"Duduk lah Yuna! aku sudah lama menunggu mu!" suara Nyonya Min terdengar begitu lantang, meskipun tatapan hangat nampak terpancar dari wajah wanita itu.
"B-baik Nyonya, maaf karena telah membuat Nyonya menunggu."
"Kenapa kau duduk dibawah seperti itu? kemari lah Nak Yuna!" telapak tangan Nyonya besar di rumah itu nampak menepuk perlahan sofa disebelah nya.
Hwang Yuna, gadis bermata hazel itu kembali terlihat kebingungan karena perlakuan sang majikan.
Ada apa ini? kenapa Nyonya besar memperlakukan diriku seperti ini? apa kesalahan ku sangat lah fatal? apa dia ingin menjebloskan diriku ke dalam penjara?
"Tak apa Nyonya, saya disini saja."
"Apa kau ingin membantah perintah dari ku?"
"S-saya, saya mohon maaf atas semua kesalahan yang telah saya perbuat, tapi tolong Nyonya jangan masukkan saya ke penjara, saya harus bekerja demi keluarga saya."
"Apa maksudmu Yuna?" Nyonya Min nampak tak memahami semua kalimat yang keluar dari lisan pelayan barunya.
"Nyonya akan menuntut saya bukan? karena kecelakaan yang menimpa Nyonya Jini? tolong! saya janji akan bekerja lebih baik lagi Nyonya, tolong jangan pecat saya apalagi memasukkan saya ke penjara, saya mohon!"
Gadis ini, dia memang sangat polos, jauh berbeda dari istri-istri Suga yang lain.
Nyonya Min tampak tersenyum tipis,
"Yuna! aku memang akan menuntut mu jika kau menolak keinginan ku!"
"Keinginan? maaf Nyonya saya tidak mengerti," gadis itu kembali bergumam perlahan dan sepintas memandang wajah sang majikan sebelum akhirnya kembali tertunduk dengan penuh tanya.
"Aku ingin kau melahirkan anak dari putra ku! apa kau bersedia?" suara Nyonya Min kembali terdengar begitu lembut mendayu,
"Jangan memaksa nya ibu! sudah berapa banyak gadis yang harus rela mengorbankan masa depannya demi menikah dengan ku? sepertinya memang tak akan ada seorang bayi di rumah ini!"
Entah sejak kapan, tapi pria berwajah pucat itu kini telah berada di belakang tubuh Hwang Yuna.
"Apa maksudmu Nak? para istri mu itu justru bersedia dan dengan sangat senang hati untuk menikah dengan mu! kau ini pewaris tahta satu-satunya, dan kau wajib memiliki keturunan Min Suga! lagipula kehidupan mereka di rumah ini juga sangat terjamin dan tak kekurangan sesuatu apapun!"
"Tapi, Bu ...,"
"Kau diam lah! ibu yang akan mengatur semuanya, ibu juga telah mempersiapkan petugas dari kedokteran untuk memeriksa Yuna!"
Apa? apa maksud Nyonya besar? kenapa harus diriku?
Yuna masih terdiam dan menunduk dengan pemikirannya sendiri, gadis itu nampak meremas kasar jemari tangannya karena rasa gelisah.
"Akan ku buktikan pada semua orang, bahwa kutukan itu hanyalah omong kosong belaka! keluarga ku tetap akan memiliki seorang bayi sebagai penerus keluarga ini!" Nyonya Min kembali melontarkan kalimat nya, wanita itu juga nampak membawa Yuna berdiri dan duduk di samping tubuhnya.
"Kau tidak akan menolak kan, Yuna? kau harus bertanggung jawab karena kesalahan mu sebelumnya! kau tenang saja Nak! aku berjanji akan menjamin kebutuhan hidup mu! kau setuju kan?"
Bagaimana ini Tuhan?
Gadis itu masih saja mematung, ia tak ingin salah bicara tapi dalam hatinya ia juga ingin sekali menentang perintah dari majikannya.
Min Suga, pria itu nampak menghela nafasnya dengan kasar.
"Ibu! setidaknya biarkan dia berpikir terlebih dahulu! jangan memaksakan kehendak ibu pada orang lain seperti ini!"
"Min Yoongi! ibu tak ingin mendengar apapun darimu! aku hanya butuh pertanggungjawaban Yuna,"
"Tapi kecelakaan itu bukan sepenuhnya salah dari pelayan ini, ibu!"
Jika diriku menolak, Nyonya pasti akan memasukkan diriku ke penjara, apa aku harus menerima nya? tidak! pria dingin itu bahkan telah memiliki empat istri, bagaimana bisa aku melukai perasaan wanita lainnya.
Yuna, gadis itu nampak berkali-kali menghela nafas dalam karena kekalutan dalam hatinya.
"Maaf Nyonya, Tuan! ada seseorang yang menghubungi kediaman ini dan mencari keberadaan Yuna,"
"Seseorang?" Suga tampak melangkah dan menyambar telepon rumah yang dibawa oleh Zena.
"Siapa?"
Tuan bisakah saya berbicara dengan kakak saya? Ayah masuk rumah sakit dan kami sangat butuh biaya untuk perawatan nya, tolong biarkan saya berbicara dengan kak Yuna Tuan.
Semua orang nampak terdiam,
Yuna, gadis itu terlihat sangat gelisah saat Suga berkali-kali melayangkan tatapan mata yang tertuju padanya.
"Ada apa ini? kenapa pelayan ini turut duduk dan hadir disini?"
Kimberly, istri pertama dari Min Suga tampak muncul dengan raut wajah sinis.
"Kau! bicara lah dengan anggota keluarga mu terlebih dahulu!"
"Baik Tuan! terima kasih sebelumnya," jemari Yuna nampak meraih telepon dari tangan putra majikannya dengan santun.
Yuna berlalu pergi, gadis itu sama sekali tak melupakan tata krama yang selalu diajarkan oleh kedua orang tuanya.
Dalam keadaan tertekan seperti itu, dia masih bisa mengucapkan kalimat terima kasih?
"Ada apa ini Oppa? kenapa gadis kampungan itu berada disini?"
Suara Kimberly kembali membuat Suga tersadar dan mengalihkan pandangannya seketika,
"Diam lah Kimberly! itu bukanlah urusan mu!" Nyonya Min tampak meninggikan suaranya pada sang menantu.
"Bukan urusan ku ibu bilang? aku ini menantu pertama di keluarga ini ibu! aku berhak tahu semua tentang suamiku!"
"Kau tidak berhak untuk mengatur ku! karena kau hanya lah seorang menantu! apa kau mau, jika diriku mengusir mu dari rumah ini dan membuat putraku menceraikan dirimu?"
Wanita cantik itu seketika terdiam bisu,
"Katakan lah! apa kau menginginkan perceraian dengan Min Suga?"
"T-tidak ibu, aku minta maaf!" buliran air mata nampak telah terjun begitu saja di pipi Kimberly.
Sialan, nenek tua ini! kenapa diriku harus memiliki mertua seperti dirinya?
Meskipun cairan bening itu nampak terus membasahi pipinya,
Kimberly, istri pertama dari Min Suga itu tampak tak berhenti mengumpat dalam hatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments