“Kamu kenapa murung sekali malam ini??” Tanya Karin.
“Tidak ada apa-apa, mungkin efek belum gajian.” Kata Andre sambil menghisap Rokoknya.
“Hahaha……” Karin tertawa pelan.
Mereka berdua sedang duduk mengobrol santai di warkop depan rumah sakit. Andre sesekali menghisap rokoknya sambil menunggu waktu masuk dinas malamnya di RS tersebut.
“Apapun itu kamu harus semangat kerjanya, demi aku,” Ucap Karin.
Dihadapan Karin, Andre tidak merespon, dia hanya diam termenung.
Tiba-tiba Andre merasakan sakit kepala yang hebat.
“Aaakh…” Kata Andre sambil mengambil obat yang berada di saku jaketnya.
Dengan cepat dia lalu menelannya 2 biji, lalu meminum air putih yang ada di atas meja.
“Itu obat apa??” Tanya Karin.
“Ini alanzapine dan aprazdom, obat anti halusinasi dan anti depresi dari dokter.” Jawab Andre sambil memasukkan kembali ke dalam saku jaketnya.
“Kamu baik-baik saja? Kamu kelihatan kelelahan,”
“Aku memang akhir-akhir ini sulit tidur, tapi kamu engga’ usah khawatir, aku baik-baik saja.” Balasan Andre tersenyum sambil menyentuh tangan Karin di atas meja.
Karin tersenyum.
Andre dan Karina sudah 3 tahun berpacaran, mereka juga sudah bertunangan bulan lalu, dan berencana untuk menikah bulan ini.
“Kalau begitu, sudah waktunya aku pulang,” Ujar Karin.
“Kamu mau aku antar??” Sahut Andre.
“Aku bisa sendiri.” Karin perlahan melepaskan sentuhan tangan Andre.
“Kamu hati-hati ya,” Kata Andre.
Tanpa membalas perkataan Andre, Karin kemudian berdiri dari kursinya, dan beranjak pergi meninggalkan Andre sendirian.
Andre hanya menghisap sebatang rokoknya, sambil menikmati waktunya sendiri di warkop tersebut.
Beberapa menit kemudian dia melihat jam tangannya, Andre lalu mematikan rokoknya di asbak, dan pergi membayar biaya minumannya di kasir.
“Berapa??” Tanya Andre.
“Air Botol Ahqua dua dan Kopi satu, semuanya 28 ribu,” Jawab kasir tersebut.
“Owh iya tunggu.” Ujarnya andre sambil mengeluarkan uang dari dompetnya.
“Hemm….mohon maaf pak, kalau boleh tau bapak tidak bosan duduk sendirian??” Sahut kasir itu.
“Mungkin kamu tadi tidak melihat saya duduk dengan tunangan saya.” Andre menatap laki-laki di belakang meja kasir tersebut dengan tajam.
“Oh iya pak mohon maaf,” Ucap laki-laki tersebut meminta maaf sambil menunduk.
Andre membayar kasir tersebut, kemudian beranjak keluar dari warkop, lalu berjalan masuk ke rumah sakit.
Saat hendak masuk melewati gerbang masuk rumah sakit, seorang satpam bernama pak Kasim yang berada di pos penjagaan menegur Andre.
“Andre, mau kemana??” Sahutnya.
Andre menghentikan langkahnya.
“Saya kan mau dinas malam pak, di ruangan bangsal 1.” Jawabnya sambil menatap pak Kasim.
“Saya rasa bapak Andre sebaiknya pulang dan beristirahat saja.” Pak Kasim menghampiri Andre, lalu menepuk pundaknya.
“Bapak tidak percaya kalau saya dinas malam ini??” Kata Andre dengan suara meninggi.
“Bukannya saya tidak percaya pak, tapi pak Andre terlihat kurang sehat, lebih baik bapak pulang.” Ujar pak Kasim.
“Tapi pak…”
“Pak Andre silahkan istirahat saja, urusan izin bapak nanti saya yang melaporkan,” Potong pak Kasim.
Andre hanya diam.
Pak Kasim kemudian merangkul Andre, dan mencoba membawanya keluar dari pekarangan rumah sakit.
Namun Andre menolak, melepaskan rangkulan dari pak Kasim.
“Mohon maaf pak, saya adalah seorang perawat, saya harus melakukan tugas saya malam ini, dan bapak tidak bisa menghentikan saya.” Ucap Andre dengan menatap tajam pak Kasim.
Tanpa menghiraukan Satpam tersebut dia kemudian berjalan masuk melewati gerbang rumah sakit.
Sementara itu pak Kasim hanya menatap Andre dari belakang dengan senyuman sinis.
Pak Kasim mengeluarkan hp dari sakunya, lalu menelpon seorang laki-laki.
“Dia sudah masuk.” Kata pak Kasim dengan suara pelan.
Andre terus berjalan santai di lorong rumah sakit dengan memakai seragam perawatnya menuju ruangan bangsal 1, tempatnya dinas malam ini.
Saat dia melewati ruangan ICU, terlihat banyak orang-orang berkumpul mencoba masuk ke ruangan tersebut, beberapa orang ada yang momojokkan dirinya, menangis, dan yang lain mencoba untuk menenangkan diri dan orang di sekitarnya.
Andre berhenti sejenak, kepalanya terasa sakit kembali saat melihat tulisan papan ICU.
“Aaakh…” Desah Andre sambil memegang kepalanya.
Saat dia menutup matanya, potongan bayangan-bayangan muncul, seperti sebuah gambaran abstrak seseorang perempuan yang terbaring di ruangan tersebut, Andre mencoba mengingatnya, namun semakin dia mencoba, kepalanya semakin terasa sakit dan dia merasa pusing.
Andre menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba menghilangkan bayang-bayangan potongan mimpi buruk dalam kepalanya.
Tiba-tiba kepalanya tidak terasa sakit, dia kemudian melanjutkan langkahnya, berjalan perlahan di lorong rumah sakit.
Beberapa saat kemudian, Andre sampai di ruangannya, bangsal 1.
Ruangan bangsal 1 merupakan ruangan rawat inap bagi pasien kelas menengah, ruangannya berisi sepuluh kamar, setiap kamar terdapat dua tempat tidur dengan urutan kamar 1 sampai 13, hanya 3 kamar yang di gunakan untuk menyimpan alat peralatan.
Nurse station berada di tengah ruangan sebagai tempat di mana dokter dan perawat memantau kondisi pasien, menyimpan catatan atau rekam medic, serta beristirahat.
Terlihat seorang temannya duduk di Nurse Station mencatat di rekam medik pasien, dia adalah Ani.
Andre kemudian berjalan menghampiri Ani di Nurse Station.
“Assalamu alaikum,” Kata Andre.
“Waalaikum salam,” Jawab Ani.
“Andre, kamu kenapa di sini?” Tanya Ani sambil memperbaiki posisi kacamatanya.
“Kenapa? Ya saya kan dinas malam, kenapa semua orang bertanya tentatang hal yang sama,” Tegas Andre.
“Iya iya terserah kau lah.” Kata Ani sambil melanjutkan tulisan catatan rekam mediknya.
“Owh iya, perawat yang dinas sore tadi sudah pulang semua??” Tanya Andre sambil duduk di belakang Ani.
“Semuanya sudah pulang duluan tadi, buru-buru, katanya ada acara malam minggu,” Ucap Ani.
“Tumben semuanya cepat pulang,” Kata Andre.
Ani tidak merespon perkataan Andre.
“Owh iya, Ilham mana??’ Sahut Andre sambil melepaskan jaketnya dan meletakkan di atas meja.
Tiba-tiba terdengar suara teriakan seseorang.
“Ilham ada di kamar 7, dia sedang menangani pasien.” Jawab Ani.
“Oh begitu…” Gumam Andre.
Beberapa saat kemudian, Ilham berjalan keluar dari kamar pasien sambil menggunakan sarung tangan yang penuh dengan darah.
“Eh ada Andre, Apa kabar??” Ucapnya.
“Alhamdulillah baik nih, itu kenapa tangan mu penuh darah?? Tanya Andre balik.
“Biasa itu pasien, banyak goyang, selang infusnya terbuka, darahnya muncrat kemana mana.” Jawab Ilham sambil melepaskan dan membuang sarung tangannya di tempat sampah yang bertuliskan infeksius.
Dia kemudian mencuci tangannya di watafel dekat kamar mandi yang berada di depan Nurse Station.
“Banyak goyang? Kebanyakan di sawer tuh kayaknya pasien, hahahaha.” Ucap Andre dengan tertawa.
“Iya juga sih, haha…” Kata ilham, sambil berjalan menghampiri Andre dan duduk di sampingnya.
“Oh iya Ani pasien ada berapa??” Tanya Andre kepada Ani.
Ani tidak menggubris pertanyaan Andre.
“Eh Ani gak usah terlalu seriuslah, biar gak cepat mengantuk.” Tegur Andre yang kemudian menepuk pundak Ani.
Ani tidak menggubris, dia terus menunduk, memperhatikan catatan rekam medik pasien.
Andre merasakan ada hal yang aneh dari sikap Ani, tangannya terus gemetaran memegang rekam medik, dan dia juga terus berkeringat.
“Pasien cuman 3, tenang Andre, malam ini kan malam minggu, santai saja.” Sahut Ilham, yang membuat Andre mengalihkan pandangannya dari Ani.
“Oh cuman 3 ya,” Ucap Andre.
Tiba-tiba Ani bergerak cepat langsung masuk ke kamar mandi.
“Itu Ani kenapa??” Tanya Andre yang merasa bingung dengan sikap Ani.
“Gak tau, mungkin urusan cewek,” Kata Ilham.
“Itu kan pacarmu, masa gak tau,” Andre meledek Ilham.
“Ya masa biar urusan ke kamar mandi saya harus tau,” Balas Ilham.
“Hahaha…” Andre tertawa.
Dia kemudian berdiri, dan berjalan menuju kamar 12.
“Eh Andre mau kemana??” Tanya Ilham.
“Mau ganti sepatu dulu,” Jawabnya
Andre perlahan berjalan ke depan kamar 12, untuk menyimpan sepatunya, lalu memakai sandal kodok karet. Sementara itu Ilham duduk di ruang Nurse Station dan Ani masih berada di dalam kamar mandi.
Namun, Andre melihat sesuatu yang ganjil. Di tempat penyimpanan sepatu tersebut tersebut, terdapat 7 pasang sepatu, sedangkan mereka yang dinas malam hanya bertiga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments
Husain
Gila. sadis keren
2023-03-02
0
Gazelle
hi
2020-09-27
1
Joanne March⚘
next
2020-09-17
0