tersebut.
“Saya gak peduli, saya lapar, saya mau kekantin sekarang.” Ucapnya.
Bima menuruni tangga, beberapa langkah kemudian, orang tersebut mengagetkan Bima dari samping. “HEYY!!”
Bima terkejut, dan mencoba menghindar dari nya.
“APA SIH MASALAH HIDUP KAU?? BIKIN KAGET TERUS” Bima kesal.
“Saya tidak punya masalah hidup, tapi saya tahu cara menghilangkan rasa kesedihan akibat patah hati seseorang seperti anda.” Orang tersebut tersenyum.
“Saya gak butuh kamu, saya bisa mengatasinya sendiri.”
“Mengatasinya sendiri??”
Orang itu tertawa, namun berusaha menahan tawanya.
“Apanya yang lucu?!!” Tanya Bima.
“Kamu bilang bisa mengatasinya sendiri, tapi kamu menangis di kamar mandi, seperti bencong yang bedaknya habis hahaha” Orang tersebut tertawa.
Bima tidak mambalas perkataan laki-laki tersebut, dia hanya diam termenung, munudukkan wajahnya.
“Panggil saja aku Broken Man, dulu aku juga manusia seperti kamu, dan sama, aku juga merasakan patah hati.” Kata laki-laki tersebut.
“Broken Man??” Ucap Bima.
“Yap, aku akan membantumu menyelesaikan persoalan patah hati.” Broken Man mencoba meyakinkan Bima.
Broken Man dulunya, adalah seorang manusia, yang merasakan patah hati, putus cinta karena di tinggal oleh seorang perempuan yang dia cintai, dia lalu akhirnya bunuh diri dengan cara gantung diri.
Beberapa saat kemudian, dua orang bergandengan tangan lewat di hadapan mereka berdua, melewati mereka. Dia adalah Santi, dan Hendra teman kelasnya.
Namun Bima menoleh, terus menatap Santi dan Hendra dengan tajam, penuh kebencian.
Broken Man mendekati Bima, lalu mengatakan “Jadi dia, yang membuat mu merasakan patah hati terhebat.”
Bima terus menatap santi.
“Iya.” Bima lalu memalingkan wajahnya dari Santi dan Hendra.
“Aku tidak membecinya, Aku hanya tidak ingin ada lagi orang yang merasakan kesedihan yang ku rasakan saat ini.”
“Tidak, itu hanya alasan, kamu tetap membenci mereka, karena kamu tidak bisa merasakan lagi kebahagiaan yang pernah kamu rasakan.”
Mendengar perkataan Broken Man, Bima menundukkan kepalanya, dan diam termenung
“Tapi tenanglah, aku bisa membantu mu menghilangkan kebencian itu.” Broken Man meyakinkan Bima.
Bima mengangkat wajahnya, menoleh menatap BrokenMan yang tepat berada di sampingnya, mereka saling memandang.
“Bisa gak sih bicaranya gak usah terlalu berdekatan? Mulut kau bau.” Bima lalu menutup hidungnya.
“Memangnya kau pernah liat iblis sikat gigi, dasar manusia bangke.” Kata Broken Man.
“Oke, sorry aku kan gak tau.”
“Sudahlah, sekarang ayo ke kantin.”
Bima dan Broken Man kemudian beranjak ke kantin.
Mereka berdua duduk berhadapan di kantin.
“Sekarang aku akan menawarkan mu sebuah bantuan, tapi dengan satu syarat. Jiwa kamu akan jadi taruhan kesedihan jika kamu membatalkannya.” Kata Broken Man dengan wajah serius.
“Bantuan apa?!!” Tanya Bima.
“Bantuan untuk menghilangkan rasa kesedihan menjadi rasa puas.”
“Bisa cepat kasih tau gak sih, gak usah jadi sok misterius begitu.”
“Ya bisa sabar gak sih anjing.” Broken Man merasa kesal.
Bima tidak sabaran, dan kemudian berdiri dari kursinya.
Beberapa orang yang berada di kantin heran dengan Bima yang terlihat berbicara sendiri.
“Kasian ya Bima.” Kata Rini kepada Roy, pacarnya.
“Iya, sejak putus dengan Santi, Bima suka berhalusinasi, stress, suka nangis sendiri di WC kayak suara bencong.” Roy melihat Bima sejenak.
“”Iya, gak seperti kita ya ayah, selalu sama-sama terus.” Rini menatap wajah Roy, lalu mencubit pipinya.
“Iya bunda...., sini ayah suap lagi yah.” Roy menyuapi Rini es krim coklat.
“Kalau bicara gak usah pake anjing juga lah, anjing.” Kata Bima dengan nada tinggi.
“Makanya kau sabar lah anjing, duduk!!” Balas Broken Man.
Bima menenangkan dirinya, dan kembali duduk di hadapan Broken Man.
“Baru kali ada iblis enggak di hargai.” Broken Man merasa jengkel.
“Baru kali ini ada iblis yang gak punya akhlak.”
Broken Man mengeluarkan hp dari saku celananya, lalu meletakkannya di atas meja.
“Hp??” Tanya Bima.
“Bukan, ini batu tawas, ya hplah. Tapi ini bukan sembarang Hp.” Jawab Broken Man.
“Ini untuk apa?” Bima memegang hp tersebut.
“Untuk di gesek di ketek kau. Dengar dulu lah.”
“Iya iya”
“Hp yang kamu pegang itu spesial, setiap kali kamu memfoto orang yang sedang pacaran berduaan, mereka akan langsung bertengkar, dan akhirnya putus.” Broken Man tersenyum.
“Hah? Serius?!!”
“Coba sendiri, kalau begitu saya pamit.”
Bima memperhatikan Hp yang dia pegang, dan merasa bingung serta tidak percaya dengan apa yang Broken Man katakan.
“Ah masa Hp begini bisa….” Belum sempat Bima menyelesaikan perkataannya, dia menoleh kembali namun melihat Broken Man, namun Broken Man sudah tidak berada di tempatnya.
“Iblis sial, datang tak di jemput, pulang semaunya.” Ucapnya.
Bima lalu mencoba hp tersebut, dengan memfoto sepasang kekasih yang tengah makan bersama di depannya, mereka adalah Rini dan Roy.
“CLICK.” Bima merasa heran dan bingung, karena tidak terjadi apa-apa
“Dasar iblis KW, katanya....”
Tiba-tiba Rini menumpahkan air ke kepala Roy
“AKU MAU PUTUS!!” Teriak Rini dan berdiri dari tempatnya.
“Ya sudah, aku juga capek, di suruh panggil ayah bunda terus, malas.” Roy juga berdiri dari kursinya.
Mereka akhirnya pergi kea rah yang berlawanan, dan tidak saling bertatap muka.
Melihat kejadian Rini dan Roy, membuat Bima merasa senang.
“Wow kereeen.” Bima terkejut.
Dia kemudian langsung beranjak pergi dari kantin. mencari orang yang berpacaran.
Saat hendak menuju ke lantai 2, Bima melihat Anca dan Mirna sedang duduk berduaan di tangga.
Anca dan Mirna sudah berpacaran selama seminggu. Namun Bima tidak peduli dengan kemesraan mereka, dia lalu diam-diam memfoto mereka.
“Beb?” Kata Mirna dengan suara halus sambil menatap Anca.
“Iya my loveku, kenapa?” Balas Anca.
“Aku mau putus yah sekarang.” Mirna tersenyum.
“Kenapa? Kita baru pacaran seminggu.”
“Ketek kamu bau.” Mirna langsung berdiri lalu beranjak pergi meninggalkan Anca.
Anca tidak menghentikan kepergian Mirna, dia hanya duduk, diam.
Sementara itu Bima menahan tawanya. Dia lalu masuk ke kelasnya.
Bima melihat Adrian dan Ana sedang duduk bersama bermain Tik tok, Bima memfoto mereka dari kejauhan.
Tiba-tiba Ana menatap tajam Adrian
“Kamu bisa gak sih main tik tok?” Kata Ana dengan nada meninggi.
“Iya aku bisa sayang, kamu tenang dulu.” Jawab Adrian, mencoba menenangkan Ana.
“Dari tadi gerakan kamu tuh salah terus, kayak orang kesurupan zombie.”
“Aku berusaha ini buat kamu.” Adrian mencoba meyakinkan Ana
“Sudahlah, aku mau putus.” Ana berdiri dari kursinya.
“Putus?!! Cuman karena aku gak bisa main tik tok??”
“Aku gak bisa pacaran dengan laki-laki yang gak bisa main tik tok, tik tok itu segalanya buat aku, lagi pula kamu juga kalau main ular-ular suka mati.”
Adrian hanya terdiam, dia lalu perlahan menoleh melihat Ana.
“Sudahlah, aku mau pulang.” Ana lalu mengambil tasnya lalu beranjak meninggalkan Adrian yang duduk sendirian.
Tanpa sengaja Ana berpapasan dengan Bima.
“Hey Bim.” Ana menyapa Bima, sambil berjalan cepat keluar dari kelas.
“Hey Ana.” Balas Bima sambil tersenyum.
Sementara itu Adrian hanya menunduk, menutupi wajahnya, dan menangis.
Melihat Adrian bersedih, Bima merasa sedikit kasihan. Namun dia masih tetap ingin melakukannya, merusak hubungan orang lain, dengan menggunakan hp pemberian dari Broken Man.
Bima kemudian berjalan keluar dari kelas, tanpa sengaja dia melihat Ajeng dan Ihsan jalan berdua di lapangan.
Bima lalu memfoto mereka.
“Ihsan aku mau putus.” Kata Ajeng.
“Putus?!! Padahalkan kita sudah sama-sama sejak smp.” Ihsan merasa bingung dan heran.
“Zodiak kita itu beda, aku aries dan kamu taurus. Lagi pula kamu gak suka kucing, malah labih suka biawak.”
“Jadi kita berakhir begitu saja, setelah sekian lama?” Ihsan menggenggam tangan Ajeng, lalu menatapnya.
“Iya.” Jawab Ajeng dengan ekspresi datar.
Ajeng kemudian melepaskan genggaman tangan Ihsan, lalu perlahan meninggalkan Ihsan.
Ihsan hanya berdiri diam, merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan Ajeng. Cewek yang dia kenal, lucu, pintar, dan memakai kacamata itu, rela menyakiti perasaannya.
Ihsan lalu melihat ke atas dan berteriak.
“SIALAN KAU TAURUUUS!!!”
Bersambung….
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments
Joanne March⚘
nyimak lagi
2020-09-17
0
SR_Muin
semangaaat
2020-08-21
1
wida
aku mampir
salam dari (chat story kocak)
2020-08-19
1