Dering bel pintu pada kediaman mewah itu kembali berbunyi,
"Tak apa bi, biar saya yang membuka nya!" Yuna kembali berbalik arah dan mengurungkan niatnya untuk menuju taman di halaman samping.
Pintu terbuka dan seketika menampilkan wajah Kimberly yang terlihat begitu acak-acakan,
"Nyonya? apa yang terjadi?"
"Diam lah! jangan menyentuh ku, aku bisa ketularan kampungan seperti mu!" wanita bertubuh molek itu kembali menepis tangan Yuna dengan meninggikan suara.
"Kau! jangan pernah berbicara apapun pada suami mu! maksud ku suamiku! a-apa? suami kita? ahaaha ..., tidak! kau tidak pantas bersanding dengan suami ku dasar gadis kampung!"
Apa Nyonya tengah mabuk? kenapa dia berbicara seperti ini?
"Saya akan mengantar Nyonya ke kamar,"
"Lepasss! jangan pernah menyentuh ku! apa kau tak mengerti perkataan ku? dasar sialan!"
Wanita itu kembali mendorong Yuna hingga gadis itu hampir tersungkur,
"Aku menangkap mu!"
Yuna seketika melepaskan diri saat menyadari bahwa Seokjin lah yang tengah menopang tubuhnya.
"Maaf, apa Nyonya Kimberly sedang mabuk Tuan?"
"Begitulah! lihatlah cara wanita itu berjalan, dia bahkan tak mampu menyeimbangkan langkah kakinya!"
"Kenapa Tuan membiarkan nya mabuk?"
"Karena itu menyenangkan!" Seokjin kembali menanggapi kalimat Yuna dengan begitu enteng.
"Melihat orang lain dalam kesulitan, apa itu sebuah hal yang menyenangkan bagi Tuan?"
"Bukan seperti itu, dia yang memilih untuk tidak sadarkan diri dengan menenggak minuman beralkohol! itu bukan sepenuhnya salah ku bukan?"
"Apa perkataan Tuan bisa dipercaya?" Yuna kembali terlihat menatap Kimberly dengan penuh iba.
"Apa dirimu juga ingin mencoba menghabiskan malam bersama ku manis?" pria itu kembali mendekati Yuna yang masih setia dengan wajah paniknya,
"Semoga saja Tuhan segera memberikan kesadaran untuk mu Tuan!" Yuna kembali melangkah mundur untuk menghindari tatapan Seokjin.
"Aaaaah, kau ini gadis kampung! sama sekali tidak asik!"
Seokjin akhirnya melangkah melewati Yuna, pria itu nampak meraih tubuh Kimberly dan memapahnya menuju ruangan Kimberly.
Nyonya Kim dan Tuan Seokjin? apa mereka memiliki sebuah hubungan rahasia? apa yang kau pikirkan Yuna? jangan pernah mengurusi kehidupan orang lain, tapi bagaimana dengan Tuan Muda? apa dia tahu tentang hal ini?
"Apa yang kau pikirkan manis? apa kau ingin memberitahukan hal ini pada Suga?"
Tanpa disadari oleh Yuna, pria itu telah kembali mendekat dan berbicara dihadapan nya.
"T-tidak Tuan! saya ...,"
"Apa kau berpikir bahwa diriku ini orang jahat?"
"Saya selalu mencoba untuk berpikir positif, semoga saja Tuan bukan manusia yang berhati gelap!"
"Begitu kah? bukankah dirimu yang menjadi penjahat di rumah ini? kau menghancurkan rumah tangga wanita-wanita yang telah berada di rumah ini!"
"Apa maksud Tuan?"
"Kenapa kau menerima pernikahan dengan adik sepupu ku? apa dirimu juga mengincar harta miliknya?" pria itu melontarkan pertanyaan dengan menatap lekat wajah gadis dihadapannya.
"Saya? mengincar harta?"
Seokjin, pria itu semakin tertawa lebar saat melihat kepanikan di wajah Yuna.
"Kau ini lucu sekali Yuna! dimana suami mu?" Seokjin kembali meraih buah anggur di belakang Yuna dan memasukkan nya ke dalam mulutnya.
"Tuan Muda, dia sedang pergi mengantar Nyonya Jini ke kediaman orang tuanya,"
"Bibi ku?"
"Nyonya besar, beliau tengah melakukan medical checkup di rumah sakit bersama Nyonya Wendy, Tuan!" Yuna kembali menjawab dengan santun dan setengah menunduk.
"Apa kau takut padaku?"
Yuna, gadis manis pemilik mata berwarna hazel itu kembali menggeleng dalam menanggapi kalimat pertanyaan Seokjin.
"Lalu kenapa kau tak menatap ku saat aku berbicara padamu!"
"Apakah itu sopan? bukankah akan lebih sopan jika saya menundukkan pandangan?" suara lembut dari bibir Yuna kembali membuat Seokjin tersenyum.
"Kau tak perlu sopan untuk bisa berbicara padaku! aku bukan tipe orang yang suka mematuhi peraturan, jika diriku menjadi suamimu! aku akan lebih memilih kabur dan menjalani hidup dengan penuh kebebasan! sayangnya sepupu ku itu terlalu pengecut!"
"Maaf, apa Tuan masih akan lama berada disini? saya harus segera menyiangi tanaman di halaman samping Tuan,"
Aaaah, gadis desa ini? kenapa dia lucu sekali? darimana Yoongi mendapatkan gadis polos seperti ini, rasanya diriku juga sedikit tertarik untuk bisa bermain karena wajah dan sikap polosnya,
Pria berbahu lebar itu kembali terkekeh sembari memperhatikan wajah manis dari seorang Hwang Yuna,
"Jadi kau mengusir ku, Yuna? atau kau takut jika suami mu tahu kalau kita saling berbicara?"
"Bukan! bukan maksud saya ingin mengusir Tuan Seokjin dari sini, hanya saja ..., saya takut jika Tuan Muda kembali meluapkan amarahnya," Yuna seketika menutup mulutnya karena merasa terlalu banyak bicara.
"Maaf, saya permisi Tuan!"
Gadis yang aneh! tapi dia lucu,
Seokjin kembali tersenyum seorang diri dan memperhatikan Yuna yang melangkah cepat meninggalkan dirinya.
"Pasti akan menarik saat wajah pria dingin beku itu terlihat memerah karena amarah!" jemari Seokjin tampak menari di atas layar gawai miliknya, pria itu juga terlihat mendaratkan bokongnya dengan santai di sofa.
**
"Oppa, masuklah terlebih dulu! ibu bilang dia telah memasak makanan kesukaan mu!"
Jini nampak tersenyum dan menarik lengan suaminya untuk melangkah memasuki teras rumahnya.
"Sebentar Jini, maaf!" suara dering ponsel seketika menghentikan langkah Suga dan membuat pria itu menjauhi tubuh istri ke empatnya.
Tuan Min Suga! aku menunggumu di kediaman mewah ini,
Apa kau tahu? istri kelima mu itu sangat lah lucu, mungkin diriku sedikit tertarik untuk bermain dengannya, apa kau mengizinkan?
Aaah, kau sedang sibuk bersama istri mu yang lain bukan? jadi sepertinya tak akan menjadi masalah! yang terpenting diriku sudah meminta izin padamu, wahai adik sepupu kesayangan ku!
"Seokjin sialan!!!" kalimat umpatan itu seketika terlontar dari lisan Suga, pria itu juga semakin terlihat mengeratkan rahangnya.
"Oppa! apa terjadi sesuatu?" Jini yang melihat kepanikan pada raut wajah suaminya seketika mendekat dan melonggarkan pertanyaan.
"Maaf Jini, aku harus pergi sekarang! kau segeralah masuk, sampaikan permintaan maaf ku pada orang tuamu! aku menyayangimu!"
Pria itu seketika berbalik arah dan kembali masuk serta memacu kuda besi miliknya tanpa menghiraukan kekecewaan di wajah Jini.
Oppa, kenapa kau selalu memperlakukan ku seperti ini? kenapa dirimu selalu terlihat terburu-buru dan nampak enggan setiap kali menghabiskan waktu bersamaku, kalimat sayang mu itu? apa itu hanya sebuah formalitas untuk hubungan kita?
Min Suga, pria itu akhirnya membatalkan keperluan bisnis nya dan memilih kembali ke rumah secepatnya.
"Yuna! ku harap bajingan itu tak menyentuh apalagi melukai dirimu," Min Suga kembali bergumam dengan kekesalan serta kepanikan dalam hatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments