Langkah kaki Irene nampak kembali mondar-mandir menuju dapur kediaman nya,
"Zena! dimana bibi Mirah?"
"Beliau sedang menemani Nyonya besar di kamar, apa Nyonya membutuhkan sesuatu?"
"Lalu dimana gadis kampungan itu? maksud ku Yuna, ini sudah hampir waktunya makan malam! tapi tak ada seorang pun pelayan yang nampak disini?"
"Nyonya besar, beliau mendadak jatuh sakit! jadi beberapa pelayan berada di ruang kamar nya."
Ibu mertua? apa yang terjadi padanya? bukankah tadi malam ia terlihat baik-baik saja?
"Saya sama sekali tak melihat Yuna dari tadi siang Nyonya, maaf ...,"
"Apa? apa saja yang sebenarnya kalian lakukan? kalian disini dibayar untuk bekerja dan melayani ku juga! kenapa kalian jadi seenaknya seperti ini?" Irene nampak meluapkan emosinya pada Zena.
"Ternyata mulut mu itu masih saja kasar seperti dulu Irene!"
Taehyung, pria dengan senyum kotak itu terlihat menyapa Irene dan muncul menuruni anak tangga bersama Wendy,
"Tae? kau disini?"
"Memang nya kenapa? aku sengaja berkunjung untuk melihat ibu mertua dari kakak kesayangan ku! apa itu masalah bagimu?"
"T-tidak! bukan seperti itu maksud ku Tae! aku hanya tak menyangka kita bisa bertemu lagi ...," Irene, istri ketiga dari Suga nampak salah tingkah karena kehadiran saudara laki-laki dari Wendy.
"Kau ini benar-benar bukan menantu idaman Irene! ibu mertua mu sakit, tapi kau justru kelayapan dengan sesuka hatimu! istri macam apa kau ini?"
"A-apa?"
"Jangan katakan bahwa kau juga tak mengetahui bahwa ibu mertua mu tengah sakit!" Taehyung kembali memicingkan matanya dan menatap gerak-gerik Irene yang nampak terkejut dihadapan nya.
"Tae sudah lah! Irene memang tengah sibuk dengan beberapa study yang ia ambil! dan kau ..., berjanji lah kau tak akan kembali menimbulkan keributan! kau ini sudah dewasa Tae!"
Pria itu mengangguk, tersenyum dan berpaling menatap paras cantik sang saudara perempuan.
"Aku mengerti kak! kakak tenang saja, aku tak akan pernah mengganggu nya, tapi setidaknya aku ingin berpamitan padanya sebelum kembali ke Canada." Taehyung, pria tampan dengan senyum kotak itu mencoba untuk meyakinkan saudara perempuannya.
"Apa sebenarnya niatmu saat datang kemari Tae? apa kau ingin menemui seseorang yang tinggal di rumah ini?" Suga yang kembali muncul membuat semua orang terlihat bungkam,
"Niatku? menurut mu bagaimana kak Suga?" Taehyung kembali terkekeh dengan senyum devil di wajahnya.
**
Hwang Yuna, gadis itu kembali tersentak dan mendapatkan kesadaran nya.
"Astaga, diriku tertidur? apa yang kau lakukan Yuna? kau ini ceroboh sekali!" gadis itu seketika beranjak dengan rambutnya yang berantakan.
Ada apa ini? kenapa Tuan Muda dan Nyonya Wendy tampak begitu serius? Tuan Taehyung? dia juga berkunjung kemari?
Kamar Yuna yang memang terletak tepat dibawah tangga seketika membuat pandangan semua orang tertuju pada dirinya saat ia melangkah muncul menampakkan diri.
"M-maaf, saya tidak bermaksud mengganggu Tuan dan juga Nyonya."
"Yuna?" raut wajah Taehyung seketika berubah, netra dari pria tampan itu juga semakin nampak berbinar.
"Apa yang kau lakukan? masuk ke kamar mu sekarang!"
"T-tapi Tuan, s-saya ...,"
"Yuna! aku butuh berbicara dengan mu!" dengan langkah cepat Taehyung menarik pergelangan tangan Yuna.
"Jangan pernah mengganggu istriku Taehyung! atau aku akan benar-benar membunuh mu! tidak peduli jika kau itu adik dari perempuan yang ku sayangi!"
Langkah Taehyung kembali terhenti,
"Dia memang istrimu! tapi dia juga sahabatku! aku berhak untuk berbicara dengannya!"
"Berhenti Kim Taehyung! aku memperingatkan mu!"
"Tuan ...," Yuna, gadis pelayan itu nampak kebingungan dan mencoba untuk melepas genggaman tangan Taehyung dari pergelangan tangannya.
Buuuugggh.
Wendy seketika menjerit, Irene pun tampak terbelalak.
"Apa kau ingin menentang ku disini? dasar pria ingusan brengsek!"
Min Suga, pria berwajah dingin itu kembali mengungkung tubuh Taehyung yang tersungkur dan hendak kembali melayangkan sebuah pukulan di wajah adik iparnya.
"Tuan tolong hentikan!"
"Oppa! sadar lah dia adik ipar mu!"
Yuna dan juga Wendy secara bersamaan nampak menahan lengan suaminya dengan wajah panik.
"Lepaskan aku! biar ku berikan pelajaran pada adik mu ini Wendy! dia memang berandal yang susah di atur! orang tuamu saja menyerah dalam menanganinya nya! jadi biarkan aku yang mengendalikan pria brengsek satu ini!"
"Oppa! aku mohon jangan seperti ini! dia adikku Oppa ...," buliran air mata seketika turun begitu deras pada pipi Wendy.
Buuuugggh,
Sebuah pukulan keras kembali membuat Taehyung tak berkutik dengan bibir yang telah nampak merah karena darah.
"Tuan saya mohon hentikan, apa Tuan memang se_egois ini?" Hwang Yuna, gadis itu akhirnya meninggikan suaranya dihadapan Min Suga.
"A-apa? kau menyebut ku egois Yuna?"
"Apalagi namanya jika bukan egois? Tuan bahkan mengacuhkan perasaan Nyonya Wendy, jika Tuan benar-benar menyayangi nya, seharusnya Tuan bisa sedikit mengontrol emosi, Tuan memang memiliki kuasa di rumah ini, tapi bukan hal yang benar jika Tuan berlaku semena-mena seperti ini bukan?"
Perkataan dari bibir Hwang Yuna seketika membuat Suga terdiam, perlahan pria itu beranjak dan melepaskan cengkraman tangannya dari kerah hoodie milik Taehyung.
Hwang Yuna? siapa dia sebenarnya? kenapa Oppa terlihat begitu berhati-hati dalam memperlakukan nya?
Irene, wanita itu diam-diam mengambil langkah cepat dan menghilang tanpa disadari oleh siapapun dengan segala macam pertanyaan di dalam benaknya.
"Suruh adikmu pergi dari sini sekarang juga Wen! sebelum diriku berubah pikiran!" pria berwajah pucat itu kembali bersuara dengan dada yang terlihat naik turun karena amarah.
"Tae, sebaiknya kita pergi sekarang, aku mohon!"
Wendy, wanita itu akhirnya berbicara terbata dan menampilkan wajah yang begitu memelas dihadapan sang adik lelaki,
"Kau telah dibutakan oleh cinta kak! kenapa dirimu masih saja bertahan demi lelaki pengecut sepertinya?"
"Taehyung a,"
"Aku pergi sekarang! jaga diri kakak baik-baik! diriku masih kuat untuk pulang sendiri!"
Maafkan kakak Taehyung, diriku memang terlalu buta karena cinta untuk seorang pria yang bernama Min Suga, maafkan kakak karena tak bisa mengikuti permintaan mu dari dulu,
Wendy tertunduk, gadis itu nampak lesu melihat langkah Taehyung yang sedikit terhuyung karena ulah Min Suga, sang suami.
Kenapa semua jadi seperti ini Tuhan?
Hwang Yuna, gadis dengan rambut lurus bergelombang itu turut tertunduk lesu karena pertikaian malam itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments