'Sungguh aku bisa menunggu mu dan menyimpan perasaan ini hingga kau bersedia menerima ku,'
"Apa sebenarnya alasan Tuan kembali ke luar negeri?"
'Dirimu! aku ingin mengalihkan perasaan ini dari dirimu ...,'
"Apa Tuan tahu? saya hanyalah seorang gadis desa yang mencoba untuk menafkahi keluarga saya di kampung?"
'Lalu apa masalahnya? begitu banyak wanita cantik nan modis di kota-kota besar, tapi sayang mereka tak memiliki moral, orang-orang dengan kehidupan yang berkelimpahan nyatanya tak mampu menghargai satu sama lain,'
"Apa Tuan baik-baik saja?"
'Tak ada yang baik-baik saja dalam hidup ku Yuna, itulah kenapa aku membutuhkanmu.'
Braaaaghhh,
Bayangan wajah Kim Taehyung kembali memudar saat Yuna tersadar karena salah satu pot bunga nampak terjatuh dari tempatnya.
"Oooh! kau mengejutkan ku Nosi!"
*
Tak lebih dari lima belas menit, pria berwajah pucat itu kembali tiba di kediaman mewah miliknya, ia bahkan meninggalkan mobilnya dengan mesin yang masih tetap menyala.
"Yuna! dimana kau!" langkah Suga terlihat begitu lebar dengan tatapan yang melayang ke seluruh sudut ruangan.
"Tuan? apa Tuan baik-baik saja?" bibi Mirah nampak menyambut kedatangan majikannya dengan turut panik.
"Apa Seokjin datang kemari?"
"Tuan Seokjin? i-iya Tuan, beliau datang berkunjung tadi, tapi saat mengetahui Nyonya besar tak berada di rumah, Tuan Seokjin kembali pergi dan berpamitan."
"Haaaaaaghh! benarkah?" pria itu seketika terlihat bernafas lega,
"Benar Tuan!" ketua pelayan di rumah itu masih nampak kebingungan karena sikap dari putra sang majikan.
"Dimana Yuna, bi?"
"Yuna, sepertinya dia dihalaman belakang atau mungkin di taman halaman samping rumah, saya akan memeriksa nya Tuan!"
"Tidak perlu bi! aku akan mencari nya sendiri! bibi bisa pergi sekarang!" pria itu kembali tertunduk dan masih mencoba untuk mengatur deru nafasnya.
"Yuna!"
Dia ternyata disini? kenapa diriku sangat mengkhawatirkan nya? Seokjin benar-benar sialan!
Perlahan pria itu melangkah mendekati istri kelimanya, ia turut tersenyum setiap kali melihat Yuna tersenyum.
"Kenapa kau bermain-main ditempat ini Nosi? tidak seharusnya kau berada disini bukan? apa kau ingin menjadi kucing nakal?" Yuna nampak membelai lembut seekor kucing yang berada dalam pangkuannya.
Hwang Yuna, gadis bermata hazel nan menawan itu nampak sibuk menginterogasi kucing liar yang terbiasa menemaninya berkebun, ia juga sama sekali tak menyadari bahwa sepasang mata telah mengawasi gerak-gerik nya,
"Apa kau menyukai seekor kucing?"
"Tuan? kenapa Tuan sudah kembali?" suara berat Min Suga kembali membuat gadis itu berdiri tegak.
"Aaaaaghh! kau selalu membuat pikiran ku tak tenang Yuna!"
"S-saya?"
"Iya! kau ...," pria itu nampak kembali duduk dengan menyandarkan kepalanya di kursi taman.
Ada apa dengan Tuan? kenapa dia terlihat begitu lelah? apa sesuatu telah terjadi di kediaman Nyonya Jini? apa mereka berselisih paham?
Gadis pelayan itu kembali terdiam dan terpaku menatap paras tampan sang suami yang tengah terpejam di kursi taman.
"Jangan menatap ku seperti itu! aku tahu, wajah ku ini memang tampan!"
A-apa? padahal matanya terpejam? bagaimana bisa dia tahu kalau aku tengah memperhatikan nya? aaah Yuna, kau ini bodoh sekali!
Yuna seketika tertunduk, ia nampak memaki dirinya sendiri dalam hati.
"Apa Tuan baik-baik saja?" kalimat itu seketika terlontar dari bibir Yuna tanpa sadar.
Min Suga, pria berwajah dingin itu akhirnya kembali membuka matanya.
"Apa Seokjin menyakiti mu?"
"Tuan? kenapa Tuan bertanya seperti itu? Tuan Seokjin, sepertinya dia bukanlah orang yang jahat."
"Jadi kau berbicara dengannya, Yuna?" pria bermarga Min itu seketika terperanjat dan menatap wajah istrinya.
"Tuan Seokjin menanyakan keberadaan Tuan dan juga Nyonya! itulah alasan kenapa saya terpaksa berbicara dengannya dan melanggar larangan dari mu Tuan,"
Sang putra majikan itu pun nampak terdiam,
"Saya sungguh minta maaf! tak apa jika Tuan ingin memarahi saya,"
Aaaaaaggghhhh jangan menampilkan wajah polos mu itu Yuna, kau benar-benar membuat ku gila!
Min Suga, pria itu berkali-kali menghela nafasnya dengan begitu dalam sebelum akhirnya membuka suara,
"Apa kau setuju jika kita pergi berlibur?"
"A-apa? i-itu saya ...,"
"Apa kau tak jenuh dengan kegiatan sehari-hari mu disini Yuna?"
"Apa saya bisa ikut berlibur Tuan?" Yuna justru kembali berujar tanya dengan ekspresi yang penuh tanya.
"Kau ini juga seorang menantu di rumah ini Yuna! apa dirimu masih tak menyadari hal itu? haruskah kita bermain setiap malam, supaya kau selalu ingat bahwa kau telah menjadi istriku?"
"Apa maksud Tuan?" gadis itu tertunduk dengan menyematkan senyum dan menggigit bibirnya.
"Apa dirimu sedang menggoda ku Min Yuna?"
"Saya sama sekali tak ingin melakukan hal semacam itu Tuan! saya bukanlah gadis penggoda!"
"Tapi aku tergoda! bagaimana ini? kau harus kembali bertanggung jawab!"
"Maaf Tuan! saya harus segera membereskan pecahan pot bunga ini," Yuna, gadis dengan rambut lurus bergelombang itu mencoba menghindari tatapan Suga dengan berbagai alibi.
"Tidak semudah itu kau bisa kabur dariku sayang! aku akan mengejar mu! kau harus ingat ini, jika diriku telah menginginkan sesuatu, aku pasti akan mendapatkan nya! bagaimana pun caranya!" pria itu kembali menahan tangan Yuna dan berbisik di telinganya.
"Bagaimana jika saya memilih untuk bersembunyi dari mu, Tuan?"
"Pastikan tempat persembunyian mu itu aman! apa kau tahu? diriku ini sangat jago dalam permainan hide and seek! jika kau sengaja bersembunyi dan aku menemukan mu! maka aku tak akan mengampuni mu Min Yuna!" pria itu kembali menjawab dengan nada berat sembari menyelipkan surai rambut istrinya.
Kalimat jawaban dari lisan Suga seketika membuat gadis itu menelan ludahnya secara kasar,
"Pergilah Tuan! kau membuatku takut!"
"Aaaah! lihatlah kau meninggalkan noda di baju ku Yuna!" pria itu nampak berdecak kesal karena tingkah istri kelimanya.
"S-saya, saya minta maaf Tuan! sungguh saya tidak bermaksud membuat kotor kemeja Tuan! apa Tuan akan segera pergi ke kantor? saya akan mengambilkan kemeja yang baru! Tuan tunggu-"
"Diam!"
"A-apa?"
"Diam lah ...,"
"Apa Tuan tidak akan memarahi saya?" gadis itu kembali memundurkan langkahnya perlahan karena tatapan Suga.
"Memarahi mu? bukankah itu ide yang bagus? seharusnya aku memarahi mu bukan?" langkah kaki Suga yang turut mendekat semakin membuat gadis itu menampilkan raut wajah penuh kekhawatiran.
Yuna, gadis itu hanya mampu mengangguk dengan cepat untuk menanggapi kalimat pertanyaan dari suaminya.
"Tapi apa kau tahu Yuna? aku bahkan buru-buru kembali ke rumah ini karena mencemaskan dirimu! siapa sebenarnya kau ini Min Yuna? kenapa kau lancang sekali?"
"Saya ...,"
"Aku tak pernah bersikap seperti ini pada istri ku yang lain! mereka yang selalu mencari ku! tapi kenapa kau ..., kau bisa semudah ini membuat ku mencari dan selalu berlari ke arah mu? jawab!"
"Saya sungguh tidak tahu Tuan," Hwang Yuna kembali terdiam kaku saat Suga mengeratkan pelukan pada tubuh rampingnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments